Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4.
Carla memandang tiga mobil mewah berwarna hitam itu, dengan pandangan mata yang terlihat begitu senang.
Keramaian yang tadi menyaksikan momen Edgar menyatakan suka padanya, seketika menjauh ketakutan melihat siapa yang datang ke lokasi tersebut.
"Aaa... !!" suara terkejut para wanita terdengar ketakutan bergegas mundur berpencar.
Sepuluh pria berpakaian formal serba hitam tampak keluar dari dalam dua mobil tersebut.
"Ma.. mau apa mereka datang ke sini?!!" keramaian itu saling bergumam ketakutan, memandang ke arah ke sepuluh pria berpakaian formal itu.
Ke sepuluh pria berpakaian formal itu kemudian melakukan formasi berbaris, dengan tubuh tegak berdiri di pintu samping mobil satu lagi.
Carla perlahan menyunggingkan senyuman senangnya, melihat seorang pria dewasa keluar dari dalam mobil mewah itu.
Pria dewasa berpakaian formal yang tampak berkelas, melihat bahan pakaian formal yang ia kenakan, melangkah ke arah dimana ia tengah berdiri.
"Carla! Apa aku harus mengurung mu lagi! agar kamu tidak berkeliaran lagi diluaran mengejar laki-laki jelek itu?! kenapa kamu tidak pernah mau mendengarkan ku?!"
Senyum Carla semakin lebar, ia akhirnya kembali lagi bersama suaminya, Alexander Alford, mafia yang sangat ditakuti di ibukota.
Kaki Carla kemudian berlari menyambut langkah Alexander menghampirinya, dan menghamburkan dirinya memeluk tubuh Alexander.
"Alexander, akhirnya aku bertemu kembali denganmu! aku senang kamu datang menjemputku!" Carla memeluk Alexander dengan erat.
Alexander seketika membeku ditempatnya, tidak percaya Carla memeluknya dengan erat, dan mengucapkan kata-kata yang terdengar begitu senang.
"Carla! trik apa lagi yang sedang kamu rencanakan?" tanya Alexander dengan suara yang terdengar dingin, tapi Carla dapat merasakan ada nada rasa sedih dalam suaranya.
Carla tidak akan menyadarinya, kalau bukan karena ia telah kembali lagi mengulang kehidupannya.
Carla melepaskan pelukannya.
Ia harus menjelaskan pada Alexander, kalau ia tidak melakukan trik apa pun untuk menipu Alexander.
"Mau apa kamu? lepaskan pacarku!!!"
Carla baru saja akan membuka mulutnya untuk bicara, tba-tiba Edgar datang menarik tangannya menjauh dari Alexander.
Mata Alexander tajam melihat tangan Edgar yang memegang tangan Carla, lalu kemudian memandang wajah Carla dengan tatapan yang semakin tajam.
"Apa katanya? pacar?!!" suara dingin Alexander bertanya dengan raut wajah yang mulai menggelap.
Carla seketika panik melihat raut wajah Alexander, dan dengan kuat ia menarik tangannya dari pegangan tangan Edgar.
"Tidak! jangan dengarkan dia! aku dan dia tidak punya hubungan apa pun! dia yang mengaku-ngaku sendiri!!" jawab Carla menghamburkan dirinya kembali merapat pada Alexander.
"Carla! apa katamu?! bukankah kamu bilang menyukai sikapku padamu, dari pada dia? kamu bilang dia itu sangat kasar! dan kamu sangat takut berdekatan dengannya!!!"
"Diam kamu! aku merasa tidak pernah bilang seperti itu sama kamu!!!"
Carla kemudian memandang mata Alexander, "Jangan dengarkan dia! aku tidak suka padanya! aku tadi keluar hanya bermaksud ingin membeli sesuatu untuk kuberikan padamu!"
"Carla! apa maksudmu?! jangan bohongi dirimu!!!"
Carla menjadi kesal mendengar apa yang dikatakan Edgar, membuatnya ingin melayangkan tangannya menampar Edgar.
Ia merasakan aura cemburu Alexander sudah mode tingkat tinggi.
"Aaa... !!!" tiba-tiba ia menjerit.
Sekali angkat, Alexander mengangkat tubuhnya, dan menaruh tubuhnya ke bahu lebar Alexander.
"Hei! apa yang kamu lakukan?! lepaskan pacarku!!!" teriak Edgar menghambur mengejar Alexander, yang melangkah dengan tenang membopong Carla diatas bahunya.
Tapi langkah Edgar seketika berhenti dengan mata membulat.
Gordon, Asisten Alexander, mengarahkan moncong pistolnya tepat ke kening Edgar.
"Melangkah satu langkah lagi, peluru dalam pistol ini akan bersarang di kepalamu!!" kata Gordon dengan tatapan mata yang terlihat begitu dingin.
Lutut Edgar langsung gemetar tidak berani bergerak sama sekali.
Ia hanya bisa melihat Carla di bawa Alexander masuk ke dalam mobil.
Ia baru dapat bernafas dengan lega, setelah Gordon memasukkan kembali pistol ke dalam sarungnya, di balik jas formalnya.
Lalu Gordon meninggalkan Edgar, yang masih berdiri tidak bergerak ditempatnya.
Bersambung........
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???