NovelToon NovelToon
Pernikahan penuh luka

Pernikahan penuh luka

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: uma_bhie

Catherine Zeta Jones, sosok gadis pekerja keras yang hanya hidup sebatang kara.

Pekerjaan sebagai buruh pemetik anggur di salah satu perkebunan anggur terbesar di desanya.


Ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan untuk menyisihkan sebagian gajinya untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan ke dokteran.


Nasih baik membawanya, pada keberuntungan, saat menyelamatkan nyawa seorang wanita setengah baya, yang ternyata nyonya besar dan pemilik perkebunan anggur tempatnya bekerja.

Nyonya Margaretha, wanita yang ia tolong menjodohkan dirinya dengan putra semata wayangnya.

Siapa yang menduga, kalau putra nyonya Margaretha sudah memiliki seorang istri yang dalam keadaan koma.


Bagaimana kah' nasib Catherine selanjutnya? Apakah kebahagiaan atau penderitaan yang ia dapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uma_bhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

Terlihat wajah kesedihan dan juga sebahagia di raut wajah para warga yang sangat menyayangi sosok Catherine.

Mereka sangat kehilangan sosok, wanita berhati baik dan tulus itu. Doa tulus mereka berikan kepada, Catherine. Sebagai pengantar wanita itu, untuk kehidupan barunya di kota.

Catherine mengucapkan salam perpisahan kepada para warga yang menyayanginya dengan air mata sedih. Yang — mengantar dirinya, hingga memasuki mobil. Dan — di bekali nasehat juga doa kebaikan untuk Catherine.

Nyonya Margaretha begitu beruntung, bisa memiliki seorang menantu seperti Catherine. Yang begitu disayangi oleh orang banyak.

Sedangkan Jeffin, sejak tadi hanya bisa menampilkan wajah datar dan jengahnya. Ia — merasa jijik melihat wajah Catherine yang sok tulus, menurut dia.

Tanpa memperdulikan istri kecilnya, yang baru saja di nikahinnya. Jeffin memasuki mobil mewahnya dengan wajah datar dan dingin.

Terpaksa, Catherine, dibantu oleh warga lain memasuki mobil mewah itu. Duduk, di samping suaminya yang terus membuang pandangannya.

"Jalan!" Perintah Jeffin dingin. Ia tidak memperdulikan, Catherine masih berbicara dengan sahabat baiknya.

Catherine melambaikan tangannya ke belakang. Di mana sahabatnya dan para warga masih menatap mobil mewah itu dan melambai kepada Catherine.

"Akh!" Ringis wanita yang masih mengenakan gaun pengantin berwarna putih itu. Saat — kaca mobil menyepit tangannya yang masih melambai.

Ternyata, Jeffin sengaja menaikan kaca mobil tersebut dengan wajah jijik.

Ia bahkan hanya memandang sinis istri kecilnya yang tangannya terluka.

Catherine sendiri, hanya bisa menundukkan kepalanya dengan sekali-kali melirik suaminya yang sengaja menjaga jarak tempat duduk darinya.

Wanita yang terlihat mungil di samping suaminya itu, hanya bisa diam dengan perasaan canggung. Apalagi, suasana di dalam mobil begitu mencekam. Tidak ada kehangatan di dalamnya.

Suaminya sendiri, hanya memperlihatkan wajah dingin dan datarnya. Tidak sedikitpun, menanyakan hal untuk memancing pembicaraan di antara kedua pengantin baru itu.

Jangankan berbicara, melirik istrinya pun Jeffin enggan. Begitu juga dengan, supir dan bodyguard Jeffin yang berada di kursi penumpang depan, yang memperlihatkan wajah menakutkan.

Mereka juga seakan masa bodoh dengan istri tuannya, bahkan, sang sopir yang berusia masih muda itu, melirik Catherine sinis, melalui kaca spion yang ada di atas kepalanya.

"T-tuan!" Seru Catherine dengan perasaan canggung dan nada suara pelan.

Catherine juga berani menatap wajah suaminya dari samping. Ia begitu mengagumi suaminya. Terlihat dari sisi manapun, suaminya terlihat tampan.

"T-tuan, m-maa-maaf," Catherine berkata gugup dengan suara halus. Tapi wanita itu tidak mendapatkan sahutan ataupun lirikan.

Ia hanya ingin mengatakan, kalau ada sesuatu di jas bagian pundak suaminya.

Tidak mendapatkan, jawaban. Catherine yang dibekali oleh nenek Kori tentang — cara melakukan kewajiban seorang istri kepada suami.

