NovelToon NovelToon
The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: SweetMoon2025

​"Bagaimana setangkai mawar membalas dendam saat kelopaknya ditarik habis?"

​Dicap kutukan karena berambut red wine dan bermata storm silver, Annaline diusir dan kamarnya dibakar oleh keluarga kandungnya. Namun, pelarian ke Imperium Aethelgard justru membangkitkan rahasia darah 400 tahun lalu: Thread Magic, sang Sihir Benang Takdir.

​Bersama prajurit misterius bermata perak yang menyimpan otoritas tertinggi, Annaline mulai merajut jaring perang dan bisnis lewat butik barunya.

​Siapakah pria itu sebenarnya? Dan rahasia kelam apa yang akan terkoyak saat sang putri terbuang mulai menarik benang kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SweetMoon2025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Ksatria Bayangan

​"Jangan keluar, Nona! Tetaplah berada di belakang bersama Marry dan jangan membuat suara sedikit pun!"

​Suara Paman Paul terdengar berat dan penuh penekanan di tengah riuh rendah deru angin malam. Perintah itu memotong napas Annaline yang sempat tertahan. Melalui celah kain penutup pedati yang koyak ditiup angin, ia bisa melihat punggung lebar Paman Paul yang basah kuyup. Pria paruh baya yang selama ini ia kenal sebagai kusir pedati tua dan tukang kebun yang lamban, kini berdiri tegak memegang tali kekang dengan ketenangan yang tidak wajar.

​Di luar sana, tawa bar-bar para bandit semakin nyaring menggema di tengah malam, bersahutan dengan denting rantai besi yang mereka seret di atas tanah berlumpur di bawah hujan malam ini.

​"Hei, Pak Tua! Serahkan semua barang berharga di dalam sana atau kepalamu itu yang akan menggelinding lebih dulu!" teriak pria kekar berwajah penuh codet yang tampaknya ia pemimpin kelompok itu. Golok besarnya yang berkilau diterpa kilat diacungkan tepat ke arah dada Paman Paul.

​Bibi Marry mendekap tubuh Annaline semakin erat di sudut pedati yang gelap. Tubuh wanita tua itu bergetar, namun sepasang matanya tidak memancarkan ketakutan melainkan kecemasan yang mendalam pada keselamatan Annaline.

​"Nona, pegang kotak itu baik-baik," bisik Bibi Marry pelan, hampir tak terdengar di antara gemuruh petir. "Jangan biarkan mereka menyentuhnya."

"Iya, Bibi," bisiknya sangat pelan.

​Annaline mengangguk kaku, kedua tangannya mendekap erat kotak kayu berisi jarum emas peninggalan Mama Rosa di dadanya. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga telinganya mulai berdengung. Di luar, badai seolah menjadi latar musik bagi malaikat maut yang siap menjemput mereka. Baru beberapa jam lalu dia diusir oleh keluarganya, apakah sekarang dia harus mati mengenaskan di tangan para bandit perbatasan? Apakah tidak ada secercah harapan untuk dia sekali saja bisa hidup layak dan bahagia?

​"Aku tidak punya barang berharga, Tuan-tuan," jawab Paman Paul dari kursi kusir. Suaranya terdengar sangat tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang sedang dikepung belasan pria bersenjata tajam. "Hanya ada beberapa potong baju bekas dan seorang gadis yatim piatu di dalam. Biarkan kami lewat."

​"Hahaha! Gadis? Kalian dengar ada anak ayam manis di dalam!" Pemimpin bandit itu melangkah maju, sepatunya mencipratkan lumpur hitam. "Kalau begitu, serahkan gadis itu pada kami untuk menghangatkan malam yang dingin ini, baru kau boleh lewat!"

​Mendengar kalimat menjijikkan itu, darah Annaline berdesir dingin. Rasa takutnya mendadak menguap, digantikan oleh jepitan rasa muak yang bercampur amarah. Namun, belum sempat dia berpikir untuk membela diri, sebaris kalimat dingin keluar dari mulut Paman Paul.

​"Kalau begitu, negosiasi kita selesai."

​Annaline mengintip dari celah kain. Apa yang terjadi berikutnya membuat mata storm silver-nya terbelalak lebar seolah tidak percaya dengan apa yang sedang disaksikannya.

​Paman Paul perlahan turun dari kursi kusir, ia tidak mengambil sebilah belati kecil atau tongkat kayu usang tapi dari balik jubah kusirnya yang tebal dan kumal, tangan kanannya mencengkeram sebuah hulu pedang besar yang selama ini tersembunyi dengan sangat rapi di bawah kursi pedati.

​SREKKK!

​Saat bilah pedang itu ditarik keluar dari sarungnya, sebuah keajaiban yang mengerikan tercipta. Pedang itu berukuran hampir selebar telapak tangan orang dewasa, namun yang membuat Annaline tersentak adalah energi yang meluap dari senjata tersebut. Udara di sekitar pedati mendadak terasa berat dan mencekik. Perlahan, seulas cahaya pekat berwarna hitam keunguan mulai merambat naik, menyelimuti seluruh bilah pedang dan perlahan naik membungkus lengan hingga pundak Paman Paul.

​Itu jelas bukan sekadar energi biasa, tetapi sebuah Mana Armor alias sebuah manifestasi sihir tingkat tinggi yang hanya bisa dilakukan oleh seorang petarung kelas atas yang sudah tidak ada di wilayah Volcalia.

​"Si-Sihir Hitam?! Dia seorang penyihir hitam?!" teriak salah satu bandit di barisan belakang dengan suara melengking panik.

​"Sialan! Serang dia bersama-sama! Jangan biarkan dia melepaskan energinya! Dia harus musnah di wilayah ini!" perintah sang pemimpin bandit yang mulai menyadari bahwa mereka telah salah memilih mangsa.

