NovelToon NovelToon
Scandal Cinta Majemuk

Scandal Cinta Majemuk

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Austin 'tak peduli. Dia mencintai Jasmine. Walaupun perut wanita itu membuncit di usia hampir trimester tiga kehamilannya. Tidak ada yang salah dengan hubungan keduanya. Jasmine tak bersuami. Kehamilannya adalah hasil tragedi penculikan yang justru menimbulkan simpati di hati Austin.

Tapi bagaimana jika suatu waktu, pria yang melakukan penculikan itu tiba-tiba datang.
Akan bagaimana hubungan mereka ke depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Notes; Cerita ini mengusung alur maju mundur. Kalo dibaca pake perasaan, insyaAllah bisa dipahami.

*****

Bip bip bip ....

Suara pilu ventilator memecah kesunyian di ruangan dengan aroma desinfektan yang menyengat, menjadi pengiring untuk pelayaran ruh dari raga yang tengah terbaring tak sadarkan diri di atas brankar ber-cat putih juga seprai dengan warna senada itu.

Austin ....

Sudah lebih dari dua belas jam lamanya pria itu terbaring tanpa daya, akibat kecelakaan di lintasan balap siang tadi.

Wajah pucat yang di bagian mulut dan hidungnya tertutup masker oksigen, nampak menguap diterjang napas sesaknya.

Di samping pria itu, Tara duduk bertopang dagu dengan sikut tertumpu matras yang ditiduri sahabatnya seraya tak lepas menatap wajah pucat yang terpejam di hadapan.

Waktu telah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Namun Tara masih tetap berusaha terjaga, walaupun sepasang matanya jelas menunjukkan kelelahan yang menuntut pelepasan.

"Kapan lu mao bangun, sih, Le?" Suara parau Tara. "Lu lagi belajar mati apa? Anteng banget kagak mo bangun.”

Detik merangkak meraih menit, lalu berjalan menggapai hitungan jam.

Empat jam kemudian ....

Seorang perawat terlihat sibuk menyibak tirai-tirai jendela untuk mempersilahkan sang surya menyorot ke dalam ruangan, menciptakan suasana lebih hangat di sekitarnya.

Tara yang mungkin baru memejamkan mata dua jam saja, nampak terusik di samping Austin. Ia mengangkat kepala dan tubuhnya untuk menegak. Sesaat mengucek matanya yang masih terasa samar untuk meraih pandangan jelas.

Ia terkejut!

Mendapati Austin yang telah duduk bersandar bantal.

"Le! Lu kapan sadar?!" Bibirnya merekah menarik senyuman senang. “Akhirnya lu kagak jadi mati,” katanya gak ngotak. Akan tetapi .... “Le.” Detik berikutnya Tara berkerut kening.

Ada yang aneh. Kecemasannya tak bersambut. Ekspresi Austin di luar ekspektasi. Pria bule itu hanya diam menatapnya dengan sorot datar, tapi cukup tajam untuk tatapan seorang sahabat yang seringkali saling melempar lelucon setiap waktu.

Dan Tara tak menangkap kebohongan atau kepura-puraan sedikit pun di mata merah itu. Karena Austin bukan pria yang senang berpura-pura.

Pandangan yang sama saat ia bertemu pria itu pertama kali, Tara menelisik. Dingin dan datar.

"Lu baek-baek aja, 'kan, Le? Pala lu masih sakit?!"

Tetap sama! Austin masih diam seolah tak mengenalnya.

"Le!"

Dan tetap sama!

“Kenapa ni bocah? Kerasukan?” tanya hati Tara, kebingungan.

Sampai menit berikutnya, suara yang sangat ingin didengar itu akhirnya mendesis ...

"Siapa lu?”

Tentu saja Tara terkejut hingga menghela kepalanya ke belakang dengan kening berkerut-kerut. “Le ... Elu ...?”

“Gua tanya lu siapa?”

----

Pertama kali dalam hidupnya, Tara merasakan nyeri bertubi-tubi jauh di dalam dada. Terasa ditonjok berulang dan semakin kuat hingga ia tak tahan, lalu menangis seperti anak PAUD yang nyasar nyari emaknya.

Penjelasan Dokter sepuluh menit lalu, membuat pria itu terbelalak tak percaya, bahkan nyaris mementalkan diri.

Amnesia!

