NovelToon NovelToon
BODYGUARD CANTIK SANG ARTIS

BODYGUARD CANTIK SANG ARTIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Trauma masa lalu / Gangster / Duniahiburan / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / CEO / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Alfiina nurul

Perjalanan hidup seorang gadis bernama Vega Clarista dengan bayang-bayang masa lalu. Tujuan hidupnya berubah sejak menyaksikan sendiri ayahnya tewas di depan matanya. Segala cara ia tempuh untuk mencari pembunuh sang Ayah. Hingga ia menghimpun pasukan menjadi sebuah genk yang mereka juluki sebagai Genk X, yang tujuan awalnya agar kelak dapat membantunya menyelesaikan misi hidupnya.
Meskipun banyak menghabiskan waktu hidup di jalanan, namun jiwa penolongnya selalu bergejolak tatkala melihat ketidak adilan di depan matanya. Meskipun akibatnya ia harus di hadapkan dengan banyak musuh karena aksi kepahlawanannya.
Kemampuan bela diri yang ia kuasai sejak kecil menghantarkannya bertemu dengan pengusaha kaya yang memintanya menjadi bodyguard putranya yang berprofesi sebagai artis dan penyanyi bernama Devano Zidan haidar. Rencana yang di susun oleh keluarganya membuat Devan merasa kebebasannya semakin terkekang, ia pun berupaya membuat rencana agar Vega tidak betah bekerja dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiina nurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertembak

Vega melihat aura kekecewaan di raut wajah Devan. Tentunya Devan kecewa karena nyatanya Vega dapat dengan mudah keluar dari gudang yang sengaja ia rancang untuk mengerjai bodyguardnya itu.

" Tuan muda, bolehkah saya izin hari ini, saya ada keperluan mendesak?"

" Silahkan Nona gengster, tapi bawa sekalian baju-bajumu, dan jangan kembali!" ujar Devan santai namun memberi penekanan kalimat terakhir.

" Baiklah Tuan muda, saya tidak jadi pergi," jawab Vega seraya terpaksa tersenyum menampakkan barisan gigi putihnya.

Vegapun berbalik membelakangi Devan lalu mengeratkan giginya karena kesal.

" Tunggu!" teriak Devan. Vegapun berhenti berharap tuannya itu berubah pikiran. Iapun berbalik dan bertanya,

" Ada apa Tuan muda?" ucap Vega lembut.

" Suruh Sakti menyiapkan mobil, kita akan pergi!" titah Devan.

" Baiklah tuan muda," jawab Vega lembut.

Vegapun berlalu dari dua orang yang sedang menatap dengan tatapan aneh.

" Apa dia salah minum obat? Aneh!" ucap Devan.

" Mungkin sudah mulai jinak Bos, karena anda sering menghukumnya," sahut Ferdi.

" Kenapa aku jadi lebih ngeri dengan sikapnya yang sok lembut seperti tadi? rasa-rasanya ada jin yang merasukinya," ucap Devan.

" Ah Bos ada-ada saja, galak salah, lembut juga salah. Tapi Bos apa anda tidak tertarik padanya sama sekali? Tubuhnya sexi, tinggi, putih, rambut hitam panjang dan tatapan matanya yang tajam sudah seperti model saja. Mungkin aku tertarik mengorbitkan dia jadi model," ujar Ferdi berucap sambil membayangkan Vega berlenggak-lenggok di atas catwalk.

Ferdi tidak sadar bosnya sedang menatap tajam ke arahnya,

" Sudah berkhayalnya?!" ucap Devan seraya menendang kaki asistennya itu. Hingga Ferdi sontak teriak kesakitan, seketika bayangan Vegapun lenyap dari khayalannya.

Devan dan Ferdi menuruni anak tangga, terlihat Vega dan Sakti menunggu di depan pintu. Bersamaan dengan itu Ervan dan Alin turun dari mobil mewahnya.

" Hai Dev sayang, mau kemana?" sapa Alin seraya mencium pipi putranya itu.

" Ada acara sebentar Ma," jawab Devan.

" Jangan pulang malam-malam, Kakek mengundang kita makan malam di hotel miliknya," sahut Ervan.

" Ada apa lagi Pa? apalagi yang diinginkan Kakek? pasti lagi-lagi mau memaksaku bekerja di kantornya atau mau mengancamku lagi." jawab Devan.

" Jaga ucapanmu Devan, bagaimapun beliau Kakekmu, menginginkan yang terbaik untukmu," Ervan menasehati putranya dengan suara keras.

