NovelToon NovelToon
Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: momon Joy

Di Benua Tianyu, kekuatan adalah segalanya.

Para kultivator menghabiskan seluruh hidup mereka untuk bermeditasi, berburu harta surgawi, dan mengejar puncak Dao.

Keluarga-keluarga besar berlomba melahirkan jenius.
Sekte-sekte kuat mencari murid berbakat.

Namun di tengah dunia yang memuja kekuatan itu, lahirlah seorang anak yang cukup aneh.

Namanya Feng Bai hu
Anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Fang, keluarga kalangan menengah ,
Ketiga kakaknya dikenal sebagai jenius yang rajin berkultivasi dan menjadi kebanggaan keluarga.

Sedangkan Feng Bai hu terkenal karena satu hal:

Malas.
Ia sering kabur dari sesi latihan.
Tidur saat kelas kultivasi.
Menghilang ketika guru mengajarkan teknik baru.
Bahkan pelayan keluarga lebih sering melihatnya di pasar daripada di ruang latihan.

Namun yang membuat semua orang kesal adalah kenyataan bahwa meskipun malas, kultivasinya selalu mampu menyamai bahkan melampaui para jenius seusianya.
ayo ,, ikuti keseuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momon Joy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Keuntungan Pertama

Setelah berjalan dan berkeliling pasar cukup lama

Bai hu yang menyadari Waktu sudah Menjelang sore memutuskan untuk kembali ,,

"Niu ,, aku pulang dulu , kita lanjutkan besok saja , " ucap Bai Hu pada Tie Niu

"Baiklah ,, lagipula aku juga sudah sangat lelah dan lapar " ucap Tie Niu penuh keluhan

Bai Hu Cengengesan mendengar itu ,, bagaimanapun dia juga lapar tapi dia sangat sayang bila harus membelanjakan batu roh yang dia miliki ,,

setelah memutuskan pulang , Bai Hu berjalan cepat untuk kembali,

tepat saat ia melewati halaman bekalang keluarga untuk menuju ke rumah ia tidak menemukan siapapun disana ,,

" Aneh sekali , Tidak biasanya disini sepi tidak ada orang sama sekali" ucap Bai Hu sembari berjalan dan mengamati sekelilingnya ,,

Saat sampai dirumah , Ia hanya menemukan ibunya di ruang tengah sedang duduk bersama dengan kakak perempuannya,

Ibu , kakak ling Yue ,aku pulang ,

"hehehe ,, kau terlihat lelah sekali " ucap Ling yue

"Kemari nak " ucap Liu Mei Lan (ibu Feng Bai Hu)

"Kakak, ibu , bisa tunggu dulu , aku sangat lapar jadi pertama aku akan kedapur dan makan " Ucap Bai Hu dengan menunjukan raut wajah tidak berdosa dan tanpa menunggu jawaban ia pergi begitu saja

Ling yue dan Liu Mei Lan hanya dapat tersenyum Melihat tingkah konyol Bai Hu, dan anehnya setelah menunggu sekian lama , Bai Hu tidak kembali untuk menemui mereka sama sekali , melainkan tertidur pulas setelah kekenyangan makan,,

Dua hari berlalu begitu saja sejak Feng Bai Hu membantu Tie Shan menganalisis harga logam.

Selama dua hari itu, Bai Hu hampir setiap pagi pergi ke Pasar Timur.

Dan tentu saja tidak pernah berlatih kultivasi seperti yang diharapkan para tetua keluarga.

Ia hanya berjalan-jalan,

Melihat

Mendengar.

Mengamati.

Mencatat semua perkembangan harga di pasar

Bahkan para pedagang mulai terbiasa melihat sosok bocah gendut yang berjalan dari satu kios ke kios lain,,

Awalnya mereka menganggap Bai Hu hanya anak kecil yang penasaran.

Namun setelah beberapa hari, Mereka mulai menyadari sesuatu, Bocah itu selalu menayakan harga tanpa membeli apapun,

Bahkan perubahan satu atau dua koin tembaga tidak luput dari perhatiannya.

Hari ini si salah satu sudut pasar.

Seorang pedagang tua sedang menjual Buah Roh Hijau.

Buah spiritual tingkat rendah yang biasa dikonsumsi untuk membantu kultivator Penempaan Tubuh memulihkan Energinya.

Jumlahnya cukup banyak.

Namun tidak ada yang membeli.

"Paman."

panggil Bai Hu.

Pedagang tua itu menoleh.

"Oh, bocah gendut Feng."

Beberapa pedagang sudah mengenalnya.

Bukan karena statusnya sebagai jenius keluarga Feng.

