NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

"Nghh... Papa, hentikan... sakit," rintih Freya, suaranya tercekat di tenggorokan. Kedua tangannya mencengkeram sprei abu-abu di bawah tubuhnya dengan amat erat, membiarkan kuku-kukunya menancap dalam untuk menyalurkan rasa sakit yang mengoyak bagian intinya.

​Rafael tidak menjawab dengan kata-kata. Deru napasnya terdengar kian berat dan memburu di sisi telinga Freya. Pinggulnya bergerak dalam ritme yang lambat namun menekan begitu dalam, memaksa bagian intim Freya yang masih sempit untuk menyesuaikan diri dengan ukurannya yang besar. Setiap kali tubuh kekar itu bergerak maju, malam yang sunyi di kamar itu seolah memanas.

​"Kau begitu sempit, Freya... sangat menjepit," bisik Rafael parau. Suara baritonnya yang serak terdengar begitu seksi sekaligus berbahaya. Ia menunduk, menatap wajah Freya yang memerah dengan peluh yang mulai bercucuran. "Bagaimana bisa Sean menyia-nyiakan wanita seindah dirimu, hm? Katakan padaku..."

​"Kumohon... c-cukup, Papa..." Freya terus memohon, air matanya kembali luruh membasahi bantal. Rasa sakit di area intinya masih terasa mendominasi, seperti robekan yang membakar. "Ini salah... Jangan lakukan ini lagi..."

​"Sudah terlambat untuk berhenti, Sayang," geram Rafael rendah.

​Sentuhan kulit mereka yang basah oleh keringat menciptakan gesekan yang sensual. Rafael meraih kedua tangan Freya, menguncinya di atas kepala dengan satu tangan kekarnya, sementara tangan satunya bergerak bebas mengusap pinggang ramping menantunya, mengangkatnya sedikit agar ia bisa menghantam lebih dalam lagi.

​Plak... Plak...

​Suara benturan kulit mereka bergema, memenuhi ruangan yang temaram. Pengaruh obat di tubuh Rafael berangsur-angsur menyatu dengan gairah murni yang meledak-ledak. Ia meningkatkan temponya, bergerak lebih cepat dan menuntut.

​"Ah... meresponlah, Freya. Jangan hanya diam," perintah Rafael dengan napas yang terputus-putus. Ia membungkuk, menggigit gemas bahu polos Freya, meninggalkan tanda kepemilikan baru di sana. "Sebut namaku... katakan seberapa besar milikku di dalam dirimu."

​Freya memalingkan wajahnya, menggigit bibir bawahnya rapat-rapat hingga memutih. Kebenaran yang kejam mulai merayap di dalam dirinya. Di balik rasa sakit yang perlahan memudar, permainan sensual dan berpengalaman yang dilakukan oleh Rafael mulai memicu sensasi asing yang memabukkan. Tubuhnya secara alami mulai merasakan kenikmatan yang dihantarkan oleh setiap hentakan pria itu. Ada getaran aneh yang menjalar dari inti tubuhnya hingga ke ujung jari, membuatnya ingin melenguh pasrah.

​Namun, Freya memilih untuk tetap diam. Ia mengunci suaranya di dalam tenggorokan, menolak untuk memberikan kepuasan emosional pada pria yang sedang menjajah tubuhnya.

​Di tengah guncangan fisik yang intim dan panas itu, ada perasaan hampa yang teramat besar menyeruak di dada Freya. Air matanya terus mengalir bukan lagi karena rasa sakit fisik, melainkan karena rasa sakit di hatinya. Di dalam benaknya yang berkabut, wajah Sean tiba-tiba terlintas.

​Seandainya... seandainya pria yang sedang bergerak di atasku ini adalah suamiku... batin Freya menjerit pilu. Seandainya Sean yang menyentuhku dengan intensitas sepeti ini, pasti aku akan menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku tanpa sisa. Aku pasti akan mendesah memuja namanya...

​"Kau memikirkan pria lain di bawah kukunganku, hm?" Rafael menyadari kekosongan di tatapan mata Freya. Seringai tipis yang berbahaya muncul di wajah matangnya. "Tatap aku, Freya! Aku yang sedang berada di dalammu saat ini, bukan putraku!"

