NovelToon NovelToon
GALACTIC PARCEL SERVICE

GALACTIC PARCEL SERVICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Komedi / Slice of Life
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: MOEROUL

GPS: Galactic Parcel Service
Di galaksi tempat ribuan peradaban saling berdagang, berperang, dan jatuh cinta, selalu ada satu kapal yang tetap terbang mengantarkan paket.

Arka Orion Saputra adalah kapten kapal kargo GPS. Bersama Null, makhluk materi gelap yang namanya nyaris mustahil diucapkan, dan Pi'Pi'Pi'Kra'Va'Tul, kepala keamanan mungil dari planet bergravitasi dua ratus kali Bumi, mereka menghubungkan dunia demi dunia melalui pengiriman antarbintang.

Bagi mereka, paket hanyalah pekerjaan. Yang membuat setiap perjalanan berkesan justru para pelanggannya: pasangan beda spesies yang bertengkar, kerajaan alien dengan permintaan aneh, hingga paket-paket yang seharusnya tidak pernah dikirim.

Di balik semua itu, mereka hanya ingin hidup yang layak, diakui, dan... mungkin menemukan seseorang yang bisa mereka sebut sebagai rumah.

Sebab pada akhirnya, setiap paket selalu memiliki tujuan. Mungkin... begitu pula dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MOEROUL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Pesta Kosmik, Laporan Pagi, dan Planet Buas

"Bhuahahahaha! Jadi... si Ireng dikejar-kejar mantannya gara-gara ketiduran sebulan?!"

Tawa melengking Pipi menggelegar mengalahkan suara bising kantin utama kapal. Tangannya yang mungil menggebrak meja logam hingga gelas dan piring di atasnya bergetar keras. Beberapa kru di meja sebelah bahkan refleks menoleh.

Malam itu, waktu standar Bumi menunjukkan pukul delapan. Kantin utama GPS Andromeda dipenuhi kru yang menikmati makan malam usai lompatan warp pertama. Cahaya neon biru-oranye dari mesin makanan otomatis memberi sedikit kehangatan pada ruangan baja itu.

Arka yang duduk di seberang Pipi ikut tertawa sambil mengunyah sepotong daging sintetis rasa ayam. "Iya hahaha! Hebatnya lagi, dia langsung ngenalin aku loh padahal udah bertahun-tahun nggak ketemu."

Null, yang duduk di antara mereka, tampak tenang memasukkan bongkahan kristal energi ke dalam pusaran materi gelap di area wajahnya. Benda itu langsung lenyap tanpa suara kunyahan.

"Aku sudah cari tahu lebih dulu siapa saja yang ada di daftar kru inti kapal ini," jawab Null datar, tidak terpengaruh oleh tawa dua temannya. "Dan namamu ada di urutan paling atas, Arka."

Arka membusungkan dadanya sedikit, tersenyum bangga sambil menunjuk lencana di seragamnya. "Aah, bener juga. Sekarang kan aku kaptennya muehehehe."

Pipi mencomot camilan mirip keripik dari piringnya. "Ngomong-ngomong, Reng, kenapa kamu tiba-tiba ngelamar kerja di GPS? Bukannya dulu kamu ikut kerja di perusahaan tambang pamanmu di sistem Kepler?"

"Nggak enak kerja sama saudara sendiri," jawab Null. "Jadi aku resign. Niatnya mau nganggur dan istirahat santai."

Arka mengangkat alisnya. "Terus kenapa malah nyasar ke sini?"

Pusaran materi gelap Null beriak pelan, seolah sedang menghela napas lelah. "Belum lama resign, aku sudah diomelin habis-habisan setiap hari, disuruh cari kerja lagi sama mamaku."

Mendengar itu, Arka nyaris menyemburkan minumannya. "Lagian umur segini bisa-bisanya kamu main resign tanpa rencana!"

"Iya, lagian mana ada sih kerja yang enak?" timpal Pipi sambil mengunyah keras-keras.

"Yee, namanya juga nyari peruntungan..." gumam Null membela diri.

Percakapan hangat tiga teman masa kecil itu tiba-tiba terpotong oleh suara dengungan keras dari arah depan kantin.

NGIIIIIING!

Suara feedback mikrofon yang memekakkan telinga itu membuat seluruh aktivitas di kantin berhenti seketika.

