NovelToon NovelToon
Mirage

Mirage

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Romansa Modern / Konflik etika / Tamat
Popularitas:154.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shan_Neen

Mira, seorang wanita yang harus hidup berkubang di lumpur penuh dosa. Mengubur semua impiannya atas masa depan dan cinta. Bukan karena alasan klise, melainkan sebuah pembalasan dendam atas orang tuanya di masa lalu.

Masa kecilnya yang begitu keras, membuat Mira menjadi pribadi yang tangguh dan tak mudah menyerah.

Hingga ia bertemu dengan pria masa lalunya, yang selalu hadir di dalam mimpi buruknya.

Akankah pria itu akan selalu menjadi mimpi buruknya? Ataukah justru menjadi penerang jalannya yang gelap gulita?

⚠️Novel ini mungkin mengandung beberapa hal-hal negatif, mohon bijak dalam memilih bacaan🙏 jika berkenan, silakan mampir dan baca ya, jangan lupa tinggalkan kritik dan saran juga di kolom komentar😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu tak diundang

Sore hari, Mira tengah bersiap-siap untuk bekerja. Dia baru saja selesai mandi, ketika pintu apartemennya diketuk dengan keras oleh seseorang.

Mira yang saat itu masih mengenakan handuk kimononya, berjalan ke arah pintu karena merasa terganggu dengan ulang seseorang.

"Sebentar!" teriaknya dari dalam.

Ia pun lalu segera membukakan pintu, tanpa mengintip terlebih dulu dari lubang pintu.

"Ya, ada apa?" tanyanya sembari membuka pintu apartemennya.

Mira terkejut, dan hampir terlonjak sangkin kagetnya.

"Sedang apa Anda di depan apartemen saya?" tanya Mira kepada orang yang bediri di hadapannya, yang tak lain adalah sang tetangga baru, Tuan Lingga.

"Air di tempatku nggak mau keluar. Aku mau numpakg mandi di sini," Ucapnya sambil mencoba masuk ke dalam.

Namun, Mira segera menyempitkan bukaan pintu, agar pria itu tak bisa masuk dengan mudah.

"Kenapa harus ke tempat saya? Kan bisa ke tepat yang lain. Banyak penghuni di lantai ini!" tolak Mira keras.

"Oh ayolah. Di sini aku hanya mengenalmu, Nona Mira. Akan sangat aneh kalau aku tiba-tiba mengetuk pintu mereka, dan bilang mau numpang mandi. Bukankah, lebih baik aku ke sini saja, karena setidaknya kita sudah saling kenal," kilah Lingga.

"Tapi saya keberatan. Kenapa Anda tak mencoba hubungi pihak pengelola saja, dan minta mereka untuk mengalirkan air ke tempat Anda, Tuan?" ujar Mira yang kesal dengan ulah tetangga barunya itu.

"Sudah. Tapi kata mereka, semua pekerja sudah pergi, dan masalah ini akan diurus besok pagi. Aku tidak biasa jika tidur dalam keadaan tubuh lengket seperti ini," keluhnya.

"Tapi …," ucap Mira.

Belum selesai ia berkata-kata, Lingga justru menerobos masuk begitu saja, dan membuat wanita itu terdorong hingga membentur tembok.

"Kau kelamaan. Aku juga butuh buang air kecil. Apa kau mau aku pipis di depan pintumu, hah!" keluh Lingga sambil berjalan masuk ke dalam.

"Hei! Jangan sembarang masuk ke rumah orang!" pekik Mira yang mengikuti pria itu.

Lingga tak peduli dengan Mira yang kesal dengan ulahnya. Dia justru asik melihat ke kanan dan ke kiri, seolah tengah mencari sesuatu.

"Di mana kamar mandinya?" tanyanya yang terus berjalan masuk semakin dalam, diikuti oleh Mira yang berusaha menyamakan langkah kakinya.

Mira hendak menunjukkan kamar mandi yang ada di dekat dapur, namun Lingga tiba-tiba berbalik, dan hampir menabraknya.

"Apa di sana?" pria itu menunjuk ke lantai atas, tepatnya kamar Mira yang pintunya masih terbuka.

"Bu … kan …,"

Belum sempat Mira menjawab, lagi-lagi Lingga dengan seenaknya berjalan cepat menaiki anak tangga, dan menuju kamar yang berada di lantai dua itu.

