NovelToon NovelToon
Sang Mempelai Pengganti

Sang Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Hanya satu hari sebelum hari pernikahan, Bayu Andarsono harus kehilangan sang mempelai dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Annisa, belahan jiwanya. Keluarga besar dari kedua pihak tidak bisa menanggung malu, maka dengan keputusan tanpa perasaan mempelai wanita diganti, Andin, adik kandung Annisa. Bayu dan Andin menikah tanpa cinta, keduanya membuat kontrak hitam di atas putih. Andin setuju karena hatinya sudah dimiliki Bian Wijaya, kekasihnya yang setia. Bayu pun tak keberatan, sebab baginya, Andin hanyalah pengganti sementara. Namun, dibalik kehidupan pernikahan yang dingin, misteri mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Bayu Andarsono bukanlah pria biasa. Ia adalah Alpha dari klan werewolf tertua di Tanah Jawa. Semakin lama kehidupan pernikahan antara Bayu dan Andin, semakin kuat pula ikatan gaib yang tak terlihat. Benarkah gadis yang ia anggap hanya pengganti itu sebenarnya adalah Mate sejati yang ditakdirkan oleh Bulan untuknya? Bisakah pernikahan palsu itu berubah menjadi ikatan a

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir diatas Kehancuran

Keheningan menyusul pernyataan sang kakek yang sangat tiba-tiba itu. Semua orang terdiam, saling bertatapan satu sama lain. Aroma kebingungan pekat melanda rumah yang masih berselimut duka.

Bayu, di ujung ruangan sama diamnya. Lelaki berwajah tampan itu merasa seolah oksigen telah dikuras habis dari bumi. Menyisakan dirinya sendiri, sesak napas diantara kekeringan itu.

Sedetik kemudian, ia mulai memandangi satu persatu wajah orang tua di hadapannya. Mencari tanda lelucon pada ekspresi mereka. Namun, yang ditemukan hanyalah guratan ketegasan kaku, sebagian memasang ekspresi bingung yang sama.

“Ini gila,” bisiknya penuh penekanan. “Annisa baru saja dikuburkan! Tanah kuburannya bahkan masih basah! Dan kalian…” Ada jeda sedetik saat lelaki itu mengambil napas. “Kalian sudah merencanakan pernikahan untuk menggantikannya! Annisa… Dia bukan barang yang bisa digantikan sesuka hati kalian!!”

"Jaga bicaramu, Bayu!" Ayahnya, Erik Andarsono menggebrak meja kecil di depannya, wajahnya penuh amarah.

"Pernikahan ini bukan masalah sepele, Bayu. Ini juga bukan hanya soal mengganti pengantinmu. Tetapi lebih dari itu. Undangan sudah tersebar, seluruh relasi bisnis kita di Asia sudah tahu. Jika besok tidak ada pernikahan, saham perusahaan akan anjlok, reputasi keluarga Andarsono akan hancur, dan yang paling penting... janji kakekmu pada almarhum sahabatnya akan terkhianati."

Di sudut sofa, Andin duduk seperti lilin yang hampir padam. Tubuhnya gemetar hebat. Pipinya sudah basah oleh air mata. Ia menangis tanpa suara. Di sampingnya, sang ibu dengan wajah sama piasnya, memegang erat sebelah tangan anak perempuan itu. Menyalurkan kekuatan.

“Kakak baru saja dikuburkan bu. Bagai-bagaimana bisa aku menggantikannya naik ke pelaminan itu.” Gadis itu terisak lagi.

“Nak… Ibu minta maaf mewakili kami semua, para orang tua egois ini. Ibu tahu ini kejam, tapi kita tidak punya jalan lain, nak.”

Air mata Andin semakin deras, kini gadis itu menarik tangannya dari genggaman ibunya sendiri.

“Aku…. Aku tidak bisa bu! Aku tidak mau mencuri tempat kakakku.” Pinta gadis itu.

Semua mata di ruangan itu beralih menatap mereka.

“Aku mohon bu….. Aku mohon…Jangan buat aku menjadi pencuri….” Tangis Andin kembali pecah, getarannya membuat beberapa kerabatnya ikut meneteskan air mata.

Sedangkan ayahnya, Hendro hanya menonton dari kejauhan. Ia tak percaya diri, untuk mendekati putrinya. Sebab hatinya pun masih belum sepenuhnya pulih.

….

Setengah jam setelah drama di ruang tengah yang tidak membuahkan hasil, Bayu diperintahkan untuk berbicara berdua dengan Andin di beranda belakang. Keluarga besar memberikan mereka waktu satu jam untuk beradaptasi. Sebuah kata yang terdengar sangat menjijikkan di telinga Bayu.

Malam itu, Jakarta terasa sangat sunyi. Suara jangkrik di taman itu terdengar seperti ejekan. Bayu berdiri bersandar pada pilar batu, menyalakan rokok dengan tangannya yang masih bergetar pelan. Andin juga disana, berdiri beberapa meter darinya. Gadis itu sedang memeluk tubuhnya sendiri, sambil menatap kosong ke arah kolam ikan yang permukaannya bergetar karena sisa gerimis.

"Kita berdua .. tidak harus melakukan pernikahan ini," Bayu bersuara memecah kesunyian, pandangannya lurus kedepan.

Andin tertawa kecil, sebuah tawa yang kering dan hampa. "Mas Bayu pikir aku punya pilihan? Sejak kecil, aku selalu menjadi pengganti kakakku. Saat Kak Annisa sakit, aku yang menjaganya. Saat Kak Annisa tidak bisa hadir di acara keluarga, aku yang harus menggantikan. T-tapi ini... ini keterlaluan, mas. Aku ikhlas jika selama ini selalu dianggap pengganti, cadangan dari kakakku sendiri. A-aku…" Andin terisak lagi, tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

Bayu menoleh, menatap profil samping Andin. Dalam keremangan cahaya lampu taman, kemiripan gadis itu dengan Annisa kembali menghantamnya telak. Semakin ia memandang itu, semakin sakit pula dadanya.

“Aku juga tidak mau melakukan pernikahan ini, Din. A-aku hanya mencintai Annisa.” Kata lelaki itu serak.

“Aku tahu, mas.” Balas Andin datar.

“Kita harus kabur, Din. Kemanapun, asalkan bisa menghindari pernikahan konyol ini.” Bayu mengeluarkan ide gila dari kepalanya.

Andin sontak menoleh ke arah Bayu. Matanya seketika melebar kala mendengar kata-kata itu.

“Mas, serius??” Tanyanya.

“Seribu rius, Din! Kita harus melarikan diri dari kegilaan ini. Semua orang di dalam sana sudah kehilangan akal sehatnya.” Tukas Bayu berapi-api.

Satu detik. Dua detik. Tiga detik.

“Mas……. Are you okey??” Andin bertanya pelan. Wajahnya kinu sudah lebih tenang.

“Aku rasa… mas harus istirahat dulu. Jernihkan dulu isi kepala-” kalimat Andin terpotong.

“Tidak bisa, Din!! Pernikahan ini akan digelar besok! Kita harus secepatnya menemukan solusi.” Bayu hampir berteriak di depan wajah Andin.

“Kita menikah, mas.” Andin bersuara tegas. Menghentikan kekeras kepalaan Bayu.

“A-apa kamu bilang?”

“Kita akan menikah mas. Dan akan bercerai.” Tegas Andin.

“Apa maksud kamu, Din?” Bayu bertanya bingung.

“Apanya yang membingungkan mas? Kita tetap menikah besok. Hanya untuk menjaga martabat dan harga diri yang setinggi langit, milik para orang tua itu. Kemudian, setelah dua tahun kita akan bercerai.”

Bayu mulai mengerti arah pembicaraan Andin. Ia paham sekarang.

“Baiklah Din. Saya setuju. Itu jalan terbaik untuk sekarang.” Bayu menimpali.

Kalimat persetujuan Bayu menandai akhir dari percakapan mereka malam itu. Dua jiwa asing yang sayangnya terjebak dalam sebuah lingkaran setan yang sama. Dua jiwa yang sama hancur, dan dipaksa menyatu demi sebuah topeng bernama, kehormatan keluarga.

