NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Status: tamat
Genre:Romantis / Berondong / Cintamanis / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:471k
Nilai: 4.7
Nama Author: Melisa

Ini novel keduaku, sekuel dari aku bukan pembawa sial


Gilang, seorang pemuda masih duduk di bangku SMA menyukai seorang janda beranak tiga.


Ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertama kali mereka bertemu iwaktu yang tidak tepat.


Mampukah Gilang, meluluhkan hati seorang janda yang baru berpisah dengan suaminya? Mampukah ia meluluhkan tiga orang satpam janda itu??


Ataukah Gilang akan mundur??


Inilah kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanyut dalam rasa

Setelah asistennya keluar dari pekarangan rumah Alisa, Gilang bernafas lega. Bukan ia tak tau jika Andi tertarik dengan Alisa.

Wajahnya yang baby face membuatnya tidak keliatan seperti sudah memiliki anak tiga. Alisa terlihat cantik diusia matang nya.

Gilang jadi takut sendiri memikirkan hal itu, bagaimana bila Alisa menyukai Andi?? Dan bagaimana nasibnya nanti. Sejenak ia jadi pesimis untuk mengejar Alisa.

Gilang menghela nafasnya.

Setelah melihat asistennya menghilang dari sana, iapun berbalik dan mendatangi mereka yang sedang membuka setiap bungkusan plastik berisikan tilam tipis, kelambu dan juga selimut.

Gilang membelikan kelambu dua buah serta tilam juga dua buah. Sedangkan selimut ia membeli lima pasang khusus untuk Annisa selimut berukuran kecil pula.

Bayi itu sangat anteng tidur dipangkuan Gilang. Gilang jadi gemas sendiri dengan bayi itu, bisa bisanya ia tertidur lelap dengan dipangku Gilang sedangkan dengan Alisa bayi kecil itu menangis.

Gilang merasa dirinya sudah seperti seorang ayah yang sedang menidurkan putri kecilnya.

Gilang tersenyum melihat Annisa juga tersenyum dalam tidurnya.

Alisa yang sedang membuka bungkusan plastik itu menoleh saat mendengar Gilang terkekeh.

Ia melihat Gilang sedang memperhatikan Annisa yang sedang tidur. Tak sadar Alisa tersenyum tipis.

Gilang yang tau jika dirinya sedang ditatap oleh Alisa pura pura tidak tau padahal Gilang selalu saja mencuri curi pandang terhadap Alisa.

Lana yang melihat bungkusan plastik berisi makanan ia sangat senang.

''Wooaahh ... Ayam KFC euuuyyy ... akhirnya bisa makan ayam goreng tepung lagi ... hmm enaaakkk ...''

'' Ish ish ... masih ayam goreng tepung aja kamu udah kayak gitu senengnya, gimana kalau kamu makan kepala lembu ya bang ...??''

''Hah ... ?? Kepala lembu ?? Ihhh ... siapa yang mau makan kepala lembu sih kak ..?? Kakak kali .. Abang nggak tuh!''

''Hooh .. kepala lembu kan banyak vitaminnya apalagi pada otaknya pasti banyak mengandung banyak lemak ...??'' Ira merasa mual setelah mengucapkan itu

''Ih kakak apaan sih Abang jadi mual tau!! Hueekk ... iyyyuuuuhhh''

''Hihihi ... habisnya makan kok nggak ngajak ngajak satu box kamu sendiri yang makan! kemari ini kakak juga mau laperrr' ...''

Lana mencebik '' Heleh Sok Sokan bilang Abang makan kepala lembu, taunya dia kepingin juga makan nih daging .. ah parah lu kak ..''

Alisa mendongak mendengar ucapan Lana.

''Abang! kok gitu ngomongnya?? Ingat! Ira adalah kakak mu!''

'' Yoi Mak ... tenang aja .. Abang tau kok jika kak Ira adalah kakaknya Abang ... Mak tenang aja ya ...'' Lana nyengir kuda

Sedangkan Alisa membuang nafasnya.

Semenjak bertemu dengan Gilang, Lana banyak berubah termasuk dalam berbicara. Ia melihat Lana seperti Gilang mungkin versi kecilnya kali ya ??

''Udah dibuka semua kan ?? Kira kira ada yang kurang nggak Mbak ...??'' Gilang sengaja menghampiri mereka yang sedang sibuk membuka bungkusan plastik.

