YANG SUKA ROMCOM... MERAPAT SINI✨
PLAGIAT, BISULAN SEUMUR HIDUP YA ! 👊🏻
Restu Anggoro Wicaksono selalu menjadi bahan tertawaan ketiga sahabatnya lantaran di usianya yang hampir tiga puluh tahun, pria itu belum pernah menyentuh seorang wanita.
Jangankan menyentuh, menjalin hubungan asmara saja Restu belum pernah.
Karena itulah, ia mendapat julukan si pria beku tak tersentuh.
Sampai suatu malam, ketiga sahabatnya menyusun rencana gila. Mereka kesal melihat hidup Restu yang terlalu flat.
Akhirnya, mereka bertiga nekat mengirim Restu ke kamar VIP di sebuah klub malam.
Malam itu seharusnya hanya menjadi kenangan singkat Restu bertemu wanita sewaan ketiga sahabatnya. Tapi anehnya, wanita itu justru terus memenuhi pikirannya.
Sayangnya, wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Sementara Restu terjebak dalam pencarian panjang di tengah tekanan keluarga yang terus menuntutnya untuk segera menikah.
Apakah Restu bisa menemukan wanita malam itu kembali? Yuk, ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 CMDWM
Lima tahun telah berlalu sejak malam itu....
Sejak pertemuannya dengan Azalea, nama itu tidak pernah hilang dari benaknya hingga sekarang.
Restu masih terus mencari, namun Azalea seolah hilang ditelan bumi. Ia masih ingat, wanita itu pernah memintanya untuk membuka hati.
Tapi Restu tidak bisa. Karena hatinya sudah lebih dulu terpaut padanya.
Restu melepas kacamatanya sejenak. Ia masih larut dalam lamunan dengan posisi berdiri di hadapan jendela kaca besar yang menjulang tinggi di dalam ruang kantornya.
Tatapannya kosong, jauh menembus deretan gedung kota di luar sana. Ia mengembuskan napas pelan, merasa frustrasi karena terus dihantui rasa rindu yang teramat dalam.
"Sebenarnya kamu ke mana... selama ini aku mencari kamu, Lea..." bisiknya lirih.
**
Getaran ponsel di saku celana membuyarkan lamunan Restu. Perlahan, ia merogoh benda pipih itu lalu menatap layar yang menyala.
Nama Rangga terpampang jelas di sana. Tak membuang waktu, Restu langsung menerima panggilan tersebut.
📞: "Bagaimana, Ngga? Apakah sudah ada kabar?" tanyanya tidak sabar.
Di seberang sana, Rangga menghela napas berat. "Belum ada, Bos," jawabnya pelan.
📞 : "Baru kali ini kau tidak becus dalam bekerja!" Kalimat singkat itu langsung membuat suasana menjadi tegang.
("Maafkan saya, Bos. Tapi informasi yang kita punya terlalu minim. Kita mencari seseorang hanya bermodalkan nama, itupun mungkin nama samaran. Tidak ada nama lengkap, alamat, bahkan identitas lain yang bisa dilacak," jelas Rangga hati-hati. "Nama itu juga terlalu umum. Ada banyak orang dengan nama yang sama.")
Rahang Restu mengeras pelan.
📞 : "Lima tahun, Ngga... lima tahun. Tapi hasilnya tetap nihil," gumamnya lirih.
Rangga tak berani menjawab. Ia hanya diam mendengar embusan napas kasar atasannya itu.
📞 : "Aku tidak mau tahu. Cari detektif lain yang lebih kompeten lagi!" Ucap Restu tegas. "Segera temukan wanitaku!"
("Baik, Bo...")
Tut
Panggilan diputus sepihak.
Restu melempar ponselnya begitu saja ke atas meja kerja, lalu kembali menatap deretan gedung di luar sana dengan tatapan frustrasi. Ia meraup wajahnya kasar, bingung entah harus menyewa berapa detektif lagi demi menemukan Azalea.
Selama kurang lebih lima tahun terakhir, sudah puluhan detektif yang ia pekerjakan demi menemukan Azalea. Mereka menyusuri banyak tempat hiburan malam, berpindah dari satu klub ke klub lain.
Namun hasilnya tetap nihil. Identitas Azalea terlalu samar. Tidak ada nama lengkap, ataupun keluarga yang bisa dilacak.
Bahkan demi menemukan wanita itu, Restu pernah menyewa seorang pelukis profesional untuk menggambar wajah Azalea berdasarkan ingatannya. Setiap detail kecil tentang wanita itu masih tersimpan jelas di kepalanya. Dan selama bertahun-tahun, lukisan wajah tersebut selalu berpindah dari satu tangan detektif ke tangan detektif lainnya.
Tetap saja, tidak ada seorang pun yang berhasil menemukan Azalea. Dulu, Restu bahkan beberapa kali kembali mendatangi klub tempat pertemuannya dengan Azalea.
Ia menawarkan uang dalam jumlah fantastis agar sang Madam mau memberitahukan keberadaan wanita itu. Setidaknya petunjuk kecil apa pun yang bisa mempertemukannya kembali. Namun wanita paruh baya tersebut tetap memilih bungkam. Ia mengatakan bahwa Azalea sudah lama diusir dari klub dan dirinya tidak ingin lagi berurusan dengan wanita itu. Juga, mengaku tidak tahu menahu tentang Azalea sebenarnya.
Restu yang frustrasi sempat mengamuk hingga mengobrak-abrik klub malam tersebut.
Alih-alih takut, sang Madam justru membalas dengan ancaman. Dan saat itulah Restu sadar, wanita tua itu ternyata memiliki backingan.
Seseorang dengan kekuasaan cukup besar yang melindungi bisnis haram tersebut. Karena buah dari tindakan nekatnya waktu itu, nyawa ayahnya sempat terancam. Sejak saat itulah, Restu tidak lagi berani bertindak gegabah.
Hingga saat ini, wajah Azalea bahkan masih tersebar di jejaring tertutup dunia malam di seluruh kota Surabaya.
Tapi, informasi itu hanya beredar di kalangan tertentu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wahh, babang Restu nih niat banget emang nyariin Azalea yaa. Kasihan tapi, semoga segera ketemu ye bang ☺️
oh ah oh eh oh uh...
apa oma kecewa Restu gk nikah2, hehe...
entah apa yg terjadi sama Oma, malah jadi akting jadi nenek pikun 😭
gk mau kalah sama Angga
astagaa... bestiemu msh setia bngt Res smpe inget sama gadis yg bikin kamu gk bisa mupon...
jika buru2 tanpa mengenal baik pasangan yang ada hanya menimbulkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga