NovelToon NovelToon
IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:910.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: annin

WARNING!!!
NOVEL INI MUNGKIN MENGANDUNG KEKERASAN YANG TIDAK LAYAK DI KONSUMSI ANAK DIBAWAH UMUR. HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!!!
ANAK KECIL DILARANG MAMPIR!


Ivona Carminda, seorang gadis dari dunia nyata yang tiba-tiba tersadar dari tidur panjangnya. Anehnya, saat ia tersadar, ia bukan lagi dirinya. Sebab jiwanya telah mengisi tubuh seorang gadis dalam novel yang ia baca, yang secara kebetulan memiliki nama yang sama dengannya.

Ivona si pemilik tubuh, adalah gadis menyedihkan yang tersisih oleh keluarganya sendiri. Difitnah dan disakiti hingga harus merasakan kejamnya dirawat di rumah sakit jiwa. Kehadiran Ivona dari dunia nyata membuat keadaan si pemilik tubuh berubah. Ia tidak lagi membiarkan dirinya tertindas apalagi tersakiti. Hadirnya Alexander Alberic semakin menambah kisah Ivona menjadi lebih berwarna, pria yang tak tertulis dalam kisah novel itu mendadak muncul sebagai pahlawan.

Akan kah ada romansa yang mengisi kisah Ivona dalam membalas perlakuan keluarganya?

Ikuti terus cerita ini yak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Orang yang Tak diharapkan

Mendengar ucapan Ivona, dua petugas keamanan yang berada di sebelah Alexander tiba-tiba menjadi serius. Mereka berdua saling bertatapan, seolah saling bertanya apa maksud dari gadis gila ini, meminta Tuan muda Alexander untuk membawanya. Begitukah arti dari ucapannya?

Detik berikutnya, hal yang tak diduga oleh petugas keamanan rumah sakit dan membuat asisten Rico tercegang adalah, Alexander mengambil scalpel yang ada di tangan Ivona dan membuangnya begitu saja. Alexander kemudian meminta asisten Rico mencari orang untuk meratakan lahan rumah sakit ini. "Suruh orang-orang kita menghancurkan rumah sakit ini," titahnya pada Rico. "Aku tidak ingin ada yang tersisa sedikit pun," sambungnya.

Petugas keamanan rumah sakit sangat terkejut setelah mendengarnya, mereka merasa sedikit panik, dan sadar jika mereka telah memprovokasi orang yang salah. "Tu-tuan, apa maksud, Anda?" tanya salah satu satpam dengan panik. "Tidak mungkin 'kan, Anda akan meratakan rumah sakit ini dengan tanah?" imbuh yang lainnya.

Alexander tak menggubris pertanyaan petugas keamanan rumah sakit. Fokusnya tetap pada Ivona yang masih terduduk di atas tanah. Pandangannya tertuju pada kaki Ivona yang terluka.

Ivona yang juga mendengar perintah Alexander pada asistennya sedikit lega. Ia punya firasat jika pria tampan di depannya ini akan membantunya mengatasi masalah, tentunya setelah urusan rumah sakit ini selesai. Ia tidak peduli jika Alexander akan menghancurkan bangunan besar ini, justru bersyukur kalau rumah sakit ini benar-benar dihancurkan. Ia tidak ingin ada lagi korban seperti dirinya. Terutama oleh kepala rumah sakit yang merupakan seorang pervert.

Dalam hati, Ivona sedikit bahagia karena akhirnya ia akan keluar dari tempat penyiksaan ini. Neraka yang telah membuat luka bukan hanya di sekujur tubuhnya, tapi juga luka yang akan membekas dalam jiwanya. Netranya menatap teduh Alexander, ia harus berterima kasih pada pria ini setelahnya.

Belum juga selesai Ivona memikirkan cara untuk berterima kasih, tubuhnya tiba-tiba diangkat oleh Alexander. Hal itu membuat Ivona sedikit tersentak, karena tak siap dengan apa yang Alexander lakukan.

Alexander menggendongnya, mengangkat tubuh rapuhnya dalam dekapan hangat pria itu. Tubuh Ivona yang basah akibat rintik hujan membuatnya merasa tidak nyaman berada dalam pelukan hangat Alexander. Bukan apa-apa, ia merasa tidak enak hati saat menyadari seragam rumah sakit yang ia kenakan kotor dan basah, karena sebelumnya ia terduduk di atas tanah basah di bawah rintik hujan.

