Alana Apriliana Purnama, seorang bad girl, pembuat onar, tingkah nya bikin orang geleng-geleng kepala, tak disangka ia meninggal karena ketabrak mobil.
Bukannya sang arwah menunggu dua malaikat eh ia malah masuk ke tubuh Alina si gadis pembuly.
- - -
Alana memiliki keluarga yang begitu harmonis, ia memiliki dua kakak yang selalu menyayanginya. Ia manja terhadap keluarganya, namun di balik sifat manja ia adalah leader mafia.
- - -
Alina memiliki keluarga yang lengkap, namun ia tak merasakan kehangatan kasih sayang seorang kakak. Setiap harinya ia selalu di fitnah, di pukul, di tampar, dan di hina oleh kakak nya maupun temen kakaknya. Ia memiliki ibu, ayah, dan adiknya yang membelanya. Dua kakaknya? Malah mereka membenci nya dan lebih mempercayai orang luar.
- - -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anita_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AoA 3
Seorang pemuda terbangun dari tidurnya, ia merasakan pelukan hangat dari seseorang, ah ternyata itu pelukan dari sang kakak pikirnya.
"Hoam, jam berapa ini?" Tanya ia kepada dirinya sendiri sambil melirik jam.
"Jam 5," gumamnya.
"Mending solat dulu, sekalian berjamaah bareng kakak."
"Kak, bangun." Ucap Ikbal membangunkan kakaknya.
"Aduh kok susah banget sih," gerutu Ikbal.
"Ah aku punya ide." Ucap Ikbal tersenyum miring.
"KAKAK KEBAKARAN, TOLONG ADEK KAK, HUAAAA CEPET KAK LARI." Teriak Ikbal menggelegar di penjuru kamar Alina. Untung saja kedap suara.
"HAH KEBAKARAN, AYOK DEK SELAMATKAN DIRI." Teriak kaget Alina berlarian.
"Bwahahahahahahhaaha." Tawa Ikbal keluar dengan ngakaknya.
Alina terdiam dan menatap tajam Ikbal.
Ia melirik jam ternyata jam 5, ia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi ia tak lupa mengerjakan solat subuh.
Ikbal juga sudah pergi ke kamarnya, ia urungkan rencananya untuk solat berjamaah bareng Alina, karena mood Alina sedang tidak baik. Selepas semuanya sudah beres dengan seragam sekolah menempel di badan Ikbal, ia langsung pergi ke kamarnya Alina untuk minta maaf.
Ikbal masuk ke kamar Alina, ia melihat Alina sedang merias dirinya dengan polesan makeup tipis.
"Kak, Ikbal minta maaf." Menunduk Ikbal ke arah Alina.
"Hmm." Dehem Alina.
"Kak plis maafin Ikbal ya, soalnya kakak juga yang dibangunkan susah, jadi Ikbal kerjain deh." Jelas Ikbal.
"Maafkan ya kak." Mohon Ikbal.
Alina menyelesaikan kerjaannya, ia menatap Ikbal sedang menunduk.
"Kakak maafin." Ucap Alina.
"Makasih, kak." Ucap Ikbal mengangkat kepalanya, dan
Deg
"I–ini kakak?" Kaget Ikbal melihat penampilan sang kakak.
"Iya ini kakak, kalo bukan kakak terus siapa lagi dong." Ketus Alina.
"Kakak cantik banget." Puji Ikbal.
"Kenapa kakak menutupi wajah kakak yang seimut ini dengan menggunakan makeup kaya badut." Ucap Ikbal sedikit mengejek.
"Kamu ngejek kakak?" Tatap Alina.
"G–gak kok kak," gelagap Ikbal.
"Ayok ke ruang makan, pasti mereka udah nungguin." Ajak Ikbal menarik tangan Alina.
"Bentar kakak ambil tas dulu," ucap Alina.
Lalu mereka turun menggunakan tangga untuk pergi ke ruang makan.
Di ruang makan sudah ada Dady, Momy, dan twins.
"Pagi all." Sapa Ikbal.
"Pagi." Jawabnya serempak.
"Lama amat sih lo, kita udah laper ni." Ketus Gilang menatap Alina.
Alina mengangkat bahunya pertanda ia tidak tahu, dan ia pun males menanggapinya.
"Mau makan apa sayang?" Tanya Momy kepada ku."
"Nasi uduk," jawab Alina.
"Itu tidak ada sayang, adanya ayam sama telur dadar." Ucap Momy sedikit bingung.
"Yaudah kalo gak ada, Alina makan diluar aja ya." Ucap Alina.
"Alina pamit." Alina menyalami tangan Dady dan Momy.
"Loh, kok mau pergi." Bingung Dady.
"Mau nasi uduk, Dad. Alina setiap pagi sarapannya harus nasi uduk." Ucap Alina pergi.
"Assalamualaikum." Salam Alina.
"Wa'alaikumsalam."
"KAKAK IKUT." Teriak Ikbal pergi tak lupa ia juga pamit kepada kedua orangtuanya.
"Cepet!." Seru Alina.
Mereka berdua menuju garasi.
"WAW AMEZING." Teriak Ikbal dan Alina.
"Motor gw nih, fiks warna hitam lagi." Kagum Alina.
