"Maksud mamah apa nyuruh aku buat nikahin Ranti? Mamah jangan bercanda mah!" kesal Atlas karena permintaan mamahnya yang benar-benar diluar dugaannya.
"Ranti sudah lulus SMA dan kamu sudah sangat lama sendiri, bukankah kalian akan serasi jika bersama? mamah juga sangat yakin kalau Ranti akan menjadi istri yang baik untuk mu dan menjadi ibu yang baik untuk Aska anakmu!"
Atlas benar-benar tidak bisa menerima permintaan mamahnya karena itu adalah sebuah permintaan yang sangat tidak masuk akal bagi Atlas,ia sama sekali tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk menikah dengan Ranti gadis muda dan belia itu.
jangan lupa yah like komen dan votenya. masukin juga yah ke daftar bacaan dan favorit kalian hehehe.
see you guys,salam dari author kentang ini hehehe 🤎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Step 29: Rasaku kian hadir.
Ranti terpaku bingung karena tiba-tiba saja Atlas membawa mereka ke sebuah butik yang jelas dilihat dari luar saja sudah sangat mewah pasti harga di dalamnya sangat mahal. Bukankah mereka berkata akan makan malam kenapa malah ke butik?.
Aska sendiri masih terdiam mengikuti Ranti yang terdiam memandangi suasana butik yang tidak terlalu ramai namun terlihat seluruh pelanggan bukanlah orang yang setara dengan Ranti. Mereka benar-benar terlihat sangat berkilau dan juga jelas hidup dalam keadaan yang sangat mapan.
Aska memperhatikan Ranti yang terdiam sembari memegangi tangan gadis itu sejak tadi. Ranti dan Aska seperti biasa akan sangat lengket dan selalu bersama.
Atlas baru saja keluar dari kamar mandi memperhatikan Ranti dan Aska dari belakang. Ia tersenyum karena melihat chemistry antara istri dan anaknya benar-benar sangat lucu. Mereka terlihat seperti dua bocah yang kehilangan arah belum lagi mereka saling memegang tangan dengan erat.
"Apa yang membuat mereka begitu diam mematung?" Bingung Atlas.
Dengan pelan ia menyentuh pipi Ranti hingga gadis itu kaget kemudian menatap kearah samping disana sudah ada Atlas yang tersenyum kearahnya. Atlas sendiri tidak sadar Kenapa ia melakukan hal kekanakan seperti itu namun yang pasti ia sangat ingin melihat ekspresi lucu gadis dihadapannya itu.
"Mas apaan sih?" Kaget Ranti langsung membuang muka walaupun sebenarnya ia sangat gugup juga deg-degan mendapatkan perlakuan tidak biasa dari Atlas.
Atlas yang awalnya tersenyum kemudian terdiam pelan. Ia menyadari kalau Ranti benar-benar sudah mulai berubah. Gadis itu benar-benar telah mencoba untuk mengabaikan Atlas.
"Baiklah sebelum kita makan malam kita belanja dulu yah, malam ini kita harus makan malam dengan sempurna,"ucap Atlas dengan suasana hati yang bahagia.
Ranti dengan ragu mengikuti langkah Atlas begitu juga dengan Aska yang kini sudah digendong oleh papahnya. Atlas menunggu Ranti untuk berjalan sejajar dengan nya hingga Ranti benar-benar tersipu namun ia tahan dan mencoba untuk tetap terlihat tak acuh.
Ranti keluar dari ruang ganti dengan sebuah gaun berwarna cream yang ditunjuk oleh Atlas untuk ia coba tadi. Gadis itu terlihat kaku saat berjalan kearah Atlas.
Laki-laki itu tengah memperbaiki baju Aska you juga sudah selesai diganti itu. Namun ia tiba-tiba tercengang karena melihat Ranti yang keluar dengan penampilan yang sangat sempurna dibalut oleh gaun berwarna cream terkesan sederhana namun sangat elegan di tubuh ideal milik Ranti.
Aska menyadari kalau papahnya tengah kaget lalu kemudian melihat kearah Mamah nya dengan senang. Ia juga merasa kalau Ranti benar-benar sangat cantik.
"Ma,,mas! Kenapa diam saja? Apa aku harus memakai baju ini?" Tanya Ranti dengan pelan. Sebab ia hanya menuruti perintah Atlas saja.
Aska menepuk pelan bahu papah nya yang sempat menganga melihat penampilan Ranti yang benar-benar sangat indah itu.
"I,,iya pakai saja itu." Gugup Atlas karena ia benar-benar tersipu. Ranti sendiri hanya diam saja pasrah dan tidak ingin berdebat saat ini. Hitung-hitung di traktir sama suami hehehe.
"Tolong bungkus kan ini, ini dan semua ini."
Ranti kaget karena Atlas memberikan banyak sekali dress kepada para pelayan itu.
"Mas itu untuk siapa? Kenapa banyak sekali?" Bingung Ranti.
"Untuk mu!"
Jelas Ranti kaget karena tiba-tiba sekali Atlas membungkus kan banyak sekali dress untuk nya. Laki-laki itu memang seringkali bertindak tidak wajar secara tiba-tiba namun itu sudah sangat diluar batas. Dress sebanyak itu tentunya membuat Ranti tidak nyaman.
"Mas tidak usah memberikan dress sebanyak itu untuk ku, lebih baik untuk mamah saja."
Atlas menunjuk beberapa totebag didekat kursi tempat Aska duduk. Jelas itu adalah pesanan yang sudah ia siapkan untuk mamah.
Ranti terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi. Atlas benar-benar diluar dugaannya. Jujur saja jantung nya kembali berdetak karena melihat sikap Atlas belum lagi cara laki-laki itu memandang nya kini sudah mulai berbeda.
Dengan cepat Ranti menggeleng karena ia harus tetap meneguhkan hati. Ia tidak boleh luluh hanya karena beberapa dress itu.
Mobil berhenti di depan sebuah bangunan bernuansa kayu namun dibentuk dalam gaya yang sangat unik juga mewah. Ranti benar-benar kagum melihat nya dari luar saat ia turun dari mobil.
Atlas juga turun dari mobil sembari menggendong Aska yang benar-benar sangat semangat karena ia benar-benar keluar hari ini dengan kedua orangtuanya. Akhir-akhir ini mereka benar-benar sangat sibuk hingga tidak ada waktu untuk nya.
"Wahhh bagus pah!"
Ranti yang sempat kagum itu langsung menutup bibir nya yang menganga karena melihat Atlas yang tersenyum kearahnya.
"Bagaimana? Kalian suka?" Tanya Atlas dengan bangga.
Aska mengangguk dengan cepat lalu memeluk papahnya sedangkan Ranti mencoba bersikap biasa saja.
"Lumayan lah mas."
Ranti berjalan dengan cepat ke depan karena ia benar-benar tidak ingin memperlihatkan lebih banyak lagi ekspresi kampungnya kepada Atlas.
Atlas tersenyum dari belakang memperhatikan Ranti yang jelas sedang mencoba untuk terlihat cool di hadapan nya.
"Akhh,"
Ranti meringis dan hampir saja terjatuh karena tidak sengaja menyenggol meja di dekatnya. Untung saja Atlas dengan cepat menahan gadis itu sembari menggendong Aska.
"Hati-hati, untung saja kamu tidak apa-apa." Atlas membantu Ranti untuk bangkit lagi dengan lembut.
Ranti benar-benar gugup bercampur malu, untung saja tidak banyak orang disana namun tetap saja beberapa pasang mata melihat kearahnya.
Kini mereka duduk di depan meja yang sudah di reservasi oleh Atlas siang tadi. Memesan banyak sekali jenis makanan yang menurut Atlas adalah kesukaan Ranti juga Aska. Walaupun selama ini Atlas bersikap dingin dan juga cuek terhadap Ranti namun ia sangat tahu apa yang paling disukai oleh gadis itu karena mereka sudah seringkali makan di depan meja makan bertahun-tahun lamanya.
"Wahh banyak sekali makanan nya!"
Ranti benar-benar tidak sadar kalau ia tengah memperlihatkan wajah dan ekspresi rakyat jelata yang ia miliki dihadapan Atlas. Hingga sesaat kemudian ia sadar dan langsung menutup mulutnya.
Atlas yang tahu itu langsung berpura-pura tidak tahu agar Ranti tidak merasa malu kepada nya.
"Abang mau makan ini yah?" Tanya Ranti pelan dan dibalas anggukan oleh Aska.
Ranti menyuapi beberapa jenis makanan kepada Aska dan mereka saling berbagi makanan satu sama lain . Atlas benar-benar tidak hentinya tersenyum saat melihat itu. Aska makan dengan lahap karena disuapi oleh Ranti karena memang Aska sangat menyukai makanan yang disuapi oleh Ranti.
Dengan senyuman yang sejak tadi merekah disudut bibir Atlas ia memandangi Aska dan Ranti dengan seksama. Ia benar-benar telah buta selama ini. Kenapa ia baru sadar bahwa mereka benar-benar terlihat sangat bahagia saat bersama.
"Sepertinya aku mencintai gadis dihadapan ku ini!" Gumam Atlas dengan pelan.
Masih memandang Ranti Atlas benar-benar tidak berkedip sama sekali. Jantung nya berdetak dengan sangat kencang dan ia benar-benar merasa sangat menggebu saat melihat Ranti yang sangat klop dengan Aska.
...🤎 Bersambung 🤎...
Hayolohh cieee yang udahh mulai suka. Jangan dilama-lamain dahh Atlas.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