NovelToon NovelToon
Di kejar om-om gila.

Di kejar om-om gila.

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:718.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Zia Lin

Naura Aurora, (18thn). Gadis SMA yang memiliki nasib menyedihkan, karena selalu diremehkan oleh ketiga kakaknya bahkan dia nyaris dijual untuk membayar hutang sang kakak.


Arnold William Maxime (35thn). Seorang pengusaha besar, tampan dan gagah yang memiliki hobi membawa racun serangga kemanapun dirinya pergi, memiliki tangan ajaib, takut ketinggian, dan hal-hal aneh yang belum pernah dia lihat.


Kira-kira, bagaimana jadinya jika mereka disatukan secara tidak sengaja dalam satu rumah? Ikuti terus kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zia Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

Selepas mendapatkan kabar dan alamat dari teman Naura, Dafa dan Arnold bergegas mendatangi rumah kakaknya Naura.

"Daf, kau yakin Naura hari ini akan menikah?" tanya Arnold tidak yakin karena jika melihat keadaan rumah yang ada di hadapannya tampak begitu sepi dan kosong.

"Dari info yang saya terima begitu, Tuan." 

"Coba kau hubungi lagi orang itu, bisa saja dia berbohong untuk mengerjai kita." 

"Tidak bisa tuan, ponselnya mati dia bilang sedang mengikuti ujian di sekolah." 

"Hais, sial!" desis Arnold kesal. "Coba kau tanya pada orang-orang disekitar sini, mungkin mereka tahu mengenai Naura." 

Dafa pun mengangguk dan menghampiri salah seorang warga yang sedang menatap mereka sejak tadi dan tak perlu waktu lama Dafa kembali menghampiri Arnold dan memberitahukan jika Naura akan menikah di kediaman calon suaminya. 

Mendengar kebenaran jika Naura memang akan dinikahkan, hati Arnold terasa bergejolak ia pun langsung bergegas menuju rumah yang disebutkan oleh Dafa. 

"Sebenarnya kakak macam apa yang dimiliki oleh setan kecil itu, kenapa dia sampai tega memaksa adiknya yang masih bersekolah untuk menikah," ketus Arnold tak habis pikir dengan sikap kakak dari asisten rumah tangganya. 

"Percepat lagi laju mobilnya, Daf." 

"Baik, Tuan." Dafa menginjak pedal gas mobilnya dan menaikan kecepatan mobilnya di atas rata-rata. 

Mobil berhenti di depan rumah besar yang kini telah dihias dengan berbagai macam pernak pernik hiasan yang menandakan jika di rumah tersebut sedang mengadakan pesta pernikahan. 

Arnold turun dari mobilnya dan mengedarkan pandangannya ke seluruh halaman rumah tersebut, ia tidak tahu siapa yang menikahi Naura tapi jika dilihat dari pengawalan yang begitu ketat Arnold bisa menebak jika orang itu bukan orang sembarangan. 

"Maaf, bisa tunjukan undangan kalian?" tanya salah seorang petugas keamanan yang berjaga di depan pintu gerbang.

"Kami tidak punya undangan, karena kami kemari untuk menjemput mempelai wanita," jawab Arnold dingin dan datar. 

Kedua petugas yang berjaga itu saling menatap satu sama lain penuh tanya. 

"Maaf, Tuan. Jika anda tidak memiliki kepentingan silahkan anda pergi dari sini," usirnya pada Arnold.

"Hei, berani sekali kau mengusir Tuanku!" dengus Dafa kesal. 

"Tuan, sekali lagi kami mohon maaf disini sedang ada acara penting sebaiknya kalian pergi dan jangan membuat keributan disini," sahut partner si petugas.

"Kami tidak akan pergi, sebelum kalian menyerahkan Naura pada kami," seru Arnold. 

"Tidak bisa, Tuan. Nona Naura sebentar lagi akan menjadi istri dari juragan Jaka, jadi silahkan anda pergi sebelum kami menggunakan kekerasan." 

Mendengar ancaman dari kedua petugas itu, Arnold dan Dafa hanya tersenyum kecut dan tanpa berbasa-basi mereka pun beradu jotos bersama kedua petugas tersebut. 

Melihat keributan dari arah gerbang, anak buah Jaka yang lain hendak ikut menyerang namun dihalau oleh Jaka. Pria yang sudah terlihat rapi dengan balutan jas pengantin berwarna putih itu menghampiri tempat keributan dan bertanya apa yang terjadi, tidak hanya Jaka Laila yang penasaran pun mengikuti Jaka dari belakang. 

"Siapa yang berani membuat keributan di hari pernikahanku?" ucap kakek tua dengan raut wajahnya yang sombong dan angkuh. 

