NovelToon NovelToon
Master Of Elements

Master Of Elements

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:252.4k
Nilai: 4.5
Nama Author: Dyoka

Matthew seorang laki-laki yang hidup di abad 22 terlahir kembali dengan nama yang sama. Dunia baru tempat tinggal Matthew sangat berbeda dengan dunia tempatnya berasal. Di sini ada monster yang mengancam keselamatan.

Satu-satunya jalan agar dirinya bisa selamat dari dunia yang penuh bahaya ini adalah dengan menjadi seorang penyihir atau ahli senjata. Dengan begitu, ia bisa melindungi dirinya dan keluarganya dari ancaman bahaya.

Seperti halnya orang yang terlahir kembali, Matthew mendapatkan kemampuan yang bisa ia manfaatkan untuk memperkuat dirinya.

Matthew memiliki kemampuan untuk melihat elemen di sekitarnya. Dengan kemampuannya inilah Matthew memulai perjalanannya menjadi seorang penyihir terkuat.


...

remake dari My New Life As Magician

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ME 31 Karavan Gold Mine

Matthew tidak mencoba basa-basi menawarkan makananya kepada John. Ia paham bahwa John itu tidak jauh berbeda dengan kedua adiknya. Jika ia menawarkan makananya kepada John, sudah pasti laki-laki itu dengan senang hati menerima.

Jika saja makanan mereka banyak Matthew tidak akan ragu untuk menawarkannya kepada John. Tetapi makanan mereka sedikit. Apalagi dengan porsi makannya yang mulai naik sekarang ini. Makanan yang disiapkan Elisa jelas tidak akan bertahan lama.

Mungkin nanti jika Matthew memasak sendiri makanannya baru ia akan menawarkan makanan kepada John. Untuk saat ini Matthew menghiraukan tatapan John yang seolah meminta makanannya itu. Toh Matthew yakin laki-laki itu memiliki stok makanan yang lebih banyak dari yang ia miliki. Jadi Matthew tidak merasa sebegitu bersalah ketika tidak menawarkan makanan kepada John.

“Ah kalian memiliki makanan enak tidak sekalipun ingat padaku. Padahal tadi aku sudah mentraktir kalian makan. Tega sekali kalian padaku.” Ucap John mendramatisir keadaan.

Jasper hanya memberikan lirikan singkat kepada John. Anak laki-laki itu kemudian memfokuskan kembali perhatiannya kepada makanan di tangannya.

Sementara itu, Matthew menjawab singkat ucapan John. “Kami akan mentraktirmu makan sebagai gantinya Kakek John. Tidak sekarang.” Jawab Matthew singkat.

Melihat tiga anak tersebut tidak ada niatan sedikitpun untuk membagi makanan mereka, John menggelengkan kepalanya. “Kalian benar-benar tega sekali kepada orang tua seperti aku.” Ucap John sembari mengeluarkan roti isi yang memiliki isian jauh lebih beragam daripada milik Matthew dan kedua adiknya.

Melihat John yang sudah memiliki makanan sendiri, Jasper yang sedari tadi bersikap defensif sekarang mulai terlihat rileks.

“Jadi Kakek John, sampai dimana kita? Kenapa kita tidak berhenti sama sekali sampai menjelang malam seperti ini?” tanya Jasper dengan mulut penuh makanan. Ia tadi dapat melihat suasana di luar sana ketika Matthew membuka korden kereta.

“Sepertinya karavan ini tidak akan berhenti untuk beristirahat. Karavan ini akan terus melakukan perjalanan ketika malam hari. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran pimpinan karavan, tetapi melakukan perjalanan ketika malam hari cukup membahayakan.”

“Kebanyakan monster aktif di malam hari sehingga biasanya karavan akan berhenti di sebuah desa atau kota sebelum melanjutkan perjalanan. Lalu, ketika harus beristirahat di hutan pun, mereka akan memilih tempat yang memiliki area lapang yang cukup luas.” Jelas John.

“Dari kecapatan kita saat ini, tidak ada tanda-tanda bahwa karavan ini akan melakukan pemberhentian. Sepertinya karavan ini tengah membawa sesuatu yang cukup berharga sehingga membuat mereka ingin bergegas menuju kota. Berada di kota jauh lebih aman daripada desa. Kalian makanlah yang banyak, dan setelah ini tidurlah. Jangan melanjutkan meditasi.”