Saat Alexander membawanya untuk berdiri, Ivona merasa sedikit takut akan terjatuh. Sebab itu, reflek tangannya melingkari leher Alexander. Pria rupawan itu tersenyum tipis menatap Ivona. Ia menyadari kegelisahan gadis dalam gendongannya. "Apa kau takut? tenanglah, lenganku cukup kuat untuk bisa menopang tubuhmu," bisik Alexander di telinga Ivona. Suaranya yang lembut justru terdengar mesra oleh gadis itu.

Entah mengapa, mendengar suara lembut Alexander justru membuat tatapan memuja Ivona sebelumnya berubah seketika menjadi waspada. Instingnya berkata jika pria rupawan ini sangat berbahaya.

"Apa yang ingin Anda lakukan?" tanya Ivona dengan hati-hati.

Alexander kembali memperlihatkan senyum tipis yang tak bisa Ivona artikan. "Bukankah tadi kau memanggilku Kakak, dan ingin pulang bersamaku." Bukan jawaban yang Alexander berikan, melainkan pertanyaan balik untuk Ivona.

"Rico, berikan payungnya!" titah Alexander pada asistennya tanpa melihat pria itu.

Dengan sigap, Rico membuka payung untuk Alexander dan memberikannya.

"Peganglah!" Alexander melirik Ivona sebagai perintah.

Tanpa bantahan, dan seperti terhipnotis oleh pria rupawan ini, Ivona menerima payung yang diberikan oleh Rico. Ia memayungi dirinya dan juga Alexander dari rintik hujan yang membasahi keduanya. Tak menunggu lagi, Alexander langsung pergi membawa Ivona dalam gendongannya.

Mata Ivona terus memperhatikan Alexander yang terlihat tenang membawa tubuhnya. Pria rupawan yang menimbulkan berjuta tanya dalam benak Ivona.

Petugas keamanan rumah sakit dan juga asisten Rico nampak heran dengan apa yang Alexander lakukan. "Tuan Alexander benar-benar merebut orangnya," gumam Rico dengan tatapan bingung.

Baru saja Alexander menggendongnya sampai ke gerbang, terdengar suara seorang laki-laki yang sedang marah tengah mencari adik perempuannya, dia mengatakan adiknya hilang, dan pasti akan membuat orang-orang ini mendekam di penjara.

"Katakan di mana adikku?" sentaknya pada petugas rumah sakit.

"Kalau sampai adikku tidak bisa ditemukan, aku bersumpah akan membuat kalian semua yang terlibat dalam kasus ini mendekam selamanya di dalam penjara!" ancamnya pada petugas rumah sakit yang terlihat mulai panik.

Pria itu adalah Thomas Iswara. Kakak ketiga dari keluarga Iswara. Pria dengan warna rambut silver grey itu adalah seorang pemain e-sport populer di Australia. Ia baru saja kembali ke tanah air setelah memenangkan perlombaan e-sport di China.

Ivona yang berada dalam gendongan Alexander ternyata memperhatikan pria yang tengah marah-marah itu. Ia menebak dari penampilannya, kalau pria itu adalah kakak ketiga Ivona, Thomas Iswara. Ivona mengingat sejenak identitas Thomas di dalam novel yang ia baca. Tidak salah lagi, pria berambut silver grey itu memanglah Thomas, kakak ketiga Ivona.

Alexander yang berjalan melintas di depan Thomas, membuat pria itu menyadari bahwa gadis dalam gendongan pria yang tak ia kenal adalah adiknya. Melihat Ivona menatapnya dengan tatapan dingin dan berada di dalam pelukan pria asing membuat darah pria itu mendidih seketika.

"Iv ...." Baru saja ia akan memanggil nama Ivona, saat tiba-tiba muncul dua orang di pintu gerbang.

Ivona mencibir, "Orang yang tak kuharapkan datang justru datang semua."

Thomas keheranan, dia menoleh dan melihat kakak pertamanya, Rio Iswara dan Vaya—adiknya— datang.

Tak ingin terlibat pertemuan dengan kakak-kakaknya dan juga gadis yang telah menggantikannya, Ivona berbisik di telinga Alexander. "Bawa aku pergi dari sini."

Thomas menatap murka pada Alexander. Bukankah seharusnya saat ini Ivona meminta bantuannya. Kenapa adiknya itu justru meminta bantuan pada pria asing, dan berbicara dengan lembut pada pria yang menggendongnya.

Thomas sedikit cemburu, dia saja tidak pernah menggendong wanita semesra ini, dia mengepal tinjunya erat secara tak sadar, matanya memerah, menunjukkan amarah dalam hatinya.

