Brenda Zalora Erlanggia, Putri Bungsu keluarga Erlanggia, pasangan dari Alex Erlanggia dan Alice Marquez. Memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Brian Zalora Erlanggia yang kini berstatus sudah menikah dan mempunyai seorang putra. Brenda yang yang selama satu tahun setengah sekolah di Jerman pindah ke Indonesia dan bersekolah di sekolah miliknya sendiri atas permintaan kedua orang tuanya. Brenda di kenal bad girl sejak kecil. Keluarga Erlanggia merupakan keluarga terkaya nomor 1 di dunia.
Betran Putra Bagaskara dikenal Bad boy, king mafia dari Black Devil, anak tunggal dari keluarga Panji Bagaskara dan Eva Monica, orang kaya nomor 2 setelah keluarga Erlanggia.
Gimana ceritanya yuk guys simak ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Looo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERMINTAAN BRENDA
Brenda dan Betran kini tengah berada di taman belakang, taman itu dekat dengan kandang Chiko yaitu Harimau putih peliharaan Brenda.
"Yank, kamu nggak laper? " tanya Betran yang duduk di samping Brenda.
"Laper sih, tapi aku pengen di suapin" ucap Brenda memasang wajah imutnya.
Betran mencubit kedua pipi Brenda karena gemas. "Gemesin banget sih! " ucap Betran.
"Uhh, sakit Betran! " keluh Brenda sambil memegang kedua pipinya.
"Mana yang sakit, coba mana lihat! " ucap Betran mendekatkan wajahnya ke wajah Brenda.
Cup
Cup
Betran mencium kedua pipi Brenda. "Apakah masih sakit? " tanya Betran.
Wajah Brenda kini seperti kepiting rebus karena ulah Betran yang tiba-tiba mencium kedua pipi Brenda. "Ishh! " lirih nya sambil malu.
"Malu nih! " tida Betran.
"Auah! " Brenda mulai ngambek dan menggembungkan pipinya.
"Yank, aku pengen ngomong serius! " ucap Betran memasang wajah seriusnya.
Kayaknya ini memang serius, wajahnya terlihat sangat serius sekali. Ucap Brenda dalam hatinya sambil menatap wajah Betran.
Betran menganggap kedua tangan Brenda. "Yank, aku pengen pernikahan kita dipercepat! " ucap Betran membuat Brenda membelalakkan matanya.
"Kenapa? " tanya Brenda.
"Aku pengen jaga kamu dua puluh empat jam, aku nggak kau yang seperti ini terjadi lagi! " ucap Betran khawatir.
Brenda terdiam dengan ucapan Betran. Bener juga sih apa kata Betran, gue harus ada yang jaga dan orang itu harus kuat, keluarga gue nggak bisa dua puluh empat jam karena mereka harus bekerja. Ucap Brenda dalam hatinya sambil mempertimbangkan ucapan Betran.
"Gimana? " tanya Betran.
"Aku sih terserah kamu aja! " ucap Brenda sambil tersenyum.
"Thank you, baby! " ucap Betran sambil memeluk Brenda.
"Yes. Later we talk to our parents! " ucap Brenda.
[Iya. Nanti kita bicarakan dengan orang tua kita]
"I've talked to our parents and they agreed! " jawab Betran yang masih setia memeluk Brenda.
[Aku sudah bicara dengan orang tua kita dan mereka menyetujuinya]
Brenda melepas pelukan Betran. "Really? " tanyanya menatap Betran.
[Sungguh?]
"All I have planned, just waiting for your approval" ucap Betran lalu mencium kening Brenda.
[Semua sudah aku rencanakan, tinggal menunggu persetujuanmu]
"Suka banget sih, cium-cium! " ucap Brenda.
"Sama calon istri sendiri juga! " jawab Betran.
"Iya deh terserah apa kata calmi! " ucap Brenda tersenyum.
"Calmi? " tanya Betran tidak mengerti.
"Calon suami! " ucap Brenda.
"Hahaha, ada-ada saja! " ucap Betran sambil tertawa. "Ya sudah ayo masuk, kamu harus makan! " ajak Betran.
"Yuk! " jawab Brenda sambil berdiri.
"Mau ngapain? " tanya Betran.
"Kamu bilang aku harus makan!" ucap Brenda polos.
"Terus ngapain berdiri? " tanya Betran.
"Mau masuk lah! " jawab Brenda.
Tanpa aba-aba, Betran langsung menggendong Brenda dan membuat Brenda kaget. Betran langsung berjalan.
"Lah kok di gendong? " tanya brenda sambil mengalungkan tangannya ke leher Betran.
"Kamu mau berjalan dalam keadaan lemas? " tanya Betran dan tetap berjalan ke ruang makan.
"Oh iya, aku tidak bisa apa-apa sekarang! " ucap Brenda memasang wajah cemberut nya.
Betran mendudukan Brenda di salah satu kursi di ruang makan. "Kamu akan sembuh sayang, kamu harus semangat! " ucap Betran memegang kedua pundak Brenda.
