NovelToon NovelToon
DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA

Status: tamat
Genre:Detektif / Action / Romantis / Komedi / Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Lutvia Megita, adalah seorang siswa yang baru duduk di bangku SMA. Gadis keturunan Indo-Jepang yang cantik, menyamar menjadi gadis jelek bernama Marni, pura-pura gagap dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kekasihnya dibunuh mafia psikopat, membuat dia menjadi semakin kuat. Saat dewasa, seseorang yang mencintainya semenjak sekolah, berusaha mencari keberadaannya. Seorang dokter tampan yang sengaja membentuk grub mafia agar ditangkap gadis detektif yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. BOS bg.2

drrrrtt

drrrrtt

Ponsel Via bergetar, di layar benda pipih canggih itu terpampang kode nama -Big Boss-

Walau kodenya Big Boss, namun yang selalu melakukan panggilan, atau pun yang menerima adalah asisten dari sang Big Boss.

"Halo Pak Rinto, dengan Via perwakilan organisasi BOS di sini," diangkatnya telepon dari asisten presiden negeri ini. Ini tentu berkaitan erat dengan pimpinan negara. Setiap panggilan yang dilakukan oleh sang Asisten, tentu karena perintah langsung oleh sang atasan.

"Apakah Saudari Via bisa ke sini untuk menemui Bapak Presiden?"

"Baik Pak, tentu saja dengan senang hati menerima undangan dari orang nomor satu di negara ini. Ini adalah sebuah kehormatan bagi saya, untuk menginjakkan kaki di istana negara kembali. Oleh sebab itu, saya akan segera menuju ke sana secepatnya."

Tanpa mengulur banyak waktu, Via dengan segera mengenakan pakaian formal, dengan celana dan jas sesuai dengan peraturan. Setelah itu dia memanggil Dedi, supir yang ditugaskan khusus untuk segala tugas Via. Sehingga tak perlu lama-lama, Via sudah berada di halaman kediaman presiden negara ini.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan, Via diantar oleh asisten yang meneleponnya tadi yang biasa dipanggil Pak Rinto, untuk menemui kepala negara ini secara langsung di sebuah ruang khusus. Melihat kehadiran Via di dalam ruangan khusus ini, Presiden langsung menyambut ramah dan menyalami Via, serta mempersilakan duduk di sofa super empuk yang ada di ruangan itu.

"Saya sudah melihat sendiri aksi Dik Via yang sangat luar biasa tengah Viral dalam jaringan internet."

"Kamu sungguh, luar biasa hebat Dik Via," serangkaian pujian datang dari kepala negeri ini dengan senyuman bersahaja milik Sang Presiden.

Via berusaha tersenyum dengan tenang, mencoba menyembunyikan hal-hal yang bergejolak di dalam jiwa remajanya yang menggebu, terasa terus bercampur aduk.

Dalam hatinya mengatakan bahwa dia dipanggil bukan sekedar untuk hal macam ini saja. Pasti ada sesuatu yang mengejutkan yang akan terjadi.

"Sebagai wakil negara ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Dik Via yang telah bersusah payah bekerja untuk menyelamatkan ratusan nyawa yang berada di gedung pusat perbelanjaan itu."

"Terima kasih, Pak. Bapak jangan terlalu memuji begitu. Ini merupakan kewajiban saya atas profesi yang saya lakoni. Jadi menurut saya, ini merupakan tugas yang patut saya emban, sebagai tanda bukti kami serius berada di negara ini, untuk meringankan masalah hukum, khususnya penyelidikan bidang kriminal," jelas Via yang berusaha mengeluarkan kalimat yang paling sopan. Ini adalah perjuangam berat baginya, yang terbiasa bersikap dan bertutur dengan arogan dan frontal.

Presiden duduk sambil mendengarkan penjelasan Via dengan tenang dan tersenyum.

"Namun saya hanya sedikit terkejut, mengapa aksi Dik Via ini, bisa terekspos seperti tadi?

"Saya khawatir ini semua akan menjadi pusat perhatian oleh masyarakat di negara kita, bahkan dunia.."

"Saya sangat khawatir, informasi tentang organisasi BOS bisa terkuak dan kemungkinan buruk lain bisa membahayakan keselamatan Dik Via sendiri."

"Hal yang paling utama bagi Saya adalah keselamatan seluruh masyarakat Indonesia, dan saya harap segala berita tentang BOS ini tidak mencuat pada masyarakat awam," terang kepala negara ini dengan bersahaja dan tenang.

"Maafkan saya Pak, hari ini saya kurang berhati-hati dalam menjalankan tugas, semua luput dari perhatian sehingga berita ini menyebar dengan sangat cepat."

Via tertunduk menyesali kejadian di luar kendalinya ini. Seandainya saja ada yang bisa membantunya untuk segera menghapus berita-berita tersebut, mungkin semua ini tidak akan terjadi.

Melihat Via yang tertunduk merasa bersalah, sang pimpinan negara kembali mengatakan sesuatu.

"Saya paham ini merupakan situasi di luar dugaan dan kendali Dik Via."

"Oleh karena itu, Saya akan mengutus staff kepresidenan bekerja untuk mem-banned berita-berita tentang segala aksi Dik Via yang nanti kemungkinan akan bermunculan lagi."

"Wah, benar kah Pak? Kami sangat menghargai keputusan Bapak ini. Kami dari organisasi BOS juga akan lebih berusaha bekerja sehati-hati mungkin."