Mira memutar bola matanya jengah, melihat kelakuan pria yang sangat menyebalkan untuknya.

Dia hanya bisa mengikuti Lingga ke atas, dan berharap jika pria itu tak membuat kekacauan lebih lagi.

Sesampainya di kamar, Mira tak menemukan keberadaan Lingga. Dia melihat jika pintu kamar mandi tertutup, dan terdengar bunyi kloset yang sedang menyiramkan air.

"Hah … dia sudah di dalam rupanya," gumam Mira.

Mira menghela nafas berat, dengan bahu yang turun begitu saja. Sejurus kemudian, dia mendengar suara kemericik air yang berasal dari shower, pertanda jika tamu tak diundangnya itu tengah mandi.

Mira pun lalu mengabaikannya, dan berbalik menuju walk in closet.

Ia memilih baju yang akan dikenakan utuk pergi bekerja ke paradise fall malam ini, dan pilihannya jatuh pada dress ketat berwarna jingga, dengan motif floral.

Gaun dari bahan satin itu, hanya sepanjang paha, dan memiliki tali bahu yang kecil. Bagian dada dan punggungnya tak terlalu terbuka, namun terdapat belahan di sisi kiri dan kanan bawahnya, yang membuat penampilannya terlihat sangat menggoda iman para pria.

Setelah berganti pakaian, Ia keluar dari walk in closet dan berjalan menuju meja riasnya.

Tepat saat itu, pintu kamar mandi terbuka, dan Lingga menyembulkan kepalanya ke luar, dengan tubuhnya yang masih tersembunyi di balik pintu.

"Sssstttt! Sssttt!" Pria itu berusaha memanggil Mira, namun Mira acuh, dan pura-pura tidak mendengarnya.

"Ssssttt! Sssttt! Mir, Mira!" panggilnya kemudian.

"Ada ap … hei, sedang apa Anda? Kenapa Anda bersembunyi seperti itu?" tanya Mira yang heran dengan kelakuan aneh tetangga barunya.

"Tolong pinjami aku handukmu. Aku lupa tak bawa apapun saat masuk tadi. Aku sekarang telanjang," serunya yang seketika membuat mata mira membola.

Wanita itu memutar bola matanya, dan berbalik menuju ke arah lemari. Ia mengambil asal sebuah handuk kering dari dalam sana, yang ia tak tau ukurannya.

Mira kemudian berjalan menuju kamar mandi, tempat Ligga masih berdiri mengintip dari balik pintu.

"Cepatlah. Aku sudah sangat kedinginan dan hampir membeku di sini," ucap Lingga.

"Suruh siap Anda masuk begitu saja tanpa permisi!" gerutu Mira sambil mengulurkan handuk itu, yang kemudian diraih cepat oleh Lingga.

"Thanks!" ucap Pria itu yang kemudian langsung masuk ke dalam.

Baru beberapa langkah, Lingga kembali memanggil Mira dari dalam kamar mandi yang tertutup.

"Hei! Apa kau serius memberiku ini?" tanya Lingga, yang membuat Mira sontak menoleh.

"Seriuslah! Memang apa yang salah dengan itu?" tanya Mira sambil melihat ke arah kamar mandi, yang sudah kembali tertutup.

"Oke, tunggu sebentar!" Lingga kemudian memakai handuk yang tadi diberikan oleh Mira, dan mengikat kecil ujungnya.

Pintu lalu terbuka, dengan Mira yang masih melipat kedua lengannya di depan dada, sambil melihat ke arah kamar mandi itu.

Lingga keluar dengan handuk yang sangat kecil, yang biasa dipakai untuk mengeringkan rambut yang basah, dan terlilit hanya menutupi pusakanya saja, bahkan ujungnya hampir terlihat.

Sebelah kakinya pun tidak bisa tertutup karena sangkin kecilnya handuk itu. Sedangkan ujung bagian atasnya ia ikat sangat kecil pada pinggangnya, agar tidak terlepas.

"Hei!" pekik Mira yang sempat membulatkan matanya, namun buru-buru ia berbalik, dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Apa yang sedang Anda lakukan? Bisa-bisanya mesum di tempat orang seperti ini!" ucap Mira geram dengan kelakuan tamu tak diundangnya itu.