Arnold dan Dafa saling menatap satu sama lain dengan raut wajah penuh tanya. 

"Pernikahan anda? Maksud anda, anda akan menikahi Naura?" tanya Arnold tak percaya.

"Memangnya kenapa? Apa urusannya denganmu? Sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum anak buah saya menghabisi kalian berdua," usir Jaka pada Arnold dan Dafa.

"Tuan, apa anda gila? Anda sudah bau tanah bagaimana mungkin anda menikahi gadis belia seperti Naura," hardik Arnold tak percaya jika ternyata Naura akan dinikahkan dengan pria tua yang lebih pantas menjadi kakeknya.

"Hei, jaga mulutmu itu! Sebaiknya kalian pergi dari sini dan jangan mengacaukan acara penting saya." 

"Saya tidak akan pergi dari sini, sebelum kau menyerahkan Naura pada saya." 

"Cih, jangan mimpi kau. Memangnya kau punya apa sampai berani meminta calon istriku hah." 

Arnold kembali tersenyum kecut merasa di rendahkan oleh pria tua yang ada dihadapannya. 

"Maaf Tuan, kami bukannya sombong hanya saja anda harus tahu jika Tuan Arnold adalah pemilik perusahaan besar nomor 3 di Asia," timpal Dafa membeberkan siapa bosnya itu. 

Mendengar penuturan Dafa, Laila yang notabennya matre seketika langsung membulatkan matanya dan tampak berhitung seberapa kaya pria tampan dengan balutan jas hitam yang ada di hadapannya itu. 

"Pemilik perusahaan besar nomor 3 di Asia? Wah berarti itu tandanya pria itu lebih kaya dari juragan Jaka, tapi apa hubungan antara dia dan Naura? Masa iya seorang pengusaha mau turun tangan mencari gadis desa seperti si Naura? Apa jangan-jangan mereka hanya membual saja? Ini pasti akal-akalan si Naura yang meminta bantuan pada temannya agar melakukan sandiwara seperti ini agar dia bisa terbebas dari pernikahan ini?" Laila terlihat begitu sibuk berargumen dengan pikirannya sendiri. 

"Ck, aku tidak percaya," decak Jaka meremehkan. 

"Tidak apa-apa, jika kalian tidak percaya lagi pula saya kesini bukan ingin dipercayai oleh orang seperti kalian, tapi aku kesini hanya untuk menjemput calon istriku," cetus Arnold membuat semua orang termasuk Dafa tercengang dengan pengakuannya itu. 

"Hahaha, hei apa kau tahu beberapa hari yang lalu juga ada yang mengakui calon istriku sebagai Nauranya dan dia berakhir di rumah sakit, sekarang ada lagi yang mengakui Naura sebagai calon istrinya apa perlu juga aku membuat kalian langsung menghadap sang pencipta," kekeh Jaka seraya mengejek.

Kedua kubu itu terlihat semakin memanas dan terus berseteru, saat Arnold mulai akan mengerahkan semua anak buahnya yang sejak tadi bersembunyi. Salah satu dari istri Jaka terlihat berlari menghampiri suaminya dengan wajah yang panik. 

"Mas, gawat mas," ucapnya dengan napas yang ngos-ngosan.

"Ada apa?" tanya Jaka penasaran. 

"N-naura, mas … Naura." 

"Iya dia kenapa? Apa kau membantunya kabur lagi?" dengus Jaka menuduh.

Masitoh menggelengkan kepalanya.

Jaka meremas kedua bahu istrinya, dan meminta pada wanita itu agar berbicara lebih jelas lagi. 

"N-naura bunuh diri di dalam kamar," cetus Masitoh syock. 

"Apa!" pekik Jaka dan Arnold serempak. 

Arnold yang khawatir pada keadaan Naura pun mendahului Jaka untuk melihat keadaan gadis tersebut. 

"Tunjukan dimana Naura sekarang," pinta Arnold pada istrinya Jaka. 

Masitoh mengangguk dan menunjukan dimana keberadaan Naura pada Arnold. Wanita itu membelah kerumunan orang-orang yang sedang melihat keadaan Naura yang sudah pingsan bersimbah darah karena terluka di bagian tangan kanannya akibat meninju cermin rias. 

"Setan kecil," pekik Arnold menghampiri asisten rumah tangganya, ia membawa gadis itu ke dalam dekapannya dengan perasaan yang hancur. 

"Setan kecil, bertahanlah aku datang untuk mencarimu," ucap Arnold dengan manik mata yang berkaca-kaca.

"O-om," lirih Naura terbata. 

