Namanya Cecilia.
seorang gadis muda cantik yang kehidupannya di suguhi oleh kerasnya hidup.
Ayahnya seorang pengangguran dan pemabuk berat setelah bisnisnya gagal lalu meninggalkan banyak hutang, sedangkan Ibunya hanya bekerja di salon sebagai tukang cuci handuk.
Cecilia sama seperti gadis lain di usianya yang masih membutuhkan cinta dari orang tua, ingin punya banyak teman, nongkrong di tempat-tempat hits.
namun.....
Itu semua hanya dalam lamunan Cecilia,karna dia harus menopang perekonomian keluarganya dengan bekerja.
Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan besar yang akan menyelamatkan kehidupan Cecilia dan merubah takdirnya.
Yuk ikuti kisah Cecilia.
selamat membaca ❣️
Author sediakan gambar untuk membantu kalian menghayati ceritanya ❣️
jangan lupa dukung author dengan
like,rate,vote dan komentar nya ya
❣️❣️❣️❣️❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rherhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Ruang kerja Pak Tomi
"Lili...kamu di terima di perusahaan Niko, ingat tujuan kamu masuk kesana!! bagaimanapun perusahaan kita harus lebih unggul dibandingkan punya Niko. Kamu harus cari semua informasi tentang pergerakan perusahaan mereka dan terus gali apa yang menjadi kelemahan Niko"
"Papa tenang aja Pa!!! Lili bakal bantu Papa buat jatuhin Niko, tenang aja, gimanapun nanti Lili yang menjadi ahli waris Papa, Lili gak mau dong kalau Lili sampe kalah sama Niko"
"Hahaha...itu baru namanya anak Papa"
"Hahaha iya dong Paaa!!! anak siapa dulu nih???anak Bapak Tomi yang terhormat"
"Lili cukup bangun karakter Lili manja yang menyukai Niko..hahaha...jadi gimanapun dia gak bakal curiga apa tujuan aku kesana"
"Kamu memang pintar!!“
Pak Tomi dan putrinya Lili menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan perusahaan Niko karna mereka bergerak di bidang yang sama dan Tomi merasa Niko jauh lebih maju darinya dan menganggap Niko sebagai seorang saingan yang sangat merugikan baginya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Kenapa kaki lu bro???"
Tanya Niko pada Bram melihat Bram berjalan tengkat masuk keruang kerjanya.
"Ahhh..kesandung meja dibawah"
Jawab Bram ngeles karna malu kalau harus menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Udah makan???aku pesan ayam goreng kebanyakan tuh, kalau mau tinggal pesan cola aja"
"Boleh...boleh..aku juga belum makan"
"Lah tadi katanya mau langsung makan siang"
"Gak jadi!! aku tadi ke tempat kerja gebetan aku yg di Garden Mall itu, rencana mau ajak dia makan siang, tapi dia sibuk katanya banyak pelanggan"
"Hahhh??? ke Garden Mall"
tiba tiba suara Niko meninggi dan mendadak berdiri dari tempat duduknya sehingga menjatuhkan handphone yang ada ditangannya.
"Woiiiiii biasa aja woiii"
Balas Bram kaget memegang dadanya.
"Sory Bram"
"Kenapa sih??? kaget bener dengar kata Garden Mall??"
Tanya Bram penasaran melihat reaksi Niko yang begitu kagetnya dengar kata Garden Mall.
"Ahhh..gak Bram!! kebetulan ini aku lagi ada baca berita di handphone tentang anak mukuli ibunya, jadi kebawa suasana gitu"
jawab Niko ngeles.
"Ahhhh kirain ada apa"
Kata Bram sambil membuka kotak ayam goreng dan mencari cari bagian paha untuk dimakan.
"Aduhhh...lagi Cecilia aja belom pernah aku ajak pergi keluar makan siang, ini malah si Bram udah curi start aja, gak bener nih...gak boleh dibiarin, gak boleh kalau sampe Cecilia suka sama Bram. Trus aku????“
Batin Niko panik seakan kena serangan penjajah.
" Bro...kalau lu mondar mandir terus didepan aku kayak gini,gimana aku mau konsen makan nih ayam???meresahkan tau gak!!!"
Kata Bram yang risih melihat Niko yang tanpa sadar berjalan mondar-mandir dihadapan Bram sambil memegang dagunya.
"Jadi gimana Bram??? udah sejauh apa sama si itu gebetanmu??"
Tanya Niko mencoba menggali lebih dalam.
"Karna tadi kami gak jadi makan siang,mungkin nanti di waktu lain aku mau ajak dia makan malam, aku juga udah beli hadiah sepatu untuk dia, dan itu dia sendiri yang milih aku minta tolong carikan sepatu untuk adik aku gitu, jadi aku suruh pilih yang bagus menurut dia, dan sudah pasti kalau dia memilih dia pasti suka!! itu pasti!!!"
Kata bram semakin mengarang cerita sekaligus menutupi kejadian memalukan yang dialaminya hari ini.
