NovelToon NovelToon
Penghujung Hati

Penghujung Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.6k
Nilai: 5
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Spin off Hati Untuk Arya
.
.
Ari putra wongso, mencintai seorang perempuan bernama Karina, namun tanpa sepengetahuannya sang kekasih mencintai sahabatnya sendiri. Ari selalu merasa Karina tak mencintainya,namun ia memilih bertahan dan berharap Karina akan mencintainya. Namun di penghujung jalannya ia menemukan sebuah jalan buntu. Rasa percaya dirinya runtuh karena takut tak bisa membahagiakan orang yang ia cintai.

Sementara Airil Karina Yatri menantang Ari untuk melangkah ke jalan yang serius, ia berjanji akan mencintai Ari setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Namun Ari gugup untuk melangkah, tak yakin cinta bisa tumbuh semudah Karina mengatakannya.

Kehadiran seorang janda bernama Vanessa aulia putri memberi warna berbeda bagi laki-laki yang tengah dilanda rasa kesepian karena mengakhiri hubungannya dengan Karina. Kedewasaan Vanessa membuat Ari begitu nyaman dengannya.

Siapakah yang akan menjadi penghujung hati Ari? sang kekasih Karina atau sang janda Vanessa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Karina, Dian, dan Rangga sudah sampai di restoran tempat mereka akan makan siang bersama. Karina memenuhi ajakan Rangga karena Dian juga bersedia ikut dengan mereka. Mereka duduk di dalam restoran, meja mereka cukup dekat dengan pintu masuk restoran mewah itu.

“kamu mau makan apa Karina?” tanya Rangga yang tengah melihat-lihat menu di restoran itu.

“aku sama aja kayak Dian mas” ucap Karina dengan pelan, pikirannya masih memikirkan sosok Ari.

Mungkin benar kata orang, berartinya kehadiran seseorang akan terasa saat orang itu tidak ada. Hidupnya benar-benar terasa hampa sekarang, dan semakin terasa hampa sejak hubungannya dengan Ari berakhir.

Ia sendiri bingung, kenapa ia masih belum bisa move on dari sosok Ari yang dulu selalu ia abaikan Toh Ari hanyalah sosok laki-laki yang ia gunakan untuk menguji perasan Arya kepadanya.

Dian memperhatikan wajah Karina, ia menarik nafas kasar dan melepaskannya. Ia sengaja membawa Karina untuk makan bersama Rangga agar temannya itu bisa menemukan jalan baru dalam hidupnya. Tapi Karina malah bersikap seperti itu.

“aku makan ayam panggang aja mas” ucap Dian.

“ya udah, berarti 2 ayam panggang, sama aku daging panggang” gumam Rangga dengan semangat, kesempatannya untuk bisa dekat dengan Karina akhirnya datang juga.

“minumannya apa?” tanya Rangga lagi.

“aku jus mangga aja mas” jawab Dian, Karina mengangguk setuju, “aku juga mas” ucapnya.

Rangga kemudian menuliskan pesanan mereka di sebuah kertas dan memesannya kepada seorang pelayan. Mereka kemudian menikmati makanan mereka dengan berbicara tentang rumah sakit, pasien dan juga pengalaman lucu mereka selama bekerja.

Dian menyegerakan menghabiskan makanannya terlebih dahulu, ia merasa Rangga seperti enggan berbicara serius dengan Karina karena kehadirannya. “aku ke kamar mandi bentar ya” ucap Dian setelah menghabiskan makanannya, ia berdiri dan segera menuju kamar mandi.

Senyuman senang terkembang di mulut Rangga, Dian sepertinya cukup peka dengan keadaan. Ia kemudian melihat kea rah Karina yang tampak makan dengan pelan.

“Karina” gumamnya, “aku ingin berbicara sesuatu kepadamu”

Karina masih tetap menikmati makanannya, “bicarakan aja mas, kenapa harus ngomong kayak gitu dulu” ujar Karina dengan santai.

Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Rangga, ia mengumpulkan keberanian untuk berbicara serius dengan Karina.

“sebenarnya aku,”

“Ari” gumam Karina saat melihat Ari keluar dari ruangan VIP berlapis kaca di bagian dalam restoran itu.

“Ari” ucap Rangga yang bingung karena Karina memotong kalimatnya.

Rangga melepas nafas kesal, ia memutar badannya melihat kea rah laki-laki yang membuat kalimatnya terhenti. Terlihat Ari tengah berbicara dengan 2 pengusaha yang wajahnya pernah tampil di media bisnis.

Wajah Karina menatap datar kea rah Ari yang tersenyum getir melihatnya setelah ayah dan kliennya Ari pergi meninggalkan Ari disana. Karina melihat ke kursi Dian yang masih kosong. ‘astaga Ari bisa salah paham’ batin Karina.

