Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.
sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.
Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.
Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. Penyelamat Arkanendra Widjaya
Tiba-tiba dia mengigit leher Arka seakan-akan menghisap semua racun di darah pria itu hingga habis tak tersisa, sekaligus memberi tanda jika mulai detik ini dia juga bagian dari penghuni dunia alam kegelapan
Mata Arkanendra melotot lebar, kedua iris retina nya yang tadinya hitam, berubah merah menyala namun dalam hitungan detik, setelah lehernya tergigit oleh pria asing tadi, jejak kabut gelap di tubuhnya juga makin terlihat pekat. Namun hanya sebentar saja karena setelah nya dia langsung pingsan, tanpa menyadari jika dia mulai mendapatkan takdir barunya.
"Kamu akan memiliki sebagian kekuatan dan keabadian yang di miliki oleh dewa Hades.... kamu juga akan menjadi bagian dari duniaku, mulai saat ini kamu adalah kepingan dewa Hades, penghuni alam kegelapan, dunia tempat tinggal roh orang-orang yang sudah mati....." Pria yang bernama Denis Park itu tersenyum menepuk tubuh Arka yang dingin.
"Aku berikan kamu hidup lagi dan kekuatan dewa, TAPI kau cuma punya waktu 40 hari. Kalau lewat dari itu, maka kamu mati permanen dan jiwamu jadi milik dewa Hades selamanya anak muda, haha" Pria dengan wajah pucat menyeramkan itu menyeringai.
"Kamu harus menghisap energi dari gadis perawan kepingan jiwa dewa Athena, jika kamu berhasil tidur dengan perempuan itu dan menghisap energinya, gadis itulah yang bisa menyelamatkan kamu untuk tetap bisa hidup di antara manusia biasa dengan normal, Jika tidak ada maka kamu akan mati 40 hari kemudian, maaf aku hanya bisa membantu mu sampai di sini, anak muda" Denis Park menyeringai hingga kedua taringnya terlihat jelas, matanya bersinar merah dan tubuhnya makin di liputi kabut hitam pekat, dia mundur beberapa langkah dan tiba-tiba pria itu menghilang di telan gelapnya malam.
*
*
Arka sampai gedung di penthouse nya saat jam hampir di angka tiga pagi, dia kelelahan setelah tadi pingsan di jalan seperti akan mati, lalu tiba-tiba siuman tanpa siapapun di sekitarnya, kejadian itu seperti mimpi saja namun terasa begitu nyata, tubuhnya masih lemas seperti baru bangun dari koma.
Arka mencoba melupakan semua kejadian tadi, di kamar mandi dalam apartemennya, dia melepasi seluruh atribut di tubuhnya hingga polos, lalu menuju walk in closet menyambar bathrobe, saat mandi dia memasukkan kedua kakinya ke dalam bath up di dalam kamar mandi.
Arka berpikir berendam dalam air hangat bukan ide buruk, sembari dia memikirkan soal kejadian tadi yang termasuk aneh baginya.
Hampir lima belas menit dia menyelesaikan ritual mandinya, lalu keluar dan berganti memakai piyama hitam, dia menggosok rambutnya yang basah dengan handuk, tiba tiba Arka merasa haus sekali, lalu membuka kulkas di kamarnya bermaksud mengambil susu strawberry dan mulai meminumnya.
"Ingatlah Arkanendra... Kamu bukan lagi manusia biasa. Kamu sudah mati, dan hidupmu ini adalah pinjaman dari dewa Hades. Hitunglah waktumu... hanya 40 hari sejak malam ini. Cari gadis bernama Nayyara, gadis dengan kepingan jiwa Athena. Hanya energi murni dari tubuh sucinya yang bisa mengikat jiwamu agar tidak hancur dan kamu bisa tetap hidup. Jika gagal... Kamu akan kembali padaku, menjadi abdi kegelapan selamanya."
"Ahk~ siapa itu?!" Arka berteriak keras ketakutan, suara-suara itu makin jelas di telinganya, membuat telinga dia seperti akan tuli mendadak.
"Apa kabar hm? Ternyata kamu bisa selamat ya?" Seseorang tiba-tiba muncul di kamar ini.
"Kamu!? Si...apa kamu?!" Arkanendra tersentak, dia berdiri dari ranjangnya dan langsung mundur ketakutan begitu melihat pria misterius yang tiba-tiba ada di depannya
"Kamu.....?? Siapa kamu sebenarnya? Apa mau mu?" Arka sangat takut baru kali ini dia takut pada sesuatu.
