NovelToon NovelToon
Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang

Status: tamat
Genre:CEO / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:762k
Nilai: 5
Nama Author: Rya Kurniawan

Stop Tuan! Aku mohon jangan masukkan Ibuku ke dalam penjara. Aku bersedia menebus hutang dengan menjual rahimku, asalkan hutang keluargaku lunas.

Demi melunasi hutang keluarganya, membuat Dinda terpaksa melepaskan keperawanannya dengan pria beristri dan menjual rahimnya itu kepadanya.

Akan tetapi karena hubungan terlarang yang mereka lakukan itu membuat keduanya mejadi dilema.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengetahui Sebuah Fakta

Nathan sangat terkejut melihat seseorang yang menolongnya saat itu adalah wanita yang sangat dirindukannya dan dicarinya selama ini.

"Dinda? Dinda akhirnya aku menemukanmu. Ternyata benar kamu ada di kota ini," Ucap Nathan lalu memeluk Dinda dengan sangat erat.

Sedangkan Dinda sangat syok melihatnya. Kenapa Nathan bisa berada di sini? Bahkan tidak sengaja ia yang telah menolong Nathan tadi. Akan tetapi belum sempat Dinda mendapat jawaban tentang itu semua, tiba-tiba perutnya terasa sangat keram, mungkin karena benturan keras saat ia menolong Nathan. Dilihatnya juga ada darah yang mengalir yang keluar dari selangka****nya itu dan membasahi kakinya. Tentu saja Nathan dan Dinda sama-sama terkejut melihatnya.

"Dinda, kamu kenapa? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Nathan sembari memegang pundak Dinda.

"Lepaskan! Kamu tidak perlu tahu apa yang terjadi padaku," kata Dinda. Ia segera saja bangkit ingin pergi, akan tetapi ternyata kondisinya saat ini sedang tidak baik-baik saja, Dinda merasakan kepalanya begitu sakit diiringi sakit perut yang luar biasa.

"Ahk … Dinda memekik sehingga membuat Nathan sangat terkejut.

Nathan pun dengan cepat menggendong tubuh Dinda membawanya ke dalam mobil tanpa peduli Dinda yang terus memberontak meminta untuk dilepaskan.

"Dimas cepat bawa Dinda ke rumah sakit," kata Nathan.

Mereka pun langsung saja membawa Dinda ke rumah sakit. Nathan membaringkan Dinda di kursi belakang dan berada di pangkuannya.

"Dinda, kamu bersabar ya. Kamu tahan, aku yakin kamu akan baik-baik saja. Kita akan segera sampai di rumah sakit," ucap Nathan.

"Sakit … perut dan kepalaku sakit sekali Nathan, aku tidak tahan," teriak Dinda.

Nathan sangat tidak tega melihat wanitanya itu kesakitan, kalau boleh ia meminta biarlah ia merasakan sakitnya, bukan Dinda.

"Sayang, bersabarlah. Sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit, kamu akan segera diobati," ucap Nathan dengan wajah cemasnya.

"Dimas kau bisa lebih cepat tidak!" Bentak Nathan, sehingga Dimas pun menambah laju kecepatan mobilnya itu.

*****

Saat di rumah sakit, Nathan yang dilarang untuk masuk tetap saja memaksakan dirinya untuk menemani sang kekasih. Untung saja ada Dimas saat itu yang berhasil mencegah Nathan, ia pun mengalah dan menunggu Dinda di depan ruang IGD, sehingga Dinda bisa segera untuk ditangani. Nathan dengan sabar menunggu hasil pemeriksaan dengan perasaan yang tidak tenang.

Krek …

Suara pintu terbuka, dokter yang tadi menangani Dinda pun keluar dari ruangan tersebut. Langsung saja Nathan dan Dimas menghampiri dokter dan menanyakan kabar Dinda.

