NovelToon NovelToon
Obsesi Sahabat Suami

Obsesi Sahabat Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Pengkhianatan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Veyra Aletha, ia tidak pernah berniat mencintai siapapun selain suaminya. Baginya, Alvero Halim Winata adalah rumah pertama, lelaki yang ia pilih untuk membangun keluarga kecil mereka bersama putra semata wayang mereka, Renzio Althar Halim.

Kehidupan pernikahan tidak selalu berjalan seperti yang dibayangkan. Di tengah kesibukan Alvero yang semakin tenggelem dalam pekerjaan, hadir Regan Han Sebastian, sahabat sekaligus rekan kerja suaminya yang selalu punya waktu untuk hadir saat Veyra merasa sendiri.

Menemani Renzio bermain. Mengantar Veyra saat Alvero sibuk. Datang membawa makanan. Dan perlahan mengisi ruang kosong yang tidak pernah Veyra sadari sebelumnya.

Hingga suatu hari, kecelakaan mengubah segalanya. Veyra dinyatakan hilang di lokasi kejadian.

Saat semua orang percaya Veyra telah hilang, Regan justru membawanya pergi ke Singapura. Menyimpan rahasia besar yang perlahan mengaburkan batas anatara cinta, rasa bersalah, dan obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 04: Hukuman Regan

"Zio udah tidur?" Alvero setengah bangun saat melihat Veyra masuk ke kamar.

"Udah, Mas."

Veyra naik ke atas ranjang, ia duduk bersandar ke bantal. Beberapa detik Veyra hanya diam, merasakan kram perut yang cukup kuat.

Keringat dingin keluar dari telapak tangannya, ada rasa pusing yang membuat kepalanya sedikit berkunang.

Alvero mendongak, menatap bingung ke wajah istrinya. "Sayang, kamu baik-baik aja, kan?" Ia langsung bangun, duduk menghadap Veyra.

"Kamu kacapekan jagain Zio? Ada yang sakit? Wajah kamu pucet, sayang." Alvero langsung memberikan beberapa pertanyaan, bahkan saat Veyra belum menjawab satu pun.

Veyra tertawa kecil. Entah kenapa, ekpresi Alvero saat merasa khawatir seperti ini justru terlihat gemas dimatanya.

Alvero memiringkan kepalanya. "Kenapa kamu hanya tertawa?"

"Bener kata Zio, Mas. Kamu lucu." Veyra menempelkan tangannya di pipi Alvero.

"Sayang, jawab dulu aku. Kamu kenapa? Hari ini beda, kayak lemes banget?" Suara Alvero turun satu inci.

Veryta menghela napas kecil. "Kayaknya hormon aku lagi gak stabil. Perut aku kram, Mas."

"Dari kapan? Kita periksa ke rumah sakit!" Alvero hendak bangun dari duduknya.

Tapi tangan Veyra cepat-cepat menariknya. "Dari sore. Gak perlu ke rumah sakit, mungkin ini efek mau datang bulan aja, Mas. Minggu ini kan jadwalnya."

Alvero hanya menatap lekat mata istrinya. Di sana selalu ada sorot teduh yang khas dari Veyra.

"Sayang, aku minta maaf, ya. Setelah naik jabatan aku makin sibuk." Tangan Alvero merapikan sedikit rambut Veyra yang jatuh menutupi sebagian wajahnya.

"Gak papa, Mas. Kan kita masih sering liburan kalau weekend."

Alvero tengkurep di atas kaki Veyra yang selonjoran, tangannya melingkar ke pinggang Veyra.

"Sayang, hari ini Regan ngeselin banget," keluhnya dengan suara lirih.

Veyra tersenyum lebar. Ini bukan pertama kalinya Alvero mengeluh hal serupa. Tangannya memainkan rambut suaminya.

"Ngeselin kenapa? Bukannya setiap hari juga dia bikin ulah."

Alvero mengeratkan pelukannya. "Dia numpahin es kopi di meja kerja aku, tumpahannya kena berkas buat meeting besok."

Alvero berhenti sebentar, lalu menelan ludah keras. "Kamu tahu apa yang bikin aku jantungan?" Wajah Alvero mendongak, menatap Veyra sebentar.

"Apa?"

"Dia neken klakson waktu aku ketiduran di mobil. Aku bener-bener kaget, karena aku pikir mobilnya sedang melaju."

Veyra tertawa sedikit lebih keras, antara merasa lucu dan kasihan. Ia langsung bisa membayangkan bagaimana reaksi wajah Alvero saat itu.

