NovelToon NovelToon
Ranjang Terlarang Suami Sahabatku

Ranjang Terlarang Suami Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Cerita Ini bersifat fiktif belaka!

Kais Arfan Syailendra melakukan kesalahan satu malam dengan Anisa Syafa sekertaris nya sekaligus sahabat dari istrinya.

Kais menjerat Anisa dalam hubungan rumit dengan tujuan membongkar pengkhianatan yang di lakukan Marsya istri Kais bersama Bagas tunangan Anisa.

Bagaimana Kais membuat Anisa tetap disisinya dan membongkar rahasia masalalu mereka? ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengulang Kembali (Revisi)

Anisa dengan langkah buru-buru langsung masuk ke dalam ruangan kerja Kais.

"Maaf pak ada yang bisa saya bantu?" Anisa pun langsung melangkah dan berdiri di depan meja kerja Kais.

"Buatkan saya kopi.." jawab Kais tanpa menatap ke arah Anisa.

"Kopi?" Anisa mengulang kata Kais.

Kais yang sedang membuka jas dengan membelakangi Anisa membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Anisa. "Iya, apa ucapan saya kurang jelas?" Anisa menggeleng dan kemudian mengangguk.

Kais melihat ekspresi Anisa mengerutkan keningnya. "Segera saya buatkan pak, saya permisi.." Anisa dengan cepat melangkah menuju pantry dan membuat pesanan Kais.

Beberapa saat menunggu, Anisa kembali ke ruangan Kais dan sembari membawa secangkir kopi panas pesanan Kais.

"Kopinya pak.." Anisa meletakkan cangkir kopi yang dia bawa ke atas meja.

Kais menatap cangkir yang barusan saja Anisa letakkan. Terlihat asap kopi masih terlihat mengepul dari air panas di dalam cangkir. Pandangan Kais beralih ke arah Anisa yang masih berdiri di depan meja kerja nya.

"Tetap di situ Anisa!" suara lantang Kais membuat Anisa tak berkutik.

Anisa menatap ke arah Kais yang beranjak dari tempat duduknya dan melangkah mendekati nya. Mata Anisa mengikuti kemana Kais melangkah. Bukannya menikmati kopi buatannya, Kais malah membiarkan kopi itu diatas mejanya begitu saja.

Kais terlihat berjalan ke arah Anisa semakin dekat dan lalu berhenti di depan Anisa dengan jarak yang begitu dekat. Tanpa Anisa sangka, tiba-tiba saja Kais menarik pinggang ramping Anisa mengikis jarak antar kedua nya.

Mata Anisa melebar dan Kais senang akan ekspresi gadis itu. Dengan cepat Kais mendorong tubuh Anisa sampai menabrak meja kerja Kais.

"Pak, apa yang bapak lakukan !!" Anisa memekik saat Kais mengangkat tubuh ramping itu ke atas meja kerjanya.

Kais mengungkung pergerakan tubuh Anisa. Kedua tangan Kais ada di sisi kanan dan kiri tubuh Anisa. Nafas Anisa tercekat saat merasakan hembusan nafas Kais yang jelas terasa di wajahnya.

"Kamu sudah puas tertawa dengan kekasih mu, hem?" Kais menebak jika Anisa tadi melakukan panggilan dengan kekasihnya.

"Apa maksud bapak?" Anisa bingung dengan pertanyaan Kais. Namun saat Anisa ingin kembali bicara tiba-tiba Kais dengan cepat mengecup bi*ir Anisa dengan sekilas. Mata Anisa melebar saat tiba-tiba Kais mengecup bi*ir nya.

"Bapak apa-apaan sih pak, jangan sembarang cium-cium orang!" dengan wajah kesal Anisa bicara pada Kais.

"Kenapa Hem? Jangankan cium kamu, bahkan kita sudah...

Anisa dengan cepat menutup mulut Kais dan menatap wajah Kais dengan tatapan tajam. Kais yang melihat ekspresi gadis itu hanya bisa mengulum senyum. Sungguh begitu menggemaskan melihat ekspresi Anisa yang terlihat kesal.