​Belasan bandit itu merangsek maju secara serentak, mengangkat golok dan merentangkan rantai besi mereka demi mengunci pergerakan Paman Paul. Namun, gerakan Paman Paul jauh dari kata lamban, pria paruh baya itu bergerak layaknya secepat kilat yang baru saja membelah langit.

​SWING! BOOM! SRENG!

​Satu tebasan horizontal dari pedang besarnya menciptakan gelombang angin berenergi hitam yang menghantam tanah berlumpur, menciptakan ledakan tekanan udara yang dahsyat. Tiga bandit di barisan depan langsung terpental belasan meter, menghantam batang pohon ek hingga terdengar suara tulang yang patah.

​Annaline membeku di tempatnya dengan tangan menutup mulutnya rapat-rapat. Jantungnya berpacu liar menyaksikan pembantaian sepihak itu. Kini, Paman Paul berputar di antara rintik hujan, pedang besarnya yang diselimuti aura magis hitam bergerak dengan presisi yang mematikan namun terlihat sangat kuat seperti sebuah tarian kematian. Setiap tebasan tidak pernah meleset, setiap hantaman armor sihirnya melumpuhkan musuh dalam sekali serang. Paman Paul-nya bukanlah seorang kusir atau pelayan biasa, ia memiliki kekuatan murni dan kekuatan bertarung seperti ini hanya dimiliki oleh satu kasta di benua ini.

​Seorang Grandmaster Knight sebutan untuk seorang ksatria tingkat tertinggi yang biasanya memimpin ribuan pasukan di medan perang kekaisaran.

​Hanya dalam hitungan menit, badai malam itu kembali sunyi dari suara tawa bar-bar. Belasan bandit itu kini terkapar di atas tanah berlumpur, mengerang kesakitan dengan senjata-senjata mereka yang telah hancur berkeping-keping akibat hantaman energi hitam Paul. Sang pemimpin bandit yang lengannya patah merangkak mundur dengan wajah pucat pasi bagai mayat, menatap Paul seolah melihat iblis pencabut nyawa.

​"Am-Ampun, Tuan Penyihir ... ampun ...." ratap sang pemimpin bandit dengan tubuh gemetar hebat.

"Jangan sebut aku penyihir, BAJINGAN!" geramnya.

"Iya ampun. Ma-maaf!"

​Paman Paul tidak membunuhnya, tapi hanya berdiri tegak di bawah guyuran hujan, menurunkan pedang besarnya hingga ujung bilahnya menancap di tanah. Aura hitam yang menyelimuti tubuhnya perlahan memudar, kembali masuk ke dalam bilah pedang seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Ia menghela napas panjang, lalu berbalik menatap ke arah pedati.

Saat Paman Paul hendak melangkah kembali ke kursi kusir, tatapan mata tajamnya tidak sengaja beradu langsung dengan mata storm silver Annaline yang mengintip dari celah kain, membuat pria tua itu membeku sesaat sebelum berbisik lirih pada dirinya sendiri, "Maafkan saya, Nona Anna. Rahasia ini terpaksa saya bongkar lebih cepat dari rencana mendiang nenek Anda."

Anna hanya bisa menatap dengan wajah kebingungan. Bagaimana bisa seorang Grandmaster Knight menyamar menjadi seorang pekerja rendahan di rumah Duke Virelle selama belasan tahun?

1
Anne Soraya
lanjut
Razi Maulidi
awal bab yang indah kk.... ceritanya bikin sedih di awalnya.... semangat....
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih kak 🫶🤗
total 1 replies
WidBy
Lanjut kak 🤭
Mutiara
Kok belum up lagi?
Mutiara
5 bab Thor? keren bnget. besok 5 bab LG kan? 🤭
WidBy
lanjut thor
한스 HANSEN (HiAtus SEmeNtara)
aku hadir mom!
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Yes, dear. Thankyouuu 🫶🫶🫶
total 1 replies
Vhin Ananta
Sweet yang nggak Sweet karena bikkn mewek 🫣..
lanjut yaaaaa
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih Kak Vhin 😘😘😘
total 1 replies
Mutiara
makin seru ni. keren la pokknya. jadi cermin itu apa y?
WidBy
Aetan mulai tertarik ke Ana ya? 🤭
Cutiepie18
Di bab awal udah sedih banget ya, di tambah di akhir makin kena fitnah, pasti ini cewek kuat banget ngadepin semua itu, dan pas waktu perkataan itu, gue penasaran, siapasih tunangan yang di rebut itu. emgnya dia pantas direbutkan?... lanjuuut...😍
Cutiepie18: sama2 kakak, 😍😍😍... keren bgt novel novel kakk👍
total 2 replies
Mutiara
Aku mau saputangana 😍
Mutiara
wih paman Paul keren banget Weh. ternyata ya ternyata 👍🤭
WidBy
rumah siapa y? ayo bangkit An, tunjukkan k keluarga Virelle
Asley Naynay
makin penasarn rumah siapa yg di tempati? semoga aja mary sm paul g jahat
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Rumah siapa ya hmmm ikuti terus ya, Kak 😆🫶
total 1 replies
Asley Naynay
Nyonya Rosa 😭🫶🏼 bikn trharu
Asley Naynay
siapa yang sangka ternyata Paman Paul 😱👍💪
Mutiara
sialan. apes banget jadi Analin. lawan ayo lawan
Mutiara
anjg di usir. pdhl anak kandung. woilah
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Sabar, Kak sabar 😆🫶
total 1 replies
Mutiara
bab satunya seru. kasian banget analin y. jahat keluarganya
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Iya ya, Kak 🥲 baca terus bab seru lainnya ya 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!