''Nggak ada .. ini udah cukup kok, malah lebih kenapa banyak banget sih pesannya??''

''Hehehe ... mumpung ada yang nganter kan sekalian Mbak ... tapi semua barang nya lengkap kan nanti kalau kurang saya pesan lagi.''

''Udah cukup! sini Annisa nya biar kamu bisa ganti baju dulu tuh lihat udah basah karena adek ngiler ..."

Alisa terkekeh melihat putrinya tidur dengan mulut menganga hingga membasahi baju Gilang.

"Oke .. adek ... Papi ganti baju dulu ya sama Mak dulu ya .. nanti Papi gendong lagi .. adek jangan nangis ya ..??"

Bayi kecil itu hanya menggeliatkan tubuhnya pertanda ia menjawab ucapan Gilang. Gilang tersenyum dan mengecup pipinya.

Cup

''Pinter! .. jadi anak Sholehah ya sayang ..." sambil memberikan Annisa pada Alisa. Alisa yang mendengar ucapan Gilang tersenyum tipis.

Baru sebentar Alisa memangku Annisa, tiba tiba saja ia menangis lagi. Gilang yang mendengar Annisa menangis buru buru mengganti bajunya dengan baju kaos warna putih yang selalu ia sediakan dibawah jok motornya.

Ia berlari kedepan, disana Gilang melihat jika Annisa sedang di susui oleh Alisa tapi bayi kecil tidak mau ia tetap saja menangis.

Gilang mendekati mereka berdua saat sampai disana ia hampir syok melihat buah melon terbuka disana, ia menelan salivanya sulit.

Kerongkongan nya mendadak kering. Wajahnya panas dingin, dengan tak tau malunya tower dibawah sana terasa sesak.

Haduuhh ... ni tower kok bisa berdiri sih?? Baru lihat melonnya doang udah tegak aja lu ... gimana kalau yang lainnya??

Ni lagi perempuan! kenapa dibiarin terbuka gitu sih?? Nggak sadar apa ada orang lain disini ?? Secara gue kan bukan suaminya?? Eits sekarang belum tapi nanti!! Ck!!

Turun dong woi ... kalem dikit Napa?? Malu kalau ketahuan ... ishhh dasar tower laknat ! bisa bisanya lu berdiri!! Hadeuuuhhh .. ni gimana cara nurunin nya ??

Gilang membuang nafasnya berkali kali. Ia tetap mencoba tenang walau dibawah sana sangat sesak rasanya.

Gilang merasakan tubuhnya berkeringat dingin. wajahnya memerah. Walaupun begitu ia tetap melangkah ke sana mendekati Alisa yang sedang mencoba menyusui putrinya.

Alisa tidak sadar jika Gilang sudah berada di depannya. Ia masih saja berusaha membujuk Annisa agar mau disusui.

Gilang melihat Alisa kepayahan menyusui Annisa akhirnya mendekati mereka dan berbicara pada bayi kecil itu.

''Sayang ... anak Papi .. kenapa hem? Adek nggak mau minum susunya??'' tanyanya.

Alisa terkejut, refleks ia membalikkan tubuhnya membelakangi Gilang. Gilang tersenyum, tak tau saja Alisa ia susah payah mengontrol degub jantungnya yang berdetak kencang.

Alisa jadi malu ... tanpa sadar ia sudah membuka celah untuk Gilang bisa mendekati nya lebih dalam.

Hadeuuuhhh ... kok bisa lupa sih jika ada Gilang disini?? Ni lagi adek kok nggak mau sih di susui ... ayo dong nak ... jangan buat Mak malu didepan Papi kalian ...

Ups! haduuhh kok salah lagi sih?? Ini gimana mau balik dianya anteng berdiri disana.

Awas Napa..?!

Alisa sangat malu pada Gilang. Ia enggan berbalik padahal Gilang berulang kali memanggilnya agar berbalik tapi Alisa tidak mau.

Jangan ditanya seperti apa wajah Alisa sekarang, wajahnya terasa panas hingga ke telinganya.

Jantungnya berdebar debar seperti baru saja habis lomba lari maraton puluhan kilo.

Tangannya gemetar saking malunya. Ia tak mau berbalik, ia tetap pada posisinya membelakangi Gilang. Gilang yang melihat itu mendekati Alisa dan berbisik di telinganya.

"Lain kali dijaga ya Mbak ... masih untung saya yang lihat, gimana sama orang lain?? Saya laki laki normal Mbak ... mau Mbak saya makan duluan sebelum ijab kabul??" bisiknya.