Di atas panggung kecil di sebelah meja bartender, berdirilah YUI. Robot bergaun gotik itu memegang sebuah mikrofon dengan gaya angkuh, sebelah kakinya menginjak monitor pengeras suara.

"Tes tes. Udah dengar kan suaraku, wahai makhluk-makhluk fana yang menjijikkan?" sapa YUI santai, sambil meniup gelembung permen karetnya sampai meletus.

Semua orang langsung terdiam. Bahkan dua alien yang sedari tadi saling jambak karena berebut lauk ikut berhenti dan menoleh ke arah panggung. Arka, Pipi, dan Null pun ikut mengalihkan perhatian.

YUI memutar mikrofon di tangannya. "Baiklah, untuk merayakan hari pertama kita kerja..."

Seluruh kru di ruangan itu menahan napas. Hening menunggu kelanjutan kalimat sang AI kapal.

"...MARI BERPESTA!!!!!" teriak YUI dengan kekuatan speaker maksimal.

Lampu kantin seketika meredup, berganti menjadi sorotan warna-warni. Musik bertempo tinggi langsung menggelegar dari speaker sudut ruangan.

​"WOOOOOOO!"

​Satu sorakan keras di pojok ruangan langsung menyulut seisi kantin. Dalam hitungan detik, seluruh kru larut dalam pesta malam pertama mereka.

Arka yang awalnya menjaga wibawa, akhirnya terseret suasana. Ia berdiri di atas meja sambil menyanyikan lagu Pop Bumi tahun 2020, ditemani selusin robot drone kebersihan kecil yang melayang mengelilinginya sambil menembakkan laser warna-warni layaknya penari latar.

Tak mau kalah, saat Arka selesai YUI mengambil alih panggung dan menyanyikan lagu death metal hardcore dengan suara distorsi mekanis yang sangat memekakkan telinga. Lyra si pilot berlengan enam langsung menutup telinganya rapat-rapat sambil mengomel panjang pendek, sementara Pipi justru ikut headbanging heboh di depan panggung.

Di meja bar, Brakkor si raksasa merah terus menuangkan minuman keras fermentasi Arcturus ke dalam gelas Null. Akibat terlalu banyak minum alkohol alien, Null benar-benar mabuk berat. Medan gravitasi di sekitar tubuhnya mulai kacau.Kursi, sendok, piring, bahkan beberapa alien bertubuh kecil perlahan ikut mengorbit di sekelilingnya.

Kekacauan memuncak ketika Pipi yang juga sudah kelebihan kadar gula dan kafein mulai mengajak meja-meja bertarung. Enam anak buah Pipi dari divisi keamanan sampai harus turun tangan. Mereka bertumpuk mencoba menahan tubuh mungil Pipi dari belakang, terseret-seret di lantai karena tenaga kapten mereka yang tidak masuk akal itu terus memaksa maju untuk menghancurkan mesin pembuat minuman. Malam itu, GPS Andromeda dipenuhi tawa lepas, lagu, dan tingkah aneh kru lintas ras.

Malam semakin larut. Kantin yang tadi riuh perlahan mulai lengang. Kru biologis yang sudah kelelahan dan mabuk mulai kembali ke kabin masing-masing dengan jalan terhuyung, sementara beberapa ras nokturnal justru baru datang untuk memulai giliran kerjanya. Robot-robot kebersihan tanpa suara mulai mengelilingi ruangan, memungut piring dan membersihkan tumpahan minuman satu per satu.

***

Jam tujuh pagi waktu standar Bumi.

Di dalam kabin khusus kapten yang luas dan kedap suara, Arka masih terlelap pulas. Dengkurannya terdengar pelan berpadu dengan suara mesin kapal.

Namun, dalam tidurnya, Arka merasa tidak enak. Alam bawah sadarnya menangkap sebuah hawa dingin. Ada perasaan tidak nyaman, seolah ada sepasang mata yang sedang menatapnya dari jarak yang sangat dekat.

Napas Arka tertahan. Ia perlahan membuka kelopak matanya di tengah ruangan yang remang-remang.

Tepat lima sentimeter di depan wajahnya, sepasang mata mekanik berwarna ungu menyala terang dalam gelap. Wajah pucat berbahan sintetis itu memiringkan kepalanya dengan senyum menyeringai lebar yang sangat tidak wajar.

​"WUAAAAAAAAAAAAGH!"

​Arka menjerit spontan, meronta mundur sampai punggungnya menabrak kepala tempat tidur. Napasnya memburu, keringat dingin seketika membasahi dahi.

