NovelToon NovelToon
Adzkiya

Adzkiya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Chicklit
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: arti_pen00

Adzkiya Zanna Myesha, putri dari Rasya Bramantio dan Tazkia Shafia. Adzkiya memiliki satu orang adik perempuan Zakia Afza Almahrya, jarak umur antara adik kakak ini hanya 2 tahun.

Adzkiya tumbuh dengan kasih sayang Nenek dan kedua orang tuanya, tetapi kasih sayang orang tuanya perlahan mulai memudar sejak suatu insiden yang menimpa keluarganya. Adzkiya harus menelan pahit pahit apa yang sudah menjadi takdirnya, ia dijauhi sang Bunda tercintanya.

Tetapi inilah Adzkiya yang selalu berusaha membahagiakan Ayah dan Bundanya,mengorbankan semua waktunya dimana saat semua anak seumurannya sibuk dengan dunianya tetapi tidak dengan Adzkiya, ia menjadi remaja yang pintar, cerdas, kuat, tangguh, cantik dan penuh prestasi.

Inilah kisah Adziya dari mula semua yang ada perlahan memudar dan ia harus bangkit menjadi dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arti_pen00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

...Happy Reading...

...****************...

"Ehemm."

Seketika tubuh Adzkiya, Dara, Karla, Qiara dan Aurel membeku saat mendengar suara deheman laki laki, dan mereka pun menoleh.

Dag dig dug

Itulah yang hati dan jantung mereka rasakan saat melihat siapa yang berdeham.

"Ada apa?." tanya Varo sembari melangkah menuju mereka.

Aurel, Dara, Karla, dan Qiara tersenyum kikuk.

"Hehehe... ga papa kak." ucap Dara.

"Masa sih? tapi tadi kami denger nama Varo di sebut sebut." ucap Alister.

"Iya nih kenapa?." tanya Gabino yang meledek kelima perempuan itu.

"Maaf kak, maaf. Kami ga sebut nama kakak kok! mungkin kakak salah dengar." ucap Aurel yang mengelak.

Varo mengangkat alisnya, jelas jelas ia mendengar nama nya di sebut sebut.

"Yakin? tapi tadi aku dengar cewe ini nyebut nama aku deh." ucap Varo yang menoleh ke arah teman teman nya, yang sedikit tersenyum dengan pandangan enuh siasat.

"Engga kak, engga ada!." ucap Karla yang melirik Adzkiya.

"Nah iya kak, engga kok! ngga ada! lagi pula siapa si yang mau ganggu kakak." ucap Qiara yang berusaha memastikan agar Adzkiya tidak terkena masalah.

"Lah emang kenapa? ga salah dong aku manggil nya dengan Varo kan nama nya Varo." ucap Arfa dengan suara yang agak ditahan, ia mencoba menirukan lagak Adzkiya tadi.

"Halah cuma beda satu tahun! panggil Varo bisa ajalah!." sahut Alister yang menambah kan suasana menjadi mencekam.

Seketika semua laki laki itu tertawa sedangkan ke 5 anak itu terdiam, apalagi Adzkiya ia hanya menatap datar ke arah anak "BANDIDOS".

"Kamu! siapa nama mu?." tanya Varo yang menunjuk dan mendekati Adzkiya.

"Saya?." tanya Adzkiya yang menunjuk dirinya.

"Iya! kamu!." ucap Varo yang di ledek dan di tertawa oleh semua nggota Bandidos.

Adzkiya menghembuskan nafasnya pelan, sudah sebisa mungkin ia diam agar tidak ada interaksi ia dengan Varo tetapi takdir berkata lain, sekarang ia berkomonikasi dengan Varo.

"Aku Adzkiya." ucap Adzkiya yang masih tetap santai.

"Oke Adzkiya, salam aku Varo kim argo."

Adzkiya mengangguk tetapi ia tetap tidak menatap ke arah Varo.

"Baik kak, bolehkah sekarang kami pulang? sekarang sudah waktunya pulang!." ucap Adzkiya pada Varo.

Mendengar itu Aurel menendang sepatu Adzkiya sebagai kode bahwa jangan meminta aneh aneh. Bahkan ketiga teman nya yang kian juga menatap Adzkiya dan mengedipkan matanya agar berhenti meminta kepada Varo.

Varo mengangguk. " Silahkan." ucap Varo yang masih tetap di tempatnya.

Sedangkan Adzkiya ia menarik ke empat tangan teman nya untuk pergi dari sana.

Selama mereka berjalan Dara memperhatikan Adzkiya dan berhenti di depan Adzkiya.

"Kamu pakai pelet apa Kiy? bisa buat kak Varo jadi baik dan ramah?." ucap Dara.

Adzkiya mengangkat kedua bahunya. " Saya tidak tau." ucap Adzkiya.

