NovelToon NovelToon
INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”

INDIGO “SANG TAK KASAT MATA”

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Supernatural / Contest / Spiritual / Romansa / Matabatin / Mata Batin
Popularitas:47k
Nilai: 5
Nama Author: Akbar Ferdiyanto

Sebuah kisah horor dari dua sudut pandang berbeda...Akbar dan Ainur... membuat takdir mempertemukan kedua anak "Indigo". Menyusun teka-teki dari potongan misteri seraya mengungkapkan keberadaan makhluk tak kasat mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akbar Ferdiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XXIX TANGGUNG JAWAB 1

(UKS SMA N 04 Palembang, 08.10 WIB)

Gelap…mata kami sengaja di tutup dengan kain mittela (kain balutan luka), beberapa menit kemudian lampu dimatikan.

Penglihatanku semakin tidak berfungsi, hanya telinga mendegar suara-suara disekitar saja.

“Ada apa sih sebenarnya?” tanya diriku sendiri

Tak lama pertanyaan itu terjawab, dan alasan keadaan kami begini sekarang,

“Hari ini kita akan memilih perangkat organisasi PMR yang baru” kata kak Azizah

“Horee” terdengar kak Rizki berteriak kegirangan

Semua kakak kelas bertepuk tangan, tapi aku masih tidak mengerti dan berpura-pura mengikuti alur saja.

Tak lama barisan rapi kami berubah total karena kami ditarik kesana kemari berpindah tempat dengan mata tertutup.

Aku hanya mengikuti saja, sampai kukira setengah jam berlalu. Suara tawa dan candaan menghiasi peristiwa itu.

“Nah…Akbar disini” kak Azizah memegang dan memindahkan aku

Sekarang kami tidak tahu lagi siapa dan dimana, aku hanya berharap permainan ini cepat selesai sebelum aku takut akan kejadian seram.

“Oke siap…Ikutin kakak ya” kak Azizah tertawa kecil seperti menemukan mainan baru

“Siap kak”

“Dengan ini saya bersumpah…setelah hari ini saya akan…”

Kami mengikuti perkataan kak Azizah,

“Dengan ini saya bersumpah….setelah hari ini saya akan….”

“Mentraktir kakak-kakak sekalian makan ayam goreng…”

Baru sedikit kami mengucapkan sumpah sudah berhenti, karena tahu itu adalah sebuah candaan.

Bahkan setelah itu kak Azizah tertawa terbahak-bahak bersama dengan kakak kelas lain.

“Huuu kak Azizah ini” terdengar suara protes dari teman-temanku

“Oke, oke hahahaha…maaf becanda kok becanda. Ulang ya…”

Kami menunggu suara kak Azizah selanjutnya, tetapi ditunggu tak ada seperti mempermainkan kami lagi.

“Nungguin ya…hahaha” ejek kak Azizah

“Zah sudahlah” kata kak Slamet entah dimana keberadaannya

“Iya kak, jadi…Dengan ini saya bersumpah…setelah hari ini saya akan…menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya”

“Dengan ini saya bersumpah…setelah hari ini saya akan…menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya” ujar kami mengulangi perkataan kak Azizah

“Nah kalian sudah sumpah jadi mau apapun posisinya harus tanggung jawab sama tugas” ujar kak Slamet

Setelah itu para senior melepaskan penutup mata, terlihat keadaan UKS masih gelap tapi masih bisa melihat satu sama lain.

Aku sendiri berada di depan barisan, sejajar dengan Osama, sementara beberapa orang lain berdiri sejajar dibelakangku.

“Nah ini ya perangkat tahun ini, yang di kanan ketua umum yang di kiri Waketum”

Kulihat posisiku, aku berada di kanan Osama, pertama aku tidak ingin mengakui jika aku terpilih.

“Nah Os kau ketua ya”

“Eh?! Mana ada kau bar ketua” tunjuk Osama

“Yang benar?”

“Iya, Akbar Ketum dan Osama Waketum”

Seketika aku terkejut, menjadi ketua organisasi besar seperti ini sebuah tanggung jawab yang tidak bisa aku lakukan.

Pikiranku ingin tidak setuju dan mundur dari jabatan ketua, namun hal itu putus ketika semua orang mengakui kemampuanku.

