Nizam adalah seorang santri tingkat senior sekaligus pengurus di suatu pondok pesantren, tanpa disadari hatinya mulai berdebar disaat ia melihat seorang santriyah yang tidak diketahui olehnya yang bernama Zayin.
Zayin adalah seorang santriyah pemalu dan jarang memperlihatkan dirinya di lingkungan pondok pesantren, tetapi ia sedang dekat dengan Azij seorang rois di ponpes itu.
Azij adalah teman Nizam, Azij adalah seorang rois di pondok pesantren itu, ia satu asrama dengan Nizam.
Akan kah cinta antara Nizam dan Zayin terjalin dan hidup bersama, atau malahan Azij yang akan mendapatkan cinta Zayin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khotibul Umam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 30
Malam pun tiba, acara penutupan berlangsung dengan lancar, Nizam yang melihat Azij sedang melihat dirinya membalasnya dengan senyuman kecut.
"Mail gue minta tolong sama lo nih, sibuk gak?." Sahut Nizam.
"Minta bantuan apa memang, lagi santay ini gue." Timpal Mail cuek.
"Si Azij tadi mojokin gue ill, gue mau balas nih ha ha." Timpal Nizam tertawa.
"Mojokin kenapa memang Zam." Timpal Mail mulai serius.
"Itu yang pas gue nganterin Zayin, nah si Azij gak terima, terus tadi pas di rapat dia mau jatuhin harga diri gue." Timpal Nizam.
"Wah yang benar?, Terus gimana lagi?." Timpal Mail.
"Iya untung ada si Nayla, terus dia yang cerita kronologinya gimana, terus si Azij tetap gak terima, kalau yang lain mah terima, iya udah gue ajak ke Pak Yai malam ini." Timpal Nizam sambil tertawa.
"Benar tuh ajak menghadap Pak Yai aja, paling lo dijodohin Zam." Timpal Mail juga sambil tertawa.
"Iya makannya sekarang gue mau minta bantuan sama lo." Timpal Nizam.
"Oke siap bos." Timpal Mail.
"Jadi gini ill, kan gue mau ke rumah Pak Yai, nah lo bisikin ke si Azij, bilangin ditunggu gue di rumah Pak Yai." Timpal Nizam.
"Ah da gak bakal pergi, kalau si Azij gak mau si Zayin dijodohin sama sih itu juga." Timpal Mail sambil tertawa.
"Iya makannya itu, nanti gue keluar dari rumah Pak Yai mau bikin dia kesel." Timpal Nizam.
"Oke deh." Timpal Mail.
Nizam lalu pergi kerumah Pak Yai, sedangkan Mail pergi kearah Azij, Mail pun memberitahukan maksudnya mendekati Azij, Azij pun hanya diem bingung, karena gak mungkin dia mengikuti keinginan Nizam, karena itu sama saja seperti senjata makan tuan, akhirnya Azij hanya diam di tempat tidak mengikuti kemauan Nizam, setelah beberapa menit berlangsung, Nizam yang keluar dari rumah Pak Yai, menghampiri Azij yang sedang menonton acara penutupan bersama santri lain.
"Pecundang lo, hanya omong doang, bulsit, makanya jadi orang tuh jangan ngurusin orang lain bego." Sahut Nizam berbisik kepada Azij.
Azij yang sangat penuh dengan nafsu, geram dan sangat kesal kepada Nizam, sehingga membuat dirinya berdiri dan menatap tajam kearah Nizam.
"Apa lo? Cundang." Sahut Nizam menatap balik Azij dengan penuh kemenangan.
Azij pun pergi dari hadapan Nizam, karena tidak mungkin dirinya yang sebagai rois main hantam orang didepan orang lain, apalagi kalau dirinya yang harus memulai duluan. Sementara Nizam melangkahkan kakinya mendekati Mail yang sedang duduk di depan dekat panggung acara. Acara pun beres dengan lancar, semua santri pulang keasrama masing-masing, terkecuali panitia karena masih harus membereskan bekas tempat acara sekaligus pembubaran panitia acara. Nizam pun pulang ke asrama duluan meninggal kan Mail, sesampainya diasrama Nizam pun berganti baju dan mulai menghamparkan kasur tidurnya, belum sempat untuk duduk, Azij sudah datang menemuinya dengan muka penuh amarah.
"Apa lo kesini." Sahut Nizam yang mengetahui Azij menghampirinya.
"Gue mau bikin lo babak belur." Timpal Azij yang mendekati Nizam.
"Gak kebalik bego." Timpal Nizam sambil mengepalkan tangannya.