Ucapan John ini cukup misterius di telinga Matthew. John mengatakan seolah-olah akan terjadi sesuatu malam nanti. Meski Matthew tidak mengetahui apa itu, tetapi sepertinya hal itu cukup serius melihat bagaimana John menyampaikannya.

Matthew kembali mengeluarkan beberapa porsi makanan dan membaginya dengan kedua adiknya. Setelah ini mereka harus menyimpan tenaga mereka untuk mempersiapkan diri.

Kereta yang mereka tumpangi masih melaju dengan kecepatan sedang. Namun, ketika hari semakin gelap Matthew bisa merasakan bahwa kereta yang mereka naiki menambah kecepatannya. Entah apa yang terjadi, yang jelas Matthew mencoba memejamkan matanya untuk tidur. Apapun yang terjadi nantinya, mereka masih akan aman selama mereka bersama dengan John.

Matthew yakin laki-laki itu mampu melindungi mereka berdua. Sebagai seorang Kepala Akademi terbaik sebenua Artinco, sudah pasti John memiliki kekuatan yang tinggi bukan? Jadi, Matthew bisa sedikin menurunkan pengawasannya. Lebih baik ia menuruti perintah John untuk tidur.

*****

Di salah satu kereta di Karavan Gold Mine.

“Bos, aku merasakan ada beberapa orang yang mengkuti karavan kita. Aku tidak tahu berapa jumlah mereka yang jelas, orang-orang itu pasti berniat buruk. Besar kemungkinannya mereka datang karena benda itu.” ucap seseorang dari luar kereta.

Korden kereta tersebut terbuka lebar, memperlihatkan seseorang yang tengah menunggangi Hontrea di samping kereta. Orang tersebut adalah Lucas, kepala keamanan dari Karavan Gold Mine. Sejak keluar dari Desa Siendra, Lucas merasakan beberapa pasang mata mengamati mereka. Tetapi  dirinya tidak merasakan seorang pun mengikuti mereka.

Namun setengah jam yang lalu ia mulai

merasakan seseorang mengikuti mereka. Saat ini mereka tengah menjalankan misi pengantaran barang yang cukup berharga. Hal itu membuat Simon, pimpinan Karavan Gold Mine, membatalkan rencana mereka untuk singgah di desa selanjutnya. Simon memutuskan bahwa mereka akan meneruskan perjalanan tanpa berhenti hingga sampai di kota terdekat.

Menurut perhitungan Simon, paling lambat besok pagi mereka bisa sampai di kota terdekat. Hontrea milik karavannya masih sanggup membawa mereka dengan kecepatan sedang hingga sampai kota terdekat. Namun semua berubah ketika setengah jam lalu Lucas melaporkan bahwa dia merasakan aura beberapa orang sedang mengikuti karavan mereka.

Simon meberikan perintah untuk mempercepat laju kereta. Ia berharap dengan menambah kecepatan, mereka bisa memperjauh jarak antara mereka dengan para pengejar itu. Namun setelah setengah jam, para pengejar itu tidak memiliki tanda-tanda menjauh dari mereka. Malahan para pengejar itu mengejar mereka dengan kecepatan yang sama. Simon merasa tidak berdaya kali ini.

“Apa kau yakin tidak ada mata-mata di karavan kita?” tanya Simon kepada Lucas. “Tidak banyak yang tahu tentang misi ini. Lalu kenapa kita tiba-tiba dikejar seperti sekarang ini. Bukankah biasanya kita tidak pernah mengalami hal seperti ini? Kenapa ketika kita mengambil misi pengantaran barang ini kita mendapatkan masalah.”

“Aku juga tidak tahu bos. Mungkin saja ada mata-mata di karavan kita. Mungkin juga kabar mengenai benda itu sudah tersebar luas, sehingga banyak orang yang memusatkan perhatian mereka kepada benda ini. Karavan kita adalah satu-satunya yang datang ketika kabar benda itu akan dipindahkan. Jadi mungkin saja bukan orang kita yang membocorkan berita ini.” jelas Lucas.

“Aku juga curiga bahwa klien kita memiliki hubungan dengan orang-orang yang mengejar kita. Kau tau sendiri bukan bos, bahwa kita harus mengganti kerugian barang yang hilang selama perjalanan. Bisa saja klien kita bersengkongkol dengan mereka agar bisa mendapatkan ganti rugi dari kita.”