"Tuan tenang saja, untungnya Nona Dinda cepat dibawa ke sini, jika tidak kemungkinan bayi yang sedang dikandungnya itu bisa saja tidak selamat," kata dokter.

"Apa bayi Dok? Tanya Nathan yang begitu syok pendengarnya, Sama halnya dengan Dimas.

"Iya bayi, apakah Tuan suami dari Nona Dinda?" Tanya dokter.

"Iya Dok saya suaminya," jawab Nathan tanpa berpikir apapun lagi.

"Ya untungnya janinnya masih bisa bertahan karena ibunya juga sangat kuat. Tetapi saya sarankan Anda harus benar-benar menjaga Nona Dinda Tuan. Jangan sampai kejadian seperti terulang kembali," kata dokter.

"Baik Dok, apa saya boleh menemuinya sekarang?" Tanya Nathan.

"Tentu saja boleh, silahkan Tuan!" Jawab dokter.

Tanpa mengucapkan terimakasih Nathan segera berlari mendekati Dinda. Saat itu dilihatnya Dinda yang sedang menangis tersedu-sedu, entah apa yang membuatnya saat ini bersedih. Padahal kandungannya baik-baik saja, atau mungkin karena pertemuannya dengan Nathan setelah tiga bulan tidak bertemu.

"Dinda akhirnya aku menemukan Sayang, aku mencarimu selama ini," kata Nathan yang langsung saja menghamburkan pelukan di tubuh sang kekasih. Dinda yang saat itu sebenarnya sangat merindukan Nathan pun langsung membalas pelukan itu dengan sangat erat, rasanya begitu nyaman dan membuatnya sedikit tenang.

Akan tetapi, tiba-tiba saja ia melepaskan pelukan tersebut karena teringat kejadian tiga bulan yang lalu tentang peristiwa yang menyakiti hatinya hingga ia memutuskan untuk pergi.

"Dinda kenapa kamu mendorong ku seperti itu?" Tanya Nathan

"Tidak, ini tidak boleh terjadi Nathan. Kamu dan istrimu akan memiliki anak, kamu tidak boleh ada di sini menemuiku," kata Dinda.

"Tapi kamu juga hamil anakku kan," kata Nathan sembari menatap Dinda.

"Ya aku memang hamil, tapi ini bukan anakmu," kata Dinda.

"Lalu kalau bukan anakku, anak siapa? Aku tidak percaya, pasti kamu mengandung anakku kan? Tolong jujur padaku Dinda. Kenapa kamu harus menyembunyikan ini? Kenapa kamu pergi meninggalkanku padahal kamu hamil anakku," ucap Nathan yang penuh pertanyaan.

"Sudah aku katakan jika ini bukan anakmu, lagipula kalau ini adalah anakmu apakah kamu akan memilih aku daripada istrimu itu? Tidak usah dijawab, sudah pasti kamu akan memilihnya, aku yakin. Tidak akan ada yang merestui hubungan kita, apalagi kalau mereka sampai tahu kita melakukan hubungan terlarang. Nathan, aku tegaskan padamu jika hubungan kita sudah berakhir, hubungan yang seharusnya tidak pernah terjadi. Jangan pernah menemui lagi dan aku katakan lagi padamu jika anak yang aku kandung bukan anakmu," ucap Dinda.

"Sayang ,kamu tidak apa-apa kan?" Tanya seorang pria yang saat itu masuk ke ruangan IGD.

"Kak Gio, akhirnya Kakak datang juga. Aku mau pulang Kak," kata Dinda.

Nathan sangat terkejut dan menatap pria tersebut yang telah lancang memanggil kekasihnya itu dengan mesra.

"Siapa kau? Kenapa kau lancang sekali memanggil kekasihku dengan sebutan Sayang." Nathan memukul Gio karena merasa sangat marah.

"Stop Nathan!" teriak Dinda.

"Tuan Nathan ini di rumah sakit," ucap Dimas yang mencoba untuk menenangkan tuannya itu.