"Agar tidak memunculkan opini macam-macam akan kegiatan rahasia yang telah kita sepakati lewat perjanjian antara Bapak dan Ayah saya."

Perasaan Via berubah menjadi bahagia, seperti mendapat sebuah durian runtuh, sehingga dia tidak perlu khawatir lagi akan bermacam masalah kemunculan berita-berita tentang kegiatan rahasia yang dilakukan olehnya nanti.

Presiden memberikan senyuman wibawanya, "Tidak hanya itu saja Dik Via, Saya juga memiliki sesuatu untuk diberikan kepada Dik Via sebagai tanda ucapan terima kasih telah menyelamatkan masyarakat lagi."

"Ooh, jangan Pak. Tidak usah, tidak usah, saya ikhlas menjalankan tugas ini demi kedamaian bumi pertiwi, tempat dimana saya bernaung saat ini," tolak sang detektif muda ini.

"Tidak apa, Kamu tidak perlu sungkan. Kamu pantas mendapatkannya. Ini juga dirancang khusus untuk kegiatan Dik Via kedepannya."

Lalu Presiden memberi kode pada asistennya untuk membawakan hadiah yang dimaksud. Tak lama tampak seorang bapak paruh baya muncul diikuti pengawal presiden sambil mendorong 'sepeda...'

"....????....." Alangkah terkejutnya, remaja cantik itu saat mengetahui bahwa hadiah yang dimaksud adalah sebuah sepeda.

***

Sepeda yang langsung diberikan presiden itu diperhatikan dengan seksama oleh Via. Ini bukan lah sepeda biasa.. Terdapat banyak sekali tombol di beberapa bagian benda itu. Sudah bisa dibayangkan, ini merupakan sepeda canggih yang bisa digunakannya di lapangan nanti.

Via pun mengecek fungsi dari seluruh tombol tersebut, dan yang paling ajib menurutnya untuk pengecekan sementara adalah tombol yang bisa membuat dia seperti menghilang saat menaiki sepeda itu.

Selain itu, juga ada tombol yang bisa membuat dia merayap berjalan di dinding dan plafon.. Lalu mencoba menekan tombol yang lain, dan dengan suara yang sangat nyaring.

...doorr...

Melayang suatu benda lurus ke arah depan, ternyata yang dikeluarkan adalah sebuah peluru. Sepeda ini punya senjata api, emejing bangeeet, soraknya dalam hati.

Mendengar suara tembakan dari sepeda tadi, membuat seisi penghuni kostan terkejut, dan berlari berhamburan karena kaget seperti mendengar suara tembakan. Benar, semenjak masuk SMA Via memilih hidup mandiri terlepas dari keluarga Irin yang selama ini menjaganya.

"Ada apa?"

"Tadi itu apa?"

"Ada suara tembakan..dari mana?"

Suasana Rumah kostan itu langsung kacau,... Dengan sigap Via yang telah kembali menjadi Marni menenangkan seluruh penghuni kost...

"Tetetenang!! Sesesemuanya tetetenang!!!"

Warga kost kemudian fokus melihat ke arah Marni, cewek gagap yang kumal, dengan berani tinggal di kostan elite yang lumayan mahal di kawasan ini.

"Tatatadi hahanya susuara tititivi. Tatak sengangaja voovolume memenjadi kekeras!"

"Haaalaaahh! Ternyata ulah si gagu kumal ini!" celetuk salah satu warga kostan.

"Gue pikir tadi ada apa?" kata yang lain mulai bubar kembali ke aktivitasnya lagi.

...*bersambung*...

...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAA.. LIKE, LOVE, VOTE DAN KOMENTARNYA 🥰🥰😘😘...

...terima kasih...

1
khesya72
via sangat ngembira saat di berikan sepeda yg ajaib
khesya72
via memiliki kakak dengan rentang umur yg jauh
khesya72
rata rata siswa pergi bersama teman
khesya72
saat pertama kali sekolah marni merasa gugup
Hafizah Mayputri
saya sudah membaca ya buk saya dri kls Vll. 2
KhanzaRamdani_7.1
kakak² senior tidak mengetahui identitas asli via yg menyamar menjadi culun dan berpura pura menjadi marni
SoVay: baik kanza, udah masukdan terdata
total 1 replies
KhanzaRamdani_7.1
membaca pada bab 1 itu?
Naya Desriyal
bab 1 selesai dibaca 🌷
SoVay: isinya tentang apa hayooo
total 1 replies
dzakira SMP5
7.1
Marni salah memakai sepatu karna terburu² kesekolah
SoVay: oke, diterima
total 1 replies
Rahma S.P
di awal awal romi dan dino menyepelekan marni
Raysa Humaira
Stevan pas kayak apa yg gw bayangin
Raysa Humaira
waduh.....bakal ketahuan nih,..
Rahma S.P
tampaknya Stevan sudah handal menon aktifkan cctv
Rahma S.P
karena irin bersikap baik kepada yg lebih tua akhrirnya via juga bisa mengikuti sikap irin tersebut
afifah syah putri. s
Stevan dan via hampir ke tahuan securty
Anisa septiani kelas 72
ibu dan anak berpamitan
Muhammad Rahman
Marni mengakhiri misi penyelidikan di rumah mak iroh
Muhammad Rahman
Dink tidak mengerti apa yg dijelasin Marni alias via karena aksi gagunya
Muhammad Rahman
Marni dan via makan siang di rumah joko
Muhammad Rahman
Marni dikira penjahat oleh temannya karena membawa benda-benda aneh yg keluar dari tasnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!