Bukan Persahabatan yang Biasa, bukan juga kisah cinta segitiga.
Kisah tentang seorang gadis dan dua sahabat laki-lakinya yang terpisah dan bertemu kembali setelah 6 tahun lamanya hilang kontak.
Ga ada yang tau gimana hidup akan berjalan .....
Begitu pikir seorang gadis yang biasa di panggil Fania. Dia adalah gadis yang ceria yang punya cerita di masa remajanya yang tetap hidup dalam bayang - bayang kehidupannya setelah berpisah dengan dua sahabat laki - laki yang ia miliki kala itu.
Setelah sekian lama Fania dipertemukan oleh salah satunya yang sudah bagaikan seorang Kakak Laki - laki bagi Fania.
Bagaimana seterusnya?
***
Para pecinta Novel sekalian,
Ini adalah tulisan pertama Author yang dipublikasikan. Mohon Maaf untuk segala kekurangan yang kiranya ada ditulisan saya ini ya .... Yah namanya juga Pemula. Hehehe ....
Salam kenal dari author baru yang punya khayalan tapi baru bisa kesampaian nulis khayalannya dalam cerita. Mudahan bisa menghibur kalian para pembaca semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3
Selamat membaca..
⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛
“Hoam ....“ Menguap sambil menutup mulut dengan tangannya, Fania mengerjakan pekerjaan di kantor dengan perjuangan menahan rasa kantuk karna semalam pulang agak lebih malam dari perform-nya di kafe yang lumayan penuh padahal semalam bukan malam weekend. 'Ngantuk banget Ya Allah.'
“WOY NGOPI APA NGOPI!!” Tiba tiba suara nyaring yang merupakan milik rekan kerjanya----Mela, memekakkan gendang telinga Fania dimana Mela datang sambil menepuk kedua pundak Fania dengan keras sambil mengeluarkan suara cemprengnya yang amat nyaring itu.
“Sialan lu Mel! kaget gua sumpah! Mana cempreng banget itu suara lu!.” Fania mengomel kepada Mela kemudian setelah berdecak kesal sambil mengusap kupingnya.
Mela cekikikan melihat teman satu divisinya itu. "Melek kan lu jadinya? Ilang dah tuh ngantuk lo kan?” ucapnya kemudian.
Mela adalah teman sekantor dan rekan kerja di divisi yang sama dengan Fania. Namun umur Mela diatas Fania 3 tahun. Dan Mela adalah teman pertama Fania sejak mulai bekerja di kantornya sekarang, karena Mela adalah orang yang supel dan ramah lebih ke sok akrab malahan.
“Cape bener roman biduan mukanya?” ucap Mela lagi. "Pulang larut lagi lo?"
“Hooh nih. Semalem tamu banyak banget. Makin malem makin rame. Crowd nya banyak yang ngasih tips lumayan jadi band gue bertahan dah. Jadinya gue kurang tidur nih Mel,“ jelas Fania pada Mela.
“Yah ga papa kurang tidur, daripada kurang duit lo? bukan ngantuk lagi - puyeng yang ada pala barbie," celoteh Mela.
“Ember .... suka bener nih pacar orang ...." timpal Fania lalu tertawa bersama Mela. "Bikin kopi dulu dah ah," tambahnya sambil beranjak dari duduknya.
Fania pun mengayunkan melangkah menuju ke *p*antry kantor yang disediakan di setiap lantai pada Perusahaan tempatnya bekerja untuk memudahkan para karyawan kalau sekedar membuat minuman.
“Saya kopi susu panas satu mba," Celetuk Mela pada Fania saat gadis itu baru saja mengayunkan langkahnya.
“Siap Bu Mela yang bohay,” jawab Fania sambil berlalu dari kubikelnya.
⬛⬛⬛
Sore itu Fania pulang on time dari kantornya. Selain karena rasa kantuk yang susah hilang sedari pagi di tambah merasa tubuhnya sedikit kurang nyaman, kebetulan pekerjaannya di kantor hari ini juga tak banyak.
