NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:715
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(perjalanan 2, politik Oscar) teknologi baru dan wabah asing

Keesokan harinya setelah perjamuan akbar itu selesai digelar, suasana di dalam Istana Aethelgard mulai bergerak dinamis. Seluruh perwakilan dari ras iblis yang bertugas di luar wilayah inti telah resmi dilepas untuk kembali pulang menuju ke Dark Aethelgard demi memimpin dan mengamankan birokrasi di daerah sana. Sementara itu, seluruh barisan kandidat pekerja baru bertalenta tinggi yang dikhususkan untuk mengabdi di dalam area internal kerajaan, pagi hari ini serentak dipanggil untuk berkumpul menghadap ke aula takhta utamaku.

Aku duduk tegak di atas takhta kegelapan, mengedarkan pandangan Mataku ke arah barisan tegap di hadapanku. Atmosfer di dalam aula bener-bener terasa sunyi dan diselimuti ketegangan militer yang pekat.

"Layla...!" Ucapku tegas, suaraku menggema memecah keheningan ruangan.

"Siap, Yang Mulia...!" Jawab gadis Dark Elf eksotis itu secara refleks, memajukan satu langkah kakinya lalu membungkuk hormat dengan sorot mata yang teramat disiplin.

"Layla... Terhitung mulai detik ini, identitas nama lamamu secara resmi aku ubah menjadi nama kode: Theta...!" Ucapku dengan nada mutlak, mengunci status taktisnya dalam sistem dungeon .

"Siap...! Dengan rasa penuh suka cita dan kehormatan besar, Yang Mulia! Saya... Theta, siap mengabdikan seluruh jiwa dan raga ini demi keagungan Kerajaan Aethelgard!" Jawabnya lantang tanpa ada sebilah keraguan sedikit pun di wajahnya.

Mendengar sumpah setianya, aku hanya menyeringai tipis sambil menatapnya. Langkah kaki manusiaku perlahan bangkit berdiri dari atas kursi takhta, berjalan melangkah perlahan menuruni anak tangga altar suci, melangkah maju menghadapi tepat di depan barisan ketiga kandidat baru tersebut.

"Huhh... Dengar baik-baik. Berdasarkan informasi spionase terbaru, saat ini kondisi Kerajaan Oscar sedang dihantam oleh serangan wabah penyakit asing yang teramat berbahaya," ucapku dengan nada suara yang berat nan tegas, mengunci fokus pandangan mereka. "Aku bener-bener sangat yakin, fenomena mengerikan ini bukanlah sebuah wabah penyakit yang lahir secara natural dari siklus alam semesta. Melainkan, ini adalah sebuah wabah buatan yang sengaja dirancang dan dilepaskan oleh faksi musuh tersembunyi demi melumpuhkan pertahanan mereka!"

Aku menghentikan langkahku, membalikkan tubuh raksasaku untuk berjalan menghadap ke arah jendela kaca besar kastil, membelakangi barisan para kandidat baru. Sepasang mataku menatap lurus ke arah langit luar benua yang berawan kelabu.

"Tidak bisa dipungkiri lagi secara strategi politik makro, Kerajaan Oscar memang merupakan sebuah kerajaan tua manusia yang diberkahi pasokan sumber daya alam yang teramat melimpah. Namun, kita juga harus sadar dengan koordinat taktis kita sendiri; Aethelgard adalah kerajaan tetangga mereka yang posisinya berada di perimeter terdekat. Kita sama sekali tidak bisa lari dari kenyataan pahit bahwa faksi kita pun cepat atau lambat akan terseret masuk ke dalam pusaran masalah konspirasi yang teramat rumit ini..." Ucapku menjabarkan analisis politik dengan tegas.

Suasana aula takhta mendadak mendingin. Aku terus menatap tajam ke arah batas cakrawala langit luar.