Entah sejak kapan Kais merasa terhibur saat melihat wajah panik gadis yang selama ini enggan dia lihat. Bahkan interaksi antara mereka hanya seperlunya. Selama empat tahun ini Kais cuek dengan sekitarnya apalagi berhubungan dengan namanya perempuan.

Kais menggenggam tangan Anisa yang menutupi mulutnya. Kais menyingkirkan tangan halus itu dari mulutnya. "Ingat, jika kamu masih memanggil ku dengan sebutan bapak atau sebutan formal lainnya saat kita hanya berdua, aku tidak akan segan-segan menghukum kamu, mengerti?" dengan iseng Kais mencolek ujung hidung mancung Anisa membuat gadis itu terkejut.

"Tapi kan memang kita atasan dan bawahan. Mana boleh seperti itu. Jangan sampai orang menganggap saya sebagai karyawan yang tidak sopan atau bahkan saya di cap sebagai karyawan yang sedang menggoda bosnya."

"Siapa yang berani berkata seperti itu, kalau ada bilang aku saja. Semuanya biar aku yang urus." Anisa menghela nafas panjang dan kemudian ingin turun dari meja kerja Kais namun secepat kilat Kais menahan nya.

"Mau kemana hem?" Kais kembali menempelkan tubuhnya di tubuh Anisa.

"Jangan seperti pak!" Kais mendengar ucapan Anisa langsung mencondongkan wajahnya mendekat ke wajah Anisa.

Spontan Anisa memundurkan kepalanya. "Aku sudah bilang, jangan panggil aku dengan sebutan itu, mengerti?" dengan suara yang terdengar pelan di telinga Anisa, suara itu membuat tubuh Anisa kaku sekaligus merinding saat merasakan tangan besar Kais merambat naik di balik rok span yang Anisa pakai.

Anisa menghentikan tangan Kais yang sedang beraksi. Kais tersenyum tipis melihat wajah Anisa yang memerah. "Kenapa hem? Nisa, aku merindukanmu Nis, aku bisa gil* Nisa.." Kais berbisik dekat telinga Anisa.

Bulu kuduk Anisa meremang saat mendengar penuturan Kais. "Ini salah, kita harus menghentikan nya!" dengan suara bergetar Anisa mencoba untuk menolak.

"Bahkan kenyataan sudah terlambat Nisa." Anisa menggeleng pelan.

"Tidak, aku tidak mau mengkhianati Marsya dan Bagas lagi.." Anisa dengan suara lirih dan wajah tertunduk merasakan perasaan bersalah pada sahabat dan juga tunangannya mengingat apa yang terjadi beberapa hari lalu.

Kais menyentuh dagu Anisa dan menaikkan wajah gadis itu sampai wajah itu tepat ada di depannya. "Tatap aku Nisa, lihat aku sekarang!" suara yang terdengar penuh penekanan itu membuat Anisa menatap wajah Kais.

Saat itulah Kais kembali menempelkan bib*rnya di bib*r manis yang membuatnya candu kembali bersatu. Sebuah gigitan kecil di bibir Anisa membuat bibir manis itu spontan terbuka dan membuat Kais melancarkan aksinya.

Sedangkan tangan kreatif Kais sudah masuk ke dalam lembah indah yang begitu lembab dan basah. Sebuah des*han terdengar lolos dari mulut Anisa.

"Masss...!!" suara bergetar Anisa membuat Kais tersenyum miring. Lalu kembali melum*t bib*r manis Anisa yang penuh candu itu.

Anisa pun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Kais berhasil melumpuhkan otak waras nya dan kekuatan tubuhnya serasa hilang. Bahkan untuk sekedar memberontak, bahkan Kais membuat Anisa kalah telak kali ini.

Tubuh Anisa sudah terbaring diatas meja kerja Kais yang sudah terlihat berantakan. Siang itu suasana ruangan ber-AC itu terasa begitu panas saat dua orang yang kembali meneguk indahnya hubungan terlarang itu.

Kais begitu tergila-gila dengan perempuan yang kini tergeletak diatas meja kerjanya dengan penampilan yang sudah acak-acakan. Kais benar-benar di buat lupa diri dengan perannya didepan gadis yang membuat hidupnya seperti kembali tertantang.