Kata dokter pendek berkepala botak separo tadi, Austin mengalami amnesia! Yang bahkan tak bisa dijelaskan, apakah vonis itu bersifat sementara ... atau permanen.

Berdiri di samping pintu ruangan dokter yang sesaat lalu ditemuinya, Tara menyandarkan punggungnya dengan kepala menengadah ke atas membentur dinding di belakangnya.

"Lu kebanyakan dosa sih, Le," keluh Tara, tapi terkesan menyumpahi. Kemudian memerosotkan tubuhnya ke lantai. Menekuk kaki untuk kemudian membenamkan kepalanya di sela lutut yang ia peluk. "Kalo lu ilang pikiran kek gini, berarti gua kudu nata otak lu dari awal lagi, Le! Nyeksa banget lu!" Lantas diangkatnya wajah yang lalu diusapnya kasar. "Abis ini, lu kudu beliin gua mansion segede alakajim di puncak Himalaya pokoknya, Le. Titik!"

🦠🦠🦠🦠🦠

Time skip.

Enam bulan kemudian ....

Sehelai daster lusuh selutut berlengan pendek bercorak batik melayu yang terlihat telah kusam memudar, membalut tubuh seorang wanita yang melangkah perlahan melewati trotoar di tepi jalan. Kaki putih nampak berdebu dialasnya dengan sepasang sandal jepit berwarna coklat kehitaman yang telah menipis dimakan usia pakai.

Sebuah besi sebesar kelingking, dengan panjang kurang lebih setengah meter, yang bagian ujungnya membentuk lekukan serupa kail, ia gunakan untuk menggapai gelas dan botol-botol plastik bekas minuman kemasan, yang lalu dimasukkannya ke dalam sebuah karung kumal yang diseret satu bagian tangannya yang lain.

Terlihat sesekali ia berhenti hanya untuk menyeka butiran peluh yang mengucur di pelipisnya. Deru napas tak beraturan kerena lelah. Karung rongsok yang diseretnya telah hampir penuh, membuat langkahnya terseok-seok keberatan beban.

Nampak lagi-lagi diusapnya seraya menunduk, perut gendut yang di dalamnya berisi nyawa lain yang dititipkan Tuhan, penuh kasih.

Ya!

Jasmine. Saat ini ia tengah mengandung. Sebuah kenyataan yang membuatnya benar-benar terlempar ke dalam jurang lara yang menyedihkan.

Benih itu tumbuh di rahimnya setelah ditanam secara paksa oleh pria biadab yang akan selalu diingatnya sampai kapan pun. Janin yang sempat berniat digugurkannya namun urung, karena sadar akan sisi kemanusiaan yang berbelok.

Makluk kecil itu di dalam perut itu sangat aktif, hingga terkadang membuat geli Jasmine lalu dia tertawa kecil penuh haru--sesudahnya.

Sayang, getir tetap saja getir! Kehidupannya benar-benar di bawah garis merah dan titik terlemah.

Ia terlunta-lunta di kota besar yang kini dijejakinya, setelah turun dari mobil bak yang berisi beragam jenis sayuran enam bulan lalu.

Jakarta! Di kota itu dia kini berada.

Melamar pekerjaan pada perusahaan jelas tak akan bisa, ketika ijazah bahkan KTP-pun tak di tangannya. Meskipun kota itu adalah kota kelahirannya, tapi terasa seperti neraka saat tak ada siapa pun yang bisa ia mintai bantuan.

Bermodal penampilan lusuh dengan satu baju yang bahkan berhari-hari tak digantinya, Jasmine semakin sulit mendapatkan pekerjaan.

Ia mengasak makanan dari beberapa tong sampah di depan restoran atau gerai makanan yang dilalui langkah kakinya. Rasa malu dikorbankan demi menjaga perutnya tetap terisi. Jasmine tak lagi peduli.

Tak jarang para pemilik resto mengusir dan menghardiknya dengan tak manusiawi hanya karena penampilan yang nyaris menyerupai pengemis. Atau terkadang ada yang berbaik hati memberinya sebungkus nasi. Jasmine mengalami banyak hal yang menyesakkan dalam beberapa waktu ketika itu.

Sampai seorang malaikat diturunkan Tuhan untuk menolong kesulitan itu.

