NovelToon NovelToon
SKENARIO SANG PENCIPTA

SKENARIO SANG PENCIPTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:501.1k
Nilai: 5
Nama Author: AYSEL

Aisyah Alsea, seharusnya dia sudah menyandang status sebagai seorang istri dari lelaki yang telah mengkhitbahnya setaun lalu.
namun,semua angan-angan indah itu berubah menjadi tangis setelah calon suami Alsea menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat yang Ia tumpangi.

Haru biru kisah cinta Alsea tak selesai sampai disitu,Ia masih akan dihadapkan dengan konflik-konflik dikehidupannya.

Akankah Alsea dapat menemukan jodohnya kembali???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Nahda merasa kesal dengan kebisingan yang berasal dari kamar sebelah, Ia menghampiri kamar Azzam dan mengetuk pintu kamar dengan kencang.

"Kalian kenapa sih! masih pagi-pagi buta begini sudah bikin keributan saja, berisik tahu gak!" bentak Nahda dari depan pintu kamar Azzam.

Azzam membuka pintu yang di ketuk dengan kencang oleh Nahda. Tanpa menjawab, Azzam berlalu ke kamar Nahda dengan membawa barang-barang miliknya.

Safa memandang kesal ke arah Nahda.

"Kenapa teteh ngeliatnya gitu ke aku?" tanya Nahda

"Pergilah, aku lagi males debat sama kamu" jawab Safa ketus

"Ya ampun enggak aestetik banget hidup mu, Teh! sudah menikah dengan A Azzam dengan cara yang salah, sekarang bertingkah kaya istri beneran saja!" Nahda mencibir kakak iparnya.

"Gausah ikut campur lu, Da!" Safa membanting pintu kamar Azzam dengan kesal.

Mendapat perlakuan seperti itu, membuat Nahda semakin meradang. Saat tangan nya ingin membuka kembali pintu yang sudah Safa tutup dengan kencang tepat di depan mukanya, tangan Nahda lebih dulu ditarik oleh Abah Ali.

"Nahda!! Kamu gak berhak ikut campur urusan mereka, sudah pergi kekamar mu, Nak!" ucap Abah Ali.

Nahda pergi kekamarnya dengan perasaan kesal,

Pagi itu suasana rumah menjadi tidak nyaman. Setelah bersiap, Azzam pergi menuju kantornya tanpa sarapan.

Nahda yang tadi sempat berdebat dengan Safa pun melewatkan Sarapan kesukaan nya.

Hanya Ada Abah Ali dan Umma Esih yang duduk di meja makan bersama Safa, Hal tersebut membuat Safa merasa canggung.

"Maafkan Saya Umma, Abah. Gara-gara saya, A Azzam dan Nahda jadi tidak ikut sarapan,"

Umma Esih masih diam ketika Safa menyampaikan permintaan maafnya.

"Sudahlah! habiskan sarapan mu," perintah Abah Ali

Selesai sarapan, Abah Ali berpamitan untuk menyusul Azzam ke tempat mereka bekerja. Meninggalkan Umma Esih dan Safa yang masih berada di dapur.

"Fa... Duduk sini sebentar, Umma ingin bicara," Umma memundurkan satu bangku di tempat makan.

"Mampus gue, mau nanya apalagi ni Ummanya Azzam." batin Safa.

"I-iya Umma," jawab Safa terbata.

"Fa... Umma ini orang yang sudah mengandung dan melahirkan Azzam, dengan kedua tangan Umma sendiri Azzam dibesarkan, bukan Umma tak mempercayaimu, tapi Umma juga tidak percaya jika Azzam benar sudah berbuat jahat padamu,"

Meski kecewa dengan Safa, Umma Esih tetap menyampaikan perasaannya dengan kalimat yang lembut tanpa menghakimi.

Jantung Safa berdetak kencang, mendadak tubuhnya lemas, keringat dingin mengucur dari keningnya, dengan kebohongan yang Safa buat, bisa saja dengan mudah mengelabuhi para warga sekitar, tapi tidak dengan keluarga Azzam sendiri.

