NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Lama Sang Billionaire

Jerat Cinta Lama Sang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Pembantu / Mantan
Popularitas:41.6k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Cerita ini adalah fiktif belaka, semua yang terjadi adalah khayalan Author semata, nama pemeran dan lokasi hanyalah sebuah karangan Author.

Utari Candra Kirana bertemu kembali dengan orang yang selama ini dia benci. Selama mereka berpisah tidak pernah lagi mendengar bahkan bertemu dengan laki-laki yang sudah menyakiti hati nya begitu dalam. Disaat hidupnya mulai damai dan bahagia bersama sang putri, tiba-tiba harus berhadapan dengan laki-laki yang sudah menorehkan luka di hati Tari. Sialnya dia harus bertemu sepanjang hari dan berusaha berinteraksi dengan nya walaupun masih ada kebencian yang terpancar dari sorot mata nya.

Reksa Arya Nugraha laki-laki yang sudah menggores luka di hati seorang wanita yang dulu mencintai nya dengan tulus. Karena sebuah ide konyol para sahabatnya, dia melakukan sebuah tindakan yang fatal dan bahkan membuat perempuan itu membencinya.

" Kamu tahu, orang paling aku benci? jawabannya adalah KAMU, REKSA ARYA NUGRAHA !!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Lama (R)

Pram menggenggam tangan Sofia melangkah ke tengah lapangan. Bahkan Pram meminta sang asisten untuk menyiapkan pakaian santainya untuk ikut lomba bersama Sofia.

" Opa Pram beneran mau ikut sama Sofia lomba?" bocah 10 tahun itu masih tak menyangka jika bos ibunya dengan tiba-tiba ingin ikut lomba bersama Sofia.

"Tentu dong, kan sekarang ceritanya Sofia jadi cucu Opa Pram, oke!" Pram mengacungkan jempol nya dengan senyum mengembang.

"OKE, let's go!!" dengan penuh semangat dan senyum lebarnya Sofia dengan wajah berseri mengiyakan perkataan Pram.

"Let's go!!" Pram dan Sofia pun berjalan dengan wajah bahagia ke tengah kerumunan orang-orang yang akan mengikuti acara yang sedang berlangsung.

Sedangkan kepala sekolah yang melihat Pramana mengajak salah satu murid nya mengikuti lomba terlihat bingung dan tak percaya. Seperti kepala sekolah, guru-guru di sana pun terlihat heran dengan sikap Pram.

"Sofia, sudah siap!"

"Siap, Opa !"

Keduanya pun ber TOS ria saat sebelum memulai salah satu lomba yang mereka akan ikuti.

Sedangkan Tari baru saja sampai di sekolah Sofia. Dia menatap sekitar mencari keberadaan putrinya. Saat dia melihat salah satu guru yang mengajar di kelas putrinya, Tari putuskan untuk bertanya.

"Miss, numpang tanya.. lihat putri saya Sofia ?"

"Ahh...mommy Sofia, Fia di lapangan mom..sedang ikut lomba." mendengar ucapan guru tersebut,membuat Tari mengernyitkan dahinya.

"Terimakasih miss.." guru itu hanya menganggukkan kepalanya dan sementara Tari melangkah cepat ke arah lapangan.

Dia berusaha membelah keramaian dan kerumunan anak-anak dan para orang tua. Di sana terlihat Tari menatap dengan mata terbuka lebar saat melihat putrinya Sofia bersama Pramana sedang bermain games susun balok. Terlihat Pram dengan semangat berlari bersama Sofia mengambil satu persatu balok dan di pindahkan ke jarak yang sudah di tentukan.

"Yeeeyyyy,...tepuk tangan untuk Sofia dan Opa Pram..!!" terdengar suara seorang guru yang menjadi pembawa acara menyebut nama Pram dan Sofia menjadi pemenang dalam perlombaan yang baru saja di ikuti mereka.

Prok prok prok

"Yeeyyy...hebat cucu opa, kita menang lagi !!" suara seruan Pram tentu saja membuat Tari terkejut.