“Iyalah bar, kan kau disini yang paling tanggung jawab, tegas lagi” ujar Agus

“Emm, apalagi waktu makan…kau selalu menghabiskan sisa makanan…jadi kau la” kata Agustina membuat aku teringat saat latihan

“Oke, nah pak Ketum mohon kerja samanya” ujar Osama sambil menjabat tanganku

“Bar itulah…disini kau yang memang bagus jadi ketua sudah kelihatan sejak pertama kali kau masuk. Selain itu kan sudah sumpah, apalagi sumpah Al-Qur’an”

Kulihat sekitar ternyata kakak senior memegang Al-Qur’an ditangan mereka, membelakangi kami para penerusnya.

Jika sudah seperti itu tidak bisa ku gugat, selain itu pengalaman juga diperlukan saat SMA.

“Iya kak”

***

(Kelas IPS 2, 08.40 WIB)

Pembagian perangkat oraganisasi PMR telah dilakukan, tidak kusangka aku menjadi ketua.

“Apakah aku bisa?” sebuah pertanyaan menganjal dihati

Lamunanku terhenti ketika wali kelas masuk, tak kusangka kejutan kembali kudapat.

Wali kelas kami adalah Bu Hilya, seorang guru sejarah yang dikenal guru labil “tergantung suasana hati”.

Mataku berpaling kembali setelah melihat perempuan yang berjalan melewati pintu kelas mengikuti kedatangan bu Hilya.

Rambut panjang, wajah putih dan mata indah seperti berlian tidak dapat berhenti kupandang. Kaki panjang dan tubuh ramping benar-benar perempuan idaman lelaki, namun raut wajahnya berbeda…pendiam sekali.

Pemikiranku pasti sama seperti laki-laki dikelas, meski begitu aku ingat diri karena ia cantik sudah pasti tidak menyukaiku.

Selain itu aku tidak ingin berpacaran atau cinta-cintaan dahulu, focus belajar saja saat dewasa baru waktunya.

“Baik sebelum ibu perkenalan, kita kedatangan murid baru…coba kamu perkenalan diri dulu” kata Bu Hilya

Ia hanya mengangguk, terdengar suaranya pertama kali oleh teligaku,

“Halo nama saya Putri Anggraini, saya tinggal di perumahan Talang Jambu, hobi saya menggambar. Itu saja, terima kasih”

Tepuk tangan bergemuruh kedatangan teman baru, meski begitu aku sendiri sedikit terpikat olehnya namun bukan sebagai lawan jenis melainkan sebuah firasat.

Ini lah ketakutanku, ketika firasatku muncul disitulah sesuatu akan terjadi entah baik atau buruk.

“Baik silakan duduk"

“Hei Putri duduk disini saja” kata Adrian bersemangat memberikan tempat duduk disebelahnya

“Woi! Kau mau ngusir aku ha?” bentak Agus

“Hehehe tidak apa kan gus”

“Mana mungkin tidak apa-apa, kalau mau kau saja yang pindah” balas Agus

Melihat keributan terjadi Bu Hilya turun tangan, melerai dan menyelesaikan masalah. Dengan begitu Putri duduk di belakang barisan ketiga.

“Yah Bar seharusnya dia duduk disini, Bar kau pindah saja” kata Bobi setengah bercanda

“Sebenarnya nggak apa sih aku malah senang, jadi nggak sebangku sama kau lagi” kataku dengan nada malas meladeni

“Haaa, apa katamu?”

“Kau sendiri mau jual aku hah, mana mungkin Bontet” ejekku

Kembali meski Agus dan Adrian sudah dilerai keributan masih terjadi, tentu saja antar laki-laki memperebutkan satu perempuan.

“Tok..tok..tok” suara ketukan spidol di papan tulis menghentikan semua aktivitas

Yah kurasa aku harus sadar akan diri sendiri, kami telah membuat suasana hati Bu Hilya buruk. Kelas pun dilanjutkan, karena hari pertama tentu saja perkenalan dari setiap murid.

***

Yusti sebagai murid terakhir yang memperkenalkan diri telah selesai, kini setelah perkenalan tentu saja pemilihan perangkat kelas.

Suasana kembali tenang dan sunyi, seakan tahu jika mereka bergerak dialah yang terpilih.

“Baik sekarang siapa yang mau menjadi perwakilan perangkat kelas?” tanya Bu Hilya

Pemikiranku tentu saja lebih baik Bobi yang kembali menjabat sebagi ketua kelas, namun mungkin berbeda dengan teman-teman lain.