​Sosok menyeramkan itu perlahan menegakkan tubuhnya kembali. YUI berkacak pinggang dengan ekspresi santai.

​"Ahahahahahaha! Suaramu persis cewek kejepit pintu," tawa YUI mengejek, suaranya terdengar seperti denting logam yang menyebalkan.

​Arka mengelus dadanya yang masih berdegup kencang. Wajahnya pucat pasi.

"YUI! Kenapa kau membangunkanku dengan cara seperti itu?!" bentak Arka dengan suara bergetar. "Dan tunggu... bagaimana caramu masuk ke kamarku? Pintu ini sudah kukunci dari dalam pakai sistem biometrik!"

YUI memutar matanya bosan. Ia berjalan santai mengelilingi kamar Arka sambil menyentuh barang-barang pajangan di sana. "Tidak ada satu pun ruangan, lorong, atau pintu di kapal ini yang tidak bisa aku akses, Bos."

Arka menepuk jidatnya keras-keras. "Haaaa... aku lupa kalau kau adalah kapal ini itu sendiri. Sistemmu ada di setiap dindingnya."

Arka mengusap wajahnya yang masih berkeringat dingin, lalu menunjuk ke arah pintu keluar. "Ya sudah, pergi sana! Aku mau mandi. Tolong berikan pengumuman intercom ke seluruh kepala divisi, kita ada briefing operasi di ruang rapat jam delapan tepat."

"Siap, Bos Penakut," YUI memberi hormat ala kadarnya, lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar, meninggalkan Arka yang masih menggerutu meratapi nasib paginya.

Satu jam kemudian, di Ruang Rapat Strategi.

Meja bundar hologram menyala di tengah ruangan. Enam kursi telah terisi penuh. Di sinilah budaya kerja perusahaan Galactic Parcel Service yang sesungguhnya mulai terlihat. Tidak ada lagi sisa-sisa pesta mabuk semalam. Begitu masuk jam kerja, semua kru langsung beralih ke mode profesional yang ketat.

Arka duduk di ujung meja, memimpin rapat.

"Mari kita mulai. Laporan status mesin," perintah Arka, menatap Brakkor.

Brakkor menekan layar di mejanya. Sebuah proyeksi mesin berputar di udara. "Reaktor fusi stabil di angka 94 persen setelah lompatan warp semalam. Pendingin cairan nitrogen berada di suhu normal. Tidak ada kebocoran plasma. Kapal dalam kondisi prima untuk bermanuver di atmosfer tebal."

Arka mengangguk puas. "Laporan operasi dan cuaca."

Eiden berdiri, menggeser proyeksi Brakkor dan menggantinya dengan gambar sebuah planet berwarna hijau gelap yang dikelilingi awan abu-abu tebal.

"Tujuan pertama kita sudah ada di depan mata, Kapten. Sistem Orion-9. Cuaca saat ini di permukaan menunjukkan adanya badai elektrostatis tingkat sedang. Namun, titik antar paket kita ada di daratan utara yang sedikit lebih tenang dari badai, meski suhunya cukup ekstrem."

Lyra ikut menyahut tanpa melihat ke arah Arka, tangannya sibuk memutar tuas hologram kecil. "Koordinat pendaratan sudah saya kunci. Kapal kargo utama ini terlalu besar untuk mendarat langsung ke daratan. Saya akan memarkirkan kapal di lapisan stratosfer agar hemat bahan bakar, sementara pengiriman akan dilakukan menggunakan drop-ship kecil ke permukaan."

"Bagus," puji Arka. Ia menoleh ke arah Null. "Manifest barang."

Null menekan tombol pelan. "Data tercatat. Hanya ada satu paket prioritas VIP untuk planet ini. Labelnya sangat ketat: Pecah belah, hindari guncangan, dan wajib diserahkan langsung ke tangan penerima."

Arka menyandarkan tubuhnya, mencoba memproses semua laporan yang sangat rapi dan sistematis itu. "Apa tadi nama planetnya?"

YUI, yang sejak tadi bersandar malas sambil memutar-mutar kabel rambutnya, menyeletuk santai.

​"Planet Gun' Mar," gumam YUI dengan senyum tipis. "Delapan puluh persen permukaannya cuma isi karnivora raksasa yang kelaparan. Selamat menikmati hari kematian kalian di bawah sana, hehehehe..."

