Seorang Ceo bernama Bilow kehilangan ponselnya yang sangat penting, namun ponsel itu di temukan oleh seorang gadis bernama Vola. Bilow menganggap Vola telah mencurinya dan apalagi Vola telah melihat data di dalam ponsel tersebut.
Karena Bilow takut Vola menyebarkan isi data tersebut, ia mengurung Vola kedalam ruang kosong sehingga Vola sangat bosan di sana.
Setelah satu minggu Vola di kurung akhirnya Vola di keluarkan dari ruangan kosong tersebut dengan jaminan hidupnya.
Vola menyanggupinya. Dan Akhirnya Bilow membiarkan Vola untuk pulang kekontrakan kecil tersebut.
Tapi sayangnya Vola tidak mengontrak lagi hingga ia menjadi gelandangan 2 hari dan kembali Bilow menemukan Vola dalam keadaan pingsan di jalan dan membawanya kerumah Bilow.
Dan Akhirnya Vola menjadi pembantu si rumah Bilow.
Ingin tau kelanjutannya yuk mampir...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
sedang revisi nama
"Ini... ini maksudnya apa?" Tanya Amanda ketakutan.
"Tuan Guntur menyuruh saya untuk mengantarkan Anda pulang," ucap pria itu lagi.
"Oh baiklah," jawab Amanda setuju karena ia tidak mungkin lewat sepanjang jalan dengan bau busuk seperti ini. Amanda pun masuk ke mobil tersebut.
Pria itu pun menutup pintu mobil tersebut dan segera masuk ke mobilnya lalu pelan-pelan melaju di jalanan.
"Bolehkah aku minta tissunya?" Tanya Amanda ketika melihat tissu yang di anggurin.
Pria itu menyerahkan tissu tersebut kepada Amanda. "Silankan Nona."
"Terima kasih," ucap Amanda menerima tissu tersebut dan ia mengambil satu persatu dan menyeka lendir telur yang menempel di baju dan kepalanya.
"Haish... sepertinya tidak akan mudah hilang begitu saja," keluh Amanda mengosok kuat baju menggunakan tissu tersebut. Amanda membuka kaca jendela mobil dan membuang tissu tersebut dan malah mengenai pengendara di belakangnya.
"Kurang ajar ya! Buang sampah sembarangan, nggak lihat ada orang di belakang bla bla bla bla bla #$&^£*/$#^*^,£&,&^*£€%@#(," omel pengendara tersebut yang terpaksa berhenti mengambil tissu bau itu dari wajahnya.
"Stop! Berhenti di sini saja," pinta Amanda, ia tak mau ayahnya melihat ia di antar oleh seseorang. Pria itu segera memberhentikan mobilnya dan Amanda langsung turun.
"Tolong bilang terima kasih kepada Tuan Anda, saya pergi dulu," ucap Amanda berlari ke arah rumahnya.
Sesampainya di rumah, Amanda menguatkan hatinya dan pelan-pelan melangkahkan kaki masuk ke rumah, di sofa ada Alira di pelukan Ayahnya.
"Oh sudah pulang kamu," ujar Surya melepaskan pelukan anak kesayangannya itu. Alira tampak sembab matanya seperti habis menangis.
"Ya Ayah," jawab Amanda pelan.
"Apa yang kamu lakukan pada Adikmu!" Bentak Surya.
"Ha? Apa yang aku lakukan pada dia?" Tanya Amanda tak mengerti.
"Jangan mentang-mentang dia adik tirimu kamu memperlakukan dia seperti orang asing, aku menikahi ibunya berarti dia juga adikmu! Dan kau mengatakan ucapan keji kepadanya! Apa kamu tak punya perasaan, dan kamu malah mengatakan dia anak buangan dan mengatakan dia parasit, kamu itu yang parasit!" Bentak Surya dengan caci makinya yang di lontarkan kepada Amanda.
Dari belakang terlihat Alira tersenyum mengejek dan juga ibunya. Ini sungguh sakit sekali hatinya, ingin rasanya ia menangis tapi sebisanya ia tahan air mata tersebut.
"Ayah sebenarnya dia yang...."
"Dia yang apa! Kau sudah membentaknya di depan orang ramai, pulang-pulang dia sudah menangis histeris begini, kamu memang keterlaluan sudah membulinya sedemikian rupa," tuduh ayahnya.
Amanda mengeleng kepala tak terima dengan tuduhan yang tak mendasar itu. "Dia sunnguh bisa membolak-balikkan fakta, sungguh licik," ujar Amanda menatap Alira tajam.
"Udah Yah, Alira nggak apa-apa kok, Amanda dia juga capek habis kuliah, biarkan dia beristirahat," pujuk Heni kepada Surya.
"Lihat itu, ibu tirimu baik kepadamu, tapi kenapa kamu malah tidak menyukainya, sepertinya jiwamu bermasalah, orang sebaik dia kamu tidak bisa menerimanya, dasar anak durhaka," ujar Surya murka.
"Sudah Ayah, jangan marah-marah lagi, Amanda kamu masuklah ke kamarmu dan istirahatlah," ucap Heni tersenyum layaknya seorang ibu yang baik.
Amanda langsung masuk kamarnya dan segera masuk ke kamar mandi membuka semua pakaiannya. Duduk di bawah shower membiarkan air itu menguyur tubuhnya dan menagis sesengukkan, menangis sepuasnya meratapi kisah hidupnya.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu