NovelToon NovelToon
Bakat Tanpa Batas

Bakat Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Karir
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: airis28

'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!

hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"

"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"

lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?

penasaran?
silahkan di baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dewi kematian

“Apa yang kalian lakukan? Cepat kejar bocah-bocah itu!” perintah pria 28 tahun itu yang mana dia melompat dari container box untuk ikut menangkap si pemberani yang masih tertatih-tatih berlari ke motornya.

Ke 5 pria bertubuh besar juga mulai berdiri setelah mendengar perintah bos nya, meski tubuh mereka masih terasa sakit akibat serudukan dan injakkan Prince. Aku heran, apa tulang mereka tidak ada yang patah? Padahal di injak oleh kuda dewasa bisa saja menyebabkan kematian.

Para penculik itu hampir sampai di tempat si pemberani, untungnya pemuda itu lebih dulu menyalahkahkan motornya dan mengejarku yang sudah melaju di depan.

Pria 28 tahun itu mengumpat, lalu dia beserta ke 5 anak buahnya berbalik, berlari ke arah kiri.

Si pemberani yang sudah menyusulku bertanya padaku. “sejak kapan kau bangun?”

Eh... dia tau kalau aku tertidur lama? Orang yang sudah tau identitasku dan tau kalau aku tertidur seharian selain paman sekeluarga adalah ......

“Kau?!!”teriakku sedikit memastikan, apakah benar itu memang dia.

Si pemberani mengangguk, ah... tidak. Atau lebih tepatnya harus ku panggil William! Tapi tetap saja di depan bocah ini dan para penculik itu aku tidak boleh sampai keceplosan memanggil William dengan namanya.

Terdengar suara beberapa mesin dari arah belakang kami dan kami melihat ada sebuah mobil lamborghini dan 2 buah truk mengejar kami.

Bisa tidak sih kalian berhenti mengejar kami?

“kita harus pergi ke kota yang ramai, dan pergi ke kantor polisi supaya mereka berhenti mengejar” usul William.

“Tidak!” aku menolaknya dengan tegas hingga William menatapku bingung. “ikuti saja aku. Kita terus jalan ke arah ini!”

“Apa kau punya rencana?”

Rencana? He.. he... tentu saja. Tapi dari pada menjawabnya aku hanya menyeringai.

Para penculik itu melaju cepat hingga hampir menyusul kami.

“Bisakah kuda itu berlari lebih cepat dari ini dengan membawa 2 beban?” William bertanya dengan khawatir. Dan di susul tatapan sengit dari Prince.

Ya, bagus! Prince sudah mulai tertantang. “Prince, tunjukkan kecepatan terbaikmu!” Prince mendengus dan mulai menaikkan kecepatannya. Kini dia berlari dengan kecepatan 90km/jam hingga membuat William terkejut. Kecepatan Prince ini sudah melebihi kecepatan American Quarter Horse yang kecepatannya mencapai 88,51 km/jam.

William juga ikut menambah kecepatannya. Hingga menyamaiku.

Meski kecepatan William sudah termasuk paling cepat, namun aku masih was was, bagaimana jika para penculik itu juga menambah kecepatannya? Untuk truk-truk itu aku tidak terlalu khawatir, tapi bagaimana dengan lamborghini itu? Kecepatannya bisa melebihi kecepatan Prince!!

Aku kembali menatap jalan di depan, untung saja jalanan disini tidak rata, dan agak sempit, tapi tetap saja masih bahaya.

Aku menoleh pada William “apa kau bisa melaju dengan kecepatan seperti itu menggunakan motormu?”

“ya, aku masih bisa” ucap William, meski aku tau kalau dia juga sedikit khawatir melaju dengan kecepatan tinggi dengan motornya itu.

“berhenti kalian!” pria 28 tahun itu berteriak pada kami.

Ogah... siapa juga yang mau mengikuti perkataanmu untuk berhenti! Yang ada kami mati di tempat.

Pria 28 tahun itu mengeluarkan pistol dari saku bajunya. Kepalanya di keluarkan dari kaca mobil dan mulai menembaki kami.

Dia gila!! Hei... disini ada bocah 5 tahun!!

Pelarian ini semakin menjadi sulit apalagi untuk William, di saat dia harus melaju cepat di jalanan rusak ini sambil harus menghindari peluru yang di arahkan ke arah kami.

Untung di motornya terdapat kaca spion, jadi sambil mengemudi, dia bisa menghindari tembakkan pria 28 tahun itu. Dan untungnya sepertinya pria ini tidak jago menembak.

Hei... pelarian ini bukan hanya sulit untuk William, tapi juga untukku. Aku harus mengemudi sambil memeluk bocah ini dan sambil sesekali melihat kebelakang untuk menghindari tembakan. Cih!...

Aku menatap serius Prince. “prince, aku serahkan urusan jalan di depan padamu, aku akan menoleh ke belakang sambil menyuruhmu ke kiri atau ke kanan. Turuti perkataanku, dan jangan coba-coba untuk berjalan ke dekat pohon hingga membuatku bisa terjatuh! Mengerti?!”

Mata prince menatapku dan dia hanya mendengus. Tidak suka di perintah.

“Dan lagi Prince, jika aku tidak mengarahkanmu, bisa-bisa pant*tmu tertembak oleh orang itu. Apa kau mau?” aku tersenyum. Lebih tepatnya menyeringai.

Prince langsung bergidik ngeri membayangkan ****** mulusnya tertembak peluru, langsung saja dia mengangguk mengiyakan perintahku.

