NovelToon NovelToon
Panglima Perang Kerajaan Xili

Panglima Perang Kerajaan Xili

Status: tamat
Genre:Romansa / Time Travel / Petualangan Fantasi-Penyeberangan dunia lain / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Chicklit / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:409.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Lien Machan

Sin Yoona, seorang prajurit perempuan satu-satunya di kesatuan. Saat ini ia sedang melaksanakan tugas negara, yaitu mengupayakan pembebasan para tawanan yang di sandera oleh musuh di wilayah perbatasan negara.

Dia dan rekan lainnya terus menggempur pertahanan musuh sampai berhasil melumpuhkan mereka dan menyelamatkan para tawanan.

Namun apa yang terjadi? Saat mereka sudah berhasil, sebuah bom meledak sebelum mereka kembali ke negaranya. Akibatnya, Sin Yoona dan sebagian prajurit lainnya tewas seketika terkena ledakan bom yang sengaja di pasang musuh.

Sin Yoona merasa dia sudah mati. Tapi, kejadian yang menimpanya di medan perang seolah mimpi baginya. Dia terbangun di tempat yang asing dan dengan identitas berbeda.

Apakah Raja neraka sengaja membangkitkan jiwanya lagi karena berbelas kasih padanya? Tapi, kenapa harus di tubuh yang lemah seperti ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lien Machan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Pembalasan

Seminggu berlalu. Xin'er yang terkurung di kamarnya, hari ini bisa bebas keluar karena telah selesai masa hukuman sesuai perintah ayahnya. Kini dia sedang di taman belakang bersama pelayan pribadinya, Mengshu.

Matanya menatap ke arah kolam yang terdapat ikan cantik berwarna oranye, serta bunga teratai yang memenuhi seluruh kolam tersebut.

Keduanya sedang berbincang dan bercanda riang sambil sesekali melemparkan butiran-butiran kecil ke dalam kolam, yaitu pakan ikan. Saat sedang asyik bercanda gurau, dari kejauhan terlihat Yun Mingna berjalan bersama pelayan pribadinya, Ghehu.

Ide jahil muncul dipikiran Xin'er untuk mengerjai kakak tirinya itu. Mengingat perlakuan buruk Mingna pada si pemilik tubuh, hatinya menjadi geram. "Ashu, bagaimana jika kita membalas perbuatan Mingna pada Xin'er ... Umm-maksudku ... kepadaku di masa lalu? Bukankah kau mengatakan aku tenggelam ke danau karena ulahnya? Jadi, bagaimana jika kita membuat dia merasakan juga dinginnya air kolam?" Tanya Xin'er setelah meralat ucapannya dengan penuh semangat.

Mengshu membulatkan mata mendengar pertanyaan Xin'er. Dia tak pernah menyangka Nona keempatnya akan mengatakan perihal balas dendam, karena dari dulu Xin'er tak pernah mau melakukan apapun, walaupun Mengshu mengusulkan itu. "Apa aku tidak salah dengar, bahwa Nona akan membalas dendam pada Nona Kedua?" Mengshu balik bertanya dengan heran. "Dulu, jika aku mengatakan itu, Nona selalu marah dan bilang bahwa kejahatan harus di balas dengan kebaikan. Tapi, kenapa sekarang mau balas dendam?" Tanya gadis polos itu dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Itu karena Xin'er gadis bodoh. Tapi, aku bukanlah gadis bodoh seperti dia. Aku akan membalas perbuatan semua orang yang jahat padaku dengan berkali lipat!" Seru Yoona dengan cepat tanpa sadar.

Mengshu mengernyitkan dahinya mendengar penuturan Nona-nya. "Xin'er itu kan nama anda, Nona? Kenapa berbicara seolah bahwa dirimu adalah orang lain?" Tanya Mengshu dengan heran.