Itu sebabnya baik Umma maupun Nahda selalu bersikap tak acuh kepada Safa sejak kedatangan nya dirumah ini.

"Mm-mmaksud Umma apa?" tanya Safa

"Umma tidak tahu alasan sebenarnya, hingga kamu mengatakan bahwa Azzam sudah melakukan kejahatan terhadap kamu. Umma juga tidak akan menyalahkan mu atas pernikahan kalian, hanya saja Umma belum benar-benar bisa menerima kenyataan seperti ini, maafkan Umma karena sejatinya Umma hanyalah manusia biasa."

"Ya ampun, ternyata mereka sadar dengan sandiwara yang gue mainin, tapi mereka tetap berusaha bersikap baik ke gue. Ini semua gara-gara Egar,andai saja malam itu Egar tidak ngompor-ngomporin warga, gue gak akan kepikiran buat ngejebak Azzaam kayak gini," gumam Safa dalam hati

"Umma hanya meminta tolong ke kamu agar kamu sedikit memberikan ruang dan waktu untuk Azzam agar Azzam bisa berdamai dengan keadaan dan dirinya sendiri, supaya kelak Azzam juga bisa menerimamu dengan ikhlas," ujar Umma Esih

"Percuma Umma, mau sekeras apa dia berusaha juga enggak akan menggantikan perempuan yang sudah menempati hati Aa!" Nahda yang baru saja keluar dari kamar langsung menyela pembicaraan Umma fan Safa.

"Maksud mu Alsea?" tanya Safa.

"Syukur deh kalau kamu sudah tahu." jawab Nahda sembari menarik handuk di gantungan kemudian berlalu menuju kamar mandi.

Kembali mendengar nama Alsea disebut Safa meradang. Selama ini tak sekalipun Safa mendengar Azzam dekat dengan wanita manapun, bahkan perempuan-perempuan dikampung Mada yang dengan sengaja menarik perhatian Azzam pun Ia abaikan.

"Siapa sih sebenarnya perempuan itu!" gumam Safa.

Safa berlalu menuju kamar setelah obrolannya dengan Umma Esih terpotong dengan cibiran-cibiran Nahda.

'Triiing.

terdengar Bunyi notifikasi dari ponsel Safa.

Safa membuka ponsel dan melihat Isi pesan. ternyata itu pesan dari grub bersama teman-teman satu tongkrongan nya.

melihat pesan foto-foto yang di kiram kan oleh salah satu temannya membuat Safa Iri.

"Iihh kangen banget pengen nongkrong sama mereka lagi, kalo bukan karena Azzam. males banget ngerem dirumah seharian, mana gerah banget enggak buka-buka jilbab!" Safa menggerutu seorang diri sembari melihat foto teman-teman nya yang sedang asik berkumpul di salah satu club malam.

...----------------...

KILAS BALIK "SAFA POV"

Azzam dan Safa sudah berteman sejak mereka duduk dibangku Sekolah Dasar, Azzam termasuk anak yang aktif setiap ada acara keAgamaan baik disekolah maupun di kampung.

Setiap sore Azzam selalu mengikuti pengajian di masjid dekat rumah nya, meskipun bukan lulusan pondok pesantren, namun kemampuan Azzam dalam pelafalan Al-quran tak perlu diragukan lagi.

Pada suatu siang, dimasjid kampung Mada sedang mengadakan kajian rutin bulanan. Safa dan teman-temannya tertarik untuk mengikuti kajian, bukan karena ustadz maupun ustadzah yang akan berdakwah, melain kan karena melihat Azzam, karena anak idola di SMA dulu itu, juga mengikuti kajian tersebut.

Setelah kajian yang dilanjutkan dengan sholat Ashar selesai, semua jamaah masjid sore itu membubarkan diri. Teman-teman Safa sudah keluar dari masjid saat Safa masih melipat mukena bekas Ia pakai.

Ketika sedang melipat mukena, dari arah depan Safa melihat Azzam yang sedang berjalan dengan Pak Kyai Muzzamil dan Ustadz Harun yang tadi sempat mengisi ceramah.