"Dan kemungkinan besar... dalam waktu dekat kita semua akan kembali dipaksa untuk bertempur habis-habisan di medan laga. Namun kali ini, faksi lawan yang akan kita hadapi dipastikan jauh berkali-kali lipat lebih kuat daripada kelompok Raja Iblis kemarin. Beberapa kali saat aku mengamati situasi di luar batas perimeter kerajaan kemarin, sepasang mataku sempat menangkap visual bayangan dari suatu objek asing yang mampu terbang melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa gila di atas lapisan langit benua. Aku menaruh kecurigaan tingkat tinggi bahwa objek misterius itu adalah sebuah bentuk persenjataan teknologi baru yang sengaja dirancang khusus untuk memenangkan pertempuran skala masif..." Ucapku lirih namun berwibawa.

“Sialan... Aku bener-bener sangat yakin kalau siluet objek terbang cepat yang kulihat kemarin adalah sebilah Jet Tempur supersonik modern! Tapi secara logika dunia fantasi, mengapa di tempat terpencil yang dipenuhi sihir primitif begini bisa bermanifestasi senjata mutakhir sekelas jet tempur bumi jahanam?! Itu artinya... ada negara faksi lain di luar sana yang sudah bergerak jauh lebih dulu untuk mengembangkan persenjataan militer modern modern skala raksasa! Apakah dalang pemilik di balik armada jet tempur itu adalah sesosok pahlawan reinkarnator bumi faksi lain juga...?” Ucapku berteriak panik di dalam batin, memeras ingatan buminya menahan rasa terkejut yang luar biasa pekat.

Meskipun gejolak batin taktisku sedang berputar liar menahan misteri aneh tersebut, aku langsung membalikkan tubuhku kembali menghadap barisan, memasang ekspresi tiraniku yang teramat tenang nan dingin.

"Tetapi... kita sama sekali bukanlah sebuah negara ecek-ecek yang gampang untuk ditundukkan dan dikalahkan oleh siapa pun!" Seruku tegas, suaraku berdentum keras memenuhi seisi aula takhta. "Dan aku, selaku Pemimpin Absolut tertinggi dari negara ini, sudah mempersiapkan banyak sekali rancangan perubahan serta modifikasi persenjataan mutakhir untuk memenangkan peperangan besar kita ke depannya...!"

"Mulai hari ini, seluruh sistem birokrasi kepemimpinan militer resmi kuganti total secara mutlak...! DELTA, MAJU KEMARI!!!" Raungku lantang memanggil.

WUSSS!

Sesosok gadis ras Naga Legendaris langsung bermanifestasi cepat dari balik bayangan pillar, melangkah maju lalu ikut berbaris tegap memposisikan tubuhnya sejajar di dalam barisan para kandidat baru.

"Siap, Tuan Miko...! Perintah dilaksanakan!" Ucap Delta memberikan penghormatan militer tertinggi dengan binar matanya yang penuh semangat membara.

"Kau... Delta! Mulai detik ini, status jabatan taktis milikmu secara resmi kuangkat menjadi Jenderal Angkatan Udara Shadow Aethelgard! Aku sendiri yang akan turun tangan langsung untuk merancang dan menyiapkan seluruh unit alat tempur persenjataan mutakhir khusus untuk armada angkatan udaramu nanti...!" Ucapku tegas sembari melangkah maju, menyematkan sebilah lencana militer khusus berbentuk ukiran sayap megah yang terbuat dari logam kuno Mirthil murni tepat di bagian dada pakaian zirahnya.

"Siap dilaksanakan, Tuanku Maha Agung! Saya tidak akan pernah mengecewakan takhta kegelapanmu!" Jawab Delta dengan nada lantang penuh rasa hormat yang luar biasa takzim.

Aku bergeser satu langkah, mengalihkan fokus sepasang mata ungu menyalaku ke arah gadis Dark Elf di sebelahnya.

