Seorang Pengusaha Muda Ternama, Bendefidh Reginaldo Wilson. Pria yang dikenal sukses meraih karir di usia muda, memiliki kepribadian tertutup.
Sikapnya yang dingin, arogan, dan terkesan sangatlah cuek itu tak membuat banyak gadis menyerah mendekatinya.
Namun saat menemukan wanita yang berbeda, Dennastasya Yura adalah gadis bagaikan magnet untuk Bende yang terus menariknya untuk masuk dalam kehidupan Denna.
Yuk mampir dan mari simak ceritanya, perjalanan kedua manusia yang menemukan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tasyaaerm05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Sedangkan di sisi lain, Bende nampak tak terurus. Ia terus mengurung diri di rumahnya tanpa melakukan aktivitas apapun. Ia frustasi semenjak kepergian Denna, hatinya masih belum terbiasa kosong tanpa kehadiran gadisnya.
Bendi yang sudah menikah sebulan yang lalupun kini ia tengah menginap di rumah Bende, karena ia iba dan khawatir dengan kondisi fisik dan mental adiknya itu.
"Bende, sampai kapan kau akan seperti ini?" tanya Bendi yang terus menyemangati adik semata wayangnya
"Sampai Denna kembali, ku mohon temukan dia Bendi" tangisnya yang sedang memeluk kakaknya itu
Bendi dapat merasakan bagaimana kosongnya kehidupan Bende tanpa Denna yang selalu menemaninya setiap harinya
"Kenapa dia pergi, bukankah aku sering memintanya untuk terus bersamaku!" kini tangis itu pecah dengan sebuah isakan, hati Bendi tersayat melihat adiknya sehancur itu
.
Sedangkan di kediamnan Elson, sebuah pertengkaran hebat lagi-lagi terjadi. sejak Mama Wina mengetahui perginya Denna selama 2 bulan terakhir itu terus mengeluhkannya pada anak sulungnya.
"Bendri, kasihan adikmu. Ayo kita mengunjungi Bende nak, antar Mama kesana" pinta Mama Wina
"Tidak perlu kesana, aku yang menyuruh gadis itu untuk pergi dari kehidupan Bende, agar Bende tidak mendapat pengaruh buruk dari gadis itu" jelas Papa Elson, lalu ia mulai menceritakan apa yang dia katakan pada Denna waktu lalu
Mama Wina terhenyak mendengar itu, air matanya meluruh atas pengakuan suaminya
PLAKK. Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Papa Elson
"Tidak puas kau menghancurkan hidup anakmu sendiri, apa kau melihat penderitaannya selama ini? kurang puas kau menyakitinya?" ucapan tajam Mama Wina ia emosi dan tidak bisa ia tahan, kali ini suaminya itu sudah terlewat batas
"Kau!" Papa Elson geram dan ingin membalas tamparan istrinya, namun tangannya di cegah oleh Bendi yang tiba-tiba datang dan dia mendengarkan semua ucapan papanya
"CUKUP!!" kali ini, untuk pertama kalinya Bendi menaikkan suara kepada orang tuanya
"Bendi tidak perlu bicara panjang lebar, setalah Bende tahu semua ini. Bendi yakin seribu yakin bahwa Bende akan semakin membenci Papa!" ucapnya menggema ke seluruh penjuru ruangan
"Satu lagi, jika Papa main fisik ke Mama, Bendi yang akan membawa Mama pergi jauh dari sini!" tuturnya dengan amarah, ingin sekali ia menghajar Papanya, mengingat beliau adalah orang tuanya, Bendi masih bisa menahan amarahnya.
Bendri datang dengan mendengarkan semua perdebatan yang terjadi, ia sedari tadi hanya diam karena tak mau pertengkaran itu semakin membesar, namun kali ini ia tak mau menjadi orang bodoh yang hanya memperhatikan layaknya seorang penonton bioskop.
"Mama dan Oma ikut Bendri ke LA" ucapnya dengan menarik tangan mamanya
"Anak papa sudah besar 👏🏻👏🏻, itulah sebabnya kalian sangat berani membangkang! pergilah semuanya pergi! tinggalkan saja Papa sendiri" ucapan Papa Elson membuat anak-anaknya geram
"Bendri harap, Papa segera sadar dari tingkah bodoh yang Papa lakukan!" sidir Bendri
Setelah hari itu, Papa Elson kini tinggal sendirian hanya bersama para pelayan juga asistennya. Bendri kembali ke LA membawa Mama dan Omanya juga.
Sedangkan Bendi ia pulang ke mansion A. Wilson bersama istrinya karena perintah Omanya. Namun sesekali ia masih kembali ke mansion adiknya Bende untuk mengecek keadaan Bende.
.
Disisi sudut kota lain, Denna menjalani hidupnya seorang diri. Ia ingin menjadi wanita mandiri apapun konsekuensinya
"Ada apa Lin? kenapa kau murung?" tanya Tasya saat melihat temannya itu memasang raut muka lesu
"Tasya, bu Sindi mengatakan padaku bahwa aku, kau dan keenam pegawai yang lain bekerja dari jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore saja. Ada pegawai lain yang menggantikan shift malam kita" keluh Lina, teman Denna di resto tempat dia bekerja
"Tidak apa-apa Lin, yang penting kita masih bisa bekerja" ucap Denna memberikan semangat pada temannya itu.
Padahal di hatinya, ia sedang bingung pekerjaan apa yang harus dia dapatkan untuk menambah biaya hidupnya. Ia bisa saja kembali ke rumah orang tuanya namun yang difikirkan Denna adalah dia ingin mandiri.