Alisa tersentak, ia jadi gugup. Salah tingkah. ia masih merasakan hangatnya nafas Gilang menerpa ceruk lehernya walaupun tertutup hijab.

Wangi tubuh Gilang yang maskulin membuat ia seakan akan hanyut terbuai. Begitu juga dengan Gilang, ia merasakan sesuatu yang lain ketika berdekatan dengan Alisa seolah jiwa kelelakiannya bangkit begitu saja.

Ia mencium bau harum rambut Alisa walau tertutup hijab tetap bisa menembus penciuman Gilang.

Lama mereka berdiri diam seperti itu. Anehnya Lana dan Ira tidak mengamati apa yang sedang mereka lakukan.

Hanya Annisa yang peka, bayi kecil itu berhenti menangis tatkala melihat Mak dan Papi nya saling memejamkan mata.

Gilang terbuai dengan wangi rambut Alisa, tangan Gilang yang menggantung sudah nangkring di pinggang ramping Alisa.

Alisa merasakan sesuatu yang hangat menyentuh tubuhnya ia terdiam matanya terpejam seakan menikmati.

Dalam lamunan mereka berdua, Gilang dan Alisa seperti tertarik dimasa lalu. Dimana mereka pernah saling memeluk disebuah bangku panjang yang terbuat dari kayu jati.

Mereka saling berpelukan memberikan kehangatan. Tanpa sadar Alisa terisak ia menangis sedangkan Gilang memeluknya dengan sayang.

Gilang mengecup kening Alisa dengan lembut ia membelai Surai hitam milik Alisa yang tertutup hijab.

Mereka larut dalam mimpi. Mimpi yang pernah hadir dalam tidur mereka berdua. Mimpi yang menjadi pertanda akan hubungan mereka dimasa depan.

Seakan cuaca mendukung hampir saja Gilang mengangkat Alisa jika tidak mendengar ucapan Lana.

"Papi ... ? Papi sama Mak lagi ngapain?? kok peluk pelukan sih??"

Deg

Pyaaaarrrr

💕

Noh bang ... anaknya nanya tuh ... Abang terbawa suasana ya ...

Hehehe .. belum sah euuuyyy ...

Satu bab lagi setelahnya otw konflik ya ..

Semoga kalian syyuukkaaa ...

See you ..

TBC

1
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Ismu Aji
Luar biasa
Surya Hermawan
lho sy kira sambungan dari kisah pertama si ibra dan indah !!!/Smug//Smug//Smug/
Ika
gatel banget alisa sama brondong serasa cantik sampai anaknya gak dipeduliin.. si alisa terlalu ngedepanin nafsunya
Suyatno Galih
dr bab pertama br komen, aneh aja tragedi di komplek perumahan kendaraan kok ngebut ya thor, emang boleh
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,,👍👍👍👍👍👍👍
Ir Ma
Biasa
Melisa Author: Terima kasih sudah memberikan nilai yang begitu memuaskan. semoga ke depannya lebih baik lagi. Semoga jari Anda mendapatkan pahala karena sudah mau membaca cerita recehan saya!
total 1 replies
Ersa
oh ini to benang merah masalalu gilang Alisha
Ersa
ya Allah 🥹
Ersa
alhamdullillah restu sdh turun...ingat jsnjimu ya mama Dewi siapapun yg jd ibu susu baby ray kamu restui jika dia yg jd ibu sambung juga
Ersa
terharu🥹
Ersa
Kevin
Ersa
gak usah diingat2 nanti shock Kali tahu segaka toko emas, baby shop, hp, supermarket,restoran, bakery semua atas nama Alisha 😀
Ersa
lanjut
Ersa
pasti dijebak dikasih obat pe rang sang
Ersa
kamu kan bisa ceraikan vita sesuai ucapan papa angga yg Penting nikah utk memenuhi sumpah setelah nikah terserah mo cerai atau bgmn
Ersa
Lana mulutnya boncabe...🙈
Ersa
😭😭
Ersa
nanti saat mama Dewi mendaftarkan perniksjsn gilang -vita gak bisa dong krn sdh tercatat sbg Suami Alisha
Ersa
harusnya aku baca novel yg ttg Alisha & Emil dulu ya...🤭
Melisa Author: Tak apa. kan nanti bisa baca lagi? kalua kamu suka?😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!