Rasanya bersama Anisa hidupnya seperti berada di permainan yang menuntut dirinya menang. Kais begitu bersemangat untuk memanjakan kesayangannya di dalam rumah ternyaman milik Anisa yang sudah menjadi rumah barunya itu. Irama dalam ruangan itu begitu terdengar merdu saat dua kesayangan mereka bertemu dan saling meluapkan rasa kelegaan di dalam diri keduanya.

Kais dan Anisa sama-sama terengah saat keduanya menyelesaikan petualangan mereka siang ini. Bahkan tubuh Anisa sudah tak berdaya di atas meja dan dengan telaten Kais merapihkan semuanya tanpa rasa canggung sedikit pun.

Kais perlahan mengangkat tubuh lemas Anisa menuju ke sebuah kamar yang ada tersembunyi di ruangan itu. Kais menyelimuti tubuh Anisa dengan selimut tebal yang tersedia disana. Sebelum meninggalkan Anisa di kamar itu, Kais mengecup kening gadis itu dan kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya.

"Istirahat lah, maaf sudah membuatmu bingung. Tapi aku janji, kamu akan tahu alasan kenapa aku melakukan ini semua. Aku ingin kamu menerimaku sebelum kenyataan kejam itu terungkap." sebuah gumaman Kais ucapkan dengan begitu lirih dengan mengusap lembut rambut panjang Anisa yang lepek karena keringat.

Rasanya semangat Kais kembali lagi setelah beberapa saat bersama Anisa. Kais dengan cepat membersihkan dan merapihkan kekacauan yang dia buat barusan. Mengingat kembali bagaimana dia dan Anisa lakukan sesaat yang lalu, senyum lebar terbit di bibir Kais. Bukan penyesalan yang ada di hati Kais tapi rasa yang semakin besar ingin bersama Anisa.

Bersambung

1
Irma Luthfah
heh,, ternyata sifat marsya begitu . baik ternyata cuma kedok doang
Irma Luthfah
terlalu mengulur waktu kais ini
Nar Sih
jdi gak sbr nunggu kebongkar nya hubungan mereka
Nar Sih
seharus nya kmu jujur kais ,biar gk semakin slh phm ,sblm anisa bnr,,pergi dri mu
Nar Sih
seperti nya ibu mertua mu kurang suka dgn mu nisa
Arum Dyah
ayo kais buruan ambil keputusan mau gmn
Nar Sih
kais ..bnr kta org tua mu klau emg udh gk bisa diterus kan rmh tngga mu dgn marsha ya buruan di selesai kan biar cpt jls
Arum Dyah
yg satu udh putus... yg satunya bakal cerai
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
pasti yg sedang dilihat kais adalah marsha dan selingkuhan nya
Nar Sih
lebih baik sgra terbongkar sja ,perselingkuhan dan tuker psngn nya biar sgra jelas kemana tujuan masing,,🤣
Nar Sih
kpn perselingkuhan marsha dan arga kebongkar di dpn anisa ,walau mereka sama ,,selingkuh biar ramai klau saling tau
Nar Sih
msih ngk ngerti dgn maksut ucapn sekar pada nisa
Azril Ali
Sekar ngmng gitu bt Marsya...tp Anisa tersentil..akn ucpn sekr
Azril Ali
knpa kais msh g cerita,ma Anisa..JD buat bingung Anisa..
Nar Sih
harus nya kmu jujur sja kais sama anisa tentang bagas dan marsha biar status anisa yg tunangan nya bagas sgra berahir gk di gsntung lgi
Nar Sih
awal mungkin slh marsha dan bagas yg mulai selingkuh duluan sampai kais marah gantian dgn anisa yg tunangan nya bagas dan marsha istri nya kais ,ini cerita kak puspa jdi tukar psngn ya😂
Irma Luthfah: ini yg punya kendali kais ya kan thor?
total 2 replies
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
psangan yg sama,,,lupa diri dan dosq🤣🤣
Irma Luthfah: tuh kan masa lalu mereka gimana. pantesan kais begituuu ke anisa, dia udah di kecewakan sm s marsya
total 3 replies
Nar Sih
jdi semakin slh kmu ya anisa ,
Irma Luthfah: entah itu di masalalu atau pun di masa ini
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!