Melainkan karna Bai Hu selalu terlihat berkeliling di pasar

"Paman ,Kenapa buah ini belum laku?"

Mendengar pertanyaan Bai hu ,pedagang tua menghela napas.

"Hasil panen terlalu banyak, Harga jadi turun."

Bai Hu mengambil satu buah.

Kualitasnya cukup baik.

"Paman,kenapa tidak dijual ke kota lain?"

Pedagang tua tertawa.

"Kau pikir biaya perjalanan murah?"

"Kalau dibawa ke kota lain, keuntungannya habis hanya untuk biaya pengiriman."

Bai Hu mengangguk pelan.

Kemudian matanya mulai berbinar.

Ia melihat peluang besar,

Peluang yang sangat menarik.

"Paman.aku akan membeli semuanya ,, berapa harganya? "

Pedagang tua terdiam.

Kemudian tertawa keras.

"Hahaha!,Kau?"

"hahahahaa, Kau bahkan belum setinggi meja dagangku."

Bai Hu tidak tersinggung.

"Aku serius Paman."

Pedagang tua berhenti tertawa dan mulai memperhatikannya.

"apa kau punya uang?" ucap pedagang penuh tanya

Bai Hu mengangguk dan mengeluarkan kantong kecil.

Di dalamnya terdapat sepuluh batu roh.

Mata pedagang itu langsung membesar.

Bagi anak tujuh tahun.

Jumlah itu sudah sangat banyak.

"Hm..."

Pedagang tua mulai berpikir.

"baiklah 2 batu roh tingkat rendah dan 15 koin perak "

Bai Hu terdiam ,, Harga itu yang jauh lebih murah dibanding harga pasar normal.

Senyum Bai Hu langsung melebar.

"Sepakatt" ucap Bai Hu penuh semangat

Kesepakatan tercapai.

Beberapa saat kemudian.

Tie Niu yang sedang membantu ayahnya mengangkat logam melihat Bai Hu datang dengan wajah Penuh Senyuman berjalan sambil menarik gerobak

Tie Niu langsung kebingungan.

"Hey Bai Hu , apa yang kau bawa?" ucapnya penuh tanya

"Dagangan." jawab Bai hu

Tie Niu mendekat dan membuka penutup gerobak

"Hah bukankah itu buah roh hijau?" Ucap Tie Niu penuh tanya

"Buah yang akan menjadi keuntungan." Bai hu menambahkan

Tie Niu semakin bingung.

"Hah,, apa yang kau bicarakan ,, setahuku harga sedang turun karna barang terlalu melimpah,"

"hehehehe , nanti kau akan tau , jangan banyak tanya" ucap Bai Hu di sertai tawa khasnya

Tie Niu tidak terkejut ia sudah terbiasa dengan tingkah sahabatnya.

"Lalu apa rencanamu?"

Bai Hu tersenyum misterius.

"Kita akan menjualnya,Di tempat yang lebih menguntungkan." Jawab Bai hu

Sore hari.

Gerbang Pegunungan Seribu Binatang.

Setiap hari banyak pemburu dan kultivator memasuki pegunungan.

Sebagian besar berada di Alam Penempaan Tubuh.

Karena itulah mereka membutuhkan makanan yang mampu memulihkan Energinya.

Dan Buah Roh Hijau termasuk pilihan murah yang cukup populer.

Namun ada satu masalah.

Di sekitar gerbang pegunungan.

Tidak ada yang menjualnya.

Setelah sampai Bai Hu langsung memasang meja kecil tepat di samping gerbang.

Kemudian menata buah-buah tersebut.

Tie Niu memandangnya dengan heran.

"Kau benar-benar ingin berjualan di sini?"

"Tentu saja." Jawab Bai hu penuh percaya diri

Bai Hu menunjuk para pemburu yang keluar masuk gerbang.

"mereka malas pergi ke pasar, selain karna cukup jauh ,Orang malas pasti mau membayar sedikit lebih mahal." ucap Bai Hu penuh keyakinan

Tie Niu terdiam.

Ia merasa logika itu masuk akal.

Namun juga terasa aneh.

Tidak lama kemudian terlihat rombongan kultivator muda melihat lapak dagangan Bai Hu , "Hm?Buah Roh Hijau?"

Ia melihat harga yang dipasang Bai Hu.

Sedikit lebih mahal dibanding harga pasar.

Namun masih cukup wajar.

Beberapa Kultivator itu langsung membeli beberapa buah.

Beberapa menit kemudian.

Pembeli kedua datang.

Lalu pembeli ketiga.

Kemudian pembeli keempat.

Semakin lama.

