Transmigrasi? Reinkarnasi? Terlahir kembali? itu hal yang mustahil!!! Tapi kejadian itu terjadi pada seorang Arsyila Jacquelin Flionis yang tak sengaja terlempar ke sebuah novel yang ditemukannya sehabis pulang kerja. apa yang akan dilakukan Arsyila saat tahu kalau dia berada di dalam novel? apakah dia akan menangis meratapi nasibnya? atau justru sebaliknya? ikuti terus cerita perjuangan Arsyila di dunia barunya😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arsyi nur fadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku merindukan mu
"*Hais anak ini... Ibunya ngidam makan apa sih saat dia bayi?" ucap Reni tak berdaya
'Makan ikan paus Krispi sama pepes ikan koki!. Puas lo?!' sarkas Syila di sana.
"Uhuk!" Reni terbatuk untuk menteralisir tawa nya yang sebentar lagi akan meledak. Ikan paus Krispi katanya?!
Sementara Gio langsung mengalihkan pandangannya sambil menutup mulutnya supaya dia tidak tertawa dengan ucapan Syila yang asal ceplos itu.
**
Arsyila POV
Dua minggu berlalu dengan sangat cepat, sampai tak terasa aku sudah sembuh lagi dan kini aku sudah berada di rumah besar nan mewah milik keluarga SilverMoon, di sambut dengan hangat oleh para pelayan dengan suka cita. Apalagi abel, gadis yang sudah ku anggap sebagai kakak ku ini langsung datang dan berlari ke arahku dengan riang gembira disertai tangisan pilu seorang kakak yang mengkhawatirkan adiknya.
ternyata Abel sangat mengkhawatirkan kondisi ku... Pikir ku terharu
Kalian pasti heran bukan? Mengapa manusia seperti ku yang telah lama terbaring di ranjang bisa langsung sembuh total hanya dalan waktu dua minggu? Sebenarnya itu karena ulah Reni. Dia mempraktekan teknuk akupuntur tradisional pada kaki ku dan semua titik vital ku.
Reni juga tak pernah mengambil alih tubuh ku setelah pengobatan teknik akupuntur yang dia praktekan dan itu juga hanya 2-3 kali saja, setelah itu Reni hanya berkomunikasi dengan ku jika aku memanggilnya.
Gio juga pergi entah kemana bagai di telan bumi. Dia tak pernah menjenguk ku lagi setelah hari pengungkapan itu terjadi. Sering kali aku bertanya pada Mommy Aleyshia tentang kemana perginya Gio, dan jawaban nya selalu sama yaitu...
"Gio sedang pergi ke suatu tempat, kau jangan menghiraukan anak itu, lebih baik kau mementingkan kesehatanmu supaya saat putra ku kembali, dia senang karena kau sudah sembuh"
Begitu katanya, bagaikan di rekam dan di ulang secara terus menerus, setiap aku bertanya mengenai Gio, dia akan menjawab hal yang sama.
Sangat menyebalkan bukan? Iya, sangat. Sampai sampai aku sendiri sangat ingin memasukan Mommy Aleyshia ke rawa rawa. Untung aja calon mertua, kalau bukan udh aku lemparin dah ke sumur tua!!
Tapi ya sudah lah mau bagaimana lagi? Aku juga sebenarnya sudah terlanjur sayang dengan Mommy Aleyshia dan menganggap nya sebagai orang tua ku sendiri.
Oh ya, kemarin kedua sahabatku Alodie dan Laura datang menjengukku dan tanpa di duga si tokoh utama alias Calrissa Fanette Adulphus itu datang menjengukku. Padahal dalam cerita, Clarissa sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan ku.
Sepertinya alur novel sudah mulai melenceng dari alur yang seharusnya. Tapi ngomong ngomong tentang alur, Aku sakit dan terbaring koma saja itu sudah jauh dari alur. Mengapa aku jadi bodoh begini? Apa karena tubuh yang ku tempati ini adalah orang bodoh, jadinya aku ketularan bodoh begitu??!!! What the- aku tak bisa berkata kata
Arsyila POV end
Saat ini, Syila tengah berada di ruang keluarga dengan Syila yang di apit oleh bunda Liona di sisi kanan sambil memeruk erat Syila dan Aska yang berbaring di paha milik Syila. Seolah, mereka tak ingin putri kesayangan mereka pergi lagi. Papa Ali hanya bisa menggelengkan kepala melihat ke posessive an istri dan putranya pada putri kesayangannya itu.
"Bunda ku sayang.... Apa bunda tidak capek memeluk Syila terus? Aku saja capek. Dan kau Aska, apa kau tidak pegal tidur terus di pangkuan ku? Aku saja pegal dan ingin segera bertemu dengan kasur ku yang empuk kau tahu?" tanya Syila karena dia benar benar capek dan ingin segera rebahan di kasur Queen Size nya tercinta. Syila merindukan kasurnya tersebut karena sudah Dua minggu dia berada di rumah sakit dan tidak sekalipun menyentuh kasur kesayangannya itu.
"Tidak" jawab Bunda Liona dan Aska serentak yang membuat Syila menghela nafas pasrah.
"Bunda sayang... Syila mau tidur ya? Syila lagi capek banget ini... Syila mau tidur dulu ya? Boleh kan?" bujuk Syila dengan raut wajah memelas.
Bunda Liona hanya cuek bebek dengan perkataan Syila. Baginya, Syila lah yang terpenting, dia ingin terus bersama putri tercintanya dan tak ingin putrinya kemana mana. Hanya dengan dirinya, tidak dengan orang lain
Bahkan, Bunda Liona sempat bertengkar dengan Aska karena Aska tertidur dengan nyamannya di pangkuan Syila. Dia cemburu pada Aska karena Aska telah berani tidur di pangkuan Syila. Ingatlah satu hal bahwa HANYA DIA YANG BOLEH MENYENTUH ARSYILA!! TITIK.
Pertengkaran itu terjadi dengan sengit. Baik Bunda Liona ataupun Aska, tak ada yang mau mengalah karena mereka sama sama menginginkan Syila dan bermanja bersamanya..
Sungguh kekanakan. Syila sampai pusing di buatnya dan pada Akhirnya Syila juga yang melerai sepasang ibu dan anak yang sedang bertengkar karena hal sepele itu.
Sungguh malang kau Syila... Kau harus menjadi rebutan ibu dan kakak mu. Padahal dia hanya ingin tidur saja, tidak lebih
Hiks.. Apa kabar ranjang Queen Size? Aku merindukan mu.. Huhuhu... Batin Syila. Ingin rasanya Syila menangis, namun tidak ada air mata yang keluar
*TBC
ceritanya menarik bgt lho thorr/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
ditunggu lanjutannya