Sedangkan Gio hanya tersenyum sinis sembari memegang luka kecil di sudut bibirnya itu akibat pukulan Nathan.

"Kak Gio Kakak tidak apa-apa kan?" Tanya Dinda yang terlihat begitu cemas sehingga membuat Nathan semakin murka, tetapi ia hanya dapat menahan emosinya itu.

"Aku baik-baik saja Sayang, sekarang juga kita akan pulang," kata Gio.

"Iya Kak. Oh iya Kak ini Nathan dia yang tadi membawaku ke rumah sakit," kata Dinda.

"Oh … ," ucap Gio.

"Nathan, Kak Gio adalah suamiku. Anak yang aku kandung ini adalah anak darinya," kata Dinda.

Bukan hanya Nathan, Gio juga sangat syok mendengar ucapan Dinda itu. Gio sama sekali tidak mengerti akan ucapan Dinda, akan tetapi tujuannya saat ini hanyalah ingin membantu wanita itu sehingga ia pun mengikuti apa yang Dinda lakukan.

"Ya itu benar, aku Gio dan aku adalah suami Dinda. Terimakasih karena kau telah membawa istriku kesini," ucap Gio.

"Tidak, aku tidak percaya. Kalian berdua pasti bersandiwara kan," bantah Nathan menggelengkan kepalanya.

"Untuk apa aku harus bersandiwara. Sudah aku katakan jika aku sudah menikah dan Kak Gio ini adalah ayah dari anak yang aku kandung. Untuk Apa lagi kamu mencariku Nathan, kamu sudah mempunyai istri dan kalian akan segera memiliki anak. Bukankah kita sama," kata Dinda yang membuat Nathan terdiam, ia tidak mempercayai ini semua, ia begitu menyayangi wanita ini sehingga tidak rela melihatnya dengan pria lain.

...……… Bersambung ………...

1
Saya Sayekti
aku kecewa ..
Saya Sayekti
lelaki ini bodohnya kebangetan.ceo tp pea alasan cinta nalar g ada.mati aja udah
Rya Kurniawan
itu kan ecek-eceknya sudah beberapa tahun kemudian loh kakakku sayang. kan bab terakhir
vanilla althea smith
bodoh atau gimana yah udah sampe anak nya gede belum juga ketauwan
vanilla althea smith
cinthia
vanilla althea smith
naya atau dinda tor
Rya Kurniawan: maaf kak keliru.. 🤣
total 1 replies
falea sezi
saudara apanya lu itu anak jalang emaknya. jalang aneh bgt
falea sezi
buang aja kenan anak gk jelas
falea sezi
kpan kebongkar kebusukan nya
fhira"vhiyol3t
lagi" aku kayak orang nangis dinda
fhira"vhiyol3t
setuju banget klo dinda pergi
fhira"vhiyol3t
yaallah kok aku yang sakit thor 🥺🥺🥺 sakit tak berdarah thor
fhira"vhiyol3t
Nathan pasti candu sm dinda
fhira"vhiyol3t
sudah saya duga pasti ini jawaban dinda
fhira"vhiyol3t
ok lanjut
Danel Ain Vita
iya jadi kedua anak itu.anak haram thor.
Rita Riau
Alhamdulillah,,,, akhirnya ending bahagia,,,,yg kasihan Kenzie sampai tamat tetap jomblo hehehe,,, tega kamu Thor😬😬🥰🥰🥰🥰🥰
Rya Kurniawan: siapa tahu berkenan mampir
total 2 replies
Rita Riau
kode ya Thor hehehe,,,,,
panaaasss 😬😬👍🏻👍🏻🥰🥰
Rya Kurniawan: iya kak.
🤣😅
total 1 replies
Diana Susanti
Alhamdulillah akhirnya happy ending
Rya Kurniawan: iya kak, terimakasih ya udah setia ikutin kak.. 🥰
total 1 replies
sella surya amanda
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!