Karina kembali melihat ke arah Ari, laki-laki itu sudah berjalan ke arah lain restoran dengan cepat dan gerak tangan yang gelisah.

Jantung Karina berdetak cepat, apa dia harus menghampiri Ari dan menjelaskan kalau ia tidak hanya berdua dengan Rangga disana. ‘ah, tapi buat apa? bukannya dia yang memutuskanku’ batin Karina.

Suapan Karina mulai terasa tak enak, sekarang Ari benar-benar membayangi seluruh isi kepalanya. Namun rasa ego dan gengsi itu masih ia rasakan. Ia tak akan mengemis cinta kepada laki-laki manapun.

“yang tadi itu pak Basri kan Rin?, pengusaha property terkenal itu” gumam Rangga yang mengenal sosok ayah Ari.

“masa sih?” tanya Karina, yang ia tahu selama ini ayahnya Ari adalah pengusaha, dan ibunya Ari juga berbisnis fashion dengan memiliki beberapa butik di beberapa kota besar.

“iya, itu kliennya Ari ya” gumam Rangga.

Karina mengangkat kedua bahunya, tak ingin membahas itu lagi. “Dian mana sih, lama amat di kamar mandinya” Karina mulai risih dengan duduk berdua di meja itu bersama Rangga.

“Rin, aku mau ngomong sesuatu” gumam Rangga yang tak ingin kehilangan kesempatan.

“ngomong aja mas, jangan sungkan gitu” ucap Karina dengan santai.

Rangga menarik nafas panjang, ia memberanikan diri untuk mengatakan isi hatinya.

“sebenarnya aku sudah lama menyimpan perasaan ini Karina” ucap Rangga dengan sungguh-sungguh. “aku menyukaimu, aku ingin mencoba hubungan yang serius denganmu”

Karina masih berwajah datar, sudah menduga itu semua. Selama ini Rangga sudah menunjukkan itu kepadanya. Laki-laki itu terkadang cukup perhatian dengannya dan sering mencuri pandang ketika mereka sedang ada acara bersama.

“hubungan serius apa maksud mas?” tanya Karina.

“aku ingin kita mencobanya dengan pacaran dulu Karina, sebelum lanjut ke tahap yang lebih serius” lanjut Rangga.

****

Ari memukul keras stir mobilnya, getir perasaannya terasa dikhianati oleh Karina selama ini. Ia mengeluarkan ponselnya dan segera menelfon seseorang.

Saat panggilannya terhubung ia berbicara dengan cepat. “Chris, aku mau kamu ngawasi Karina lagi, ada laki-laki yang sedang dekat dengannya, aku ingin kamu memastikan hubungan mereka” ucap Ari dengan cepat.

“baik bos, akan saya kerjakan” jawab Chris di seberang panggilan Ari.

Ari kemudian mematikan panggilan tersebut, “kenapa Karina? kenapa dulu kamu selalu menolakku, dan sekarang kamu pergi berdua dengan dia” gumam Ari dengan sedih.

Ari melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan restoran, disaat keadaan seperti itu, ia harus tetap profesional untuk segera menemui kliennya yang lain sesuai jadwal yang diberikan sekretarisnya.

Setelah jadwal kerjanya hari itu selesai, Ari memutuskan segera kembali ke rumah tanpa ke kantor lagi. Pikirannya terasa tak nyaman. Pilihannya adalah gunung, semalam sudah cukup, kalau bisa lebih juga akan jauh lebih bagus baginya.

Bi Inah membuka pintu saat Ari pulang, “sore tuan” sapa bi Inah dengan memberi hormat saat Ari masuk ke dalam rumah.

“sore bi, ayah sama ibu udah pulang bi?” ucap Ari sembari melonggarkan dasi dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang tas kerja.

“ibu udah tuan, beliau lagi di ruang baca, kalau bapak belum pulang tuan” jawab bi Inah.

“ohhh,” gumam Ari, “tolong bikini teh ya bi, antar saja nanti ke ruang baca” gumam Ari,

“baik tuan” jawab bi Inah.

Ari segera kamarnya untuk berganti pakaian, sesaat kemudian ia udah kembali turun menuju ruang baca yang pintunya di dekat ruang tengah. Ari masuk ke dalam, bercerita dengan ibunya sembari membaca buku bisa membuatnya mengalihkan pemikiran dari sosok Karina.

Saat Ari masuk ke dalam, bi Inah tengah berjalan ke luar. “tehnya udah di meja tuan” ucap bi Inah dengan langsung menundukkan kepala saat melihat Ari masuk ke dalam.