"Emang bisa kak naiknya?" Tanya Ikbal heran.
"Bisa dong." Sombong Alina.
"Gaslah kita cari nasi uduk." Ucap Alina menaiki motor.
Mereka berdua pergi meninggalkan rumahnya, ia berkeliling untuk mencari nasi uduk, mereka menaiki motor dengan solo.
Kediaman Alexandra
"Makan." Tegas Dady.
Mereka memakan dengan tenang.
Beberapa menit kemudian mereka menyelesaikan makanannya.
"Dad, Mom, kita duluan." Pamit Galang.
"Iya." Jawab mereka berdua.
Garasi.
"Bang, Alina berubah ya." Ucap Gilang menaiki motor.
"Kurasa begitu," ucap Galang memanaskan motor.
"Yuk berangkat, anak-anak pasti udah nyampe." Ucap Gilang mulai menancapkan gas.
Brum
Motor mereka melaju dengan kencang.
SMA SATU PELITA
Galang dan Gilang sudah sampai di sekolahnya,ia menuju parkiran. Ternyata parkiran sudah ada anak-anak Antartika.
Mereka bertos ala laki.
Dan disitu terdapat si Ppb.
Mereka masuk ke dalam kelas.
Mereka satu kelas sama Alina kecuali Sila, dia berada di kelas 12 MIPA 2, sedangkan Vano dkk dan Alina berada di 12 MIPA 1. Ikbal dia berada di kelas 11 MIPA 1.
Kenapa Alina berada di kelas MIPA 1? Karna itu permintaan dari Alina nya sendiri, tapi untuk sekarang Alina pintar bahkan IQ nya diatas rata-rata, yaiyalah orang itu bukan Alina melainkan Alana.
"Makasih udah anterin aku ke kelas," ucap Sila dengan lembut nya.
"Sama-sama, cantik." Ucap Vano.
"Kita duluan ya," pamit Vano.
"Bay," ucap Sila melambaikan tangannya.
Vano dkk sudah sampai dikelas, mereka duduk dibangku masing-masing.
"Bang, kok si Lina belum dateng?" Tanya Gilang.
"Gak tau, padahal dia duluan sama Ikbal." Jawab Galang.
"Emang si neklam gak minta bonceng lu pada?" Tanya Angga.
"Enggak, dia bahkan minta Dady untuk beliin motor." Jawab Galang.
"Naik motor aja jatuh, ck drama neklam tuh." Sinis Ata.
"Lu tau dia pake motor apa?" Tanya Gilang membuat mereka penasaran.
Mereka menggelengkan kepalanya.
"Yamaha R1M." Ucap Gilang.
"Hah." Kaget mereka.
"Yang benar saja." Ucap Angga.
"Paling dibonceng si Ikbal." Ucap Ata.
"Gak," geleng Galang.
"Si Ikbal pake motornya sendiri." Lanjut Galang.
"Aneh." Batin 2 pemuda.
"Kalo si neklam udah berangkat berarti dia sudah sampai disini, dong." Ucap Ata.
"Masih keliling kali." Ucap Gilang.
"Maksudnya." Tidak mengerti mereka.
"Nyari nasi uduk." Ucap Gilang.
"Kok bisa, dia kan makannya harus pake ayam atau apalah." Bingung Angga.
"Gak tau." Angkat bahu Galang acuh.
Keberadaan Alina dan Ikbal
"Alhamdulillah, kenyang." Syukur Alina menyantap habis nasi uduk.
"Bu, makanan nya enak, Sabi lah langganan." Ucap Alina ke Bu Atik pemilik nasi uduk.
"Boleh dong," balas Bu Atik.
"Jadi berapa, Bu?" Tanya Alina.
"20 ribu, neng." Jawab Bu Atik.
"Ini Bu uangnya, saya mau berangkat school dulu." Ucap Alina.
Alina dan Ikbal sudah pergi menuju kesekolah nya.
Sampai di sekolahan gerbangnya sudah di tutup.
"Aishh jam berapa sih?" Gerutu Alina turun dari motor.
"Jam 7 lewat, mampus." Lirih Alina.
"Bal di belakang sekolah ada warung gak?" Tanya Alina menaiki motor.
"Ada kak," jawab Ikbal.
"Kesana." Ucap Alina menyalakan motor.
Ikbal lebih dahulu menjalankan nya karna ia tahu dimana letaknya.
"Ini kak," ucap Ikbal sampai.
"Bu, nitip motor ya." Ucap Alina ke pemilik warung.
"Oke, neng." Balasnya.
"Terus kak?" Tanya Ikbal bingung.
"Ya manjat temboklah bego." Dengus Alina mulai memanjat tembok.
"Emang bisa?" Tanya Ikbal pelan.
"WOY IKBAL BURUAN, NANTI SI KETOS DATANG ELAH." Teriak Alina sudah berada diatas.
"Iya kak." Cepet Ikbal manjat.
Duk
"Mendarat dengan selamat." Ucap Alina bernada.
"Ekhm," dehem seseorang.
•
•
•
TBC
LIKE AND FOLLOW
MAMPIR TERUS YUK KE CERITA SAYA!
S E E Y O U O R A N G B A I K 🦋