Safa sedikit menguping pembicaraan Azzam dengan para lelaki tua itu.

"Masih muda, sudah merintis usaha sendiri, Masya Allah hebat banget kamu, Zam!" Ucap Ustadz Harun

"Masih belajar, Ustadz" jawab Azzam malu-malu.

"Kalau saja saya ada anak perempuan, pasti sudah ku jodohkan anak ku dengan kamu Nak Azzam" ujar kyai

"Kalau boleh tahu,Nak Azzam ini suka perempuan seperti apa? barangkali santriwati ditempatku ada yang masuk kriterianya."

Mendengar pertanyaan dari Ustadz Harun, Safa yang penasaran menyibakkan rambutnya kebelakang daun telinga dan menggeser sedikit posisi duduk agar mendengar dengan jelas jawaban Azzam.

"Saya belum kepikiran Ustadz, masih ingin melanjutkan kuliah dulu sambil mapanin usaha saya. Tapi InsyaAllah, siapapun jodoh saya kelak, saya hanya ingin sebaik-baiknya perempuan dalam menjaga diri dari pandangan yang bukan Mahrom" jawab Azzam lugas.

"Masya Allah" jawab Ustadz dan pak Kyai bersamaan.

Sejak mendengar percakapan sore itu, Safa memutuskan untuk menggunakan Hijab. bukan Karena Ia sedang mencoba untuk berhijrah melainkan karena ada seseorang yang ingin Ia tarik perhatian nya.

Laki-laki itu adalah Azzam.

1
Mmh dew
karya Ka Othor selalu bagus ku tunggu karya selanjut Ka ❤
Mmh dew
ka aysel mana karya barunya aku selalu menunggu sudah lama, karya karyamu sudah berkali kali di baca ta pernah bosan
Rosita Rojih
kereeen
hanie tsamara
semangatttt kk thorrr...
smoga cerita dearr khadijah sm cantikny seperti kisah babang azzam dan teh alsea❤❤
hanie tsamara
akhir yg bahagia...
jd ikut terharu didalem.cerita
berasa ikut berperan dlm cerita🤩🤩🤩

makasih thoorrr...lov..lov..lov deh bwt kk thorr💪🏻💪🏻❤❤
hanie tsamara
alhamdulillah...
ikut bahagia jg sm keluarga babang azzam..happy end❤

makasih thorrr atas karyanya..🙏🏻🙏🏻❤
Naira Safira
keren banget...cerita'y bgs bgt...
hanie tsamara
thoorrr kasih abyaz jodoh yg cantik..sholehah..baik..lemah lembut dong😁
hanie tsamara
bismillah yaa babang azzam..
smoga diberi kelancaran smpe hari H
hanie tsamara
Allah udah menyiapkan jodoh terbaik bwt babang irham..jd jgn berkecil hati bang💪🏻💪🏻
hanie tsamara
akhirnya babang azzam dapet lampu hijau dr mamanya alsea🤭🤭
hanie tsamara
babang azzam..
sabar yaa ngadepin calon mertua🤭🤭
hanie tsamara
biar tw rasa tu dika...
udah jd buronan..salah paham lg sm babang azzam😪😪
hanie tsamara
🤣🤣🤣🤣
kocak rizwan...minta izin sm sahabatny babang azzam..
blum apa2 udah di wanti2 mau di bogem..klo smpe berani ngelamar adeny🤭🤭
hanie tsamara
pasti babang azzam yg ngeliat alsea turun dr tangga...
hanie tsamara
wahhhh parah bgttt safa...

nasib buruk babang azzam😪😪
hanie tsamara
hahahahaaaa lucu jg..
gk sempet ngetik CV
lagsg diungkapin😂😂🤭
hanie tsamara
maksud hati mau minta no. HP
biar bs komunikasi sm alsea..
antara jakarta dan Jogjakarta🤭
hanie tsamara
wahhhh bikin cheese cake😋😋
hanie tsamara
bismillah yaa babang azzam..
disepertiga malamnya smoga berjodoh💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!