Curiga dengan sikap Ibunya yang belakangan ini terlihat aneh dan sering keluyuran tidak jelas. Bahkan mengabaikan kondisi sang Ayah yang tengah sakit. Sellyna akhirnya mencari tahu penyebabnya, pada suatu hari ia mengikuti Ibunya. Dan betapa terkejutnya saat Sellyna mendapati Ibunya tengah bersama seorang laki-laki dan ternyata laki-laki itu adalah selingkuh sang Ibu.
Laki-laki yang menjadi selingkuhan Ibunya terlihat masih muda, yang lebih mengejutkan lagi bagi Sellyna, ternyata laki-laki itu adalah guru baru di sekolahnya. Yaitu Dimas Baskoro, guru baru yang sangat menyebalkan di sekolahnya.
“Ambil ini dan jangan pernah dekati Ibuku lagi!” Sellyna melemparkan segepok uang pada Dimas.
“Saya tidak butuh uangmu!” Dimas mantap tajam Sellyna lalu pergi begitu saja.
Bagaimana ceritanya selanjutnya? Akankah Sellyna berhasil membuat Dimas menjauhi Ibunya?
Dimas memang sengaja menjalin hubungan dengan Diana—Ibunya Sellyna, karna ada maksud tertentu, yaitu membalaskan dendam di masa lalu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 4
“Diana...” panggil suara lirih dan lemah seketika membuat Diana terkejut.
“Eh, Mas, syukurlah kamu sudah sadar,” ucap Diana seraya mendekati Abraham—suaminya.
Seulas senyum tipis terlihat dari wajah Abraham. Diana terlihat muak, namun ia harus tetap bersikap manis di hadapannya laki-laki yang menyandang status suaminya itu, Diana membalas senyuman Abraham dengan gembira.
“Selly mana?” tanya Abraham kemudian.
Diana terdiam, seketika ide licik muncul di benaknya, ‘okelah aku balas kamu bocah ingusan,’ batin Diana licik.
“Emm, Selly... Aku gak gak tau Mas. Dari tadi aku udah hubungi dia tapi ponselnya gak aktif,” dusta Diana, ‘mampus kau bocah, siapa suruh berani sama aku,’ lanjut Diana berucap dalam hatinya.
“Anak itu benar-benar keterlaluan! Sayang, kau harap kamu sabar ya menghadapi Putri kita itu, Selly anak yang baik, dia hanya salah pergaulan saja,” ucap Abraham. “Terima kasih sudah membawa ku ke Rumah sakit, maaf jika aku merepotkan kamu,” lanjutnya.
‘Hah? Putri kita? Mimpi, dia Putri mu Pak tua!’ batin Diana.
“Iya Mas, aku tau itu. Mas tenang saja aku pasti akan selalu sabar menghadapi Selly,” ucap Diana, tersenyum penuh kepalsuan.
“Terima kasih.”
“Sama-sama Mas, emm apa Mas mau makan?” tawar Diana.
Abraham menggelangkan kepalanya, “tidak, tolong kamu coba hubungi Selly lagi ya Sayang, Mas khawatir juga sama dia,” pinta Abraham. Diana pun mengangguk, lalu ia mengambil ponselnya, berpura-pura menghubungi anak tirinya itu.
“Masih tidak aktif Mas.”
“Ya sudah tidak apa-apa, kirim pesan saja sama dia, bilang kalau Mas di sini.”
“Baik Mas.”
Dalam hati Diana bersorak, tertawa penuh kemenangan. Abraham memang sangat percaya dengan pada Diana, sehingga Diana lebih mudah membodohi Ayahnya Selly itu. Bahkan selama ini Abraham tidak pernah curiga jika Diana diluar sana ada main dengan laki-laki lain..
Dan kelakuan Selly akhir-akhir ini yang selalu membuat Ayahnya merasa jengkel, itu akan lebih mudah di jadikan senjata untuk Diana membodohi suaminya itu, kalau bisa Diana akan membuat hubungan antara Ayah dan Anak itu buruk.
Sebenernya kelakuan Selly akhir-akhir ini yang menjengkelkan sang Ayah tidak berlebihan, bisa dikatakan sepele. Hanya sering telat pulang sekolah saja, itu pun bukan tanpa alasannya, karna Selly sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan sekolahnya, banyak tugas yang gurunya berikan, serta tugas kelompok yang harus ia selesai juga.
Tapi karna mungkin tidak terbiasa dengan perubahan Putri itu, Abraham selalu bersikap over protektif. Selalu berpikir berlebihan, karna ia tahu pergaulan anak sekarang, sangat mengerikan, pikirnya. Jadi dia tidak mau jika Selly menjadi salah satu dari anak-anak remaja seperti itu. Dan memang sikap Selly yang dulu asalnya dominan penurut juga, jadi membuat Ayahnya selalu berpikiran negatif pada putrinya itu.
***
“Non, kita balik lagi ke kamar Tuan yuk,” ajak Bi Sani pada Selly, mereka kini tengah berada di taman yang tak jauh dari Rumah sakit tersebut.
“Bentar lagi deh Bi, aku masih mau di sini,” tolak Selly.
“Kita udah 3 jam lho Non di sini, kita balik ke sana lagi yuk, siapa tau sekarang Tuan udah siuman,” bujuknya.
“Ya sudah Bi, ayo,” pasrah Selly.
Setalah itu mereka pun berajak dari Taman tersebut kembali menuju Rumah sakit.
Selly memang sangat dekat dengan Bi Sani, karna wanita parubaya itu itu sudah mengasuh Selly sedari bayi. Bahkan setalah Ibu kandung Selly meninggalkan, Bibi—lah yang sepenuhnya merawat Selly, terlebih pada saat itu selalu di sibukkan oleh perkejaannya di kantornya.
Jadi baik Selly atau pun Bi Sani, mereka tidak pernah menepis jarak, walau pun status mereka sebenarnya hanya asisten rumah tangga dan majikan. Selly juga tidak sungkan selalu bercerita pada Bi Sani bila tengah ada masalah, dan tanpa ragu juga Bi Sani selalu memberikan masukan pada Selly, mereka sudah seperti keluarga.
Saat mereka masuk ke dalam ruangan rawat Abraham, Selly dan Bi Sani tidak melihat Diana ada di sana, hanya ada sang Ayah yang terlihat masih memejamkan matanya.
“Ibu kemana lagi?” gumam Selly.
Bersambung.....
udh lama jg blm up inikn udh pertengahan tahun2023