​"Nghh!" Freya akhirnya memekik pelan saat Rafael sengaja menyentak bagian sensitifnya dengan kasar, memutus aliran pikirannya tentang Sean.

​"Bagus... bersuaralah untukku," bisik Rafael penuh kemenangan. Ia melepaskan kuncian tangan Freya, lalu beralih meremas dada wanita itu dengan gemas, menciptakan gelombang gairah yang kian tak terkendali. "Katakan, Freya... apa suamimu pernah membuatmu merasa sebasah dan sehangat ini? Tidak, kan? Pria berengsek itu bahkan tidak tahu cara menyentuh seorang wanita dengan benar."

​"Hentikan... j-jangan bicara tentang Sean..." rintih Freya, dadanya naik turun dengan cepat, kewalahan menghadapi serangan gairah bertubi-tubi dari papa mertuanya.

​"Kenapa? Kau sakit hati?" Rafael tertawa rendah, suara parau yang sangat provokatif. Ia membungkuk, melumat bibir Freya kembali, kali ini dengan ciuman yang lebih dalam, basah, dan menghisap habis sisa udara menantunya. "Di atas ranjang ini, hanya ada kau dan aku."

​Ritme percintaan mereka semakin cepat dan tidak beraturan. Kamar pribadi Rafael menjadi saksi bisu bagaimana sang Tuan Besar mendominasi tubuh suci yang selama ini terabaikan.

Freya hanya bisa memejamkan mata, membiarkan tubuhnya dibawa terbang oleh kenikmatan fisik yang dipaksakan, meski jiwanya tetap membeku dalam kehampaan yang tak bertepi.

*

Rafael membalik tubuh Freya dengan gerakan yang dominan namun terukur, memposisikan wanita itu dalam posisi menungging (doggy style) di atas ranjang. Ia mencengkeram pinggang ramping Freya yang kini melengkung pasrah. Tanpa memberikan waktu bagi Freya untuk bernapas, Rafael kembali melesakkan kejantanannya dari arah belakang, menembus lubuk terdalam menantunya dalam satu sentakan penuh.

​"AAAHH!" Freya memekik, wajahnya terbenam di atas bantal yang basah oleh air mata.

​"Kau begitu pas, Freya... sangat sempurna," geram Rafael parau, tangannya yang besar meremas pinggul Freya, menciptakan ritme visual yang begitu erotis dalam temaram kamar.

​Setiap hantaman dari belakang membuat tubuh mungil Freya terdorong ke depan. Setelah beberapa saat dalam posisi itu, Rafael kembali mengubah gaya.

Ia menarik tubuh Freya hingga terduduk di atas pangkuannya (cowgirl), memaksa Freya menghadapi tatapan matanya yang menggelap oleh gairah yang tak tertahankan. Rafael memegang kendali penuh, menggerakkan pinggulnya ke atas dengan hentakan-hentakan tajam yang langsung mengenai titik paling sensitif di dalam diri Freya.

​Meskipun berbagai gaya panas dan menggoda telah mereka lakukan, Freya tetap memilih untuk mengunci mulutnya. Ia hanya diam, membiarkan rambutnya yang berantakan menutupi sebagian wajahnya yang memerah. Hanya rintihan-rintihan kecil dan permohonan lirih yang lolos dari bibirnya yang bergetar.

​"Papa... kumohon hentikan... ini sudah terlalu jauh... c-cukup," rintih Freya dengan sisa-sisa kekuatannya, menyandarkan kepalanya yang terkulai lemas di bahu tegap Rafael.

​"Aku tidak bisa berhenti, Freya. Tubuhmu menjepitku terlalu erat," bisik Rafael, suaranya serak di dekat telinga Freya, sementara tangannya terus bergerak membelai punggung mulus menantunya yang kini dipenuhi keringat tipis.

​Namun, pertahanan emosional Freya runtuh ketika Rafael kembali merebahkannya dan mengangkat kedua kaki Freya ke atas bahunya, melakukan penetrasi yang jauh lebih dalam dan cepat. Pada titik ini, gesekan yang intens dan berulang-ulang dari kejantanan besar Rafael mulai memicu gelombang lain yang belum pernah Freya rasakan seumur hidupnya. Sesuatu yang jauh lebih nikmat, panas, dan menghentak dari dalam perutnya.