Aku terus mengarahkan Prince untuk ke kanan, ke kiri dan melompat, untuk menghindari peluru yang bisa saja menembus tubuhku juga. Kapan sih mereka akan berhenti mengejar kami? Ugh... menyebalkan!

“Kita harus pergi sampai sejauh mana? Apakah kau sudah menyiapkan perangkap di depan sana?”

“Perangkap? Tidak, sama sekali tidak ada perangkap. Lagi pula mana cukup waktunya jika aku harus membuat perangkap terlebih dahulu”

William hanya menganga heran, menahan jengkel yang sedari tadi di pendamnya. “jadi untuk apa kita lewat jalan ini! Seharusnya kita pergi ke kota yang ramai!!” bentaknya.

Aku hanya memalingkan wajahku, tanpa menjawab pertanyaannya. “ikuti saja aku. Hanya tinggal beberapa ratus meter lagi”

Meski kesal dan masih belum tau dengan rencanaku, William masih terus mengikutiku.

Pria itu berhenti menembak, sepertinya pelurunya sudah habis. Namun kecepatannya bertambah apalagi jalanan kini mulai dan hampir menabrak Prince jika saja aku tidak menyuruh Prince untuk berbelok ke kiri.

Dari arah depan dimana kami melaju ada seseorang yang mengendarai motor dengan memakai topeng seram berbentuk seperti iblis. Apalagi dia mengenakan pakaian yang serba hitam, membuatku bergidik ngeri.

Orang itu berhenti dari motornya dan memblokir jalan kami hingga kami terpaksa berhenti.

Aku lompat dari punggung Prince dan langsung bersembunyi di belakang William. Karna jujur saja ehem... aku sedikit takut dengan sesuatu menyeramkan seperti hantu. Berhenti... jangan menyebutku penakut! Baiklah... terserah kalian....

Para penculik itu juga turun dari mobil bawaan mereka saat melihat orang mencurigakan yang memakai topeng berbentuk iblis ini. “siapa kau?”

Orang itu tidak menjawab, namun dia berjalan perlahan ke arah para penculik itu, hingga ia di kelilingi oleh mereka.

“sepertinya dia di pihak kita. Kita harus membantunya!” William khawatir dengan keadaan orang itu.

“tidak-tidak... dia tidak perlu bantuan siapapun” ucapku yang masih bersembunyi di belakang William sambil sesekali mengintip keadaan.

“apa maksudmu? Dia hanya sendirian! Lagi pula tubuhnya lebih kecil dari mereka!” William membentakku, karna jengkel melihatku yang tidak mau membantu hanya karna aku ketakutan dengan tampilannya yang memakai topeng seram.

(sumber pinteres)

“Dia tidak perlu bantuan. Lebih baik kita mulai mengheningkan cipta saja!”

“Apa maksud...” ucapan William terhenti saat melihat orang yang tinggi tubuhnya tidak terlalu jauh darinya berhasil menghajar semua penculik itu sekaligus tanpa hambatan.

William masih menganga heran melihat kekuatan luar biasa orang itu. “siapa dia?” gumamnya.

“Itu sepupuku Siska” ucapku dengan suara pelan.

William langsung menoleh padaku dan menatap orang itu lagi. Eh... maksudku Siska.

Ya ya... aku tau, untuk orang yang pertama kali melihat kemampuan Siska yang seperti monster itu pasti akan sangat syok, tapi untuk saat ini, dia lebih terlihat seperti dewi kematian. Benar-benar menyeramkan! Kenapa dia harus memilih topeng menyeramkan itu sih?

“fiuh... selesai” Siska menepuk tangannya dari debu setelah selesai menghajar dan mengikat para penculik ini.

“Jadi.... rencanamu itu adalah ini?” tanya William.

Ya tentu saja. Karna bagaimanapun aku tidak tau sama sekali tentang musuh di hadapanku, jadi aku meminta tolong pada Siska untuk pergi menyusulku dengan memakai topeng setelah 30 menit kepergianku.

Bagaimanapun, tenaganya yang seperti monster itu akan sangat membantuku.

1
walk_ing
riki? laki-laki? kalau iya... gue pikir selama ini perempuan 😑
walk_ing
emang, wkwkwkwkwk
walk_ing
siapa lagi, William lah.
walk_ing
prince ini mengingatkan gue sama kudi putih di film Rapunzel. siapa namanya ya, Maximus?
walk_ing: *kuda
total 1 replies
walk_ing
baru nyadar?
walk_ing
lebih baik lah. daripada hanya pakai sarung kek Super Dede, wkwkwkwkwk
walk_ing
bibinya lebih takut halamannya hancur, daripada dia yang hancur, wkwkwkwkwk
walk_ing
wkwkwkwkwk. lengkap sudah. hancur, sirna dan musnah.
walk_ing
nah, ini bukan termasuk dalam kesialan. ini adalah kelalaian. bilang aja selama ini kau lalai
walk_ing
bersyukurlah tidak tinggal kelas.
walk_ing
hal yang patut disyukuri. setidaknya masih bisa masak mie.
Endro Budi Raharjo
tepuk jidat....
Endro Budi Raharjo
krn jarang lihat bola jg.....sy anggap bagus sj
Endro Budi Raharjo
cemburu ya....
Endro Budi Raharjo
maaassss....godain kita dooinnkk
Endro Budi Raharjo
hhhhhh......misi baru
Endro Budi Raharjo
ternyata..cm salah....
Endro Budi Raharjo
wah kok jd amburadul....
Endro Budi Raharjo
kok jd curhat...
Endro Budi Raharjo
potong sj lidahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!