Yoona tersadar bahwa dirinya salah berbicara. "Ah, ku lupa. Hehehe!" Sahutnya cengengesan untuk menghilangkan kecanggungan nya. "Maksudku, aku yang dulu bodoh dan terlalu lugu, sampai selalu ditindas oleh mereka. Tapi sekarang, aku adalah Xin'er yang kuat dan pemberani. Jika mereka menindas lagi, akan ku buat perhitungan yang jauh lebih buruk dari yang mereka perbuat!" Ucapnya penuh semangat.

Tak di sangka, Mengshu malah bertepuk tangan mendengar ucapan Nona-nya. "Waah, Nona hebat. Kalau begitu, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Lanjut Mengshu bertanya.

"Tunggu saja sampai si Penyihir itu kemari. Setelah dia kemari, kau akan lihat kehebatan-ku!" Ujarnya kemudian sambil menepuk dadanya.

Bersamaan itu, Mingna dan Ghehu berjalan melewati mereka yang sedang terlihat sedih dengan wajah di tekuk. Samar-samar suara Xin'er di dengar Mingna.

"Giok itu pasti sudah hilang. Lalu, aku harus mengatakan apa pada Pangeran Zhaohan!" Ucap Xin'er dengan nada sedihnya.

Mendengar nama Zhaohan di sebutkan, Mingna langsung menarik tangan Ghehu untuk bersembunyi dibalik pohon yang tak jauh dari tempat Xin'er dan Mengshu berada. Dia ingin tahu apa yang sedang keduanya lakukan dekat kolam.

"Biar aku yang turun dan mengambilkannya untuk Nona," sahut Mengshu bersiap turun.

Xin'er menarik tangan Mengshu sambil berkata, "jangan Ashu! Kolam ini cukup dalam dan tubuhmu sangat pendek. Kau bisa tenggelam ke dasar kolam ini," tegas Xin'er. "Biar aku bertanggungjawab dan meminta maaf kepada Pangeran pertama, karena telah menghilangkan barang berharga yang dia berikan itu!" Tuturnya kemudian masih dengan wajah sedihnya.

"Tapi Nona, Pangeran tidak akan memaafkan mu. Dia pasti marah besar karena Nona menghilangkan barang itu. Aku akan turun pokoknya," keukeuh Mengshu.

Kemudian, gadis muda itu menaikkan sedikit rok yang di pakainya dan bersiap turun. Namun, belum sempat turun, dia terpeleset sampai jatuh ke tanah.

BLUGH

"Aaakkkhh," suara teriakan Mengshu terdengar meyakinkan, membuat Mingna dan Ghehu tetap diam di tempatnya sambil memperhatikan.

"Ashu!" Bergegas Xin'er membantu Mengshu berdiri. "Ku bilang juga apa, jangan membuat dirimu celaka! Biarkan giok itu tetap berada di dasar kolam. Nanti aku akan meminta kakak Xiaolang untuk mengambilkannya," ujarnya sambil menepuk pakaian Mengshu yang kotor.

"Tapi, bagaimana dengan giok pemberian Pangeran Zhaohan itu, Nona? Aku takut jika di biarkan lama di dasar kolam akan hilang," timpal Mengshu.

Xin'er celingukan kesana-kemari seperti sedang memperhatikan sekitaran, membuat Mingna yakin bahwa mereka sedang mengkhawatirkan giok itu. "Yang penting jangan sampai ada orang tahu, kalau giok dari Pangeran Zhaohan jatuh ke kolam ini!" kata Xin'er dengan suara sedikit pelan, dan Mengshu mengangguk paham. "Ayo, kita cari kakakku supaya bisa membantu kita!" ajaknya kemudian yang langsung diikuti pelayannya itu.

Mereka pun melangkah pergi tanpa menoleh sedikitpun. Sepeninggalan Xin'er dan Mengshu, diam-diam Mingna dan Ghehu mendekat ke arah kolam.

"Giok dari Pangeran Zhaohan harus aku dapatkan, supaya aku bisa membuat mereka berselisih. Dengan begitu, hubungan mereka akan renggang." ujar Mingna dengan yakin. Dia pun menunduk sembari mengamati ke dasar kolam tersebut. "Dimana si bodoh itu menjatuhkannya? Ckk, dasar ceroboh! Barang semahal itu dia jatuhkan begitu saja. Jika aku mendapatkannya, akan ku simpan giok itu untukku seorang!" celoteh Mingna.