"Kau, Theta...!" Ucapku mengunci pandangan matanya. "Mulai hari ini, jabatan taktis milikmu resmi kuangkat menjadi Jenderal Angkatan Darat Shadow Aethelgard! Kau memegang otoritas penuh untuk memimpin seluruh peperangan di daratan benua sekaligus bertindak sebagai otak utama yang mengatur jalannya strategi perang darat! Aku juga dipastikan akan menyiapkan pasokan alat tempur persenjataan yang sudah dimodifikasi cukup canggih khusus untuk menyokong barisan pasukan daratmu nanti...!" Ucapku tegas sembari menyematkan sebilah lencana militer khusus bermotif tengkorak pekat yang terbuat dari bahan logam Mirthil murni ke jubah tempurnya.

"Siap, Yang Mulia...! Sumpah setia ini dikukuhkan, saya Jenderal Theta siap memimpin pasukan daratmu hingga titik darah terakhir!" Ucap Theta tegas dengan nada suara bariton prajurit yang penuh rasa hormat.

Aku melangkah lagi ke barisan ketiga, berdiri tepat di hadapan gadis kecil dari ras semi rubah yang bertubuh mungil.

"Kau, Alisa...! Hari ini, status taktis milikmu resmi kuangkat menjadi Jenderal Regu Pengintai sekaligus Pemimpin Tertinggi Polisi Militer! Nama kode rahasia milikmu dalam sistem intelijen dungeonku resmi kukunci dengan label: Zeta...! Kupercayakan seluruh jalannya penegakan hukum militer internal kastil beserta jalur spionase pengintaian rahasia di bawah komando mutlak jemari tanganmu...! Aku pun dipastikan akan memfasilitasi regumu dengan alat persenjataan tempur canggih buatan bumi yang belum pernah dilihat oleh dunia ini...!" Ucapku tegas menatap sepasang mata rubahnya.

"B-... B-... Baik, Yang Mulia...! Perintah... perintah langsung saya terima...!" Jawab Alisa—alias Zeta—dengan nada suara yang masih bergetar gugup terbata-bata parah, menundukkan kepalanya yang memiliki sepasang telinga rubah dengan wajah memerah menahan rasa tegang yang luar biasa pekat.

Aku beralih ke kandidat terakhir, pemuda iblis berjubah rohaniwan putih yang berdiri di ujung barisan.

"Kau, Kelvin...!" Ucapku tenang. "Terhitung mulai hari ini, kau kutugaskan sepenuhnya untuk memimpin area Gereja Agung Aethelgard yang berada di lantai atas kastil. Kau memegang komando tertinggi untuk mengelola Korps Penyembuh Garis Belakang alias faksi Penyihir Putih. Nama kode rahasia sirkulasimu kukunci dengan label: Upsilon...!" Ucapku tegas.

"Siap, Yang Mulia...! Saya, Upsilon, bersumpah dengan segenap silsilah darah kegelapanku siap mengabdikan seluruh mukjizat sihir penyembuhan tingkat tinggiku demi menjaga keselamatan rekan-rekan ksatria kerajaan ini dengan sepenuh hati...!" Jawab Kelvin dengan nada suara yang teramat santun namun memancarkan wibawa pendeta suci keturunan Raja Iblis Lucivier.

Aku menarik sudut bibirku kembali, menyunggingkan sebuah seringai kepuasan.

"Bagus sekali... Mulai detik ini, kalian berempat resmi memimpin masing-masing divisi angkatan perang tertinggi kalian sendiri! Seluruh sistem sirkulasi pemula pasukan rekrutan baru sudah kuatur secara sistematis di dalam draf dungeonku; seluruh bibit prajurit baru yang mendaftar akan digabungkan terlebih dahulu ke dalam sistem Peleton Pelatihan. Setelah mereka semua dinyatakan lulus dari ujian peleton dasar, para prajurit akan diberikan kebebasan mutlak untuk memilih jenjang karier militer mereka sendiri ke depannya. Apakah mereka mau mendaftar masuk ke Angkatan Udara, Angkatan Darat, Korps Penyihir Putih, ataupun Korps Polisi Militer... Begitulah seluruh cetak biru rencanaku saat ini untuk memenangkan strategi tempur masa depan kita...!" Ucapku tegas menjabarkan restrukturisasi militerku.

