NovelToon NovelToon
Love Quest

Love Quest

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Frendaa

Freya, seorang wanita karir yang terbilang cukup sukses di usia nya 27 tahun, koma dalam kecelakaan.

Dalam situasi komanya, sosok yang tidak dikenal mengirim jiwa Freya ke dunia game otome yang selalu ia mainkan, untuk selamat dari koma, Freya diharuskan menaklukan semua tokoh utama pria disana agar bisa kembali sehat di dunia nyata.

Game selalu mudah dimainkan, tapi bagaimana jika sekali mati langsung game over?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frendaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 - Semangkuk Makanan yang Hangat

Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu ruangan Freya dari luar.

"Nona Freya, saya membawakan teh untuk anda."

Suara itu adalah Lily, ia membawakan teh lemon kesukaan Freya atas rekomendasi dari pria yang berpakaian seperti dokter.

"Iya, masuk." ucap Freya sambil melirik ke arah pintu.

Pintu dibuka oleh Lily, langkah nya masuk perlahan sambil membawa troli teh, di atas troli terlihat cangkir-cangkir mewah mengkilap serta beberapa manisan seperti sepotong kue dengan strawberry di atasnya. Lily mendorong troli teh itu perlahan membawanya ke beranda, Freya pun mengikutinya dari belakang.

Ketika pintu beranda dibuka angin kencang masuk ke dalam ruangan sekilas membuat piyama yang masih dipakai Freya tersibak sedikit. Sebelum menyiapkan minum teh, Lily memasang dulu kanopi kain karena terik matahari, saat sudah siap Freya pun duduk di kursi besi mewah yang disediakan, sementara Lily menyiapkan teh nya dan satu persatu ia menyimpan manisannya di meja bundar yang agak luas, ia pun menaruh cangkir di depan nona nya lalu menuangkan teh yang hangat dengan perlahan.

Freya pun memegang cangkir seperti biasa seperti ia minum di dunia lamanya, tapi ia mengingat bahwa ia adalah bangsawan, jika ia tidak minum seperti bangsawan mungkin Lily akan menyadari ada yang aneh dengan nonanya, dengan cepat Freya mengubah posturnya seperti bangsawan saat sedang minum, ia tidak pernah melakukannya, tapi ia sering melihat di game yang ia mainkan.

Freya mengangkat cangkir itu dengan elegan, meniup dengan pelan dirasa masih sedikit panas, bibirnya menempel di pinggiran cangkir, ia meneguk dengan pelan, rasa manis asam dan hangat melewati tenggorokannya, setelah diminum cangkir nya pun ia letakkan kembali ke piring kecilnya.

Freya pun melihat sekilas ke arah Lily, Lily hanya dengan tenang melihat dan tersenyum ke arah nonanya yang sedang meminum teh.

Lily Bennet. Di ingatan Freya dia adalah maid pribadinya. Biasanya seorang bangsawan punya satu maid pribadi. Setelah kematian Freya, Lily langsung mengundurkan diri dan kembali ke desa asalnya, saat dalam perjalanan pulang, dia dibunuh oleh sekawanan bandit. Gue gak tau sih alasannya kenapa dia bisa keluar, tapi gue harus hati-hati...

"Ekhem.. eeee.. Lily?"

Freya berdeham keras sambil menutup mulut dengan tangan yang dikepal.

"Ya? ada apa, nona?" tanya Lily dengan nada penasaran.

"Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Freya sambil meminum teh lagi.

"Hm..." Lily menaruh jari telunjuk di pipinya dan berpikir.

"Sekitar 3 hari nona."

Ehhhh?! 3 hari?! lama bet tuh woy, nggak apa-apa nih gue makan kue doang tambah teh lemon?!

"3 hari? selama 3 hari ini aku belum makan apa-apa loh, apakah tidak apa-apa hanya makan kue dan minum dengan teh lemon?" tanya Freya.

"Anu... kepala pelayan mengatakan jika nona Freya sudah bangun maka tolong diberi makanan yang gampang ditelan, lalu kepala koki memberikan saya kue ini kepada nona Freya." jawab Lily dengan nada sedikit takut.

Ehhh...?! Harusnya bubur gak sih? ini kepala koki bego amat napa?! Ya sih kue gampang ditelen.