"Nona, ku rasa kolam ini cukup dalam. Bagaimana jika aku menyuruh penjaga untuk mencarikannya ke dasar kolam?" usul Ghehu.

"Jangan! Kau ingin kita ketahuan, jika kita yang mengambil giok itu? Kita cari sendiri saja," tukas Mingna sambil mengangkat sedikit pakaiannya keatas. "Ayo turun, kita cari sendiri!" perintahnya kemudian yang langsung di turuti pelayannya.

Keduanya langsung turun tanpa memikirkan apapun lagi. Namun pada saat kaki mereka menyentuh air, dinginnya air kolam sangat menusuk membuat mereka menggigil apalagi di waktu senja seperti ini.

"Airnya dingin sekali, Nona. Aku tidak kuat," ujar Ghehu yang sudah berada dalam kolam.

Mingna membenarkan ucapan Ghehu, namun ia terlanjur turun dan harus mendapatkan apa yang di carinya. "Kau harus kuat, Ghehu. Aku saja masih bertahan," ucapnya sedikit bergetar. "Lagi pula, giok itu belum ketemu. Ayo cari, sebelum Xin'er kembali!" titahnya lagi.

Keduanya terus mencari dan mencari sambil sesekali menyelam ke dasar kolam. Memperhatikan setiap sela di dasar kolam, takut ada yang terlewatkan. Nyatanya, giok itu tetap tak ada. Hari mulai gelap, tapi barang itu tak di temukan sama sekali membuat Mingna kesal. Ditambah, tubuhnya sudah menggigil kedinginan.

"Bbrrr, aku sudah gak kuat. Aku naik duluan, dan kamu cari terus sampai dapat!" ujar Mingna kepada Ghehu yang langsung protes.

"Tapi Nona, aku pun sudah gak kuat ini. Tubuhku sudah mulai membeku karena merasakan dinginnya air kolam ini. Lagi pula, sudah cukup lama kita mencarinya, namun tetap tak menemukannya. Mungkin, giok itu terkubur oleh lumpur, makanya tak ketemu!" tukas Ghehu. "Aku ikut naik ya, Nona!" pintanya memelas.

"Tidak boleh! Kau harus tetap mencarinya sampai dapat. Jika tidak, kau akan aku hukum cambuk. Kau mengerti!" tegas Mingna kemudian dengan nada tinggi.

"Tapi, Nona ..."

Belum sempat Ghehu menyampaikan ucapan protesnya, datanglah ibu dari Mingna, yaitu Yun Muning. Mata Nyonya Yun membelalak kala melihat putrinya yang menggigil di samping kolam, dengan bibir yang sudah pucat.

"Mingna, kamu kenapa? Apa seseorang mendorongmu ke dalam kolam?" tanya ibunya dengan khawatir. "Katakan, siapa orang yang membuatmu seperti ini?" tanya-nya lagi.

Mingna menggelengkan kepala sambil berkata, "tidak, Bu! A-aku tadi tidak sengaja menginjak sesuatu, sampai membuatku tergelincir ke pinggir kolam, kemudian jatuh karena tak bisa menjaga keseimbangan. Karena kakiku sakit, aku sampai tak bisa naik ke atas. Jadi, aku berendam cukup lama dalam kolam." jelasnya berbohong.

Dia terlalu malu untuk mengungkapkan kebenarannya bahwa sengaja masuk ke dalam kolam untuk mencari giok milik Xin'er, pemberian Pangeran Zhaohan yang padahal tidak pernah ada itu.

"Astaga, Mingna."

Terlihat wajah cemas dari Muning saat itu. Dia pun berteriak memanggil pelayan untuk membawakan kain tebal dan penjaga untuk membantu Ghehu dari kolam. Karena kejadian itu, tabib Jang kembali di panggil ke kediaman Perdana Mentri dengan alasan mengobati Nona kedua yang terjatuh ke kolam ikan.