"Sayang, aku pengen bilang ke Tuan Raymond. Aku lebih milih nyari inverstor lagi, daripada harus ngajarin anaknya."

"Kamu yakin, Mas? Narik inverstor lebih sulit loh, tegang juga. Justru... Regan orangnya rame, cocok buat hidup kamu yang monoton di kantor."

Alvero menghela napas panjang. Menikmati sentuhan lembut dari Veyra yang perlahan menurun ke tengkuknya. Ia memejamkan matanya sebentar.

Sentuhan sederhana itu, mampu membangkitkan desir aneh pada diri Alvero. Ia menelan ludah lagi, tenggorokannya seolah mengering.

"Sayang, tangan kamu jangan ngelus-ngelus leher aku kayak gitu. Kamu siap kalau aku minta jatah."

"Kenapa nggak? Aku kan istri kamu, Mas." Jawab Veyra dengan nada sedikit menantang.

Alvero langsung bangun. "Nakal kamu, ya." Tangannya menyusup masuk ke baju Veyra, mengusap lembut punggung istrinya.

Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Veyra, "aku terima tantangan kamu, sayang." Bisiknya. Hembusan dari mulutnya membuat Veyra sedikit menggeliat karena geli.

Jarak di anatara mereka kini semakin dekat, napas saling bersahutan, bercampur dengan detak jantung yang berdegup cepat.

Perlahan tapi pasti, bibir Alvero meraup bibir kecil Veyra. Tidak kasar, tapi menuntut untuk lebih dalam.

Di dalam kamar bernuansa putih tulang. Dan di bawah cahaya kuning lembut. Suara desahan kecil mulai keluar memenuhi ruangan.

Sementara di ruangan lain... Regan sudah merasa hampir mati di ruangan kerja Alvero. Ruangan berwarna cokelat kayu tua, dengan beraroma vanilla yang bercampur dengan wangi kopi dingin.

Regan menatap map merah yang sekarang sudah hampir warna cokelat. Deretan huruf di setiap lembar kertas membuatnya merasa pusing. Huruf-huruf itu seolah bergerak di matanya.

"Hukuman seperti apa ini? Kenapa begitu menyiksa!" Suara Regan lirih, campuran antara capek dan bosan.

Sudah dua jam lamanya, Alvero mengurung Regan di sana. Dengan harapan ia bisa menyelesaikan kerjaannya dengan cepat. Tapi hasilnya nihil, Regan belum mendapatkan hasil satu lempar pun.

Ia hanya duduk bersandar, tiduran di sofa, bahkan tengkurep di lantai marmer. Keadaannya saat ini seperti neraka baginya.

Tak lama, suara kunci terdengar dibuka dari luar. Membuat Regan refleks menegakkan duduknya, pura-pura fokus mengetik.

Dari arah pintu, Alvero berjalan menghampiri. Mengintip sebentar, lalu duduk di sofa kecil. Punggung bersandar, kaki menyilang.

Regan berdehem kecil, memutarkan kursinya supaya berhadapan dengan Alvero. Regan memperhatikan dalam-dalam.

Alis Alvero bertaut, mulutnya terkatup rapat menahan senyum yang ingin muncul.

"Aku rasa... aura kamu berbeda, Al?"

Alvero mendecak kecil, tapi juga tersenyum. "Ngawur kamu!"

"Ini... muka orang yang habis recharge." Regan menunjuk Alvero.

Alvero terkekeh kecil, ia melemparkan bantal sofa ke wajah Regan. "Gak usah bahas kemana-mana, sekarang beresin apa yang harus kamu kerjakan, Regan!"

"Siap, Pak Direktur," jawab Regan. Suaranya dibuat selemas mungkin.

Setelah cukup lama Alvero memantau Regan. Tapi tiba-tiba perutnya terasa lapar, Alvero bangun dari duduknya.

"Regan, kamu mau makan?" Tanyanya sebelum pergi.

Regan menggeleng sambil nguap kecil. "Aku gak lapar, Al."

Tak ada ucapan apapun lagi, Alvero kembali meninggalkan ruangan itu.

Cahaya laptop masih menyala terang. Jemari Regan masih bergerak di atas keyboard, mengetik catatan untuk meeting besok yang belum selesai.

Tapi semakin lama, gerakannya mulai melambat. Kepalanya terasa berat. Beberapa kali ia memijat pelipis, membukakan matanya lebar, mencoba fokus pada huruf-huruf di layar. Tapi tatapannya terus mengabur.