" Apa aku nggak salah dengar, tuan besar bahkan di panggil opa sama Sofia, ya Allah...kenapa bisa Sofia selancang itu, aku harus ingatkan Sofia.." Tari berjalan menembus kerumunan para penonton yang ada di lapangan itu dan berusaha untuk mendekat ke arah Sofia dan Pram.

"Sofia!" Tari memanggil nama putrinya saat jarak mereka sudah lumayan dekat.

Sofia dan Pram yang baru saja menerima piala setelah selesai games. Mendengar namanya di sebut, Sofia langsung menoleh ke arah sumber suara.

"Bunda!!" dengan senyum sumringah, bocah itu berlari kecil mendekati Tari. "Bunda lihat, Fia dapat piala ikut lomba sama Opa Pram!" bocah polos itu menyodorkan dua buah piala yang dia pegang ke arah Tari dengan bangganya.

"Wahhh..hebat anak bunda. Tapi kenapa Fia nggak nunggu bunda hemm?" dengan lembut Tari mengusap kepala sang putri.

"Kalau nunggu bunda yang ada lombanya sudah selesai semua bun, untung ada opa Pram yang ajak Fia lomba. Jadi Fia dapat piala sama hadiah.."

Tari tersenyum tipis mendengar ucapan sang putri. Dia menatap ke arah Pramana yang mendekat ke arah mereka.

"Tuan besar, maaf kalau Fia sudah menyusahkan. Harusnya nggak perlu repot-repot buat melakukan hal ini, saya...

"Sudah Tari, saya yang mengajak Fia ikut lomba . Lagi pula tadi memang saya lihat dia sendirian, kamu pun belum datang. Karena saya hanya meninjau saja, jadi saya ingin ajak Fia ikut lomba." Tari mengangguk samar.

"Saya berterima kasih tuan, saya benar-benar tidak enak dengan tuan."

"Sudah, jangan di pikirkan. Yang jelas saya suka ikut lomba sama Fia, iya kan Fia? Fia bahagia bisa ikut lomba sama Opa, hemm?" Fia dengan semangat mengacungkan jempol nya ke arah Pram.

"Tentu opa, Opa Pram terbaik... hehehe.." Tari yang mendengar panggilan putrinya untuk Pram pun langsung di buat tak enak hati. Bagaimana pun Fia hanya anak seorang pembantu yang saat ini bekerja di rumah keluarga Nugraha.

"Fia, jangan panggil...

"Tari, saya yang minta Fia memanggil saya Opa Pram. Saya sudah menganggap dia seperti cucu saya. Kamu nggak perlu sungkan, saya yakin istri saya tidak akan keberatan dengan panggilan Fia untuk saya. Lagi pula, sampai kapan saya mau nunggu anak semata wayang saya memiliki anak. Jangankan anak, istri, bahkan pacar pun dia nggak punya. Benar-benar susah untuk memintanya cepat menikah." Tari baru tahu kalau anak laki-laki keluarga Nugraha yang ada di luar negeri belum memiliki kekasih. Tapi, kalau di luar negeri hal biasa buat hidup bersama tanpa ikatan bukan?

" Maaf tuan besar, saya tidak tahu soal itu.." dengan sedikit canggung, Tari meminta maaf pada Pram soal dia yang tidak tahu masalah keluarga majikannya itu.

"Nggak apa-apa Tari, saya dan istri saya bahkan sudah memintanya untuk kembali. Sudah sepuluh tahun lebih dia di luar negeri tak sekali pun dia berniat pulang. Saya dan istri saya tidak tahu apa yang membuatnya enggan pulang. Ah...kalau bahas anak itu buat saya mengelus dada. Fia sudah selesai lomba, kalian mau pulang sama saya?"

"Nggak usah tuan, saya mau ke supermarket dulu. Kebetulan ada beberapa barang yang harus saya beli."

Pram mengangguk dan kemudian menatap bocah yang berdiri di samping Tari.

"Baiklah..kalian hati-hati di jalan. Fia, opa kembali kerja. Kamu sama bunda pulangnya hati-hati,ya? " Pram mengusap rambut Fia dengan lembut.

