Demi pergi bersama selingkuhannya seorang wanita bernama Camila tega menempatkan saudari kembarnya bernama Camelia disisi suaminya bernama Dion. Camila lebih memilih pria selingkuhannya lantaran Dion selalu saja bersikap kasar dan menyiksanya saat sedang kesal kepadanya.
Malam pertama ketika Camelia berada di kediaman Dion, semua pelayan merasakan sesuatu yang janggal pada sikap Camelia yang mereka anggap adalah Camila. Tentu saja karena Camelia dan Camila memiliki sikap yang sangat bertolak belakang, lagipula tidak ada yang mengetahui bahwa Camelia dan Camila adalah saudari kembar termasuk Dion.
Bagaimana hari-hari yang akan dijalani Camelia sebagai wanita samaran untuk Dion?
Apakah Camelia bisa menempatkan dirinya sebagai Camila tanpa sepengetahuan Dion?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria tampan
Camelia terus berjalan menuju ke toilet, namun entah kenapa tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing dan membuat Camelia yang semula berjalan tegak seketika terhuyung tak seimbang. Saking pusingnya ia hendak jatuh.
"Aaaah ...."
Camelia merasa ada seseorang yang menangkap tubuhnya.
"Nyonya, apa kau baik-baik saja?"
Suara seorang pria terdengar jelas di telinga Camelia. Ia pun menoleh kebelakang melihat seorang pria berparas tampan dengan senyuman yang hangat. Camelia lantas mencoba melepaskan tangan pria tersebut yang merangkul pinggangnya.
"Maaf, nyonya ... aku tak sengaja." ucap Kevin tampak begitu sopan dalam memperlakukan wanita.
"Ti-tidak apa-apa, terima kasih telah membantuku tadi ... kalau tidak aku pasti sudah jatuh." sahut Camelia.
Kevin masih memperhatikan kerut di dahi Camelia yang tampak menyatukan kedua alisnya lantaran masih merasakan pusing pada kepalanya.
"Nyonya, apa kau baik-baik saja?" tanya Kevin lagi.
"Aku sedikit pusing." sahut Camelia sembari memegangi kepalanya.
Kevin melihat tempat duduk yang tak jauh dari koridor gedung pesta tersebut.
"Nyonya, sebaiknya anda duduk dulu di kursi itu!" kata Kevin sembari menunjuk kearah kursi tersebut.
Camelia pun menoleh pada kursi yang dikatakan pria asing yang sedang membantunya.
"Mari aku bantu!" ucap Kevin menggandeng tangan Camelia dengan maksud untuk memapahnya sampai ke kursi itu.
Camelia pun akhirnya duduk di kursi itu untuk menghilangkan pusing yang ia rasakan. Lalu Kevin berinisiatif untuk mengambil air mineral yang akan ia berikan kepada Camelia.
"Nyonya, minumlah!" ucap Kevin sembari menyodorkan minuman itu.
Camelia melirik air mineral itu dengan raut wajah yang tampak mencurigai Kevin.
"Tenanglah nyonya, aku tidak memiliki niat jahat padamu! Aku hanya ingin membantumu saja." kata Kevin sembari tersenyum pada Camelia.
"Kelihatannya dia pria yang baik!" gumam Camelia dalam hatinya sembari menatap Kevin sejenak.
Camelia lantas meraih minuman tersebut dan meminumnya. Lalu ia bersandar sambil menengadahkan kepalanya keatas.
"Eehherrmm, nyonya! Rambutmu terlihat sedikit berantakan." kata Kevin.
"Eh ...." Camelia sibuk merapikan helaian rambutnya yang tampak menjuntai ke bawah.
Melihat Camelia tak dapat merapikannya, Kevin pun akhirnya turun tangan dan meminta izin terlebih dahulu untuk membantu Camelia. Hal yang dilakukan Kevin tentu saja membuat Camelia sedikit kaget lantaran pria tampan dan gagah seperti Kevin ternyata menata rambut wanita.
"Kau bisa menata rambut?" tanya Camelia.
"Ya, sedikit! Aku memiliki adik perempuan yang manja dan dia sering memintaku untuk menyisir rambutnya." sahut Kevin.
"Oh, ternyata kau seorang kakak yang sangat memanjakan adik perempuanmu." kata Camelia.
"Tentu saja, di dunia ini hanya dia yang aku miliki setelah kedua orang tua kami meninggal!" sahut Kevin lagi.
"Oh, maaf ... aku tidak bermaksud ...."
"Tidak masalah!" sambung Kevin masih dengan senyuman hangat di bibirnya.
Rambut Camelia pun kembali rapi setelah Kevin dengan lihai merapikannya. Setelah beberapa kali tegukan air mineral yang diminumnya, Camelia pun merasa agak mendingan. Rasa pusing di kepalanya pun perlahan-lahan sedikit mereda.
"Apa sekarang kau merasa lebih baik?" tanya Kevin.
"Ya, setelah minum air mineral ini rasa pusing di kepalaku mulai menghilang." sahut Camelia.