Semakin ramai.

Saat matahari mulai terbenam.

Lebih dari separuh dagangan telah habis hanya tersisa beberapa buah saja ,,

Tie Niu menatap tumpukan koin dan batu roh kecil di atas meja,matanya membelalak.

"Kita benar-benar untung."

Bai Hu tersenyum puas.

"Tentu saja."

Berbisnis bukan hanya soal membeli murah dan menjual mahal.

Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan manusia.Dan Bai Hu cukup memahami hal itu.

Mereka Lekas berbenah dan berjalan pulang,,

Malam hari.

Di kediaman keluarga Feng.

Bai Hu duduk di kamarnya.

Di depannya terdapat tumpukan uang hasil penjualan hari ini.

Ia menghitung dengan sangat serius.

Satu kali.

Dua kali.

Tiga kali.

setelah yakin jumlahnya benar.

Ia tersenyum lebar.

Keuntungan bersih

Satu batu roh dan tiga puluh koin perak.

Diluar dari modal yang dia keluarkan,,

Itu adalah pencapaian luar biasa bagi Bai Hu.

Bahkan beberapa pedagang dewasa tidak mampu memperoleh keuntungan sebesar itu dalam sehari.

Bai Hu berbaring di tempat tidur.

Menatap langit-langit kamar.

Perasaannya sangat nyaman.

Jauh lebih nyaman dibanding bermeditasi.

Tiba-tiba terdengar suara dari luar.

"Bai Hu."

Suara Feng Ling Yue.

Bai Hu segera menuju pintu dan membuka pintu.

Kakak ketiganya berdiri sambil membawa sepiring kue.

"Kau belum makan malam kan."

kata Ling Yue lembut.

Bai Hu tersenyum.

"hehehehe, Kakak Ketiga memang yang terbaik."

Ling Yue mengusap kepala adiknya.

"Aku dengar kau berjualan lagi , apa benar?."

"Iya benar."jawab Bai hu

"Bagaimana hasilnya?"Tanya Ling Yue kembali

Bai Hu langsung menunjukkan kantong uangnya.

Ling Yue tertawa kecil.

"Kau benar-benar bahagia karena uang."

Bai Hu Tertawa

"Hehehehe"

Bai Hu melanjutkan

"Kak Ling yue ,,"Orang berlatih keras, untuk menjadi kuat,Tapi jika aku bisa menjadi kuat sekaligus menghasilkan uang,Bukankah itu lebih baik?"

Ling Yue terdiam.

Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Perkataan Bai Hu cukup masuk akal.

Setelah beberapa saat.

Ia hanya tersenyum.

"Asalkan kau tidak melakukan hal buruk."

Bai Hu langsung mengangguk.

"Tentu,Aku tidak akan menipu orang miskin."

"Aku tidak akan merampok orang miskin"

"Aku tidak akan melakukan kejahatan."

"Lalu?" tanya Ling yue karna menyadari ada keanehan

"Aku hanya akan membuat orang kaya membayar lebih banyak." ucap Bai hu dengan Lantang

"..."

Ling Yue akhirnya tertawa terbahak-bahak

Suara tawanya terdengar merdu di halaman yang sunyi , ia sangat menyukai tingkah adik bungsunya,,

Bai Hu ikut tersenyum.

ia mencintai uang.Mungkin ia selalu menghitung untung rugi.

Namun ada beberapa hal yang tidak pernah ia masukkan ke dalam hitungan.

Salah satunya adalah keluarganya.

Esok hari , Saat Bai Hu kembali menuju Pasar Timur.

Beberapa pedagang mulai memanggilnya.

"Hai bocah Feng!"

"Bagaimana jualanmu kemarin?"

"Kudengar daganganmu habis."

Bai Hu tersenyum.

Kabar memang menyebar sangat cepat di pasar.

Namun ia tidak terlalu peduli.

Karena perhatiannya kini tertuju pada sesuatu yang lain lapak seorang pedagang asing,,

Di atas meja lapaknya terdapat beberapa tanaman spiritual yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Senyum khas Feng Bai Hu muncul kembali saat ia memikirkan keuntungan yang akan di dapatkan ,

Bersambung....

1
REY ASMODEUS
atau jadi tetua agung? 🤣🤣🤣🤣
omes
kocak novel yang sangat mengocakan 🤣🤣🤣
makasih sudah buat novel fantasi timur komedi gw harap lanjut
Gege
coba MC belajar alkemis kan bisa tuh Thor.. jadi kuat jadi hebat bisa kayah rayah dan engga mati muda...🤣
Joy: bisa juga itu,, terimakasi untuk masukanya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!