NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Puncak Teratai

Akhirnya, setelah menempuh perjalanan panjang membelah kegelapan malam, semburat fajar di ufuk timur perlahan menyingsing membawa pagi yang cerah.

Elang energi yang membawa Jiang Yuan dan Wang Ning mulai menukik turun menembus gumpalan awan putih, hingga akhirnya mereka sampai di area luas Sekte Bulan Kabut.

Tanpa membuang waktu untuk berbasa-basi atau melapor ke gerbang utama, Wang Ning langsung mengarahkan tunggangan energinya melesat lurus menuju wilayah kekuasaannya, Puncak Teratai.

Urusan administrasi, pendaftaran murid baru, atau upacara formal apa pun itu sama sekali tidak penting bagi wanita egois ini.

Ia membawa Jiang Yuan murni demi kepentingannya sendiri, sehingga tidak perlu mengikuti aturan berbelit sekte.

Puncak Teratai berdiri menjulang tinggi menantang langit, diselimuti oleh kabut tipis legendaris yang mengalir tenang. Beberapa bangunan megah berpilar giok dan beratap lengkung tampak bertingkat, berdiri kokoh di sekitaran lereng gunung yang terjal.

Konsentrasi kekuatan Dou Qi di tempat ini jelas terasa sangat padat dan murni, mengalir tak kasatmata merayapi pori-pori kulit.

Udaranya pun terasa sangat segar, berbaur dengan kepakan sayap burung-burung spiritual yang beterbangan bebas di antara pepohonan kuno.

Saat elang energi itu mendarat lembut dan perlahan memudar menjadi serpihan cahaya, Jiang Yuan langsung melangkahkan kakinya turun. Sepasang matanya bergerak aktif memperhatikan setiap sudut wilayah baru tersebut.

Sekte Bulan Kabut memang sangat sesuai dengan reputasinya yang agung, bahkan pemandangan di Puncak Teratai ini jauh lebih indah dan tidak seburuk yang sempat ia bayangkan sebelumnya.

Tempat itu memang seindah namanya, laksana tanah kediaman para dewa.

Di sepanjang jalur setapak yang terbuat dari batu pualam, banyak murid lain yang sedang sibuk berlatih, mengayunkan pedang atau menghimpun energi.

Mereka semua mengenakan pakaian jubah putih bersih yang khas, melambangkan identitas murid Puncak Teratai.

Jiang Yuan hanya melangkah tenang, menjaga jarak konstan di belakang punggung Wang Ning.

Pemuda itu terus mengikuti ke mana pun langkah kaki gurunya bergerak, membiarkan dirinya dibawa masuk lebih dalam ke pusat kekuasaan sang wanita kejam.

Wang Ning berjalan di depan dengan langkah kaki yang sengaja dibuat lambat namun beritme penuh pesona. Setiap kali tumitnya menapak lantai batu, pinggulnya yang berisi meliuk ke kiri dan ke kanan dengan begitu gemulai.

Liukan seksi itu menciptakan gerakan berantai yang membuat bagian dadanya yang ranum dan padat ikut bergoyang lembut di balik balutan gaun merah sutranya yang ketat.

Sesekali, angin pegunungan yang berembus manja menyingkap belahan gaunnya yang tinggi, memamerkan keindahan paha mulusnya yang berkilau diterpa cahaya mentari pagi, memikat perhatian siapa saja yang berani meliriknya.

Setelah melangkah melewati beberapa jalur pualam yang berliku, langkah mereka akhirnya terhenti di hadapan sebuah bangunan besar yang berdiri kokoh di area yang lebih tinggi.

Tempat itu bukanlah aula utama Puncak Teratai, melainkan kediaman pribadi tempat Wang Ning tinggal selama di sekte.

"Masuk."

Wang Ning mengibaskan tangannya, membuka pintu ganda yang besar, lalu membawa Jiang Yuan melangkah masuk ke dalam rumah yang terlihat megah menyerupai istana itu.

Suasana di dalamnya terasa anggun, mewah, sekaligus tertata sangat rapi di setiap sudutnya. Jiang Yuan sempat melirik vas-vas giok kuno dan tirai sutra yang menjuntai bersih, membuatnya berpikir tidak mungkin Wang Ning membersihkan semua kemegahan ini sendirian. Pasti ada pelayan atau pengikut yang membantu mengurusnya.

Bagian dalam bangunan itu benar-benar luas dan memanjakan mata siapa pun yang melihatnya.

Tak lama setelah mereka melangkah di koridor utama, terdengar langkah kaki halus yang mendekat. Beberapa orang datang dengan tergesa-gesa untuk menyambut kedatangan sang tetua puncak.

Mereka adalah tiga orang wanita.

Ketiganya terlihat masih sangat muda dengan paras yang rupawan dan memiliki daya pikat tersendiri.

"Wanita Suci sudah kembali."

Secara serempak, ketiga wanita itu langsung membungkukkan tubuh mereka dengan anggun ke depan, memberikan penghormatan yang tulus kepada Wang Ning.

Wang Ning hanya menyapukan tangan kanannya dengan ringan di udara, memberi isyarat agar mereka menyudahi formalitas tersebut.

"Sudahlah." Wang Ning kemudian menggeser posisinya, mengulurkan tangan untuk menarik pundak Jiang Yuan agar maju mendekat ke sisinya. "Dia Jiang Yuan, mulai hari ini akan menjadi muridku."

Mendengar pengumuman mendadak itu, ketiga wanita itu saling melemparkan tatapan bingung dan tidak percaya satu sama lain, sebelum akhirnya ekspresi wajah mereka berubah menjadi sangat terkejut.

