Rania gadis manja yang dipaksa masuk ke sebuah pesantren karena kelakuannya yang tidak bisa diatur oleh kedua orang tuanya dan selalu membuat masalah.
Namun, Rania menolak mentah-mentah perintah orang tuanya lebih tepatnya perintah sang Mama.
Nikmati kisahnya hanya di NOVELTOON
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umul khaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🙏🙏🙏💜
"Abi!" Panggil Rania yang belum juga tidur, begitu banyak hal yang dia pikirkan sekarang hingga membuatnya tidak bisa tidur meskipun sudah larut malam.
Rania bangun dari tidurnya berjalan menhampiri Salman yang sudah terlelap di atas sofa, tadinya Salman sedang mengerjakan sesuatu sampai dia tertidur dalam posisi duduk dan kepalanya berada di meja dan laptop yang masih menyala.
Rania duduk bersila di samping Salman yang terlelap, menatap pemandangan indah di depan matanya saat ini.
"Kenapa ustadz mesum ini begitu tampan, tidak ada cela di wajahnya. yaah! Walaupun sudah tua...tapi tetap saja dia sangat tampan bahkan Steven kalah darinya. Lama-lama aku bisa jatuh cinta sungguhan dengan ustadz mesum ini"
" Kenapa ustadz sangat tampan jadi aku tidak punya alasan untuk tidak menyukai ustadz. Ustadz tau tidak! Sebenarnya aku itu tidak benci dengan ustadz hanya sedikit kesal saja, lagian siapa suruh ganggu aku yang ingin kabur dari sini di tambah menikahi dengan paksa" Rania terus mengatai Salman sekaligus memujinya tanpa Rania sadari Salman sudah bangun dan tersenyum mendengar apa yang Rania ucapkan tentang dirinya.
" Sayang sebenarnya kamu ingin memuji saya atau mengejek saya?" Tanya Salman tidak kuat lagi untuk berpura-pura tidur, Rania begitu menggemaskan Salman tidak bisa menahan diri lagi.
Rania begitu terkejut karena Salman yang ternyata sudah bangun, Rania bangun dari duduknya dan pergi begitu saja masuk kedalam selimut menyelimuti seluruh badannya tanpa terkecuali lantara begitu malu dengan Salman. Seperti maling yang tertangkap basar oleh pemilik rumah.
Salman berjalan ke arah tempat tidur dan menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Rania.
"Sayang buka selimutnya nanti kamu nggak bisa bernafas" seru Salman mencoba menarik selimut tapi tidak berhasil karena Rania menariknya kembali.
"Nggak mau ustadz pasti mau mengejek saya" balas Rania masih di dalam selimut.
Salman seolah tidak kehabisan akal, Salman menggelitik kaki dan pinggang Rania membuat Rania kegelian dan tertawa lepas.
"Abi geli" ucap Rania masih mencoba mempertahankan selimut yang menutupi tubuhnya, tapi Salman tidak berhenti menggelitik Rania sampai Rania menyerah dan membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
Begitu Rania membuka selimut yang menutupi tubuhnya Salman menghentikan aktifitasnya karena kasian dengan sang istri, hal itu di jadikan Rania untuk menggelitik Salman balik. Sepasang suami istri itu terlihat begitu bahagia, dan Rania seolah sudah lupa kalau dia masih belum menerima Salman sepenuhnya. Mereka saling balas membalas satu sama lain sampai mereka berhenti kerena capek dengan posisi yang saling memeluk satu sama lain.
"Ternyata ustadz itu nakal juga ya" ucap Rania.
"Saya nggak nakal tapi saya hanya mengikuti sikap istri saya yang masih kecil ini" balas Salman.
" Ternyata ustadz Salman tidak se-kaku yang aku bayangkan, benar apa yang ustazah itu sampaikan tidak ada salahnya mencoba menerima apa yang sudah ditakdirkan" batin Rania.
"Udah tau masih kecil kenapa dinikahi, dasar ustadz mesum" protes Rania. hati dan ucapannya berbanding balik itulah wanita terlalu gengsi untuk menunjukkan rasa sukanya dan lebih memilih menyembunyikannya.
"Sayang berhentilah memanggil abi dengan panggilan itu, elama ini juga abi tidak pernah berbuat yang tidak-tidak sama istri abi yang selalu menguji iman ini" balas Salman mengeratkan pelukannya pada Rania.
" Iya maaf tapi Rania suka memanggil ustadz dengan sebutan itu" balas Rania.
" Baiklah tapi jangan pernah memanggil dengan sebutan itu di depan orang lain termasuk ummi dan abah" balas Salman
" Rania nggak bisa janji, ustadz tau sendiri kalau Rania lagi kesal pasti mulut Rania yang cantik dan juga pintar ini tidak bisa di aja kompromi' balas Rania lagi.
Salman hanya bisa pasrah dengan jawaban Rania, benar apa yang dikatakan olehnya Rania tidak bisa menahan mulutnya untuk tidak mengucapkan kata-kata terlarang saat dia marah atau kesal.
Namun, Salman sangat bahagia hubungannya dengan sang istri jauh lebih baik dari sebelumnya bahkan keduanya sekarang sudah tidur satu ranjang bahkan saling berpelukan seperti ini walau untuk tidak ada hal yang istimewa terjadi tapi itu sangat berarti bagi Salman paling tidak hubungan mereka sudah sangat membaik.
" Terserah istri abi saja, sekarang tidurlah ini sudah sangat larut besok kamu harus kembali ke pondok" ucap Salman.
" Apa kita tidak jadi pindah, sebenarnya Rania lebih suka tinggal di sini sama ummi dan abah"tutur Rania.
" Kita tidak jadi pindah, minggu depan kamu ujian jadi abi putuskan kita akan pindah setelah ujian kamu tapi kamu harus tinggal di sini sama abi bukan di pondok" jelas Salman.
Salman ,sudah memikirkan hal ini baik-baik, dia tidak mau memaksa Rania untuk tinggal bersama dengannya meskipun tidak jauh dari pondok tapi tetap saja akan menjadi beban pikiran Rania dan tidak akan baik untuk ujiannya nanti. Dan yang terpenting sekarang Rania sudah mau membuka hatinya untuk Salman.
Rania juga sudah menarik kata-katanya untuk meminta pisah kalau dalam satu bulan tidak bisa mencintai Salman, hal yang membuat Salman lega tapi Rania memberikan satu permintaan yang membuat Salman tetap harus bekerja keras menaklukkan hati Rania, yaitu tidak boleh menyentuh Rania sampai Rania siap dan harus membuat Rania jatuh cinta padanya.
" Tapi ustadz kalau Rania tetap tinggal di sini apa para santriwati dan juga para ustadz dan ustadzah tidak akan curiga, yang ada aku akan di bully oleh mereka" balas Rania
" Begini saja, kamu akan tinggal sama abi sampai mendekati ujian saja selama ujian kamu tinggal di pondok abi tidak akan mengganggu kamu. Abi belum rela jauh dari kamu, baru juga baikan dan bisa tidur sama istri abi yang cantik dan begitu manja ini" balas Salman memberikan solusi.
Rania setuju dengan apa yang dikatakan Salman, detik berikutnya tidak ada lagi suara Rania yang ada hana deru nafar Rania yang terdengar beraturan. Bisa di pastikan kalau Rania sudah tertidur dala pelukan Salman. Begitu juga Salman yang ikut memejamkan matanya setelah membenarkan posisi tidur Rania dan menarik selimut tapi tetap dalam pelukan Salman.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Like,komen,vote, gift and start.