Niko semakin panik mendengar cerita Bram, Niko mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan Bram di ruangannya.
"Woii bro!!! kemana??"
Tanya Bram pada Niko yang pergi begitu saja dengan mulut yang masih penuh dengan ayam.
Niko ternyataa memarkirkan mobilnya tidak jauh dari Garden Mall untuk menunggu Cecilia, Tak lama Niko menunggu jam sudah menunjukkan jam pulang. Terlihat Cecilia keluar dengan kedua temannya, Niko mengurungkan niatnya menemui Cecilia karna sedang asik ngobrol dengan kedua temannya. Niko kembali masuk kedalam mobil dan membuntuti mereka bertiga dengan jalan perlahan dari kejauhan.
"Ceee... jadikan??"
Tanya Angel.
"Jadi donggggg! tapi gabisa lama-lama sis, aku harus ke rumah sakit lagi hari ini"
kata Cecilia.
"Iya iya lets goooooo!! kita ke warung tenda yang di sana"
kata Cika menunjuk
sesampainya di warung tenda Cecilia memesankan makanan untuk mereka.
"Jadi..gimana yang tadi pagi?"
tanya Angel kepo.
"Gini..ada cowok yang dulu mantan bos aku di Circle Office namanya Niko, jadi aku terlibat hutang sama dia karna ngotorin baju dia, nah bayar hutang aku ini dengan cara jadi pembokatnya dia dirumahnya. Itu kenapa aku selalu juga cepat pulang karna mikir harus bersihin rumahnya,masak dan harus kerumah sakit. Nahhh...yang jadi masalahnya sekarang ..pagi tadi pas aku kerumahnya ngerjain tugas kayak biasa dia tiba tiba cium bibir aku.."
kata Cecilia mempersingkat cerita sambil memegang bibirnya.
"Awwwww tidakkkk"
kata Angela dengan pipi merona.
"Jangan cepat percaya Ce!! Hati-hati sama orang kaya!! orang kaya itu racun semua, paling juga kalo pacaran ya hanya sekedar nambahin daftar mantan di hidup mereka cee"
kata Cika menasihati Cecilia dengan semangat sambil mengepalkan tangannya.
"Apa ya yang Kira-kira dibicarakan para wanita??"
Batin Niko yang sudah merasa gelisah karna hanya bisa menunggu di dalam mobil, Niko mengambil handphonenya dan mencoba untuk menelpon stevany kakaknya.
📞Halo...kak!!!
📞Kenapa??? tumben???
📞 Kalau sesama wanita berkumpul apa yang mereka bicarakan??
📞Emang kenapa???
📞Cuma mau tau.
📞Biasanya sih tentang cowo yang lagi dekat, atau cowo yang mereka suka atau mungkin juga soal fashion.
📞Oke makasih kak.
Niko langsung menutup telfon dengan kakaknya Stevany. Niko kemudian mengambil topi dan maskernya lalu turun dari mobil untuk lebih dekat lagi ke warung tenda tempat Cecilia dan kedua temannya makan.
"Ce...jadi gimana?? lu ada perasaan juga gak sama cowok itu??“
Tanya Cika.
*******Brakkkkkkk!!!!!!*********
Sisi sebelah kanan warung tenda itu rubuh tepat disebelah meja Cecilia dan ketiga temannya duduk, Pemiliik warung segera keluar begitu juga dengan Cecilia,Cika, dan Angel.
ternyata Niko bersandar terlalu dekat dengan tenda demi menguping pembicaraan Cecilia. Niko segera berdiri dan berlari dengan kencang kearah mobilnya yang diparkir lumayan jauh dari warung tenda itu.
"Woiii jangan lari!!!
Kata Ibu pemilik warung melempar Niko dengan centong yang ada di tangannya.
Nasib baik Niko memakai masker dan topi sehingga tidak ada yang mengenalinya, dia kembali masuk kedalam mobil dan merasa sangat malu membayangkan kalau saja Cecilia sampai tau kalau itu adalah dia. Niko memutuskan untuk kembali kerumah dengan segudang pertanyaan yang masih mengganjal dihatinya mengingat jam sudah mulai malam dan pasti Cecilia sebentar lagi akan datang kerumahnya untuk membuatkan makan malam. Niko hampir saja mendengar jawaban Cecilia tentang dia punya perasaan atau tidak pada Bram.
Sesampainya di rumah Niko langsung pergi ke kamar mandi dan mengguyur kepalanya dengan air.
"Gimana kalau sampe Cecilia benar benar ada perasaan sama Bram?? terus kalo mereka lagi kencan aku cuma liatin gitu???Cecilia dekat dan mau bertemu aku semua karna ada sangkutan hutang!! sementara Bram??? mungkin dia punya perasaan tulus pada Bram“
Batin Niko yang masih di penuhi dengan sejuta pikiran yang belum tentu terjadi dan rasa penasaran yang kuat.
salam kenal..
ceritanya sangat menarik..
lanjuttt....
alu seperti ikut merasakannya...😔😔😔