"Tunggu! Wanita Suci memilih murid?!"

"Beneran?!"

"Wanita Suci, yakin tentang ini."

Melihat reaksi heboh dari para pengikutnya, Wang Ning hanya tersenyum tipis lalu mulai memperkenalkan mereka satu per satu kepada Jiang Yuan.

"Dia, Mian Shi." Ujung jari telunjuk Wang Ning mengarah pada wanita yang memiliki postur tubuh paling pendek di antara ketiganya.

Jiang Yuan menganggukkan kepalanya dengan sopan, menyapa wanita berwajah lembut itu dengan tatapan mata yang tenang.

Kemudian Wang Ning beralih menggeser telunjuknya ke arah wanita di sebelah tengah.

"Lalu itu, Ruan Mei."

Wanita yang dipanggil bernama Ruan Mei itu langsung melipat bibirnya ke dalam, menatap Jiang Yuan dari atas ke bawah dengan pandangan yang jelas-jelas menunjukkan rasa tidak suka.

Wajah cantiknya terlihat ketus dan jutek saat bersitatap dengan pemuda itu.

"Dan itu, Yue Lianhua."

Wang Ning menunjuk wanita ketiga yang sejak tadi hanya berdiri diam sambil menyilangkan kedua lengannya tepat di bawah puncak kembar miliknya yang padat.

Ketiga wanita pelayan itu memang memiliki kelebihan fisik masing-masing yang menonjol.

Mian Shi memiliki raut wajah yang sangat lembut dan ramah. Ruan Mei memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dan kaki yang jenjang. Sementara itu, sepasang puncak kembar milik Yue Lianhua terlihat jauh lebih besar dan menonjol dibanding kedua temannya, menyembul penuh di balik pakaian ketatnya.

Jiang Yuan memperhatikan dan mengingat setiap detail fisik tersebut di dalam benaknya. Setidaknya, ia harus memastikan dirinya tidak akan salah mengenali mereka selama tinggal di tempat ini.

"Baiklah. Ruan Mei, bawa Jiang Yuan untuk pergi ke gua kultivasi. Biarkan dia berlatih beberapa hari."

Mendengar perintah itu, sepasang mata Ruan Mei langsung menyipit tajam karena keberatan. "Wanita Suci, kenapa harus aku?"

"Kau yang paling memahami ini. Aku ingin kau membantunya juga jika dia memiliki pertanyaan."

Wang Ning menjawab sambil membalikkan badannya dengan gemulai. Gerakan memutar itu membuat pinggurnya yang ramping meliuk indah, menyebabkan bagian dadanya yang ranum bergoyang lembut di balik gaun sutra merah sebelum ia melangkah pergi.

Ruan Mei hanya bisa memutar kedua bola matanya dengan malas, merasa jengkel dengan tugas baru ini. Ia kemudian berbalik secara mendadak, membuat jubah putihnya berkibar.

"Apa yang kau tunggu? Cepat ikuti aku!"

Jiang Yuan tidak membalas ucapan ketus itu dan segera melangkah lebar untuk mengikuti pergerakan wanita tersebut keluar dari istana.

Begitu sampai di halaman luar yang luas, Ruan Mei menghentakkan kakinya dan melemparkan sebilah pedang ke udara.

Dengan satu jentikan jari, aliran Dou Qi tipis langsung menyelimuti bilah pedang tersebut, membuatnya berdengung rendah dan melayang stabil di udara menanti penunggangnya.

Ruan Mei melompat naik dengan anggun, berdiri di atas pedang terbangnya yang bergerak naik beberapa meter.

Wanita itu kemudian menolehkan kepalanya ke bawah. Sepasang matanya yang berwarna biru jernih menatap ke arah Jiang Yuan dengan kerutan heran di keningnya.

"Ada apa?" tanyanya dengan nada suara yang setengah kesal karena melihat Jiang Yuan hanya berdiri diam di tanah.

"Aku belum bisa menggunakan pedang terbang," jelas Jiang Yuan dengan jujur tanpa ekspresi berlebih.

Ruan Mei berkedip beberapa kali, wajahnya tampak melongo tidak percaya.

"Hah?!" Ruan Mei segera mengendalikan energinya, membuat pedang terbangnya bergerak meluncur turun dan melayang lebih rendah, tepat berada di dekat posisi Jiang Yuan berdiri. "Memangnya Ranah apa kau ini?"

"Dou Zhi Qi, tahap menengah."

Ruan Mei seketika terbatuk-batuk kecil karena tersedak ludahnya sendiri setelah mendengar jawaban polos dari pemuda itu.

'Untuk apa Wanita Suci membawa orang selemah ini ke Puncak Teratai,' pikirnya dalam hati, merasa tidak habis pikir dengan keputusan gurunya.

Kemudian, ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan helaan napas panjang yang berat.

"Huh... baiklah. Naik."

Jiang Yuan menekuk lututnya lalu melompat ringan ke atas bilah pedang terbang milik Ruan Mei.

Merasakan ada orang lain yang menapak di pedangnya, wanita itu langsung menggeser posisi berdirinya agak maju ke depan, bergerak lincah demi menghindari adanya kontak fisik langsung di antara tubuh mereka.

Dengan satu kendali pikiran dari Ruan Mei, aliran energi Dou Qi pada pedang itu meletup kecil, langsung membawa tubuh mereka berdua melesat terbang membelah udara pagi menuju gua kultivasi.​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!