Jam dinding berdetak dengan kejam. Bayu kembali ke kamar tamu yang disediakan. Ia melihat setelan jas pengantin yang sudah disiapkan di sana. Warnanya hitam pekat, seolah memang dirancang untuk menghadiri pemakaman sekaligus pernikahan di waktu yang hampir bersamaan.

Ia teringat percakapan terakhirnya dengan Annisa tentang Andin.

"Andin itu seperti kristal, Bay. Tampak kuat tapi sebenarnya sangat rapuh. Jangan pernah buat dia menangis ya," pesan Annisa waktu itu.

Bayu memejamkan mata dengan pedih. Lihat, Annisa. Bukan saja aku membuatnya menangis, tapi aku akan menikahinya dan mungkin menghancurkan sisa hidupnya.

Sementara itu, di kamarnya, Andin duduk di depan cermin. Matanya tak lepas dari melihat gaun pengantin putih milik Annisa yang sudah dikecilkan secara darurat oleh penjahit keluarga dalam waktu beberapa jam saja. Ukuran tubuhnya memang lebih mungil dari Annisa. Saat ia mencoba menyentuh kain brokat halus itu, gadis itu merasa seperti sedang menyentuh kulit kakaknya.

"Maafkan aku, Kak," bisik Andin pada pantulan dirinya di cermin. "Aku tidak bermaksud merebut apa pun darimu. Aku hanya... tidak tahu jalan keluar lainnya." Suaranya bergetar kala mengucapkan kalimat itu.

Pukul empat pagi. Rumah itu mulai sibuk. Perias pengantin datang dengan wajah bingung namun tetap profesional. Mereka diperintahkan untuk tidak banyak bertanya. Tugas mereka hanya satu, yaitu mengubah gadis yang sedang berduka menjadi pengantin yang sempurna.

Bayu berdiri di depan cermin besar setelah mandi air dingin yang tidak sanggup mendinginkan hatinya. Ia merapikan dasinya. Wajahnya tampak pucat, matanya merah karena kurang tidur serta bekas duka yang mendalam. Ia merasa seperti robot yang digerakkan oleh sistem bernama kewajiban.

Di kamar sebelah, Andin sedang dirias. Bedak tebal digunakan untuk menutupi lingkaran hitam di bawah matanya. Lipstik merah menyala dipulaskan untuk memberi kesan hidup pada wajah yang layu. Saat veil putih dipasangkan di kepalanya, Andin memejamkan mata. Ia merasa kerudung itu lebih mirip seperti kain kafan yang akan mengubur masa mudanya sebagai calon dokter yang bebas.

"Pengantin wanita sudah siap," suara perias terdengar dari balik pintu.

Bayu melangkah keluar kamar. Di koridor yang remang, ia melihat Andin keluar dari kamarnya. Untuk sesaat, napas Bayu tercekat. Dengan gaun itu, dengan riasan itu, Andin benar-benar menjelma menjadi wanita yang dicintainya. Namun, saat gadis itu mendongak dan menatapnya dengan pandangan yang kosong dan penuh keraguan, Bayu akhirnya sadar.

Gadis dengan pakaian pengantin itu bukan Annisa. Dia adalah Andin, sang Rembulan yang terpaksa menggantikan Matahari.

Mereka berjalan beriringan menuju mobil yang akan membawa mereka ke masjid tempat akad nikah dilangsungkan. Tidak ada musik, tidak ada tawa. Hanya suara mesin mobil yang menderu pelan di jalanan Jakarta yang mulai terbangun.

Pernikahan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan, malah menjelma menjadi sebuah tali kekang bernama pengorbanan.

1
merdi Yanto
villain nya mulai nampak
merdi Yanto
Mana Update nya thor
merdi Yanto
kisah manusia serigala yang fresh banget
merdi Yanto
semangat Update thor🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. Semangat terus ya buat novelnya.

btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya. hanya tekan profile, terima kasih 🤭/Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!