Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
🌛🌛🌛
"Itu terserah padamu saja, tapi aku sarankan jangan terlalu membebaninya dengan uncapan-ucapan kasar mu, jangan sampai dia membenci dan kamu akan menyesal nantinya" ucap James memperingati bossnya yang belum pernah jatuh cinta itu.
"Iya aku mengerti, tapi sekarang kita bahas masalah markas Kita dulu, aku ingin masalah ini cepat selesai" jawab Derson karena tidak ingin menunda-nunda masalah untuk diselesaikan.
"Darimana kamu tau kalau yang berhianat dengan kita, Riki, rido dan rio hingga kamu sampai menembak mereka hidup-hidup" Tanya James penasaran.
"Saat kita sudah sampai dalam ruagan markas aku tidak sengaja aku memijak HP salah satu dari mereka, saat aku cek aku menemukan pesan mereka kepada pihak musuh".
"Jadi menurutmu siapa pelaku dari semua ini?".
"Aku belun bisa memastikan, jadi sekarang tugasmu lacak nomor ini dan temukan siapa yang mengirim pesan ke HP ini, dan aku ingin kamu perketat penjagaan markas kita kalau bisa buat keamanan semaksimal mungkin supaya para musuh tidak bisa masuk kewilayah kita" ucap derson panjang lebar lalu mematikan rokoknya yang sudah habis dia hisap.
"Baiklah aku akan segera kerjakan, dan besok sore aku akan menyerahkan data-datanga kepada mu" jawab James mantap.
Setelah berunding tentang masalah mereka tentang dunia kegelapan kedua kembali membahas pekerjaan yang masih tertunda dikota B yang ada dinegara Amerika Serikat.
"Jadi kapan kita kembali ke kota B?" Tanya Derson lagi.
"Semuanya sudah aku urus, besok pagi aku kasih laporannya jam 9 pagi tidak lebih tidak kurang, jadi tunggu aku diruangan ini, OK" ucap James mengedipkan matanya lalu duluan keluar dari ruangan kerja milik Derson.
Melihat jam yang terus berputar membuat mata Derson ingin sekali untuk diistirahatkan, Derson juga mulai melangkahkan kakinya meninggalkan ruagan kerjanya menuju kamar dilantai bawah.
Klek.... dengan pelan Derson mendorong pintu kamar milik Via supaya yang punya kamar tidak terganggu dalam tidurnya. dengan langkah pelan juga Derson menaikkan badankan kekasur tepat disamping sang istri yang sudah tidur nyenyak.
Dengan gerakan pelan Derson kembali memeluk sang istri dan mendekatkan kepala sang istri kedadanya dan memeluknya dengan erat.
Via yang saat ini merasa ada pergerakan dalam kasur berlahan membuka matanya, dan melihat dengan jelas Dada bidang Derson ada didepan matanya.
"Kamu belum tidur?" suara khas bagun tidur itu membuat Derson menoleh kebawah dan melihat dengan jelas wajah imut Via.
"Udah tapi kebangun lagi" bohong Derson.
"Yaudah tidur lagi yok" ajak Via sambil memeluk kembali badan yang kekar itu, membuat jangtung Derson bertedak dengan kencang.
"Jantung kamu sepertinya ada masalah, kok Dag Dig Dug gitu" ucap Via polos saat mendengar begitu jelas jantung Derson bekerja lebih cepat dari biasanya.
"Sepertinya begitu, Kita tidur lagi tidak usah hiraukan jantung aku" ucap Derson.
Kedua insan itu melewati malam ini dengan tidur saling berpelukan saling memberi kehangatan walau antara mereka belum ada kenyamanan dirasakan oleh Via, dan berbeda dengan Derson.
🌛🌛🌛
Pagi ini dimeja makan Derson dan James sedang sarapan pagi, sedangkan Via bersama Chloe berada dikamar masing-masing, saat mata Derson menangkap pelayan sadang membawa sarapan diatas baki yang isinya susu coklat beserta roti bakar.
"Pak sarapan untuk Via biar saya yang bawakan kedalam kamarnya" panggil Derson lalu berdiri dari kursinya.