Ivona pikir, Thomas akan menyindirnya seperti yang ada di dalam novel saat ia melihat ekspresi Thomas. Oleh karena itu ia memalingkan wajah dan tidak menggubrisnya. Namun tidak, Thomas hanya berdiam menatapnya.

Thomas merasa dunia seakan runtuh, tepat di saat Vaya bertanya padanya, "Kak Thom, Ivona baik-baik saja, kan?"

Thomas belum sempat meladeni Vaya, saat melihat Alexander membawa Ivona pergi. Pria rupawan itu bersikap seolah tak ada siapa pun saat berjalan melewati Thomas. Ia terus saja berjalan keluar sembari membawa Ivona dalam gendongannya. Sehingga kedua orang yang berjalan masuk ke dalam tidak melihat dengan jelas siapa pria yang menggendong Ivona.

Thomas ingin mengejar, tapi dihentikan oleh Vaya. "Kak Thom, sudahlah, dia itu hanya ingin mencari perhatian kalian."

Thomas hanya bisa menahan geram melihat kepergian Ivona bersama pria asing yang tak ia kenal.

1
PHSNR👾
dunia bawah tanah, sebangsa mayat hidup gitu kaahh 😭😭
annin: Hehehe, aku malah gak ngeh. Btw, kenapa dulu gak ada koreksi yak kalau ada kata nyeleneh itu. 🤣
total 1 replies
blora kota
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
blora kota
masalah ga ada habisnya
blora kota
nah ini br keren
Princesza Mikaila
mkst menjilat bibir itu apa ya , thor ? bza nda di ganti kosa kata na dgn nyengir aja , jd kek alay gt kl jilat bibir
annin: Maaf, Kak, sebelumnya aku jelaskan dulu ya. Ini adalah novel saat aku mengikuti Misi Kepenulisan dari NT. Nah kata yang menurut kakak tidak nyaman dan terkesan alay, itu adalah outline yang ditentukan oleh pihak NT saat itu. Makanya tidak aku rubah.

Aku hanya mengembangkan saja. Soal dialog yang ditentukan pada outline tidak aku rubah. Begitu, Kak.

Maaf jika terkesan kurang nyaman dan alay, tapi aku tidak bisa merubahnya.🙏
total 1 replies
Andriyati
vix itu adalah vanya
Jeffie Firmansyah
cerita nya seru... dibacanya seolah terhanyut mengikuti alur kisah nya semangat Thor...keren GG abiss/Good/
annin: Terima kasih untuk supportnya Kak Jeffie Firmansyah. Sehat selalu untuk kaka dan keluarga.🙏
total 1 replies
Rina Angraini
Buruk
annin: Terima kasih untuk penilaiannya kak Rina Angraini, sehat selalu untuk kaka dan keluarga🥰
total 1 replies
Nurul Pky
Luar biasa
tudehun
/Smile/
un3's
Luar biasa
Seven8
kalah sama gukguk
annin: Iyah, yang penting punya guk2 dari pada punya Kaka🤣
total 1 replies
rosemarie
∞∞/ 10 HUAAA, BAGUSS BANGET CERITANYAA:< seruuuu sekalii sampe marathon buat habisin ceritanyaa, alurnya itu loh ga ngebosenin dan bikin dag dig dug terus ++ baperr, lucuuu. sukaa banget lah sama ini, debess sihh. makasii thor, semangatt berkaryanya/Drool//Drool/
annin: Terima kasih kak Rosemarie atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga🥰❤️❤️❤️
total 1 replies
ana Rohana
kok mirip ceritanya sama author sebelahnya /Doge/
annin: Iya Kak, memang novel ini dibuat dalam rangka ikutan misi kepenulisan. Semua tokoh dan alur sudah ditetapkan oleh NT jadi sama. Dulu ada 4 karya kalau gak salah, tapi sekarang tinggal 2, punyaku dan punya penulis yang kaka maksud( Maaf aku lupa namanya).
total 1 replies
Ymir
wah, untuk awalan cerita ternyata seru juga/Smirk/
yun he
Luar biasa
annin: Iya, Kak. Nggak apa, santuy ajah😅
total 3 replies
Naura Azkia Irwan
ceritanya keren aku suka bangettt
Fadila1973 Akbar
lanjut thor
annin
karena ini hasil karyaku, aku harus bangga.
annin
karena ini hasil karyaku, aku harus bangga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!