Menurut pandanganku meski dia malas dan keras kepala, pemikirannya terbuka dan sangat komunikatif.

Tapi sifat negatifnya lebih besar daripada sifat positifnya, tentu itu adalah nilai minus dari penilaian kinerjanya tahun kemarin.

“Akbar bu” Bobi menunjukku

“Heh?!” aku terkejut akan perkataannya, “Tidak…tidak…tidak, kau saja lah kan kau yang bicara”

“Maaf tapi aku tidak bisa, aku sudah sibuk dengan urusan OSIS”

“Anji*, argument yang tidak bisa kusangkal” pikirku

Bu Hilya pun tanpa persetujuan menulis namaku dipapan tulis,

“Selanjutnya siapa? Kita butuh 6 orang jadi kurang 5 orang”

Tanpa diduga semua menjadi bersemangat berbeda dari sebelumnya, ketika namaku ditulis dipapan tulis.

“Bobi siala*” aku menatap tajam Bobi

“Hehehe” ejeknya

Enam orang telah bersedia, entah kenapa perasaanku kembali tidak enak.

“Jadi langsung saja pertama ketua kelas, siapa yang pilih Akbar?”

Benar saja, hampir setengah teman-teman sekelas mengangkat tangan. Dilanjutkan dengan Ibra, Agus, Ainur, Agustina,dan Rahmadania.

Meski begitu sejak awal hasil sudah diketahui, aku mendapat 15 suara, Ibra 10 suara, Agus 4 suara, Ainur 7 suara, Agustina 5 suara dan Rahmadania 5 suara.

“Sip berarti yang jadi ketua Akbar, wakilnya Ibra, Sekertaris dan Wakil itu Ainur dan Agus, lalu Bendahara dan wakil bendahara Agustina dan Rahmadania” jelas bu Hilya

Tak bisa menolak atau kutolak karena hasil ini adalah musyawarah dan voting bersama, sekarang bertambah lagi tanggung jawabku.

Ketua Umum PMR dan ketua kelas, apakah aku bisa menjalankan keduanya dengan baik?

BAB XXIX TANGGUNG JAWAB 1....BERSAMBUNG

1
Aliyah Rengat
ini mesih ada lanjutannya tak kak
FamilyTime
next kak, lanjut terus upny
FamilyTime
gua suka bagian seling-seling nya aja
나의 햇살
sama kyk aku tapi hanya kadang² yg dimimpiku menjadi kenyataan
나의 햇살: oke 👍🏻
total 2 replies
Teh
up terus kak
vanillaatack
Thor, lanjut!!
Aklycia: thanks kak
total 1 replies
Winda Yunita
hai kam aku mampir ya . jangan lupa mampir di karya ku ya kak
angels_basket
alurnya jelas ceritanya menarik.. semangat buatmu thoor.. 5 star n like buatmu!!!! 
Aklycia: thanks kak
total 1 replies
Cinta Insta
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
Aklycia: Makasih kak atas sarannya, terus baca karya saya ya
total 1 replies
skyeandstaghorn
waaah... makin seru aja nih... like for u...
Aklycia: thanks kak, terus baca dan like ya kak
total 1 replies
moonstrucktraveller
plis thorr up yang banyak・コ
pelukis_senja
luar biasa...lanjutkan kakak🥰
pelukis_senja
hai kak...sy mampir Krn penasaran..overall is ok cm sy mau nanya ini brp kata ya,kok panjang bgt?? sekedar saran kak klo bisa per bab min 500 kt aja biar pembaca nda bosan plus bisa kasih like lebih banyak itu jd keuntungan buat kita😁...ok ttp semangat yaa...sy kasih like n rate 5 biar semakin populer...

noted..sy nda minta kunjungan balasan yaa, Krn sebaiknya begitu Krn dukungan sesama author terkadang jd spam ke karya🙏
Aklycia: makasih kak atas sarannya
total 1 replies
Mata Diam
Thor udah ga tahan nih pengen baca bab baru hihi
Hulk
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita‾!!
Aklycia: Makasih kak, terus baca cerita nya ya
total 1 replies
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Next thor瀦
Aklycia: thanks kak terus pantangin ceritanya ya
total 1 replies
champagnefabulous
Aku udah mampir nih! Ternyata emang seru ceritanya. Lanjut thoor
Prasetya Wibowo
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
SugarplumChum
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
Widya Pertiwi
thor cepat lanjut lagi donk, udah gk sabar pengen liat lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!