"Salah siapa memberiku handuk yang sangat mini ini? Aku kan tadi bilang, apa kamu nggak salah kasih aku benda ini, hah!" sahut Lingga sengit dengan berkacak pinggang, seolah tak merasa malu sedikit pun dengan kondisinya yang hampir telanjang bulat itu.

Sedangkan Mira, wanita yang terbiasa dengan para pria itu, justru merasa sangat malu melihat hal konyol yang dilakukan oleh Lingga.

"Baiklah, saya minta maaf. Tapi, bisakah Anda kembali ke dalam? Akan saya ambilkan yang lebih besar lagi," ucap Mira sambil sedikit menoleh, dengan tangan yang masih menutupi matanya.

"Baiklah. Tapi cepat! Aku sudah kedinginan," keluh Lingga yang kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi.

Mira segera menuju lemari dan mengambil sebuah handuk. Namun kali ini, ia membukanya terlebih dahulu dan membentangkannya lebar-lebar, sehingga ia tahu betul ukurannya.

Wanita itu buru-buru berjalan ke kamar mandi dan mengetuk pintunya.

Tok! Tok! Tok!

"Ini handuknya," seru Mira dari luar.

Pintu terbuka dan Mira segera menutup matanya dengan sebelah tangan.

Lingga yang melihat itu pun tersenyum tipis, dan segera menyambar handuk yang dipegang wanita itu.

"Kau ini aneh sekali, Nona … Bukankah hal semacam ini sering kau lihat. Kenapa malah malu saat melihat punyaku?" gumam Lingga, yang ia lanjutkan dalam hati, lalu kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi.

Mira yang mendengar itu, sontak membuka tangan yang menutupi wajahnya, dan memukul udara yang ada di depan pintu kamar mandi.

"Dasar breng*sek!" ucapnya geram.

.

.

.

.

Masih jaim-jaiman dulu sambil nunggu tamu VVIP dateng😁

Eh, tau nggak cover ku diganti sama admin lho😄jangan pada heran ya nanti pas lihatnya, soalnya othor sendiri terkejut dengan cover barunya😅

oke lah, event masih berlanjut ya😊ini hari ke dua berrti. Jangan lupa kasih dukungan buat karya receh ini ya guys😘

1
Verlit Ivana
Mungkin seulas Kak kalau senyum, seutas cocok untuk tali.
*cmiiw
🐌KANG MAGERAN🐌: iya bener 😅 maaf ken🤭
total 1 replies
Verlit Ivana
mantap Kak, penggambaran tragisnya kena. /Smile/
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih kak
total 1 replies
Verlit Ivana
Kak, mungkin karena pake tanda seru ya, aku bacanya si petugas kayak sambil bentak. /Frown/.
🐌KANG MAGERAN🐌: gemes kan lihat tulisan acak-acakan
total 5 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Mercenary of El Dorado
Bundanya Pandu Pharamadina
terimakasih mbak Author sudah di ijinin baca Marathon 👍🌹❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Lingga junior mau lounching
Bundanya Pandu Pharamadina
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
❤❤❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
perasaan sudah baca, otw lagi 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
mundur alon alon sing penting tetep gadi konco yo mbak Author
Bundanya Pandu Pharamadina
semoga nanti bahagia Lingga Mira
Bundanya Pandu Pharamadina
part ulang yah kaka Author👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
ternyata yg nolong Arya(Lingga) tek kira Thomas
Bundanya Pandu Pharamadina
Lingga Mira 👍❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Mira😭😭😭😭
Bundanya Pandu Pharamadina
ada teka teki hubungan apa antara mama Mirna (Shofia) sama Thomas dan mami Ge*mo
Bundanya Pandu Pharamadina
tMira itu bukan teripang tapi anak konda
Bundanya Pandu Pharamadina
per*ek teriak per*ek duhhh🤭🤭
Bundanya Pandu Pharamadina
ihhh sampai ikutan gos²an bacanya
Bundanya Pandu Pharamadina
Mungkin Mari /Mari belum siap untuk kembali seperti dulu Lingga
Bundanya Pandu Pharamadina
mungkinkah dia(Lingga) anak dan keluarga yg di tolong Mira🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!