"Hahaha~ Eko Arkanendra Widjaya? jadi itu namamu ya? Cucu dari pak Ekacipta Widjaya,
konglomerat pemilik Sinar Mas Group, hebat juga ya kamu"
"Kamu siapa? Jangan mendekat orang aneh!! jangan mendekat!!!! Pergi dari kamarku!!" Arka bingung darimana pria aneh itu tahu namanya, bahkan dia sudah mengunci rapat pintu kamar apartemennya, bagaimana pria itu bisa masuk ke kamar ini, astaga lewat mana pria itu masuk, kenapa tak ada security di luar yang tahu, bukankah apartemen griya Tawangnya ini berada di lantai 40 gedung ini.
"Aku tahu kamu pasti masih bingung, tapi kamu harus ingat, kamu itu berhutang nyawa padaku, jika aku tak menyedot seluruh racun itu dalam tubuhmu, kamu takkan tetap hidup sampai sekarang"
"A...APA?? RACUN DI TUBUHKU?"
Arka yang masih bingung lalu mundur terus dan merinding saat pria dengan jubah hitam itu makin mendekat padanya. Di sekelilingnya kabut hitam pekat menyelubungi tubuh pria misterius itu.
"Namaku Denis Park, kamu adalah bagian dari bangsa ku dan seseorang yang di pilih dewa Hades untuk menjadi penghuni dunia underworld yang juga dunia kegelapan, mulai malam ini kamu telah di tandai sebagai bagian dari bangsaku, dan salah satu penghuni di underworld hahahaha"
"A...apa? Tan...dai? Dewa Hades, di underworld?" Arkanendra makin bingung.
"Kamu beruntung anak muda, masih bisa tapi ingatlah saat ini, waktu kamu hanya 40 hari lagi, segera temukan gadis itu, atau kamu benar-benar akan mati" Wajah Arka tiba-tiba berubah pucat, sangat pucat seputih kapas mirip mayat hidup, dua kelopak matanya menghitam dengan matanya berubah merah, dengan dua taring kecil di gigi nya yang membuat dia juga terlihat mengerikan, di sekelilingnya juga terselubungi kabut hitam pekat yang bergulung gulung dengan tebal.
Dia menyeringai lalu melangkah mendekati pria misterius itu, wajah tampannya yang pucat sangat kontras dengan baju jubah hitamnya.
"Ingatlah.... kamu juga masih membutuhkan energi gadis perawan kepingan dari jiwa Dewi Athena, agar kamu tetap bisa hidup, jika tidak maka kamu akan mati"
"Apa maksudmu? Kenapa aku masih membutuhkan gadis itu?" Arka kembali heran menatap kedua kukunya yang menghitam dan terkejut karena tubuhnya juga di selubungi kabut hitam pekat.
"Karena kamu adalah penghuni alam bawah tanah, kamu takkan bisa berubah menjadi manusia normal jika tak menghisap energi hidup gadis itu, tidurlah dengan gadis kepingan jiwa dewi Athena dan hisap energi nya, sebelum 40 hari. Apa kamu paham?"
Denis menjelaskan sembari menyeringai, mata dan kelopaknya nampak menyeramkan kedua jarinya yang di hiasi kuku hitam mengusap lengan Arka. Kemudian tiba tiba sebuah belati hitam juga berada di tangan kanan Arka, kini dia sama wujudnya dengan pria bernama Denis Park.
"Ingatlah itu.... kamu adalah bangsa kami, kamu adalah kepingan dari jiwa dewa Hades penguasa underworld mulai malam ini. kematian, iblis dan roh jahat di alam kegelapan akan selalu mengikutimu" Arka memperhatikan penampilannya, dia cukup terkejut karena di punggungnya juga keluar dua sayap yang sangat besar berwarna hitam, tangannya menggenggam belati hitam yang tampak tajam.
"Itu adalah senjatamu, anak muda....selamat kamu sudah di tandai sebagai bangsa ku" Senyum pria misterius itu.
"Gadis itu, temukan segera dia secepatnya, ambil keperawanannya dan menyatulah dengan dia, agar kamu tetap bisa hidup di dunia manusia dengan normal tanpa terlihat wujud dewa Kematianmu"
"Apa katamu?? Jadi aku harus?" Pria asing itu mengangguk mantap. Setelah mengucapkan semua itu pria misterius itu menghilang bagaikan angin dari kamar apartemennya, dan kondisi Arka berubah normal lagi seperti sediakala.
"Ada apa dengan diriku ini?? Astaga... apa yang sebenarnya terjadi padaku?" Arka memegangi kepalanya yang rasanya mau pecah, bingung antara mimpi dan kenyataan.
"Mulai malam itu, Eko Arkanendra Widjaya bukan lagi sekadar Jaksa penegak hukum yang ditakuti penjahat. Dia kini adalah makhluk peralihan — manusia yang mati lalu dihidupkan kembali, wadah bagi Dewa Kematian yang haus kekuasaan. Hidupnya tergantung pada waktu yang terus berjalan, dan nasibnya kini berada di tangan seorang gadis yang belum pernah dia temui, Nayyara."