Catherine pun dengan perasaan bahagia, yang akan melakukan kewajiban seorang istri untuk selalu memberikan kenyamanan kepada suaminya, memberanikan diri untuk, menyingkirkan sehelai rambut putih di kain jas suaminya.

Tangan putih, lembut milik gadis itu pun terulur ke samping di pundak lebar suaminya. Namun, sayang. Belum sampai ke pundak suaminya. Pergelangan tangan Catherine di cegat dengan kuat. Membuat, gadis yang baru saja berubah status istri itu, meringis sakit.

"Jangan, lancang. Membiarkan tangan kotor mu ini menyentuhku. Debu, lebih berharga menempel di pakaian ku, daripada, sentuhan kulitmu." Pungkas Jeffin, yang mencegat kuat pergelangan tangan kecil Catherine, dengan tatapan mata menusuk tajam.

"Maaf!" Satu kata yang hanya keluar dari mulut Catherine, saat, mendapatkan perlakuan arogan dari suaminya.

Catherine hanya bisa meringsut tubuh mungilnya di pintu mobil dengan kepala menunduk.

Niat hati ingin menunjukkan sikap empatinya kepada sang suami dan mengharapkan, suaminya dapat mengeluarkan suara dan berbicara kepadanya. Namun, yang gadis itu dapat hanyalah penolakan di sertai hinaan juga cacian.

Perasaan Catherine bagaikan tersayat, atas pengucapan sang suami yang begitu tajam. Mampu menyesakkan dadanya.

Catherine terus memalingkan wajahnya ke luar dan menjaga jarak dari sang suami. Catherine, takut membuat suaminya kembali marah kepadanya.

Catherine pun, takut memalingkan wajahnya ke arah Jeffin. Melirik Wajah rupawan suaminya saja, Catherine begitu takut. Meskipun debaran jantungnya begitu kencang. Saat — Jeffin menyentuhnya dan berbicara kepadanya dari jarak sedekat tadi.

Hanya ada kesunyian di dalam mobil mewah itu. Kedua pengantin baru tersebut hanya saling diam membisu. Dengan — raut wajah berbeda.

Jeffin hanya menampilkan wajah arogannya dan juga jijik bercampur jengah berada di dekat istrinya.

Seandainya, mommy Margaretha tidak mengikuti mobil mereka dari belakang. Jeffin mungkin sudah, membuang istri kecilnya itu.

Mendengar helaan nafas Catherine saja, Jeffin begitu jijik. Apalagi, harus sedekat ini dengan dan berbagi udara dengan gadis yang begitu ia benci, mulai sekarang.

Catherine sendiri, hanya bisa menatap nanar setiap pemandangan menakjubkan yang ia lewati. Perasaan bahagia yang tadi ia rasakan, kini berubah menjadi rasa ragu.

Tapi, Catherine. Sudah terlanjur jatuh kepada pesona suaminya dan — ia mengerti arti dari penolakan sang suami.

Catherine, berprasangka mungkin ini, hanya sementara saja dan lama kelamaan, suaminya itu — pasti bisa menerima dirinya sebagai seorang istri.

Gadis bertubuh mungil itu, bertekad, akan berusaha untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan suaminya.

1
Ema
luar biasa
Leng Loy
Greget banget Lo Woy pergi aja sech Cath
Leng Loy
Dasar pria egois
Leng Loy
Buat Cath pergi dari kehidupan Jeffin
Leng Loy
Pergi aja sech Cath, lagi" kamu hanya dianggap angin saja
Leng Loy
Siapa sech Jeffrey sebenarnya
Leng Loy
Semakin keren Catherine
Leng Loy
Belum tau siapa Catherine 🤣🤣
Leng Loy
Balikin aja tuch kata" yang pernah Jeffin ucapkan
Leng Loy
Dasar labil si Jeffin
Leng Loy
Jangan jadi luluh begitu Cath,klo dia lagi kumat sungguh mengerikan
Leng Loy
Keterlaluan sekali Jeffin gimana mau meriksa Catherine megang aja ga boleh
Leng Loy
Saingan si Jeffin adalah Jeffrey
Leng Loy
Ada yang ngasih hadiah tidak terima, tapi kenapa kamu terus menyakiti Catherine
Leng Loy
Dasar laki" ga tau diri mulai lagi kebengisan nya
Leng Loy
Pastinya ulah dua ular itu
Leng Loy
Dasar Jeffin mau enaknya aja
Leng Loy
Dua wanita penuh kelicikan
Leng Loy
Ada yang Bucin nech sekarang 🤣🤣
Leng Loy
Katanya dulu jijik sama Catherine sekarang kok posesif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!