Yun Xiaoyu saat ini sedang berada di ibukota. Dia tak mengetahui kejadian yang menimpa putri tirinya itu. Karena Xin'er anak baik, dia datang berkunjung ke kamar kakak tirinya untuk memastikan kondisi Mingna.

"Bagaimana kondisi kakak? Apa dia baik-baik saja, Tabib Jang?" tanya Xin'er penuh kekhawatiran. Wajahnya sengaja di buat sedih supaya terlihat meyakinkan.

"Kondisi Nona kedua tidak parah, Nona. Dia hanya demam saja," jawab Tabib Jang. "Beruntung Nona kedua cepat naik, kalau dia lebih lama di dalam air, pasti kondisinya akan lebih buruk." ujar Tabib Jang menjelaskan.

"Sayang sekali," gumam Xin'er yang tak di dengar mereka. "Kalau begitu, kakak harus banyak istirahat supaya cepat pulih." ucapnya kemudian kepada Mingna dengan mengumbar senyum ramah. Berpura-pura perhatian supaya tak di curigai, adalah senjata ampuh. Pikir Xin'er.

Sedangkan ibu dan anaknya itu tak menghiraukan perhatian Xin'er. Keduanya bersikap cuek serta mendelik tajam kearahnya walaupun di depan Tabib Jang.

Xin'er, Mengshu, Tabib Jang, serta yang lain keluar dari kamar Mingna untuk membiarkannya beristirahat. Namun sebelum keluar, Xin'er membisikan sesuatu di telinga Mingna sampai dia mengeram kesal di buatnya.

"Xin'er, akan ku pastikan kau menderita!" Teriak Mingna dalam hati, yang tak bisa mengungkapkannya di depan sang ibu.

1
Nayira Azzahra
terlalu bodoh,buat apa reinkarnasi KLO hal kyk gitu aja g bisa d imbangi,buat apa juga ilmu bela diri????? sungguh aku kecewa 😔😔😔😔😔
Olan moro
mantap.. 👍👍👍
Wan Trado
serius nih namanya chibai..?? 🤣
Siti S
Luar biasa
Machan: makasih bintang 5 nya, kak Siti🥰
total 1 replies
Sarah Arami
seru
Machan: 🥰 makasih bintang 5 nya, kak Sarah🤗
sehat dan bahagia selalu🙏
total 1 replies
ira kasih
happy ending yeeyy...💕
makasih thor.. semoga selalu sehat dan semangat membuat karya baru
Machan: amiiin, makasih doanya kak Ira. doa terbaik juga untukmu🥰
untuk karya baru masih update fantasi pria, klo berkenan silahkan baca. tinggal klik profil othor😁 tapi klo mau genre sama belum rilis, mungkin setelah selesai yang ongoing🙏
total 1 replies
RIA SARI
semua cerita sama y ....
Albuddin
ceritanya muter" terus
Machan: mungkin othor lupa lagi nyemil gangsing makanya muter"🤣
total 1 replies
Aryanti
karyanya hilang entah kemana😭😭😭

bikin patah hati aja
Endri Yani
kok g nyambung
Aryanti
link pemesanannya donk kak🥺🙏
jesica jesi
bagus
Machan: makasih
total 1 replies
nurul istiqomah
apik
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
Ending yg indah..best
Machan: makasih kakak
total 1 replies
NOiR🥀
penuh drama..begitu sulit...
Littlefairy Bundle
aku nggak mau teruskan LG. bosan dgn karekter xin'ernya yg bodoh
Pengagum setia: kalau ga mau baca gausah maksain apalagi tidak like,kasihan othornya capek mikir cape nulis
total 1 replies
Mami Mara
dna??? jaman kerajaan? typo ya thor?
Mami Mara
kan???? q bru mikir, pasti ada yg komen gini? 🤣🤣🤣
Machan: 😁😁😁 maaf bikin keselek
total 1 replies
Lina Octavianti
Luar biasa
Machan: makasih kakak😊
total 1 replies
Machacy
Mungkin ada baiknya, "mengecilkan suaramu saja," apa lgi ini jaman kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!