​Freya mencengkeram sprei erat-erat, matanya terbelalak samar saat merasakan tubuhnya mulai gemetar hebat.

​Rafael yang memiliki banyak pengalaman seketika menyadari perubahan pada dinding intim Freya yang mendadak berdenyut kencang dan memeras miliknya dengan sangat ketat. Mengetahui bahwa menantunya sudah berada di ambang batas, Rafael langsung mempercepat gerakan pinggulnya, menghujam dengan ritme yang memburu dan bertubi-tubi.

​"Ah... Rafael... Nnghh!"

​Erangan keras akhirnya lolos begitu saja dari bibir Freya, menyebut nama ayah mertuanya tanpa sadar. Bersamaan dengan puncaknya pertahanan Freya, gelombang kenikmatan itu pecah, dibarengi dengan semprotan cairan yang deras dan hangat dari dalam dirinya. Freya mengalami squirting, membasahi area perkelaminan mereka dan sprei di bawahnya.

​Melihat dan merasakan pelepasan yang begitu hebat dari Freya, gairah Rafael semakin menjadi-jadi. Cairan itu justru menjadi pelumas alami yang membuat gerakannya semakin lancar dan dalam. Tanpa memberi ampun, Rafael kembali menghujami inti Freya dengan kecepatan penuh, memanfaatkan sisa-sisa kedutan dinding intim Freya yang masih menjepitnya.

​"Kau luar biasa, Freya... Ahh..." erang Rafael berat, urat-urat di leher dan dahinya menegang sempurna.

​Hanya butuh beberapa belas hentakan cepat lagi hingga akhirnya Rafael mencapai batas puncaknya. Bersamaan dengan Freya yang kembali terseret ke dalam gelombang kenikmatan kedua yang membuatnya lemas tak berdaya, Rafael menyentak dalam-dalam untuk terakhir kalinya, menumpahkan seluruh benih hangatnya ke dalam rahim suci menantunya, mengunci penyatuan terlarang mereka malam itu dalam kepuasan yang mutlak.

"Aaaaakh... Kau sangat nikmat Freya..."

*

*

*

Selamat pagi reader's..

Yang sudah sampai bab ini komen yah..

sebelum lanjut, boleh follow author, like, gift dan vote ya..

Mulai besok "Obsesi Papa Mertua" update setiap pagi ya..

yang mau doubel update boleh spam komen dulu. 🥰

1
MissSHalalalal
mau doubel up gak nih ... hehehe
+1: mau! tripel juga boleh!
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
+1
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 🌚🌚🌚 gelap malamku
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bongkar kebusukan ibu & adik tiri Freya. . udah sabar bgt nih Freya di bully dan diselingkuhi tinggal cerai aja 🔥🔥🔥
ina
kak plss bikin freya cinta sama rafael saling mencintai
ina: semangat bikin freya rafael bucin 🤭
total 2 replies
Kamsia
kasian freya hdp sendiri dan udh hncr.bnt kak thor buat freya bisa jatuh cinta sama rafael
MissSHalalalal: sudah terlalu sakit hati kak.
total 1 replies
MissSHalalalal
siap, di tunggu ya 🙏😍
ina
up
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Norahsikin Ismail
lanjutkan lg🙏🙏👍
ina
bikin freya cinta sama rafael min
Fifi Afifah
👍
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
semoga aja Freya Nerima Rafael setelah dicerai sean
Mita Paramita
tragisnya nasib Freya terjebak diantara ayah dan anak yang bikin hidup nya kacau
Mita Paramita
Freya di terkam mertua nya🤣🤣🤣 gimana reaksi Sean kalo ketahuan 🤨 Thor novel nya ganti judul ya .
MissSHalalalal: iya nih. 🙏 yang kemaren kepanjangan 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
Freya istri lemah ngapain belain suami laknat begitu 🤨jadi gemes liatnya. lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
sean keterlaluan kejamnya 🤨🤨🤨 Freya mending kabur aja
Mita Paramita
kasian banget Freya 😭
Mita Paramita
seru baru episode pertama
MissSHalalalal: terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!