"Oke opa..!" Fia dengan senyuman manis nya mengacungkan jempol nya ke raha Pram.

"Bilang apa sama Opa Pram Fia?" Tari mengingatkan putrinya untuk mengucapkan terimakasih setelah seseorang yang sudah membantunya.

"Terimakasih opa Pram, terimakasih sudah mau ikut lomba sama Fia, hari ini Fia senenggggg..bangett!"

"Sama-sama. Bye Fia..sampe ketemu di rumah yaa..!!"

"Bye Opa Pram..!!' mereka pun berpisah. Tari membawa Fia untuk singgah di sebuah supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan yang sudah habis di dapur.

" Bun, Fia boleh jajan nggak?" Mereka sudah ada di supermarket dan mulai memilih barang yang harus Tari beli. Sementara Fia meminta ijin untuk mengambil beberapa jajanan untuknya.

"Boleh, tapi seperlunya ya sayang.." dengan lembut Tari menepuk kepala sang putri.

"Terimakasih Bun, Fia kesana dulu ya bun!" Fia menunjuk sebuah lorong tempat dimana deretan snacks disana.

Tari yang sudah selesai membeli barang yang dia butuhkan, melihat Fia yang belum kembali..dia pun langsung mencari keberadaan putrinya.

"Fia!" Tari memanggil putrinya yang sedang sibuk membawa snacks di tangannya.

Tapi bukan hanya Fia yang menoleh ke arah nya, tapi seseorang yang berdiri di dekat Fia. Tari dan orang itu terlihat sama-sama terkejut.

Bersambung

1
Nar Sih
wahh nih seperti nya sofia pasti sgra punya adik ☺️
Herlina Rahman
bagusss
Wulan
lanjut Thor
Nazwa Azzahra
lanjut
Alia Chans
lanjut kk😣

like + 🌹✍️😉
Nar Sih
sdh siap buat mlm pertama yg tertunda ,ya tari lanjutt kak 👍
Nia nurhayati
ayo tari reksa gaspoll ajaa biar ade nya sofia cepet launcing🤣🤣
Puspa Arum: Gas polll...jangan kasih kendor😄
total 1 replies
Nar Sih
semagatt ya mas reksa dan tari buat nyicil bikin adik buat sofia ☺️
Nazwa Azzahra
lanjut
Nia nurhayati
alhamdulilah setelah semua badai dan cobaan menguji cinta kalian akhirnya kebahagiaan lah juga yang datang menghampiri kalean hapy weding tari reksa semoga samawa yaa
Nia nurhayati
😂😂😂🤣 koacian kamuu reksaa
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
alhamdulilah sdh sah ,semawa buat tari dan reksa,🙏ya kak puspa udah lanjut lgi cerita ini
Nar Sih: amiin kak ,semoga kak puspa sekeluarga tetap sehat biar lacar nulis cerita juga rezeki nya
total 2 replies
Nar Sih
hahaha 😂😂gagak deh mau cium ibu nya ketahuan ank nya☺️lanjutt kak up yg sering yaa🙏🥰
Meri Meri
bagus
Elly Maryani
sabar sa,,langsung nyosor aja,,halalin dulu,,,😅
Nar Sih
amiin ,semoga kak puspa slalu di berikan keshatan dan lanjutt up nya kak ,walau ngk tiap hri yg moga bisa up hingga end🙏
Nar Sih
kok manggil nya maih om ,harus ny kmu jujur aja reksa dgn sofia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ : pelan2 anak seusia Sofia butuh penjelasan masuk akal bukan asal bilang aja klo Reksa Ayah kandungnya dengan bertambahnya usia Sofia bisa ngerti apalagi dulu pernah trauma dengan mantan Ayah sambungnya yang mengabaikan nya dan menyakiti Bundanya
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya tari tau juga kan klau reksa cinta sama dia,semoga tari trrima pinangan reksa demi sofia
Nar Sih
cerita nya bagus kak puspa cuma up nya jarang,,☺️
Puspa Arum: Iya maaf, sekarang Hp nya kadang di bawa anak sekolah buat ulangan. Kalau udah begitu sering lupa nya🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!