"Keren sih." ucap Karla yang dibalas anggukan oleh teman temannya.

"Iya keren bisa naklukin kak Varo." ucap Aurel.

"Nah satu pemikiran." ucap Qiara.

"sudahlah cepat kita lanjut jalan, aku mau pulang." ucap Adzkiya yang berjalan dangan cepat menuju gerbang dan disusul teman temannya.

Sesampainya di gerbang mobil Pak Uzar sudah siap menjemput Adzkiya.

"Semuanya aku pulang! sudah di jemput. Babay!." ucap Adzkiya yang melangkah masuk kedalam mobil dan menuju pulang ke rumahnya.

...****************...

Ke esokan harinya Adzkiya, Dara, Qiara, Aurel dan Karla sudah berada di kantin saat istirahat, sengaja hari ini mereka tidak memakan makanan berat, mereka hanya memesan makanan ringan dan membawa nya ke dalam kelas.

Di perjalanan saat melewati teras kelas terlihat tiga orang perempuan yang sedang menatap Adzkiya dengan intens. Dara, yang menyadari bahwa ada Yesa, Letta dan Azrina yang sudah menunggu untuk mencari masalah, Dara membalikkan badan Adzkiya dan berputar arah agar tidak melewati teras kelas itu.

Tetapi Dara kalah cepat, mereka bertugas sudah duluan berjalan ke arah mereka.

"Aiss! kok ada mereka sih!." gerutu Aurel.

Karla menarik nafas nya, lama ia menahan nafas nya saat ini Karla frustasi. "Kenapa saat kita akan tenang pasti ada saja pengganggu."

Yesa, Letta, dan Azrina sudah sampai di depan Adzkiya, mereka bertigas berdiri menatap tiga perempuan di samping Adzkiya.

"Ouh gitu, sekarang udah punya circle nih!."

Adzkiya melangkah maju mendekati Yesa, Dara dan Aurel yang melihat itu pun menahan Adzkiya agar mereka tidak berkelahi.

"Kak, maaf deh ya kami mau ke kelas nih. Kita kan ga ada masalah lebih baik kakak ke kantin saja." ucap Karla yang berusaha membela Adzkiya agar tidak berkelahi.

Yesa melangkah dan mencengkram rahang Adzkiya. "Tidak semudah itu, biarkan saya bersenang senang dengan teman mu ini."

Sedangkan Letta dan Azrina menggenggam tangan Aurel dan Dara. Qiara dan Karla yang tak terima melihat temannya diperlakukan kan seperti itu dengan cepat mereka menepis tangan Yesa.

Qiara berdiri di depan Adzkiya dan berhadapan dengan Yesa "Heh kak! tidak boleh seperti itu, bukan berarti kamu senior kami sehingga kamu mudah untuk menindas kami!."

Yesa, Letta dan Azrina tertawa mereka menatap sekeliling yang sepi, semua murid sudah pergi ke kantin.

"Mau apa kalian? tidak lihat sekaliling ini akan berpihak kepada kami!." ucap Yesa yang disetujukan Letta dan Azrina.

"Saya disini sedang tidak ingin berkelahi jadi biarkan kami lewat!." ucap Adzkiya yang terus menatap manik mata Yesa.

Yesa melihat bahwa kemarahan Adzkiya sudah sampai di puncak terlihat dari mata dan tangannya yang sudah mengepal.

"Wow, silahkan kalau kalian bisa lewat!." ucap Yesa dengan menantang.

"Oke." ucap Adzkiya yang berjalan melewati Yesa, teman teman Adzkiya, Aurel, Dara, Qiara, dan Karla pun ikut menyusul Adzkiya.

Dari kejauhan Dara dan Aurel memperhatikan Yesa, Letta dan Azrina yang sedang tertawa mereka terlihat antusias ke arah mereka, hal ini menimbulkan kecurigaan.

Dara menarik tangan Karla dan Qiara "Kalian lihat ada apa dengan mereka?." tanya Dara yang menunjuk ke arah Yesa.

"Lihat kesana!." teriak Qiara yang melihat 2 buah ember di atas tiang dan di bawahnya sudah Ada Adzkiya.

"Adzkiya awas!!."

Brakk

Dibalik kabur tepung yang berterbangan Dara, Karla, Aurel dan Qiara tidak melihat keberadaan Adzkiya.

"Adzkiya!." teriak mereka yang berlari menuju ke arah dimana tepung dan air itu berceceran.

"Adzkiya kamu dimana." teriak Aurel.

Tiba tiba terdengar suara di balik semak semak di samping teras didepan kelas.

"Ihh apa apaan sih!." Adzkiya bangkit dari semak semak, ia menindihi tubuh Varo yang tadi menarik nya hingga terjatuh ke semak semak di taman depan kelas.

"Adzkiya!." teriak teman teman Adzkiya, mereka berlari dan menolong Adzkiya.

"Adzkiya kamu ngapain disitu?." tanya Qiara.

"Huss!!." ucap Dara yang menepuk bibir Qiara.

"Adzkiya kamu ga papa kan?." tanya Karla yang terus mengamati tubuh Adzkiya sapa tau ada luka.

Aurel yang sedari tadi hanya tercengang ia langsung memeluk tubuh Adzkiya "Ya ampun Adzkiya untung kamu tidak apa apa."

"Ehem." Varo berdiri dari semak semak, sedangkan Dara, Aurel, Karla dan Qiara kaget akan kehadiran Varo. Varo menepuk nepuk tubuhnya yang kotor bahkan terkena tanah.

Varo melirik ke arah ke empat teman Adzkiya, sangat terlihat mereka sedang bingung. Tanpa menghiraukan mereka semua Varo pergi sebelum itu iya menatap Adzkiya lalu tersenyum.

Di luar ekspetasi Varo, ia kira Adzkiya akan mengucapakan terimakasih kepadanya tetapi apa? ternyata Adzkiya hanya diam bagai batu.

"sejak kapan kak Varo disana." gumam Dara yang sembari menatap mata teman teman nya.

"Adzkiya?." tanya Karla yang menatap mata Dara, Aurel, dan Qiara secara bergantian.

"Sudah! tidak apa apa, aku tidak apa apa. Tadi untung ada kak Varo yang tarik aku, jadi aku ga terkena jebakan itu."

Adzkiya menatap ke arah dimana tempat Yesa tadi berdiri. "Kurang-ajar awas saja kamu Yesa!." umpat Adzkiya di dalam hati yang menatap ke arah teras kosong di depan sana.

Dara yang paham maksud Adzkiya ia menepuk pundak Adzkiya. "Sudah! mereka itu memang licik."

"Betul." ucap Aurel, Qiara dan Karla yang setuju akan ucapan Dara.

Aurel merangkul tangan Adzkiya "Ayo kita ke kelas."

"Ayo."

Qiara membantu Aurel merangkul tangan Adzkiya, sedangkan Dara dan Karla berjalan mengikuti mereka dari belakang.

Dibalik tembok Varo sedang tersenyum puas menatap Adzkiya dan teman teman nya yang melangkah pergi. "Akhirnya Adzkiya mengakui pertolongan ku." setelah Adkiya sudah benar benar tak terlihat Varo memutar tubuhnya menuju kelas nya.

Sedangkan di ujung Lorong teras, Yesa, Letta dan Azrina sangat menahan amarahnya.

"Bagaimana bisa Varo menolong Adzkiya!."

"Yesa bagaimana apa yang harus kita lakukan? apakah menyusun rencana kembali?." tanya Letta.

"Percumah saja jika perusuh itu masih ada, pasti ia akan merusaknya." ketus Azrina.

"Berfikir sebelum berbicara! dia itu calon adik ipar ku." ucap Yesa yang menatap kedua teman nya itu. Lalu ia kembali menatap Ketiga orang didepan nya.

"Untuk kalian bertiga bersihkan bekas kekacauan itu!." Yesa melangkah pergi meninggalkan ketiga orang itu dan di ekori Letta dan Azrina.

...****************...

^^^Oktober, 2022^^^

^^^Gaga^^^

1
Mei
Semangat terus
Fitri Yani
ceritanya ke potong potong
Mei
Mana lanjutan?
Mei
Tetap semangat.
Mei
Bunga untukmu
Mei
Tetap semangat
Mei
Lanjut
Haetsuki
bagus ceritanya
azkhiyaa
mengsad huhuhu🤧
Haetsuki
♥️♥️
Haetsuki
aku mampir ya kak
Mei
Semangat. 💪💪💪💪💪💪
azkhiyaa
ada typo wkkwwk
Gaga: iya nih, penuh typo😅
total 1 replies
ᥫ᭡ Punꫝ፝֟m࿐
akhirnya nyampek sini... maap kak butuh waktu 3 hari untuk Sampek sini, soal nya aku juga up novel jadi susah luangin waktu buat baca yang lain😶😶
Gaga: makasih banget udah ngeluangin waktunya🕊
total 1 replies
azkhiyaa
semangat karyamu keren!! aku sukak salam saling support🥰👍
azkhiyaa
yuk bisa saling support🥰
Rossemarry
"my lovely bodyguard" mampir😘
Semangat kak🥳
jangan ke lupa mampir juga🙈
Acha Fitri
ceritamu islami banget sis. Beda denganku yang tidak ke arah itu.
Gaga: Tetap semangat, setiap orang punya kilau yang berbeda beda😊
total 2 replies
Acha Fitri
aku mampir sis. semangat berkarya yah?
Gaga: semangat... makasih
total 1 replies
Mbu_zha
mampir nih thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!