Sebuah senyum kecil tampak terlihat dari wajahnya yang sudah mulai pucat. 

"Ya, ini aku bertahanlah." 

"K-kau mencariku." 

"Ya, aku mencarimu selama berhari-hari kenapa kau melakukan hal bodoh seperti ini? Tidak bisakah kau menungguku lebih sabar lagi." 

Naura kembali tersenyum dan meneteskan air matanya. "K-kau, b-bilang t-tidak akan mencariku." 

"Maafkan aku, aku salah … sekarang diamlah simpan tenagamu aku akan membawamu ke rumah sakit." Arnold menggendong Naura dan membawanya ke luar dari kamar tersebut. 

"Berhenti! Kau tidak bisa membawanya begitu saja," sentak Jaka menghalangi jalan Arnold. 

"Menyingkirkan lah, kita selesaikan urusan ini nanti setelah aku membawanya ke rumah sakit," jawab Arnold yang kembali hendak melangkahkan kakinya tapi lagi-lagi dijegal oleh anak buah Jaka.

"Juragan, saya mohon biarkan dia membawa Naura lebih dulu ke rumah sakit, Naura mengeluarkan banyak darah saya takut jika adik saya kenapa-kenapa bukankah itu juga akan merugikan anda juragan," sela Laila membujuk Jaka. 

Jaka terdiam dan memikirkan ucapan Laila, ya Laila memang ada benarnya juga jika sampai Naura kenapa-kenapa dia bisa rugi besar dan tidak bisa menikahi gadis cantik tersebut. 

Jaka pun menyuruh anak buahnya untuk menyingkir dan memberi jalan pada Arnold, dan sebelum Arnold pergi ia berhenti lebih dahulu tepat di hadapan Jaka dan Laila. 

"Jika sesuatu terjadi padanya, kalian akan aku masukan ke dalam penjara ingat itu!" Arnold memberi ancaman kemudian pergi menuju ambulance yang sudah disiapkan oleh Dafa beberapa menit yang lalu. 

Mendapat ancaman seperti itu dari orang lain, Jaka mengeraskan rahangnya dan menatap geram punggung Arnold yang di penuhi oleh noda darah.

Pria tua itu melampiaskan semua amarahnya pada Laila dan semua orang yang hadir di acara pernikahannya yang terancam batal. 

Bersambung. 

1
Herlina M. Siman
cepat tangkap orang yang jahat perusahannya arnold
Muji Lestari
Naura ini ngeyel kalo di bilangin/Grin/
Anna Khairurr
Luar biasa
Neng Alifa
lahhh Kaka lucknut
Lilik Dewi
punya anak kembar ya
Yuli Ani
thorr bisa ga jangan berbelit ceritanya
Yuli Ani
bisaga thorr jangan mnoton dong jdi sbel deh
Zia_Lin: di akhiri saja kak bacanya, jangan mempersulit sendiri🙏
total 1 replies
Yuli Ani
cape bacanya terlalu gimana gitu jadi bosen aku bacanya perasaan kpan mau bahagianya yg ada gaji Mulu
Lilik Dewi
tiga roda aja kuat ,5 roda, kasi 7 roda thor/Joyful//Joyful//Joyful/
Lilik Dewi
kaciiian deh farel
Lilik Dewi
asiiik
Ranita Rani
emang ya masa SMA masa paling uhuuuuiiii,,,, gk bisa ngerjain soal y conteklah wlau itu gk baex tp tetep ja bandel,,,
Ranita Rani: q jd keingat pas waktu ujian semua yg q tulis itu hasil dr temenq semua,,,,
total 2 replies
Ambu_Radul
kenapa Didin sih /Drowsy/
Ambu_Radul: mantan eyke itu thooor /Grievance/
total 2 replies
Elizabeth Zulfa
ini dialog sama narasi /monolognya sama za gada beda gitu
Zia_Lin: penulisannya aja yang berantakan kak🤭 aku juga baru ngeuh
total 1 replies
Meili Rahma
untung kedua istrinya jaka ngak seperti novel sebelah syukurlah
Zia_Lin: kenapa memangnya kak🤭
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
sakit banget perutku ketawa mulu
Zia_Lin: jangan lupa bintang limanya ya 🤭
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
sakit perutku thor wkwkwkwkwkwk
Windakiki Lestari putri taswinhn
wkwkwkwkwkwk, authornya gabut yah.
Windakiki Lestari putri taswinhn
sama thor aku juga ngayal dari istri Yoongi
Zia_Lin: semangat ya suaminya lagi wamil😂
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
wkwkwkwkwk bawang jahat, kek berasa nonton film.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!