“makasih ya bi” ucap Ari, ia segera berjalan menghampiri ibunya yang tengah membaca buku seputar fashion.

“kamu ada masalah?” tanya ibu Ari dengan singkat, matanya masih fokus dengan buku yang sedang ia baca.

Ari meneguk sedikit teh hangatnya, ia kemudian berdiri mencari buku filsafat.

“pikiranku kurang tenang bu, jadinya aku kesini” ucap Ari.

“ayahmu ingin menjalin kerjasama dengan Adinata group, posisi Arya disana bisa membantu perusahaan kita untuk menjadi lebih besar lagi” ucap ibu Dini.

Ari duduk di samping ibunya, wajah tenang mendengar ucapan sang ibu yang masih fokus dengan buku yang dibacanya.

“aku nggak suka jika kerja sama berdasarkan kedekatan saja bu, seolah-olah kita memanfaatkan Arya untuk mengembangkan perusahaan kita” jawab Ari dengan santai.

“kamu ini” ucap ibu Dini dengan kesal,

“ayahmu sudah menyuruhmu mengurus perusahaan, tapi apa? kamu masih saja fokus di perusahaanmu itu”

Ari melepas nafas kasar, masih saja hal itu yang dibahas dari dulu, “ibu kan tahu kalau aku sama Arbi dan Arya sudah merintisnya dari kecil dulu” jawab Ari dengan pelan.

“ibu sudah kasih solusi agar perusahaan mu itu digabungkan saja dengan perusahaan kita, kan bisa jadi anak perusahaan kita nanti, tinggal kamu negosiasikan saja sama Arbi nanti gimana pengelolaannya dan gimana modal keluarga Arbi yang masuk dulu saat mendirikannya”

“udah lah bu, Ari nggak mau bahas masalah ini, otak Ari lagi mampet” ucap Ari dengan meringis kesal.

Ibu Ari tersenyum, ia mengusap bahu Ari, “nikah obatnya, istri itu obat penawar segala masalah”

“nanti malam ibu sama ayah ada acara pernikahan rekan bisnis ibu, kalau kamu mau ikut, bisa pilih-pilih calon istri disana” ucap ibu Ari tersenyum usil.

“ahh ibu, nambah masalah aja” ucap Ari.

Ari memilih fokus dengan bacaannya, sedikit konsumsi untuk otak bisa melegakan beban perasaannya.

“kalau kamu nggak punya calon, biar ibu cariin nanti”

ibu Ari mendekat ke arah anaknya.

“kalau ibu dan ayah yang cari, bisa sekalian buat meningkatkan bisnis keluarga kita” ucapnya

1
Rizqi_Achmad
lanjut
Suherni 123
ga Karina ga Mila pas udah nikah manggil suami namanya doang
apalagi Karina yang katanya didikan agama nya lebih dari Ari
Suherni 123
Vanessa,,sabarmu sungguh luar biasa
Suherni 123
kalau udah perjodohan mah susah
Suherni 123
udah tarik nes,,ari go move on
Suherni 123
ngakak pas akhir baca
utya .S. firdaus
hanya orang orang yg satu server ma dia yg bisa memahaminya....

dan itu sangat jarang...
Semi Ota Priyani
dtggu thot
Urnisah Febriansyah
masih nunggu kisah cinta nya Vanessa
mega keyna
tp mmg ari sbnrnya ngk cocok sm karina,karakter mereka jauh berbeda kayak air dan minyak,tp kl status,mereka memang cocok,jd ngk ada slhnya jg mereka ber 1,tnggl mereka saling melengkapi aja pasti bahagia,,,,
Mimi Fitriani
Thor upny kpn lgi
Muh Ali Suarno
thor kapan up lagiii
Muh Ali Suarno
lnjuuut
NurInna
kumenunggu thor jgn pakek lama²...
Semi Ota Priyani
lanjut thort
Semi Ota Priyani
lanjut thor
Mimi Fitriani
lanjut thor ditunggu tunggu
Urnisah Febriansyah
lanjutin kisah cinta Vanessa dong kak
mega keyna
hahaha lucu antara arya sm mila,kayak mila org suci aja nesehatin org,ya walau pun skrg mereka udh sm2 cinta,tp ngk hrs menasehati jg x secara si mila dlu udh slh besar nyakitin suaminya,,, eèe,,, glrg skrg udh ngmg kayak gt aja kyk mila itu manusia sempurna,,, ngk ngaca dia,untng vanessa sabar,,,,
Suherni 123: bener,mila sok bener
total 1 replies
bunda Thalita
bukan Salman Thor tp SARMAN klo ga salah 😁 lanjuutttt akuh tunggu up nya Thor❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!