"Kenapa gak pake bubur?" tanya Freya sambil melihat Lily.

"Emm.... "

Dengan sedikit mulutnya terbuka, Lily menatap Freya seolah dia tidak tau apa yang nona nya bicarakan, setelah jeda beberapa detik Lily bertanya.

"Bubur itu apa ya, nona?" tanya Lily sedikit ketakutan.

"Hah?! Kamu gak tau bubur?!" tanya Freya dengan menaikkan nadanya.

"Hiii.... mohon maaf nona, saya sungguh tidak tau bubur." jawab Lily ketakutan, kakinya gemetar lalu membungkukkan badannya.

Waduh... malah jadi nakutin dia, ya gimana ya, masa orang gak tau bubur, apa dijaman ini belum ditemuin? Hah.... perasaan bubur harusnya udah ditemuin lama sih... Jadi gue orang pertama yang nemuin bubur di dunia ini nih?

"Ekhem.. ya udah, gak papa, udahan bungkuk nya." nada berbicara Freya mengecil supaya Lily tidak ketakutan.

Lily membangunkan badannya, ia selalu membuang pandangannya ketika berusaha melihat Freya.

"Sekarang, bisa tunjukkan aku dimana dapurnya?"

"Emm... kenapa ya nona?" tanya Lily, nadanya masih sedikit ketakutan.

"Tunjukkin aja yaa..."

Freya menjawab dengan senyuman yang indah, tapi matanya tidak ikut tersenyum. Lily yang menyadari kekesalan nonanya kembali menjadi ketakutan.

"Hiii.... ba-baik nona, akan saya tunjukkan."

Pada akhirnya, Lily pun menunjukkan dapur kepada Freya, saat berjalan di koridor, Lily berulang kali mengeluarkan nafas panjang dengan badan yang membungkuk, Freya yang melihat dan mengikutinya dari belakang hanya tertawa kecil.

Langkah mereka pun berhenti, di depan mereka ada pintu yang terbuat dari kayu, berbeda dengan pintu lainnya yang sedikit mewah. Saat Lily membuka pintu setengah terbuka, tiba-tiba saja ada perempuan yang menyelonong berbicara dengan Lily.

"Loh, Lily? Ngapain kesini? Nona Freya minta tambah? Buset, badannya kecil-kecil tapi minta tambah kue? Gak akan gendut tuh badan?"

Perempuan itu terus melontarkan pertanyaan tanpa berhenti sekaligus mengejek Freya. Lily mendengarkan perempuan itu sambil membuat wajah panik, Lily melambaikan kedua tangannya, dan berbisik untuk berhenti berbicara.

"Hah? Kenapa kamu?"

Perempuan itu bertanya kepada Lily, Lily yang sudah berhenti melambaikan tangan dengan panik membuang wajahnya ke samping, kelopak matanya setengah tertutup, ia membuang nafas dan tatapannya menunjukkan ia sudah tidak peduli lagi apa yang terjadi pada perempuan itu.

Pintu yang tadinya terbuka setengah kini dibuka sepenuhnya perlahan oleh Lily, Freya yang dibalik pintu kini terlihat oleh orang-orang di dapur dan perempuan itu.

Mata dan mulut perempuan itu terbuka lebar, alisnya terangkat, kedua tangan memegang wajahnya, suara terbata-bata keluar.

"No-no-nona...!!!" ucap perempuan itu.

"Kenapa? Lanjutin aja." ucap Freya tanpa perasaan sambil melangkah maju ke perempuan itu.

Perempuan itu dengan cepat melakukan sujud, dahinya mengahantam permukaan lantai dengan sangat keras, lalu perempuan itu berteriak.

"MAAFKAN SAYA NONA FREYA!!!!"

Perempuan itu berteriak sangat keras, Freya melihat perempuan itu tak berbicara apa-apa, meninggalkan suasana tegang, para maid dan koki didalam ruangan pun sama tegangnya. Freya pun berlutut di depan perempuan itu.

"Angkat kepalamu."

Perempuan itu mengangkat kepalanya perlahan melihat Freya yang sudah berlutut di depannya, sementara Freya melihat perempuan itu dengan dahinya yang sangat merah. Freya mengangkat tangannya, menyatukan jempol dan jari tengahnya, dengan tarikan keras Freya menyentil dahi perempuan itu.