“Karavan kita bukanlah karavan yang besar. Masih banyak karavan yang memiliki kekuatan jauh lebih besar dari kita yang memiliki rute yang sama. Tetapi, kenapa mereka memilih kita untuk melakukan misi ini?”

Simon terdiam mendengar penjelasan Lucas. Penjelasan dari Lucas memang ada benarnya. Masih banyak karavan yang memiliki kekuatan lebih besar dari Karavan Gold Mine, tetapi kenapa mereka memilih karavan ini?

Awalnya Simon ingin menolak misi ini, namun Tuan Steven, pemilik sebenarnya dari Karavan Gold Mine sudah menerima misi ini dan memerintahkan Simon untuk melakukannya.

Karavan Gold Mine sendiri merupakan karavan yang dimiliki oleh keluarga Rensburg, dan Steven Rensburg adalah orang yang bertanggung jawab atas Karavan Gold Mine. Karavan yang dipimpin Simon ini hanyalah satu dari beberapa Karavan Gold Mine dibawah pengawasan Steven.

Ketika Steven sudah memberikan perintah, Simon tidak bisa menolaknya. Jika ia menolak, bisa saja ia akan digantikan oleh yang lain. Masih banyak rekannya yang ingin menduduki kursi jabatannya sebagai pemimpin karavan.

“Tetap perhatikan mereka. Jangan sampai lengah. Jika bisa kita perlu menambah kecepatan karavan. Jika ada pergerakan baru dari orang-orang itu, segera beritahu aku.” Ucap Simon sebelum menutup kembali korden jendelanya.

Dari luar terdengar Lucas yang memacu Hontrea tunggangannya menuju barisan paling depan. Kereta yang ditumpangi Simon, memang kereta terdepan dari karavan tersebut. Namun, di depan kereta Simon, masih ada beberapa knight yang menunggangi Hontrea.

Para knight itu bertugas mengawasi jalan yang akan dilewati karavan. Mereka akan mengingatkan karavan jika di depan terdapat bahaya.

Selain di depan, beberapa knight juga terlihat berada di barisan paling belakang. Beberapa juga terlihat berada di samping kereta barang, menjaga barang yang ada di kereta tersebut sehingga jika ada bahaya, mereka bisa bertindak lebih cepat untuk mengamankan barang yang ada di kereta.

“Apakah semua akan baik-baik saja Kak?” tanya seseorang yang duduk di samping Simon. Jika rombongan kecil Matthew melihat orang ini, mereka akan mengenalinya. Ini adalah pedagang yang melakukan transaksi dengan mereka tadi pagi.

“Jangan khawatir Sam, semua akan baik-baik saja. Kita memiliki banyak Knight tingkat Perak. Kita juga memiliki sepuluh knight tingkat Emas, jadi semua akan baik-baik saja. Aku harap semua akan baik-baik saja.”

1
ivanka
kaka kpn unp nya?
ivanka
ayo up kakak
blueby
sayang ceritanya tidak sampai selesai
Rahmawati Ismail
ada masalah pengiraan jumlah kayaknya Tor,jd bingung
Rahma Shafiya
semakin seru aja..
Rahma Shafiya
keempat org ini doyan mkn byk,kira2 nya gimana yah??
Rahma Shafiya
kedua anaknya?maksudnya ketiga anaknya kali ya?
Mukhlis Nasution
Banyak cerita kapan perginya
Altern
thor, up?
Just Now: author nya pensi yah, pdhl ceritanya bagus beda dr yg lain, hadeh /Sob/
total 1 replies
Dhewa Shaied
Luar biasa
Dhewa Shaied
Biasa
John Singgih
akhirnya kedua orang tua mereka yang ditunggu pun datang
John Singgih
orangtua yang cemas dengan perkembangan anak-anaknya yang abnormal
John Singgih
lebih turuti orang tuamu nak jangan semaumu sendiri bahaya
UKE IMUT
gak ada update lagi .... haitsu apa udh end
Halim Abdurahman
Amore atau elisa
Rahma Shafiya: keduanya bisa
total 1 replies
Bagus Prakoso
masih ada up lagi atau tidak thor??🤔🤔
Raizel Tidis Da Silpa
tor sejauh aku membaca selalu dua anak yg di sebut padahal mereka bertiga
Rahmawati Ismail: iya bener..kedua terus,kembar 3 harusnya di bilang ketiga bikin keliru aja
total 1 replies
Dewa Tegar Jati Pratama
nanggung banget
dayu intan sawitri
sayang sekali novelnya di tamatin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!