NovelToon NovelToon
Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:250.5k
Nilai: 5
Nama Author: sayang aku ga?

Mohon maaf, karya sedang dalam revisi agar semakin lebih baik.

--------------------

SINOPSIS :
Hanssel Adamson merupakan pria casanovo yang awalnya tidak menyukai sekertaris kunonya yang menyebalkan. Siapa sangka dia justru mendadak bucin pada Karennina yang ternyata sudah memiliki putra dari pernikahan sebelumnya yang telah gagal.

Siapa yang tahu ternyata Karennina merupakan wanita yang berasal dari keluarga ternama negeri tetangga. Demi menyelesaikan misinya dia menyamar sedemikian rupa untuk menutupi status sosial serta keterlibatannya dalam jaringan hitam.

Yuks kepoin kisah mereka!!!

---------
Please give me some appreciation, don't forget to smash Like, comment, vote, gift and love! Saranghae ♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayang aku ga?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 - Pertikaian dari Berbagai Arah

Keesokan harinya…

Nina terburu-buru bangkit dari sofa, sambil merapikan rambutnya yang masih sedikit kusut."Aku harus segera ke kantor!" ucapnya panik sambil mencari tasnya.

Rangga bersandar di kusen pintu dapur sambil menyesap kopi. “Lu nggak penasaran gue ngapain semalam sama lu?” godanya santai.

Nina langsung menyambar kunci mobil dari meja. “Nggak perlu!”

“Heh! Itu mobil gue, woy!” seru Rangga kaget.

Nina melemparkan kunci mobilnya ke arah Rangga. “Tukeran aja! Gue nggak sempat balik ambil mobil, udah telat!”

Rangga hanya bisa mendecak, melihat Nina berlari keluar dengan langkah terburu-buru.“Dasar perempuan satu itu...” gumamnya, tapi senyum tak bisa disembunyikan dari wajahnya.

Tak perlu waktu lama Nina sudah berhasil memarkir mobil lebih jauh dari biasanya, memastikan tak ada yang memperhatikan mobil Rangga berada di area karyawan. Ia berlari kecil menuju gedung, jam tangannya menunjukkan pukul 07.55.

“Hampir aja rekor tersiang gue!” desisnya sambil terburu-buru menuju mesin absensi.

Sementara itu, tak lama setelahnya, mobil Hanssel memasuki pelataran parkir. Ia sempat menatap heran plat nomor yang familiar.

“Ini mobilnya Rangga... Ngapain dia disini?” gumamnya curiga.

Ia menggeleng, mencoba mengabaikan perasaan aneh yang sempat muncul, lalu melangkah cepat menuju ruangannya.

Nina tengah membenamkan wajah di atas kedua lengannya, nafasnya masih belum teratur akibat lari dari lift. Saat itulah Hanssel masuk dan mengecup puncak kepalanya tanpa peringatan.

Nina terperanjat. Sebelum sempat berkata apa-apa, tubuhnya sudah ditarik ke dalam pelukan pria itu, lalu bibir Hanssel mendarat lembut di bibirnya.

"Aku kangen kamu, sayang..." bisik Hanssel dalam dekapannya.

Nina terdiam. Dalam hatinya masih bergema rasa sakit, tapi sebagian dirinya tak bisa membohongi kenyamanan yang ditawarkan pelukan itu.

Namun, kesadarannya kembali. Ia mendorong dada Hanssel perlahan.

“Kita ini di kantor, Tuan,” ujarnya datar.

Hanssel menghela napas, lalu menatap mata istrinya dalam-dalam. “Aku bisa jelaskan soal kemarin...”

Nina memotong cepat. “Nggak usah. Aku nggak peduli.”

“Sayang...”

“Status pacaran kita tinggal tiga hari lagi, kan?” Nina menyilangkan tangan di dada. “Wajar kalau kamu udah mulai cari pengganti buat... partner-mu.”

Hanssel menggebrak meja di belakang Nina. “Karennina!” bentaknya, membuat Nina menoleh tajam.

“Aku nggak main-main, Nina. Kamu istriku. Dengerin baik-baik, mulai hari ini, detik ini juga, partner ranjangku cuma satu!” umpatnya geram. “Cuma hanya ada kamu, Karennina!!”

Nina mengatupkan bibir, jantungnya berdetak tak karuan, tapi wajahnya tetap tenang.

“Aku nggak mau debat soal ini. Setelah ini aku butuh berkas Suho. Dia harus menang di tender hari ini,” ucapnya tegas sambil mengalihkan pandangan.

Hanssel menariknya sekali lagi, kali ini dengan lebih kuat, dan langsung melumat bibir Nina tanpa penolakan berarti. Ciuman itu panjang, dalam, dan tak sekadar melepas rindu tapi menyampaikan kepemilikan. Sampai akhirnya Nina menoleh, matanya berkilat dingin dalam diam. “Setelah Suho jadi milik Adamson... aku pastikan status Hanssel Adamson kembali seperti biasa.”

Di tengah-tengah menyusun berkas Suho yang diminta Hanssel, Nina merasakan sesuatu yang tidak beres dalam tubuhnya.

“Kenapa gue mual gini…?” Dia menepuk-nepuk pelipisnya. Pandangannya sedikit berputar.

“Oh iya… gue lupa sarapan!”

Dia buru-buru berdiri dan berjalan tergesa menuju pantry kantor. Kebetulan sudah waktunya coffee break. Biasanya dia bisa mengabaikannya, tapi kali ini tubuhnya benar-benar terasa lemas.

Nina mengambil segelas kopi dan beberapa kue. Ia duduk di sudut pantry, mencoba menyuapkan makanan ke mulutnya.

“Gue juga nggak makan malam... malah langsung teler di tempat Rangga,” gumamnya sambil mengernyit kesal. “Haish... Nina bodoh!”

Baru saja dia mencoba menikmati kopi pahitnya, suara-suara berbisik mulai terdengar dari arah pintu pantry. Bisikan itu makin lama makin ramai, membuat Nina secara refleks menoleh.

Langkah-langkah berkelas terdengar dari arah lorong. Semua mata langsung menoleh ke arah kedatangan seorang wanita elegan yang berjalan bersama seorang wanita muda yang luar biasa cantik. Mata Nina membelalak saat melihat wanita itu.

Wanita itu... yang kemarin memeluk Hanssel...

Tangan Nina bergetar, kue di tangannya terasa hambar. Nafasnya mulai tercekat.

“Perkenalkan semuanya,” suara nyonya Adamson menggema jelas di ruangan itu. “Wanita ini adalah tunangan Hanssel.”

“Namanya, Catherina.”

JEDEER!!

Garpu kue yang dipegang Nina terjatuh dan membentur piring kecilnya dengan suara nyaring. Semua orang menoleh. Namun ada satu orang yang tersenyum puas di belakangnya yang tak lain Jessica. Dia menatap Nina dengan sinis, senyum lebarnya tak menyembunyikan kesenangan yang mendalam.

Kesempatan emas, batinnya.

Nina tak sanggup menutupi keterkejutannya. Tapi dia harus tetap berdiri tegar. Dia menghela napas dalam-dalam, menunduk, lalu mengangkat wajah dengan ekspresi seprofesional mungkin.

“Nina…” nyonya Adamson menghampirinya, “Apa Hanssel sudah datang?”

Nina menelan ludah. “S-sudah, Nyonya.”

“Bagus,” jawabnya ringan, lalu beralih menatap wanita di sampingnya.

“Nina, ini Catherina Lim. Mulai hari ini dia akan bekerja di sini. Aku minta kamu bantu dia ya, layaknya kamu bantu Hanssel.”

Catherina tersenyum sopan. “Senang berkenalan, Karennina.”

“Baik... Nyonya, Catherina,” Nina membalas dengan senyum dipaksakan.

