"Gimana bisa coba gue masuk novel?! Emangnya masuk akal? Udah kayak di novel aja!"
tahap revisi🙏
jangan lupa masukan ke favorit ya( ◜‿◝ )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Giani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 30
...Happy Reading 💚...
Episode 30
" Luna?!" Spontan dia menoleh, matanya membulat melihat sosok yang dia hindari. Tanpa mengingat belanjaannya Aluna berbalik dan berjalan dengan cepat walau sedikit kesusahan karena perutnya yang buncit.
Sayangnya langkah besar milik Garvan dapat mengejarnya. Tangannya dicekal oleh Garvan dan membuatnya berbalik. Mencoba berontak sayangnya kekuatannya tidak dapat mengalahkan Garvan.
" Lepas!" Garvan memeluknya erat. " Maaf," Aluna terdiam, dia tidak memberontak ataupun membalas pelukannya.
" Lepasin Garvan!" Akhirnya Aluna memberontak setelah lama terdiam. Garvan menahan kedua bahu Aluna membuat Aluna mau tak mau mendongkak. Untuk pertama kalinya Aluna melihat tatapan sayu dan teduh menatapnya dalam. Bahkan Aluna sendiri tenggelam pada netra hitam yang tidak tahu sedalam apa.
" Maaf," lirih Garvan. Sedikit membungkuk membuat wajahnya semakin dekat dengan Aluna, sampai deru nafas miliknya menyapu wajah Aluna.
Berkedip beberapa kali, Aluna sadar bahwa jarak wajahnya terlalu dekat dengan garvan. Saat hendak menarik mundur, Garvan menahannya.
Cup
Aluna melebarkan matanya, meskipun hanya sebatas menempelkan bibirnya saja namun ini adalah tempat umum. Aluna segera menarik diri, dan menatap Garvan kesal.
" Gar- hmmph!" Garvan kembali menciumnya, namun kali ini dengan sedikit ******* ******* kecil. Lidah Garvan mencoba menerobos masuk kedalam mulut Aluna.
Pikirna Aluna berkecamuk, bagaimana caranya agar dia bisa terlepas dari pria gila ini?
Aluna meremas bahu Garvan dengan kuat mungkin sampai berdarah, terbukti dengan terlepasnya pagutan itu.
" Shhhh, s sakit..." Aluna memegangi perutnya yang tiba tiba kram. Mata Garvan membulat, dia panik sekaligus cemas.
" Kenapa? Mana yang sakit?" Aluna merintih kesakitan yang mana membuat Garvan semakin kalut.
" Sayang?"
" Eughh." Ani menggeliat tak nyaman, rasa pusing, lemas, dan dingin yang menusuk tulang membuat Ani gemetar.
" Daddy, kita harus bawa Ani ke rumah sakit!" Samar samar dia mendengar suara ibunya.
" M- mom my.." rasa pahit di tenggorokan dan kering yang membuat dia tidak bisa mengeluarkan suara.
" Kita panggil Dokter Reki saja, biar Daddy yang telpon!"
" Iya Cepet, sayang tunggu sebentar ya?" Dapat ia rasakan tangan dingin namun halus menenangkan menyapu kepalanya. Ah sekarang dia ingat, sudah dipastikan sekarang dia tengah sakit.
" Momm..." Panggil Ani lemas. Ratu mengelus dengan sayang sang anak.
" Sayang, ini mommy. Kamu mau minum? Atau pusing? Mau mommy pijitin kepalanya biar mendingan?" Tanya Ratu beruntun. Ani menggeleng lemah, dia mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya.
" Dinging, mom!" Ucap Ani pelan. Mendengar itu, ratu mengambil selimut yang lebih besar dan hangat yang dapat menghangatkan tubuh anak kesayangannya.
Raka masuk dengan seorang pria yang memakai jas putih pertanda bahwa ia berprofesi sebagai seorang dokter. Pria paruh baya itu khawatir pada anak kesayangannya yang tiba tiba drop. Sepulangnya main, gadis itu mengurung diri dikamar. Saat makan malam pun tidak keluar, sat dilihat anaknya tengah berbaring lemas dengan suhu badan yang tinggi. Apalagi dia terus meracau tidak jelas, Raka tentu sangat khawatir mengingat anaknya baru saja pulih selepas pengobatan pasca koma 2 tahun.
" Nona kecil mengalami demam tinggi, syukurlah sekarang suhu badannya telah turun. Sebaiknya nona kecil banyak istirahat, tidak boleh banyak aktivitas terlebih dahulu dan fokus pada pemulihan diri. Saya akan memberi resep obat dan vitamin anda bisa menebusnya di apotik. Oh ya, tolong perbanyak konsumsi buah buahan dan minum air putih. Hanya itu saja, jika ada keluhan lain anda bisa menghubungi saya." Jelas dokter Reki. Raka dan Ratu menghela nafas lega, setidaknya tidak ada hal serius.
" Terima kasih dokter, mari saya antar." Ucap Raka. Sepeninggal Raka dan dokter, Ratu masuk kedalam kamar sang anak. Ada satu hal yang mengganjal dalam pikirannya.
Tadi dia tidak sengaja mendengar racauan anaknya. Siapa Aluna? Siapa Garvan? Banyak pertanyaan yang ada dikepalanya. Namun ratu memilih tidak memperdulikan semua itu, mungkin saja itu hanya mimpi buruk Ani. Ratu juga ingat Ani itu suka membaca novel, mungkin dia memimpikan suatu hal yang di luar nalar? Yah mungkin seperti itu.
...***...
Jika sakit, seperti biasa Ani akan menjadi seorang anak yang manja dan selalu merengek. Lihatlah, sekarang dia ada dipelukan Raka dan menangis cecegukan. Kenapa? Karena dia tidak mau minum obat.
" Minum ya, sayang? Biar cepet sembuh. Nanti Daddy akan kabulkan semua keinginan Ani!" Ani menggeleng brutal, dia semakin menyembunyikan wajahnya didada sang ayah.
" Gak mau, i itu pahit! Hiks.. Ani gak mau.. Hua.." Rengek Ani. Raka menghela nafas panjang, bagaimana caranya agar anaknya ini mau meminum obat. Ratu juga sudah putus asa mencoba membujuk anaknya minum obat, dimulai dari cara yang paling lembut sampai dengan memaksanya namun yang ada Ani malah menangis semakin keras.
" Daddy janji deh, kalau kamu mau minum obat Daddy akan belikan kamu caffe yang sering kamu kunjungi itu." Ucap Raka asal. Tetapi sepertinya berhasil, lihat Ani berhenti menangis.
Ditatapnya sang ayah dengan mata sembab dan hidung memerah itu Ani bertanya, " janji ya? Daddy gak boleh bohong?!"
Raka mengangguk, apapun akan dia lakukan asalkan putrinya sembuh. Akhirnya Ani setuju minum obat, Ratu menahan amarahnya dengan senyum paksa. Jika bukan anaknya sudah dia buang dari dulu mungkin, sayangnya dia takut pada sang suami.
...Bersambung 🙏...
maaf ya gess kemarin eps nya di tolak jadi ya gitu harus di ulang🙏
oh ya aku buat novel baru genrenya itu seru banget loh kalo bersedia bisa mampir dulu
jdi ngebleng aku bacanya