"Syukurlah!" ucap Kevin.
Kevin memperhatikan wajah Camelia yang telah membuatnya terpesona.
"Ngomong-ngomong kita belum saling kenal, namaku Kevin." ucap Kevin sembari memberikan telapak tangannya pada Camelia.
"Aku Came ... aku Camila!" ucap Camelia memperkenalkan dirinya sebagai Camila.
Lalu Camelia teringat akan Dion yang pastinya sedang menunggunya kembali setelah pamit untuk pergi ke toilet.
"Terima kasih telah membantuku, tuan Kevin!" ucap Camelia buru-buru bangkit dari tempat duduknya.
"Apa kau sudah merasa baikan sekarang?" tanya Kevin serasa ingin mencegah Camelia pergi darinya.
"Ya! Ini berkat bantuanmu ... sekali lagi aku ucapkan terima kasih!" sahut Camelia lantas bergegas pergi ke ruang acara dan mengurungkan niatnya untuk pergi ke toilet.
Kevin tak bisa berkata apa-apa karena Camelia terlihat begitu terburu-buru dan juga sudah menjauh darinya. Kevin lantas tersenyum tipis dengan raut wajahnya yang tampak merah merona.
"Dia sungguh membuatku penasaran!" ucap Kevin bergumam dalam hatinya dan merasakan bahwa dirinya memiliki ketertarikan terhadap Camelia.
Dari sudut ruangan yang tak begitu jauh, Baren melihat reaksi Kevin yang sangat mudah ditebak olehnya.
"Heh, dia menyukai Camelia!" ucap Baren dalam hatinya.
"Aku pasti akan sangat beruntung jika Camelia bisa bersama tuan Kevin! Siapa yang tidak mengetahui bahwa tuan Kevin salah satu pebisnis yang memiliki banyak perusahaan diluar negeri, bahkan jika dibandingkan dengan Dion, tuan Kevin lebih kaya berkali-kali lipat darinya, hehehe." ucap Baren lagi dalam hatinya sembari terus melirik Kevin yang telah melangkah masuk ke dalam ruang acara pesta.
Camelia kembali duduk tepat di samping Dion yang sudah sedari tadi menunggunya.
"Kau darimana?" tanya Dion melirik kesal.
"Apa kau pikun? Aku kan sudah bilang kalau aku tadi pergi ke toilet!" sahut Camelia walaupun ia tidak jadi ke toilet sebenarnya.
"Apa harus selama itu kau di toilet? Aku pikir kau tidur disana!" gerutu Dion tambah kesal.
"Sudahlah, tidak ada gunanya berdebat denganmu di tempat ramai begini, nanti kau akan malu!" sahut Camelia dengan nada bicara yang terdengar dingin.
Dion terus melirik wajah Camelia yang tampak sedikit pucat dari sebelumnya.
"Wajahmu tampak sedikit pucat ... apa kau baik-baik saja?" tanya Dion seolah tampak khawatir.
"Aku hanya pusing saja, tapi sekarang sudah mendingan ... ada seseorang yang membantuku saat aku hampir jatuh tadi!" sahut Camelia.
"Heeem??? Seseorang? Siapa?" tanya Dion ingin tau.
"Dia bilang namanya Kevin!" sahut Camelia.
Mendengar nama tersebut Dion tampak terkejut namun saat Camelia hendak menoleh padanya, Dion langsung merubah raut wajahnya cepat-cepat agar terlihat cool dan lebih tenang.
"Kau sempat berkenalan dengannya?" tanya Dion lagi.
"Ya, sebentar saja! Dia bilang dia punya adik perempuan yang sangat manja padanya." sahut Camelia.
"Oh!" sahut Dion singkat.
"Apa kau mengenalnya?" tanya Camelia.
"Ya, sesama pebisnis kami saling kenal!" sahur Dion.
Lalu tanpa sengaja Camelia melihat Kevin yang ternyata sedari tadi sudah menatapnya dari kejauhan.
"Eh, itu dia orangnya!" seru Camelia sembari memberikan senyuman manis pada Kevin, lalu Kevin mengangkat gelas yang ia genggam untuk membalas sapaan Camelia.
Di samping Camelia, Dion tampak menatap kesal pada Kevin lantaran merasa tidak senang karena Kevin adalah pesaing bisnisnya dan juga ada terjadi dendam masa lalu diantara mereka berdua.
"Sialan! Dia bahkan berani menyapa wanitaku walaupun dia melihat dengan jelas kalau aku ada disini!" gerutu Dion dalam hatinya.
Di tempat duduknya, Kevin merasa kecewa lantaran mengetahui bahwa wanita yang membuatnya terpesona ternyata datang ke pesta itu bersama Dion.
"Sayang sekali, ternyata Camila sudah dimiliki pria lain dan pria itu adalah Dion!" ucap Kevin dalam hatinya.
***
RAMAIKAN JUGA "TERJERAT CINTA GADIS SLENGEAN" GENRE ROMANTIS KOMEDI, BIAR KALIAN SEMUA PAKA NGAKAK BACANYA. 😉