" Kakek macam apa yang tidak percaya dengan kata-kata cucunya sendiri dan lebih percaya dengan ucapan nenek sihir itu," balas Devan tak kalah lebih keras suaranya.

" Devan!" Ervan berteriak lebih keras sembari mengangkat tangannya hendak menampar Devan. Beruntung Alun segera memegangi tangan Ervan, hingga tak sampai menempel di pipi mulus Devan.

Vega mengamati keluarga itu, iapun bertanya-tanya, keluarga macam apa yang ia singgahi ini? Lama tidak saling bertemu tapi setiap bertemu pasti ada pertengkaran.

" Sakti bawa tuan muda pergi," perintah Alin.

" Mari Tuan Muda!"

Akhirnya mobil melesat membelah ibu kota, sampailah mereka di rumah produksi. Devan membuat janji dengan salah satu sutradara yang akan menggarap video klip lagu terbarunya.

" Hai Bang Jay!" sapa Devan pada sutradara.

" Hai Dev, apakah ini model yang akan membintangi video klipnya? Waow,,, dapat dari mana gadis secantik ini?"

Vega yang berdiri di samping Devan menatap laki-laki gondrong dengan tatapan bingung dan malu, pasalnya Jay memandang tubuh Vega dari ujung kaki sampai ujung kepala.

" Bukan Bang Jay, ini pengawal saya, modelnya masih di jalan, sebentar lagi sampai,"

" Oh sayang sekali," sesal Jay.

Setelah menunggu beberapa menit, Vanessa datang ke ruangan tempat mereka berkumpul.

" Maaf saya sedikit terlambat," ucap Vanessa memasang senyumnya.

" Oh Vanessa yang akan jadi model video klipnya?"

" Iya, Bang,"

"Oke silahkan duduk, kita akan berdiskusi tentang konsepnya,"

Sekitar 20 menit diskusi pun berakhir, tinggal menunggu jadwal kosong kedua artis tersebut untuk pengambilan gambar.

Devan mengajak Vanessa untuk ikut naik mobilnya. Sejenak mata Vanessa menatap Vega dengan tatapan tidak suka.

Rupanya Devan ingin melihat sesi pemotretan Vanessa untuk sebuah majalah. Lokasi cukup jauh yaitu di sebuah perbukitan.

Sesi pemotretan memakan waktu cukup lama, sehingga Devan menunggu kekasihnya itu sembari berjalan-jalan di sekitar perbukitan yang menyajikan pemandangan indah. Ia meminta Vega dan Sakti tidak mengikutinya. Ia ingin menikmati sendiri.

Tiba-tiba entah dari mana asalnya sekawanan preman menghadang Devan di kawasan cukup sepi. Vega dan Sakti yang mengawasi dari jauh segera berlari menyelamatkan tuannya itu.

Dari kejauhan Devan terlihat bertarung dengan para preman. Vega dan Sakti segera melindungi Devan dan bertarung dengan para preman.

Devan berhenti bertarung dan sibuk mengibas-ngibaskan bajunya yang kotor. Sejenak Vega berhenti dan melihat ke arah Devan.

Preman yang berjumlah 10 orang dengan mudah di kalahkan oleh Sakti dan Vega. Mereka terkapar di tanah. Tiba-tiba satu orang preman berdiri dan menembak ke arah Devan.

Vega menyadari hal itu, ia langsung berlari memasang badan melindungi Devan. Vega mendorong Devan dan merekapun terjatuh. Sayangnya peluru sudah melesat hingga mengenai lengan Vega.

Vega menindih Devan, mata mereka beradu, cukup lama. Hingga suara baku tembak antara Sakti dan kawanan premanpun terjadi. Salah satu premanpun tertembak. Semua lari kocar-kocir.

Sakti mendekat kearah preman dan mengintrogasinya.

"Katakan siapa yang menyuruhmu?" desak sakti.

Preman yang tertembak bagian paha iti hanya diam, hingga tiba-tiba dua orang preman mengendarai sepeda motor trill melaju dengan cepat kearah mereka dan melepaskan tembakan. Saktipun berguling di tanah menghindari tembakan lalu melapas tembakan kearah preman-preman itu.

Motor itupun melesat jauh bersama hilangnya preman yang tertembak tersebut. Sakti hanya mendengus kesal,

" Sia!!! mereka berhasil lolos."

Sakti menoleh seketika ketika terdenga suara Devan berteriak.