'Untung aja nih hari kosong jadwal. Kalo kaga ambruk gua ntar kalo manggung mah,' gumam Fania dalam hatinya, sambil ia berjalan ke luar kantor untuk menuju tempat mobil omprengan yang biasa mangkal, lalu tiba - tiba hp Fania berbunyi.
“Ya, halo kak Rita cantik, ada apakah? jangan bilang ada job dadakan ye? gue cape banget hari ini soalnya.“ ucap Fania setelah ia menekan tombol untuk menerima panggilan di hp-nya itu.
“Engga Neng, santai aja. Gue cuma mau info doang. Ada event buat sabtu depan,” ucap Kak Rita, sang Menejer Band-nya Fania.
“Wes! bakalan dapet duit gede nih kayaknya? asik deh!“ sahut Fania dengan nampak senang.
“Iya nih Fan, mayan honornya,“ timpal Kak Rita.
“Kapan itu pastinya Kak? jamber tuh event maksudnya,“ tanya Fania kemudian.
“Malem. Info lebih lanjut udah gue kasih detailnya di grup, termasuk dress code. Nah, kalo masalah pemilihan lagu mah bebas, atur deh sendiri sama anak-anak. Soalnya juga ga ada special request buat masalah lagu en musik, Bebas aja,” jelas Kak Rita lebih lanjut.
“Ya Oke. Udah paham dah. Ntar gue cek grup deh. Lagi mau jalan pulang nih,“ sahut Fania sambil berjalan ke arah omprengan yang sudah mangkal sejak jam empat sore.
“Wes gitu aja ya Neng? hati-hati di jalan en lo jangan lupa cek grup. Udah rame dari tadi, lo aja yang belum komen, makanya gue telpon."
“Iya, siap Bos!“
⬛⬛⬛
Sesampainya di pangkalan omprengan yang ada di samping kantornya, Fania langsung mencari mobil yang ada tulisan tol Bekasi Barat di atas dashboard-nya.
Setelah itu Fania bergegas masuk dan mengambil posisi yang paling nyaman menurut dia. Karena ingin tidur selama perjalanan.
“Eh Fania! lelah amat itu muka romannya. Banyak banget kerjaan?“ ucap sang supir omprengan yang mobilnya sering Fania tumpangi untuk pergi dan pulang kantor.
Tapi tak gratis sih numpangnya.
“Iya nih Om. Lelah pake banget, nget . Ntar kalo dah sampe tol barat bangunin ya Om?" sahut Fania.
“Iyalah, masa Om bawa pulang lu?“ timpal si Om supir sambil tertawa.
Fania pun terkekeh, dan tanpa waktu lama Fania sudah memejamkan matanya meskipun mobil omprengan tersebut belum terisi sepenuhnya setelah ia mendapatkan tempat duduk yang menurutnya akan membuat tidurnya terasa nyaman selama perjalanan hingga ke titik tujuannya.
Setelah memposisikan duduknya di dalam omprengan, Fania menyandarkan kepala ke jendela mobil di sebelah kanannya dan diapun langsung terlelap, sampai akhirnya si supir membangunkan dan memberitahu pada Fania , kalau sudah sampai di luar pintu tol yang Fania bilang yadi. Kemudian dari titik tersebut, Fania ambil arah ke tempat mangkal angkot yang lewat komplek rumah orang tuanya.
Di pagi hari Fania sebenarnya juga seringkali menggunakan kereta api menuju kantornya. Jika misalkan ada jadwal manggung, Fania akan pakai jasa ojek online dari kantornya untuk sampai ke tempat dia perform. Dan kalau sedang kosong jadwal, biasanya Fania langsung pulang dan memilih menggunakan mobil omprengan, yakni mobil pribadi yang 'disulap' jadi angkutan buat para pekerja yang ogah berdesakan di kereta atau bis.
Karena kalau pakai omprengan, Fania bisa menggunakan waktu di perjalanan dalam mobil omprengan buat tidur sebentar. Lumayan.
Setelah sampai di rumah, Fania rebahan sebentar di lantai ruang tamu rumah ortunya sebelum bergegas makan dan mandi. Kemudian setelah beres makan dan mandi, Fania langsung mengecek grup pada sebuah aplikasi di hp-nya..
⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛⬛
To be continued.