NovelToon NovelToon
Istri Baru Dr. Fawwas

Istri Baru Dr. Fawwas

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Paksaan Terbalik / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Duda / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:665.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Turun Ranjang
Fawwas, seorang dokter ahli bedah tidak menyangka harus mengalami kejadian yang menyenangkan sekaligus memilukan dalam waktu yang bersamaan. Saat putrinya dilahirkan, sang istri meninggal karena pendarahan hebat.

Ketika rasa kehilangan masih melekat, Fawwas diminta untuk menikahi sang adik ipar. Dia adalah Aara, yang juga merupakan seorang dokter kandungan. Jelas Fawwas menolak keras, belum 40 hari istrinya tiada dia harus menikah lagi. Fawwas yang sangat mencintai istrinya itu bahkan berjanji untuk tidak akan menikah lagi.

Tapi desakan dari keluarga dan mertua yang tidak ingin cucu mereka diasuh oleh orang lain membuat Fawwas terpaksa menerima pernikahan tersebut. Terlebih, itu juga merupakan wasiat terakhir dari sang istri meskipun hanya tersirat.


Bagaimana Fawwas menjalani pernikahan nya?

Apakah dia bisa menerima adik iparnya menjadi istri dan ibu untuk putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IB 04: Mimpi Risma

" Nak, ibu tidak akan menghalangi mu membawa Neida. Tapi bisakah setelah 40 hari DNA acara akikah digelar? Sebaliknya, kamu bebas untuk menemani Neida di sini. Bukankah kamu juga masih keluargamu. Kepergian Aira tidak akan mengubah apapun Fawwas."

Kata-kata Risma membuat Fawwas sedikit merasa bergetar hatinya. Ia tahu, keluarga Ananta sangat baik kepadanya. Mereka bahkan menganggap dirinya seperti anak sendiri. Sama halnya dengan Gauri, bukan hanya menyayangi Aira, tapi sang ibu juga menyayangi Aara. Apalagi Aara adalah dokter kesayangan sang ayah di rumah sakit.

Kedua anak dari keluarga Dewandaru menjadi dokter semua. Fawwas dan Faizal, kakak beradik itu menjadi dokter juga di Rumah Sakit Mitra Harapan. Meskipun begitu, agaknya Bisma lebih menyayangi Aara ketimbang dua anaknya yang sama-sama menjadi dokter. Semenjak jadi dokter residen Aara sudah mengambil hati Bisma. Meskipun Aara berada di poli kandungan, tapi semangat dan ketekunan Aara membuat Bisma menyukai gadis itu.

Semuanya menjadi lebih menyenangkan saat mengetahui bahwa Aara adalah adik Aira, calon istri Fawwas. Bisma semakin menyayangi Aara, pun dengan Gauri. Mereka yang tidak memiliki anak perempuan bahkan menganggap Aara adalah anak perempuan mereka. Tapi bukan berarti kasih sayang mereka senjang terhadap Aira. Aira mendapatkan cinta dan sayang yang sama dengan Acara. Bahkan saat mengetahui Aira hamil, Gauri selalu siap sedia dikediaman sang putra.

" Baik Bu, saya setuju. 2 Minggu lagi kita akan mengadakan acara tersebut. Ibu juga tidak perlu khawatir, ibu bisa datang setiap hari untuk melihat Neida. Saya juga akan membiarkan Neida untuk ikut ke ruang jika ibu menginginkannya."

Setelah melakukan percakapan tersebut, Fawwas pamit undur diri. Dia harus segera pergi ke rumah sakit. Sudah lama dirinya tidak berangkat bekerja. Sebenarnya hal yang sedikit salah, karena Fawwas sedikit menggunakan koneksinya. Dia yang putra dari Dirut RSMH memilih mengambil cuti sesukanya sendiri.

Haaah

Hembusan nafas dilakukan oleh Risma, ia jelas tidak bisa melarang Fawwas membawa Neida tapi ada rasa tidak rela. Seharian itu Risma memikirkan hal tersebut. Rasanya dia tidak ingin hari itu segera datang. Dirinya masih ingin berlama-lama dengan sang cucu.

" Bu, mengapa ibu dari tadi terlihat mengenal nafas begitu. Dari semenjak makan malam kamu melakukan itu," ucap Rezky. Dari tadi semenjak pulang bekerja ia melihat istrinya seperti memiliki beban yang berat.

" Mas, aku sedang bingung. Aku tidak ingin Neida pergi, tapi aku tidak bisa menghalangi Fawwas untuk membawa Neida. Aku hanya takut mas, Neida di rawat orang yang salah. Banyak sekali berita di media sosial yang mengabarkan tentang perlakuan pengasuh yang tidak baik terhadap anak yang diasuhnya. Ya meskipun tidak semuanya begitu, tapi aku sungguh takut."

Rezky kini mengerti kegelisahan sang istri. Memang benar itu juga membuatnya sedikit merasa khawatir, tapi bagaimanapun Fawwas lebih berhak atas Zeida. Dia adalah ayahnya sedangkan mereka hanya sebatas kakek dan neneknya.