"Gini amat ya kalau sudah jatuh cinta, sarapan sendiri nggak dihabisin demi mengantar sarapan untuk sang pujaan hati wkwkw" batin James menertawai boss-nya itu.
Dengan hati yang senang seperti kasmaran Derson berjalan kearah kamar Via membawa baki berisi sarapan untuk Via. sesampainya didalam kamar Derson langsung meletakkan sarapan itu diatas meja.
"Kamu sarapan dulu, kenapa nggak keluar untuk sarapan, itu ngapian lagi pake make-up segala" sungut Derson.
"Biasanya juga sarapan didalam kamar, dan kebetulan kamu sudah berada dirumah ini aku mau katakan hari ini aku keluar kerumah makan menemui Evie" ucap Via melanjutkn make-up naturalnya.
"Kamu bawa Chloe kalau mau keluar dari rumah, dan jangan terlalu lama disana" ucap Derson lalu berjalan pergi kembali kemeja makan.
Sesuai dengan aturan Derson, pagi ini Via bersama Chloe menaiki ojek online menuju rumah makan sederhana milik Via.
Sesampainya disana Via langsung masuk dan menjumpai Evie yang sedang memasak didapur bersama temannya.
"Hay kak Evie, ada yang bisa aku bantu?" Tanya Via.
"Eh.... kak Via datang ya? kakak nggak perlu bantu-bantu disini kakak jaga didepan saja, kan aku sudah ada teman disini" jawab Evie sambil tersenyum hangat.
"Yaudah aku kedepan ya kak, sambil jaga mana tau ada pembeli yang datang" jawab Via lalu berjalan kemeja kasir, sedangkan Chloe sudah duduk santai dikursi yang kosong.
"Bu Chloe sini aja sama Via ngapain disitu sendirian" panggil Via saat melihat Chloe duduk sendirian sambil memainkan HPnya.
"Hehe ibu lagi nonton disini ajalah" ucap Chloe.
Masakan dari dapur sudah siap satu persatu dan juga pembeli sudah mulai ada yang datang untuk membeli makanan dari sana, dengan lincah Via melayani semua pelanggan yang datang.
Ditempat lain Derson bersama James sedang berbicara diruang kerja Derson.
"Ini laporan pembuatan pabrik dikota B dan juga berkas yang perlu kamu tandatangi selebihnya aku akan mengurusnya sendiri, kemungkinan lusa aku akan kembali kesana dan 2 minggu lagi kamu akan menyusul kesana untuk membuka pabrik itu" ucap James panjang lebar sambil meyerahkan beberapa berkas.
"Kenapa cuma kamu sendiri kesana, aku bisa ikut dengan mu".
"Boss disini aja mengotrol kantor pusat dan kalau boss lelah malamnya boss bisa menghilangkan lelah dikamar sebelah" sindir James.
"Ternyata kamu memang paling hebat aku suka pendapat mu. dan jangan lupa hari ini kerjaan mu lebih berat dari biasanya, cepat cari tahu nomor yang tadi malam aku kasih" ucap Derson tersenyum bahagia.
"Tadi pagi aku sudah mulai melacaknya, tapi nomor itu sudah tidak dipakai lagi, dan orang yang memakai nomor itu sudah terbunuh disebuah rumah kecil dipedesaan, aku merasa musuh kali ini benar-benar sangat berhati-hati dalam bertindak" jawab James sedikit prustasi.
"Berarti tidak ada yang bisa kita pecahkan dari masalah ini, jadi mulai hari ini perketat keamanan dan perbanyak anak buah, jangan sampai mereka menghalangi rencana yang sudah kita rencanakan apalagi sampai kita gagal mengirim barang ke pelanggan kita" ucap Derson pelan dengan tangan yang mengepal karena mulai terpancing emosi dengan musuhnya.
"Semuanya sudah aku atur dan kemungkinan siang ini aku akan berangkat kemarkas untuk melihat keadaan, tapi aku juga masih punya ide untuk mengalihkan para musuh kita".
"Ide seperti apa yang kamu maksud?" Tanya Derson mulai merasa ada jalan keluar.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Like
Komen
Favorite
Vote
juga kasih hadiah ya
kalau suka jangan lupa kasih bintang 5nya.
Terimakasih