​Robot gotik itu mengerling jahil ke arah Null, sebab divisi kargolah yang wajib turun mengantar barang ke pintu rumah pelanggan.

Arka memutar bola matanya mendengar provokasi asisten gotiknya itu.

"Oke, kalau begitu kita ikuti prosedur. Lyra, parkir kapal ini di atmosfer atas," perintah Arka mengambil keputusan. Ia lalu menatap peta hologram rumah pelanggan yang berdiri terisolasi sendirian di tengah hutan daratan utara planet tersebut.

"Karena rumah pemilik paket ada di daratan yang jarang penduduknya dan planet ini rawan hewan buas, pengiriman tidak bisa dilakukan oleh kurir biasa sendirian," putus Arka. "Pipi, kau temani kurir dari divisi kargo turun ke planet. Biar Kepala Keamanan langsung yang mengawal agar paket dan kurirnya aman sampai tujuan."

Pipi langsung berdiri dan memberi hormat dengan semangat menggebu-gebu. "Aye, Kapten!"

"Baiklah, briefing dibubarkan. Semua kembali ke pos masing-masing," ucap Arka.

Saat semua kepala divisi mulai beranjak menuju pintu keluar, Arka memanggil temannya itu. "Pipi?"

Pipi menoleh. "Ya?"

Arka menatap mata merah muda gadis Grovax itu lekat-lekat. "Lindungi kurirnya yang bener. Jangan malah kau yang menghancurkan rumah pelanggannya."

Pipi hanya tersenyum lebar memamerkan gigi taringnya sambil memberikan acungan jempol mantap dengan wajah tanpa dosa.

Dua puluh menit kemudian, di Dek Palka Bawah.

​Sistem hidrolik berdesis keras saat pintu raksasa di lambung Andromeda terbuka. Angin dari stratosfer Gun' Mar langsung menerobos masuk, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Awan abu-abu bergulung-gulung tebal di bawah mereka.

Sebuah drop-ship pengangkut berbentuk kapsul aerodinamis telah bersiap di landasan pacu pelontar. Di dalam kokpit pesawat kecil itu, Pipi duduk di kursi depan mengendalikan kemudi, ditemani satu anak buahnya yang berbadan tegap memegang senjata laras panjang. Di kursi belakang, duduk seorang kurir dari divisi kargo, mendekap erat sebuah kotak paket berlogo VIP di dadanya dengan raut wajah pucat pasi.

"Izin meluncur, Kapten," lapor Pipi melalui saluran radio.

Di kokpit utama, Arka melihat rekaman peluncuran dari layarnya. "Izin diberikan. Hati-hati di bawah sana."

"Siap pegangan semuanya! Kita nyelam sekarang!" teriak Pipi kegirangan di dalam drop-ship.

Klem penahan mekanis terlepas dengan dentangan keras. Drop-ship itu meluncur jatuh meninggalkan lambung Andromeda. Mesin pendorong belakangnya meletup terang, membelah lautan awan abu-abu menuju daratan liar Planet Gun' Mar di bawah sana.

1
Feburizu
Mirip Guardian galaksi ya
helena (Hiatus 12/8/26- idk)
ilustrasinya remind me film the guardians of the galaxy 😍
Sarah
Lyra ini yang muncul di bab berapa yah Thor? Hehehe aku lupa. Soalnya tokoh cerita ini emang banyak banget. 😅😆
Maya: Bab 3 & 14, Lyra itu pilot yang tangannya ada 6 😁
total 1 replies
Sarah
Iyeyyyy lanjut!
Eka
wkwkkw🤣
Eka
pasti di suri nyari putri itu
Eka
apakah ini villain pertama?
MayAyunda
mampir kak
Eka
apa itu berarti bu Maya lebih kuat dari pipi? secara dia kan authornya 👀b🤣
Eka
wkwkkw
Eka
bagus sih ini
Eka
tapi kasian GK sih? nanti suaminya pasti kan berpulang duluan kalo kek gitu🥲
Eka
yak authornya nongol
Eka
maksa banget namanya Thor? 🤣
Eka
Hajar mbak zer!! 🤭
Eka
ini yui tuh robot kan ya? apa settingannya emang gitu?
Eka
Author sering sekali pake Kyaaaaa kenapa Thor ? 🤣
Eka
ternyata di masa depan kita tidak financial freedom ya 🤣
Eka
alasan pembully emang always klasik
Eka
pijat apa ne 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!