Setelah mereka berlalu menuju ruangan Hanssel, Nina terduduk kembali. Tangannya mengepal di atas paha, matanya menatap kosong pada lantai. Hatinya kembali merasa hancur.

Dia tunangan Hanssel? Mereka... benar-benar terlihat cocok, si wanita cantik dan elegan. Keduanya dari keluarga terpandang, pastinya mereka sudah direstui kedua belah pihak.

Tawa kecil mulai terdengar dari belakang. Suara yang sangat tidak ingin Nina dengar hari ini.

“Hahaha!” Jessica melangkah mendekat bersama dua temannya. “Wah, ada yang lagi patah hati nih, girls!” katanya dengan suara keras, memastikan orang-orang mendengarnya.

“Udah sok cantik, sok merasa jadi ratu, eh... ternyata tetap aja bebek jelek!”

“Tuh buktinya! Masih aja berharap bisa bersanding sama pangeran Adamson? Mimpi kali, beb!”

Jessica mendekat, lalu menjentikkan jarinya di bahu Nina. “Makanya, jangan mimpi terbang ke langit kalau sayapmu aja palsu. Sekali jatuh, sakitnya tuh di sini!” Dia menepuk dadanya sendiri, disambut tawa teman-temannya.

“Hahahaha!”

Beberapa karyawan lain yang masih di pantry hanya saling berbisik pelan. Ada yang menatap Nina iba, tapi tak satupun yang angkat suara.

Nina terdiam, telinganya mulai terasa panas. Tapi, dia tidak boleh lemah, tidak di hadapan mereka.

BRAAAK!

Nina menggebrak meja di dekatnya, suara dentuman itu langsung membungkam seluruh ruangan. Semua mata kini tertuju padanya. Suasana mendadak sunyi, hanya suara napas yang terdengar, bahkan detik jarum jam pun terasa nyaring.

Nina berdiri tegak. Matanya menatap tajam pada Jessica, penuh api. “Dengar ya, ratu drama…”

Suara Nina tenang namun menggigit. Tak ada histeria, hanya nada tajam yang menembus ke dalam.

“Aku nggak ngerti, sebenarnya bagian mana dari hidupku yang bikin kamu begitu sibuk sampai lupa urus hidupmu sendiri?” ucap Nina santai memulai permainan. “Apa kamu pernah lihat aku deklarasi hubungan pribadi dengan bos? Atau kalian pernah dengar aku mengaku pacaran sama Hanssel?” Nina menyeringai tipis. “Nggak, tsay!”

“Aku nggak sedang berharap, apalagi terjatuh. Aku cuma berdiri di tempatku sendiri, menjalani tugasku yang— by the way, jauh lebih berguna daripada sekadar nyinyir di pojokan!”

Matanya menyapu sekeliling ruangan, menatap satu per satu orang yang sedari tadi ikut tertawa atau berbisik.

“Kalian tahu kenapa hidup kalian hambar?” Nina mengangkat alis. “Karena kalian terlalu sibuk jadi komentator hidup orang lain, sampai lupa bertumbuh.”

“Aku kasihan sama kalian,” ucapnya lebih pelan, tapi justru terasa lebih menghantam.

“Saat kalian sibuk ngomongin aku, aku sibuk memperbaiki hidup dan memperkaya diri sendiri.”

Lalu dia menatap Jessica lekat-lekat. Senyumnya kini licin, menghantam kepercayaan diri lawannya. “Dan lucunya, dengan gaji bulananku… Aku yakin bisa bayar kamu agar tidak seberisik ini!”

Seketika tawa kecil terdengar dari salah satu sudut ruangan. Jessica membelalak, rahangnya mengeras, tapi tak mampu berkata apa pun. Nina melangkah pelan mendekatinya. Ia mengangkat dagu Jessica dengan satu jari, penuh sindiran namun anggun.

“Jaga sikapmu, Jessica. Ini kantor… bukan panggung sirkus tempat kamu bebas pamer kebodohan.”