"SAKIT!!!!!!!" ucap perempuan itu merintih kesakitan sambil memegang dahi nya.

"Jangan diulangi, ya." ucap Freya dengan penuh senyuman.

"Lily, dimana kepala kokinya?" tanya Freya sembari bangun dari lututnya.

"Ah... sebelah sini, nona."

Lily mengantarkan Freya ke dapur lebih dalam, saat berjalan pergi, Lily menggeleng kan kepalanya ketika melihat perempuan yang disentil oleh Freya masih tersungkur merintih kesakitan.

Saat berjalan, beberapa maid dan koki melihat Freya dan menyapanya, dan ada juga beberapa koki yang mundar-mandir sedang menyiapkan makanan, keringat Freya mulai bercucuran karena api tungku selalu menyala, bau daging panggang tercium harum, terdengar suara decitan pisau yang ramai, semua orang bekerja dalam ritme yang benar. Mungkin sebagian besar bangsawan tidak akan kuat dengan suasana seperti ini, tapi tidak dengan Freya, baginya ini adalah kehidupan sehari-hari nya.

Langkah Lily berhenti, di depannya ada sosok lelaki besar berpakaian serba putih membelakangi Lily dan Freya.

"Ah.. nona Freya, ini kepala kokinya." ucap Lily.

Di ingatan yang gue lihat... Freya ini introvert banget... sampe-sampe staff maid sama koki aja dia gak apal, dapur pun dia gak tau. Pas gue minta tunjukkin dapur sama kepala koki, harusnya aman sih.

Pria bertubuh besar itupun membalikkan badannya, terlihat keriput-keriput di wajahnya, mukanya terlihat marah atau serius tidak terlihat, pisau di tangan kanannya sedang memotong daging mentah, dan pakaian putih nya sangat bersih di tempat dapur.

"Nona Freya! ada yang bisa saya bantu?"

Wajah serius nya tiba-tiba saja berubah menjadi senyuman indah ketika melihat Freya, alis Freya mengkerut, mulutnya terbuka sedikit, ia diam sejenak ketika ditanya oleh kepala koki itu.

"Emm... ya-ya.. aku kesini untuk membuat sesuatu... bisakah kamu menyiapkan bahannya, tuan...?"

"Nama saya George, nona." George memperkenalkan diri sambil membungkuk dan tangannya disimpan di dadanya.

"Ya, ya George... tolong siapkan bahannya ya."

"Apa yang kamu butuhkan, nona?"

Freya memberi tahu George bahan-bahan yang ia butuhkan untuk membuat bubur, diantaranya ada gandum, air, susu, dan madu.

Beberapa menit berlalu, Freya yang duduk menunggu melihat beberapa pesanannya dimeja, diantaranya ada gandum yang kira-kira seperempat karung, susu seember penuh, air seember penuh, dan madu yang terisi sedikit di botol kecil, di samping meja terlihat George menunjukkan wajah yang sangat puas.

Kebanyakan. ya biarlah....

Gue tadinya mau bikin bubur asia... cuman kerajaan ini latarnya eropa, takutnya bahan-bahan yang gue cari gak ada, yaudah bikin bubur Eropa aja deh.

"Tadinya kupikir karena aku anak keluarga ini, jadinya tidak boleh masak di dapur." tanya Freya kepada George sambil menyilangkan tangan.

"Tidak apa-apa kok, kenapa anak dari pemilik rumah tidak boleh memasak bahan-bahan yang dimiliki oleh pemilik rumah?"

"Masuk akal juga, ya sudah aku mau buat sesuatu, kalian gak usah bantu." ucap Freya sambil melihat kearah George dan Lily.

George dan Lily pun mengangguk setuju. Freya menggulung kedua lengan piyamanya ke siku, ia pun mencuci tangannya dan menyiapkan panci yang cukup besar, panci itu pun disimpan ke atas tungku dengan api sedang, lalu Freya memasukkan semua gandumnya yang ada di karung, lalu setengah ember air, dan setengah ember susu, dengan sendok kayu yang besar ia pun mulai mengaduk nya perlahan sekitar 7-10 menit, dan jadilah bubur.

"Ini makanannya, Nona Freya?" tanya George sambil melihat ke isi panci itu.

"Ini masih belum selesai lho.." ucap Freya sambil mengambil mangkok di meja.

"Ambil gandum nya, tuangkan ke mangkok, lalu tambahkan madu... jadilah Bubur!" ucap Freya sambil memperlihatkan isi mangkok kepada Lily dan George.

Freya mengambil bubur itu oleh sendok yang ia ambil di meja, bubur itu diangkat, uap dari masakan panas mengenai wajah Freya, ia tiup perlahan lalu dimasukkan ke dalam mulut, Freya menujukkan ekpresi kebahagiaan, matanya tertutup untuk merasakan keenakan makanan yang ia telan.

George dan Lily sangat fokus kepada makanan di depannya, mulut mereka terbuka lebar, air liur George berjatuhan. Ketika mereka melihat Freya sangat menikmati bubur itu, mereka pun sangat ingin mencicipi makanan itu, lalu tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan sangat keras di belakang George dan Lily.

"Olivia?!" teriak Lily kaget saat melihat kebelakang.

Ternyata perempuan yang disentil dahi oleh Freya sampai merah bernama Olivia. Saat ini Olivia menatap makanan yang disantap Freya dengan sangat fokus, sehingga membuat Freya merasa terganggu.

"Kalau kalian mau ambil aja, aku masak banyak di panci kok."

"Ehh? Beneran boleh nona Freya?.." tanya Olivia sembari memohon.

"Hush... gak sopan kamu, Olivia." ucap Lily sambil menyikut perut Olivia

"Tapi nona Freya sudah memberikan izin, dan tuh.. "

Olivia menunjuk George yang tengah sibuk mengambil bubur ke dalam mangkok besar yang ia bawa, tak buang-buang waktu Olivia pun mengambil bubur itu ke dalam mangkok yang sudah ia bawa dari tadi. Lily yang jelas terlihat ingin mengambil bubur itu tapi malu-malu dan melirik-lirik ke arah Freya, Freya yang mengerti cukup memberikan jawaban dengan senyuman, Lily dengan bahagia nya ikut juga mengambil bubur itu.

Dipegang lah mangkok yang berisi bubur itu oleh mereka, dan mereka melahap sendokan pertama secara bersamaan.

"Enak....!!" ucap ketiga orang itu secara bersamaan.

"Hangat seperti sup tapi ini mudah dibuat, sangat cocok untuk dibuat di musim dingin." ucap Lily sambil memakan bubur di mangkoknya.

"Tapi kalian gak pake madu.. rasanya lebih enak kalau pake loh.." ucap Freya sambil menunjuk madu yang terlihat sedikit di botol.

"Aaah... kami tidak bisa seenaknya memakai madu nona, karena memang mahal." ucap George menggaruk bagian belakang kepalanya.

"Begitu ya.." ucap Freya.

Ketika Freya melihat ketiga orang yang bahagia menyantap bubur buatannya, Freya merasakan tatapan dari para maid dan koki di berbagai arah, air liur mereka berjatuhan sambil memegang mangkok yang sudah dipegang menunggu persetujuan Freya.

"Kalian juga boleh makan kok." ucap Freya dengan senyuman indah.

Para maid dan koki itu berbondong-bondong menyerbu panci yang berisi bubur itu, ada yang memakai mangkok besar dan kecil. Freya merasakan kepuasan melihat orang-orang dengan sangat antusias menyantap makanannya.

Nanti gue bikin apa lagi ya... eh bentar.... kalau sup udah ada harusnya mereka ngasih gue sup dong bukan kue.

Freya pun menaruh mangkok nya dan mendekati George yang tengah lahap menyantap bubur itu.

"George, kata Lily Henry menyarankan ku untuk makan yang gampang ditelan, tapi kamu memberikan ku kue, kenapa bukan sup?" tanya Freya.

"Eh, maaf nona, kepala pelayan yang secara langsung memerintahkan ku untuk memberikan kue kepada nona." ucap George.

Henry yang suruh...? ada yang gak beres nih....

1
Nia Achelashvili
keren banget thor, aku suka karakter tokohnya!
Frenda: makasih :3
total 1 replies
Ff Gilgamesh
semangat💪💪
Trunks
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!