"Iya Princess, kamu lemah karena kamu masih harus istirahat dan memakan makanan bergizi dulu, baru kamu akan sembuh! " jelas Alice yang melihat anaknya sedih dengan keadaanya.
"Apa ini lama, mom? " tanya Brenda manatap Alice.
"Tidak sayang! " jawab Alice.
"Bren, kamu hanya perlu istirahat total dulu paling nggak selama tiga hari kedepan, baru kamu akan mulai normal kembali! " jelas Sherlina.
"Sekarang Bren makan, kami sudah siapkan kesukaan Bren! " ucap Eva, mama Betran.
"Baiklah, Bren akan semangat buat sembuh! " ucap Brenda semangat.
"Gitu dong sayang, aku akan menemanimu sampai kamu sembuh! " ucap Betran.
"Tapi kamu kan harus sekolah! " ucap Brenda.
"Aku menginap disini kok, setelah pulang sekolah aku akan langsung pulang! " ucap Betran.
"Iya sayang, nanti ketika Betran dan Reno sekolah, kamu akan di temani Brivan, Revan dan juga Dhika! " ucap Alice.
"Baiklah. Oh iya aunty, Reno dan Revan menginap disini juga ya, biar rame! " ucap Brenda.
"Iya Bren, mereka akan menginap disini sesuai permintaan Bren! " jawab Sherlina.
"Oh iya, daddy mana mom? " tanya Brenda mencari Alex.
"Daddy mu ada di ruang keluarga sayang bersama yang lainnya juga! " jawab Alice.
"Baiklah Nanti kita kumpul di ruang keluarga ya, ada yang mau Bren bicarakan! " ucap Brenda.
"Iya sayang, sekarang kamu makan dulu! " ucap Alice.
"Mau disuapin! " ucap Brenda memasang wajah imutnya.
"Baiklah, ayo mom suapin;" ucap Alice.
"Biar Betran aja tante! " ucap Betran.
"Baiklah sayang, kalau begitu kami ke ruang keluarga dulu ya, nyusul yang lain! " ucap Alice.
"Iya mom! " jawab Brenda
Kemudian Alice, Sherlina dan Eva menuju ruang keluarga dan sekarang tinggal Betran dan Brenda yang berada di ruang makan.
"Sayang, aaa! " ucap Betran mendekatkan sendok berisi makanan ke mulut Brenda.
Brenda menerima suapan Betran dengan senang hati.
"Emangnya kamu mau ngomong apa sayang, kok semua harus ngimpul? " tanya Betran penasaran.
"Nanti saja aku jelasin, sekarang aku sangat lapar! " ucap Brenda merengek.
"Yaudah nih aaaa! " ucap Betran.
"Enak banget, aku rindu masakan ini! " ucap Brenda sambil mengunyah.
"Habiskan dulu baru ngomong, ntar kesedak! " ucap Betran memberi nasehat.
Uhuk... Uhuk...
"Nah kan baru selesai bicara! " ucap Betran sambil mengambil minum dan memberikan minuman ke Brenda.
Brenda menerima minuman itu dan langsung meminumnya. "Huh lega" ucapnya sambil meletakkan gelas di meja.
"Lain kali kalau makan jangan sambil ngomong! " nasehat Betran kepada Brenda.
"Iya sayang! " jawab Brenda sambil cengengesan.
"Yuk lanjut makan! " ucap Betran.
"Kamu nggak makan? " tanya Brenda.
"Iya nanti! " jawab Betran.
Brenda mengambil alih sendok yang di pegang Betran. "Aaa! " ucapnya sambil mendekatkan sendok berisi makanan ke mulut Betran.
Betran menerima suapan itu "Enak juga ya ternyata! " ycap Betran.
"Iya dong. Siapa dulu yang masak! " ucap Brenda senang.
Mereka berdua melanjutkan makannya dengan suap-suapan. Setelah selesai Betran menggendong Brenda ke ruang keluarga dan mendudukkan di sofa. Betran duduk di samping Brenda.
"Ada apa sayang kok nyuruh kita kumpul? " tanya Alex.
"Ada yang mau Bren bicarain! " ucap Brenda serius.
"Apa ada yang sakit sayang? " tanya Dominico Khawatir.
"Tidak! " jawab Brenda.
"Lalu? " tanya Brivan.
"Bren mau berita kematian Bren di sebar! " ucap Brenda sontak membuat semua orang kaget.
"APA?? " teriak semua orang.
"Tapi kenapa sayang? " tanya Alice.
"Bukannya kamu sudah sembuh? " tanya Sherlina.
"Grandpa akan menyebarkan berita itu! " ucap Stevano tanpa ragu.
"Iya, Dan Grandpa juga akan menghubungi stasiun TV internasional! " ucap Antonio tanpa ragu.
"Grandpa memang cerdas, grandpa langsung mengerti maksud Bren! " ucap Brenda tersenyum.