Sampai akhirnya... tanpa sadar, kepala Regan jatuh pelan di atas lengannya sendiri. Napasnya mulai teratur. Laptop di depannya masih menyala. Sementara berkas masih berserakan di atas meja.

Suasana malam semakin sunyi, hanya semilir angin tipis yang berhembus. Dan suara jangkrik yang memecah hening.

Dari arah dapur, langkah Alvero santai saat menaiki anak tangga satu persatu. Selanjutnya, ia berbelok ke ruang kerjanya untuk memeriksa.

Tapi, begitu pintu di buka pandangannya langsung jatuh ke sosok Regan. Alvero mendekat pelan. Ia melihat hasil salinan yang sudah Regan catat. Hasilnya belum sampai lima lembar.

Alvero menghela napas panjang, ia tersenyum kecil. Lalu meraih laptop dengan hati-hati. Alvero duduk di sofa, kaki selonjoran. Laptop di pangkuannya.

"Regan, Regan. Tuan Raymond hanya ingin kamu pahan dalam mengelola perusahaan. Kamu anak satu-satunya. Pewaris tunggal." Gumam Alvero pelan. Jemari Alvero mulai menari-nari di atas keyboard.

Lebih dari satu jam ia menyelesaikan salinan itu, jam sudah menunjukkan pukul 23:45 malam. Saat Alvero benar-benar selesai. Karena ngantuk yang sudah tidak tertahankan lagi, Alvero tertidur di sofa ruang kerjanya.

1
Pengabdi Uji
Regan🤣 km suka yg mna dehh
Addb_Rh
ini jd curiga, obsesi mu ke Zio apa Vyera nanti ujung nya🙄😅
Laila Sarifah
Apa Regan ini nggak pernah pacaran?
Aii Flow🌷: Belum, paling cuma kagum-kagum gitu😄
total 1 replies
Addb_Rh
anu Rzgan, daripada solo karir terus gt, mending nikah aja sih😩😩
masih banyak cewek cantik kok. 🤣
Aii Flow🌷: Bukan cantiknya, tapi minat Regannya yang belum mau😭
total 1 replies
Its me
novel banget 🤭
Aii Flow🌷: Drama banget🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
regann trlalu bnyk nnton drama🙄🙄 eehh
Pengabdi Uji
😭 bukan mami mu aja kita pembaca jg curiga regan ini knp🤭
Aii Flow🌷: Semuanya curiga🤣
total 1 replies
Pengabdi Uji
🙄ga trlalu percaya sma regan kek agak nikungg gitu 🤣🤣
Addb_Rh
makin kesini, makin kesana aja omongan Regan😩😩

normal ya Reg, punya pacar makanya🤣
Addb_Rh
pen nampol Regan pale swallow biar sadar umur🙄

ngalahin anaknya Al, ih kamu Reg.. 😩🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Its me
kebalik mom
apa Alvaro siap di binor sama Regan
Laila Sarifah
Apa Raynand terlalu di manjakan sama orang tuanya, makanya sifatnya nggak bisa dewasa😌
Laila Sarifah: 😭😭😭 Regan elahh, keyboardnya otomatis kesana😭
total 2 replies
Laila Sarifah
Kapan dewasanya kamu Regan😭
Pengabdi Uji
Wkwk All lu srius udh nyaman sma Regan 😭 agak bingung coy ini Regan obses ke lakinya apa ke bininya🤭
Aii Flow🌷: Nggakkk, ya kali ke lakinya😭🤣
total 1 replies
Its me
nah ini kayaknya yang di bilang Raymond tadi 🤣
Its me: bukan Regan tapi Ahsan 🤭
total 3 replies
Its me
bukan sama Alvero tapi sama bini nya
Laila Sarifah
Makanya jangan terlalu deket sama Alvero. Cari istri gih Gan🤪
Aii Flow🌷: Nggak dulu, lagi nunggu mangsa🤧
total 1 replies
Addb_Rh
makanya cari pacar Regan, sifat manjamu itu, kadang ke Al juga agak agak gimana gt. 🥲
Aii Flow🌷: Terlalu dimanja sama Mamynya🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
Samaa😭 aku jg mkir regan geiy anjayyy😭😭 bner kgk siii wkwk
Aii Flow🌷: Nggak😭 dia normal🤣
total 1 replies
Addb_Rh
malu Regan, udah tua. 😩
Aii Flow🌷: Apa itu tua? Regan masih anak-anak🤧🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!