Azij pun melayangkan pukulannya ke arah Nizam yang mengenai perut Nizam, Nizam pun membalasnya dengan memukul muka Azij, baku hantam pun tidak bisa dihindari, santri yang ada disitu tidak bisa memisahkannya, sedangkan Reza langsung pergi menemui Mail yang masih ditempat acara tadi.
"Mail ayo ke asrama dulu." Sahut Reza panik.
"Ada apa Za." Timpal Mail heran melihar Reza yang panik.
"Nizam sama Azij." Timpal Reza sambil langsung balik lagi menuju asrama.
Mail langsung mengetahui maksud Reza, karena Reza menyebutkan nama Nizam dan Reza, Mail pun meminta izin sebentar kepada panitia disana dan langsung lari menuju asrama, sesampai nya di asrama Mail melihat Nizam dan Azij, dan benar saja pirasat Mail bahwa mereka berdua lagi asyik main baku hantam, Mail pun langsung memukul muka Nizam dan Azij dengan keras.
"Bego ya kalian berdua." Sahut Mail setelah memukul keduanya.
"Lo ngapain kesini sih Zij, pergi lo atau gue hantam lagi dan laporan ke Pak Yai." Ancam Mail yang sangat geram.
"Apa lo masih disini, gue bilang lo pergi dari sini, dengar gak lo." Sahut Mail yang melihat Azij masih diam ditempat.
Azij pun pergi meninggalkan asrama putra wilayah bawah, dengan muka yang babak belur.
"Lo juga ngapain masih berdiri, sana pergi kekasur lo, gue hantam lagi juga lo." Ancam Mail kepada Nizam yang berdiri dekat Mail.
"Untung lo ill, kita gak berani kaya lo tadi datang-datang langsung hantam." Sahut salah satu santri yang mencoba memisahkan Nizam dan Azij tadi.
"Iya ill, untung lo cepat kesini, gue udah misahin susah banget malah gue kena hantam juga." Timpal Reza yang tadi nyusul Mail.
"Hantam aja langsung orang kaya mereka mah, soalnya gak bakal bisa dipisahin." Timpal Mail.
"Gue mau ke atas lagi belum beres nih." Sahut Mail kedapa Reza.
"Iya udah, sorry ya ganggu gue tadi." Timpal Reza.
"Awas lo, kalau lo nyamperin ke si Azij, gue bikin lo babak belur." Ancam Mail kepada Nizam yang mukanya babak belur, dan meringis kesakitan.
Mail pun melangkahkan kakinya kembali kepada panitia yang sedang berkumpul, setibanya ditempat, Mail pun melanjutkan rapat pembubaran panitia yang belum selesai, karena terganggu oleh baku hantam antara Nizam dan Azij. Sesudah selesai, Mail beserta panitia pun pulang keasramanya masing-masing, sesampainya diasrama Mail melempar es batu yang dia beli dari warung yang masih buka.
"Pakai itu, biar cepet hilang sakitnya." Sahut Mail yang masih kesal kepada Nizam.
"Makasih." Timpal Nizam yang dari tadi tidak beranjak dari tempat duduknya.
"Gak habis pikir gue sama lo Zam, kok bisa-bisanya kaya gitu." Timpal Mail sambil menggelengkan kepalanya.
"Tadi si bego datang langsung hantam gue, ya gue cuma bela diri gue aja." Timpal Nizam sambil meringis kesakitan.
"Gue cuma kasihan sama si Zayin, kalau denger hal ini pasti bakal nyalahin dirinya Zam." Timpal Mail sambil menyalakan sebatang rokok.
"Iya gue juga tahu kok." Timpal Nizam sambil mengopres wajah nya dengan es.
"Terus kenapa lo ladenin bego, kalau lo tau." Timpal Mail keheranan.
"Iya gue cuma bela diri gue aja kan ill, gue udah bilang, kalau gue biarin habislah gue." Timpal Nizam masih meringis kesakitan.
"Diladeni juga sama habis tuh muka lo, hobi aja lo nya," Timpal Mail masih dengan wajah keheranan nya.
Mereka pun terus saling berbincang, sampai pada akhirnya Mail dan Nizam memutuskan untuk segera tidur.
kaget loh dari cerita rawa ke Romansa 😁
semoga bagus ceritanya👍
mampir juga di novel aku yaaa
gadis muslimah tomboy jatuh cinta hadiiir memberi dukungan 😊
jadi ingat waktu itu di pesantren...👍👍👍👍👍👍👍👍💖💖💖💖💖💖💖🙃
sy pikir msh jauh ceritanya
jangan lupa feedback ke ceritaku ya
"Kekasih Simpanan Tuan Muda"
makasih 😍