" Sudahlah. Mari kita tidur. Besok kita pikirkan persoalan ini lagi. Kau sudah cukup lelah sayang, sebaiknya tidur lebih cepat. Aku tidak ingin istriku yang cantik ini sakit."

Risma setuju, tubuhnya mungkin tidak lelah tapi pikirannya yang merasakan itu. Malam ini dia meminta Aara untuk menjaga Neida. Ya, dia juga belum menanyakan kepada putri keduanya itu mengapa tidak berangkat kerja.

" Aaah, semuanya benar-benar sulit. Aku harap semua bisa diselesaikan setelah aku bangun tidur besok," doa Risma tulus. Kehilangan putri nya bukan lah hal yang kecil, rasa sakit itu hingga kini masih terasa. Dan Risma merasa tidak tenang jika cucunya harus dirawat oleh seorang baby sitter ataupun nanny.

" Ibu ... "

Deg!

Risma terkejut ketika ada seseorang yang memanggilnya. Bisa ia ketahui. Bahwa suara itu adalah suara dari orang yang sangat ia kenal. Tapi dia menggelengkan kepalanya cepat karena tidak mungkin orang itu ada di sana.

" Bu, ini aku Aira," panggil Aira.

" Aira, kau kah itu nak. Nak ibu sungguh merindukanmu nak."

Pelukan yang Risma lakukan terhadap Aira sungguh nyata. Tapi sejenak Risma merasa ini mungkin hanya ilusinya. Ilusi yang muncul akibat dari rasa rindu dan kehilangan yang ia rasakan. Tapi biarlah, meskipun itu ilusi Risma ingin sebentar saja merasakan itu. Merangkul putri yang ia sudah kebumikan tersebut.

" Bu, apa mereka berdua sudah bilang kepada ibu bahwa aku meminta mereka menjaga Neida bersama?" tanya Aira.

" Maksudmu apa nak?"

" Aku meminta Aara menjaga Neida dan Mas Fawwas Bu. Aku ingin Neida dijaga oleh Aara dan Mas Fawwas, tidak ada orang yang bisa ku percaya menjaga mereka selain Aara."

Risma terhenyak mendengar ucapan Aira, meskipun ia tahu itu adalah mimpinya dan mungkin mimpi yang ia ciptakan sendiri karena rasa rindu nya, tapi semuanya yang Aira katakan sangat nyata. Setelah mengatakan hal tersebut Aira mencium pipi Risma dan berjalan menjauh lalu menghilang. Risma tak lagi bisa meraih Aira. " Pergilah dengan tenang nak, jangan kau risaukan anak dan suamimu. Semua akan baik-baik saja."

Tes

Air mata Risma menetes saat ia terbangun. Ia memegang dadanya yang terasa begitu sesak. Tapi ia juga memikirkan apa yang diucapkan Aira. Sebuah pemikiran masuk ke dalam otak Risma. Ia tersenyum simpul, tampaknya jalan keluar dari permasalahannya sudah ia dapatkan.

" Benar, hanya Aara yang bisa menjaga Neida. Dan semuanya tidak akan berubah. Fawwas tetap akan menjadi menantu keluarga ini lalu Neida tetap akan mendapatkan kasih sayang keluarga yang lengkap. Ya, seperti itu saja."

TBC

1
ayu cantik
suka
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Jumi Eko
bagus
Sulati Cus
cerita yg manis jg ringan
Ima Kristina
karya karya author memang selalu kerennn
Ima Kristina
loh kok sudah tamat saja sich belum puas rasanya kan adiknya Neida belum lahir Thor
Ima Kristina
hareudang hareudang hareudang
Ima Kristina
Benar kata APPA kunci keharmonisan rumah tangga adalah komunikasi yang baik
Ima Kristina
Pilihan terbaik adalah merelakan dan mengikhlaskan orang yang sudah meninggal karena tidak akan bisa balik ke dunia
Ima Kristina
Aku kasihan sama dokter Sanusi
Ima Kristina
Semangat Ara demi keluarga kecilmu terutama semi dirimu sendiri
Ima Kristina
Tujuan Ara pasti ke makam kakaknya Aira
Ima Kristina
Semangat Ara.... yakin kamu bisa sembuh dari traumamu
Ima Kristina
Dukungan keluarga terutama suami sangatlah berarti untuk Ara tapi tetap saja dalam diri Ara sendiri yang utama
Ima Kristina
Sakit psikis memang tidak tampak seperti sakit fisik tapi sakitnya luar biasa dan proses kesembuhannya butuh waktu yang lama
Ima Kristina
Makin kesini Fawwas makin perhatian sama Ara sebaliknya pun dengan Ara...co cweet
Ima Kristina
Semuga Arsyad segera menyadari kesalahannya
Ima Kristina
Pasti pil pencegah kehamilan yang ditemukan Fawwas
Ima Kristina
makin seru ceritanya Thorr menghibur banget pokoknya lanjut kakaaa
Ima Kristina
Jangan diberi ampun dokter Arsyad untuk jadi pelajaran
Ima Kristina
kalau kamu ingin selamat mendingan jujur saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!