Dengan elegan, Nina berbalik. Tumit sepatunya berdetak setiap langkahnya menjauh, meninggalkan kerumunan yang kini hanya bisa mematung. Tak satupun berani bersuara.

Nina tak butuh tepuk tangan, karena pemenang tak perlu pengakuan dari penonton yang salah arah.

Bersambung…

1
Aunty
bru mulai baca ni kak
Sayang Aku Gak?: Terima kasih sudah mampir di cerita receh othor kak 🥰🥰🥰

jangan lupa mampir di karya lainnya...
Ada Gadis Kecil milik Mr. Mafia, ini tentang Farah dan Keenan yang gak kalah seruuu 🥰😬
total 1 replies
Wina Rti
seru bagus ceritanya
Sayang Aku Gak?: Terima kasih kak sudah mampir 🙏🌹🌹
total 1 replies
Toko john 125
😭😭😭 so sweet,, tisyu mana....???? 😭😭😭😭
Toko john 125
Keenan emang tiada tanding, tiada banding, bikin merinding 😁😁😁
Toko john 125: akoh donk 🤭🤭
total 2 replies
Toko john 125
biarin aja napa klo mirip namanya juga keluarga, yg penting jangan cengos kaya Keenan 🤭🤭🤭
Toko john 125: 🤣🤣🤣 ini cerita bikin ampun DJ Semakin lama semakin seru 👍👍👍🥰🥰
total 2 replies
Toko john 125
mau di sini, mau di sana, di mana2 Keenan emang Jagonya di Jaringan hitam 😎😎😎
Toko john 125: kan enak nya sambil nyanyi 😁🤭
total 2 replies
Toko john 125
hehehe,,, Karen emang HEBAT,, demi kebenaran & keadilan ada ya bini yg jebak lakinya sendiri 😁😁😁
Toko john 125: mantul 👍👍👍🥰🥰
total 2 replies
Toko john 125
seru bangettttttt
Toko john 125
aseeeeek,,, pesta lagi 😁😁😁 pasti bakal dibikin kacau lgi sm duo Kaviandra ini 🤭🤭🤭
Toko john 125: 🤦🏻‍♀️ trouble maker 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Toko john 125
jadi di sini Farah udah jdi sekertaris pribadi Karen ya,, trus Farah sm Keenan belum.ada kontak Fisik, goood,, Lanjut... 😉😉
Toko john 125: oke,, lanjuuut... 💪💪❤❤
total 2 replies
Toko john 125
🤣🤣🤣🤣🤣🦏🦏🦏
Toko john 125
hohoho,,, tuan Hansel cemburu berat gingkat dewa 😂😂😂😂😂
Toko john 125: gimana atuh da Karen direbutin sm orang2 elite 🤑🤑🤑
total 2 replies
Toko john 125
😂😂😂 mantap,, paling suka nih yg mengacaukan pesta orang 🤭🤭🤭
Toko john 125: e beneran lo kak, di sini Keenan ga jaim 😚😚🥰
total 2 replies
Toko john 125
assseeeekk... 💃💃💃
Toko john 125
hayo mama,, anaknya nakal tuh 😁😁😁
Toko john 125
huuuhhhffft,,, bikin tegang 😱 mudah2an rencana caterina gagal...
Toko john 125: absolutely ❤❤❤🥰
total 2 replies
Toko john 125
itulah yg namanya cinta tak ada logika. Teu kaharti tapi nyata 😔
Toko john 125: rahasiz umum ya 🤣🤣
total 2 replies
Toko john 125
calon bakal babang Jade nih 🥰🥰
Toko john 125: 🤦🏻‍♀️ mungkin karena di dunia novel ga ada bidan 🤣🤣🤣
total 4 replies
Toko john 125
panas,, panas,, panas,, panas,, hati ini 😡
pusing,, pusing,, pusing,, pusing,, kepala ini 🤕
Toko john 125
aaaaaarrrgh,,,, 😍😍😍 akhirnya si ayang kasep ku nongol 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!