Seorang wanita tua berbadan kurus yang tak sengaja ditemuinya di pinggiran jalan, mengajaknya untuk pulang dan tinggal bersamanya. Saat itu detik di mana Jasmine tengah menangis tersedu meratapi nasib buruk ke sekian kali dalam hidupnya.

Wanita tua itu hanya seorang pemulung yang tinggal di sebuah rumah yang keseluruhan dindingnya terbuat dari seng bekas dan berkarat, di bantaran kali Ciliwung, Kota Jakarta. Dan sekarang wanita itu pun juga telah tiada--dua bulan lalu, akibat sakit komplikasi yang diderita selama setahun belakangan.

1
engkoz83
harus kahhhhh..seperti ini thor...
engkoz83
tuhhhh..ketemu Andrew dehhh... kacauuuuuuu
engkoz83
ihhh...bakalan amburadullll deh klu ketemu Andrew
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe..biar gk flat, Kak.

btw, mkasih udah maraton baca karya2 aku.
sehat selalu, Kak🥰
total 1 replies
Yudith Lahay
Good
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: makasih, Kak.
kaget aku, novel sepi ini tiba2 ada yg baca😄
total 1 replies
Emak Femes
𝚠𝚊𝚊𝚊𝚑 𝚐𝚊𝚔 𝚛𝚎𝚕𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚜𝚒 𝚊𝚞𝚜𝚝𝚒𝚗 𝚝𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚔
𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚘𝚗𝚞𝚜2 𝚗𝚐𝚊𝚙𝚊𝚊𝚊𝚊
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Kgk, Mak.
mengcapek
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
hari di hafal luar kepada ya ozt bahwa Sanya perempuan itu maha benar 😃 walaupun salah tetap maha benar karena bakalan garing hari² Lo kalo mode ngambek nya udah keluar
Emak Femes
entah kenapa masih kebayangnya si ozt sama.jasmine dah mak
Emak Femes
satu kata
yasalaaaaaaammmmm
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Wkwkwk.

kenapa, Emak?
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
dasar bule songong tak ada romantis² nya ngelamar anak orang sejam yang lalu aja udah hampir buka paha artinya kalo jebol tadi tuh gawang sembilan bulan kedepannya udah punya adek tu si Lily versi Deddy songong
🌺💐H@5#🌺💐: 🤭🤭🤭🙈🙈🙈🙈
total 2 replies
🌺💐H@5#🌺💐
udah kentang harus banyak ngeles lagi gimana gk lapar coba?🤭😃😃 ngeles juga butuh tenaga kaliii wkwkkkk
Emak Femes
sepertinya elu kena karma Le...
skrg jan celap celup lagi
halalin satu Le trus elu celup smp mampus 🤣🤣🤣
Emak Femes
hadeeeeh
tobat napa Le Le
kok malah khilap
pusing eke
Emak Femes
hahahaha dunia nya selebar daun kelor
🌺💐H@5#🌺💐
menang banyak di bule songong adek rival mo di embat juga
🌺💐H@5#🌺💐
udah baca nya tegang tegang eh . malah next 😔😔kentang kentang
🌺💐H@5#🌺💐
hilal bahagia dah hampir muncul seperti nya 😊 berdamai dengan diri dengan keadaan memaafkan takdir menjalani hidup seperti air yang mengalir pasti bahagia sudah menanti
🌺💐H@5#🌺💐
sebetulnya damai itu indah tapi beda pemikiran yang kadang membuat nya menjadi rumit semoga Jasmine juga sepemikiran dengan niat ozt
🌺💐H@5#🌺💐
wiihhh bisa eror otak nya Jasmine njalani takdir hidup nya...oh tidak!!! jika kita yang dihadapkan dengan masalah seperti ini bisa apa coba... jangan ditanya tentang sabar tentang ikhlas entah lh
..
🌺💐H@5#🌺💐
da ellahh....apa musti Jasmine pindah lagi ke pelukan pria lain ape ya...aku rasa cinta yg udah di patri Ke Ben gak akan sama kwalitas nya dengan ke Andrew kalo Ben menolak Jasmine ...yg ada Jasmine bisa gila beneran kalo tau yg niduri waktu di enggres itu malah pria yang pernah nyulik dia
🌺💐H@5#🌺💐
inget Ben Abang Lo baru tiba tengah malam dari enggres.. kapan Lo terakhir vc ame jas mikir pura2 aja tanya ke resepsionis mana tau ada nm Andrew sebagai tamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!