"Darah!! Kamu tertembak Vega!" ucap Devan ketika menyadari tangannya basah terkena tetesan darah dari lengan Vega.

Vega hanya meringis menahan sakit. Sakti berlari, kearah mereka berdua.

" Vega, apa yang terjadi?" tanya panik.

Sakti membantu Vega berdiri, dan berkata, " Tuan muda kita harus segera membawa Vega ke rumah sakit,"

" Ayo cepat!" Devan terlihat panik.

Vanessa datang dan terlihat panik, " Kamu tidak apa-apa Devan?"

" Tidak, tapi Vega terluka, kami harus segera membawanya ke rumah sakit," jawab Vega.

" Lalu acara kita berdua bagaimana?" tanya Vanessa manyun.

" Van di saat seperti ini kamu masih mengingat hal itu?! pergilah dengan asistenmu, aku akan segera membawa Vega ke rumah sakit," jawab Devan dengan menaikkan suara, wajahnya terlihat panik.

Devan tidak menghiraukan Vanessa yang terlihat kesal dan kecewa. Ia menghampiri Vega, mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan melilitkan pada lengan Vega untuk menghentikan perdarahan.

Setelah berjalan cukup jauh, sampailah mereka di parkiran mobil. Devan duduk di samping Vega, sementara Sakti mengemudi.

" Cepatlah Sakti, gadis bodoh ini akan kehabisan darah!" teriak Devan.

" Baik Tuan! tapi rumah sakit di sekitar sini, sepertinya masih jauh," jawab Sakti.

Vega hanya bisa meringis menahan sakit dengan keringat bercucuran.

" Anda sudah saya lindungi tapi masih mengatai aku bodoh?" ucap Vega kesal.

" Iya kamu bodoh, seharusnya kamu tidak perlu pasang badan untukku, lihatlah kamu terluka,"

" Aku pengawal anda, sudah seharusnya melindungi anda, aku tidak mau di cap sebagai bodyguard yang tidak profesional," ucap Vega dengan megeratkan gigi-giginya menahan sakit.

"Apa sakit?" tanya Devan seraya mendekat.

Tanpa sadar Vega meremas tangan Devan menahan sakit, sehingga Devanpun meringis kesakitan. Ia membiarkan hal itu, karena dia merasa berhutang budi, gadis di sampingnya telah menyelamatkan nyawanya meskipun sudah jadi tugas seorang pengawal.

Sampailah mereka di rumah sakit. Dokter segera memberi pertolongan mengeluarkan sebutir peluru dari lengan Vega. Setelah beristirahat cukup lama, mereka melanjutkan perjalan pulang ke ibu kota.

***

Devan meminta Vega beristirahat di rumah, namun undangan khusus dari kakek Haidar membuat Vega harus ikut ke hotel tempat acara makan malam perayaan ulang tahun Tuan besar keluarga Haidar.

Vega mengenakan pakaian lengan panjang menutupi perban yang membungkus lengannya. Mobilpun meluncur menuju hotel. Vega penasaran dengan keluarga besar Haidar. Beruntung ia bisa ikut bertemu dengan mereka, apalagi kalau bukan agar berkesempatan menyelidiki penembak papanya.

1
Novi Yanti
harus nya njanggan cerita kesembarang ora gimana sii
~Daf r r
mantap
fulana anonymous
mantaffff....that was an epic closure ... udh kek pilem² genk² Amerika, di benakku kek pilem Face Off, pas lagi perang pamungkasnya....
fulana anonymous
asli ini bagus lho storyline nya
fulana anonymous
ya Kali butuh dompet di pulau hehehehe kagak peka hahha
Sekuntum rosella Pelipur lara
oke
Eli Supriatna
mantap thor, terima kasih, atas cerita nya,
Alfiina Nurul: Terimakasih kunjungannya Kakak,,,,
total 1 replies
Eli Supriatna
thhor kasih kedewasaan donk sama vega, kan dia pemimpin genk
Eli Supriatna
semoga anak nya lekas sembuh, tante author,
Eli Supriatna
semangaatt thor
Eli Supriatna
semangat thor
Eli Supriatna
lanjut thor
Eli Supriatna
devan payah
Eli Supriatna
lanjut thor
Eli Supriatna
visual ny mntap
Eli Supriatna
mantap thor
Eli Supriatna
god cantik ,
Pa'tam
menarik
kiky+25
keren 👍🏻👍🏻
Rudi R
Keren bang..
Shen月呀: Mampir kak ke hantu tampan dan CRUSH karya berry once.
Invisible friend karya Berrybunny 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!