"Untuk divisi Angkatan Udara, lokasinya akan saya tempatkan secara khusus di area Lapangan Terbuka bagian Barat benua Aethelgard..." Perintahku menatap Delta.

"Siap, Tuan Miko...! Koordinat markas barat dipahami penuh!" Ucap Delta membungkuk hormat penuh kepatuhan.

"Lalu untuk divisi Angkatan Darat, lokasinya akan saya tempatkan secara taktis di area Lapangan Timur—tepat berada di area bekas pertempuran hebat kemarin. Di lokasi tersebut terdapat sisa struktur bangunan bekas pos medis darurat yang areanya bener-bener sangat luas dan bisa kalian renovasi penuh untuk dijadikan Markas Besar Angkatan Darat," perintahku beralih menatap Theta.

"Baik, perintah dimengerti dengan jelas, Yang Mulia...!" Jawab Theta dengan nada suara tegas.

"Kemudian untuk Korps Polisi Militer dan spionase, area operasional kalian akan aku tempatkan di dalam kompleks bawah tanah tersembunyi di bawah kastil utama ini. Di area terisolasi itulah nanti kalian akan melatih fisik, merancang teknologi spionase, dan bergerak senyap. Tempat bawah tanah itu memiliki kapasitas ruang yang cukup luas dan bener-bener teramat sangat cocok untuk faksi mata-mata ataupun taktik pembunuhan senyap Assassin," perintahku melirik Zeta.

"S-... S-... Siap, Yang Mulia...! Markas bawah tanah dipahami...!" Ucap Zeta masih dengan nada suara yang gugup namun memancarkan kilat rasa hormat yang mendalam di sepasang matanya.

"Dan seperti yang sudah aku sampaikan kepadamu tadi, Upsilon... kau beserta seluruh bagian faksi Penyihir Putih akan ku akomodasi penuh di dalam area Gereja Agung Aethelgard yang berada di lantai atas. Di tempat suci itulah nanti seluruh penyihir medis akan berkumpul, berlatih, dan meracik obat-obatan penyembuh tingkat tinggi," ucapku menutup instruksi penempatan markas kepada Kelvin.

"Baik, segala titah petunjukmu akan kami laksanakan dengan sempurna, Yang Mulia..." Jawab Upsilon dengan sikap santunnya yang khas.

Aku membalikkan tubuhku kembali, melangkah tegap menaiki anak tangga altar menuju ke depan kursi takhtaku kembali, lalu berbalik mengedarkan pandangan dingin tiraniku ke arah keempat jenderal baruku.

"BAIKLAH...! SEKARANG JUGA, BERGERAKLAH KELUAR DAFTARKAN DAN CARILAH KANDIDAT KANDIDAT BARU DARI BARISAN SISA PASUKAN YANG BERHASIL SELAMAT DI MEDAN TEMPUR KEMARIN! AJAK DAN GABUNGKANLAH MEREKA SEMUA UNTUK MASUK BERGABUNG KE DALAM KORPS ANGKATAN KALIAN MASING-MASING! LANGSUNG BERTUGAS, BANGUN MARKAS, DAN BERLATIHLAH DI SANA DENGAN DISIPLIN TINGGI... RAPAT MILITER HARI INI RESMI DINYATAKAN SELESAI...!!!" Raungku lantang membahana, suaraku menggelegar memutus seluruh keheningan dimensi.

"SIAP, YANG MULIA!!! PERINTAH DILAKSANAKAN MASAL!!!" Jawab keempat jenderalku serentak dengan suara bergemuruh penuh semangat yang berkobar-kobar.

Setelah mendapatkan perintah mutlak dariku, keempat jenderal agung itu bersama barisan pengikutnya langsung berbalik tubuh dengan cepat. Mereka bergerak keluar ruangan aula takhta untuk mencari dan mengumpulkan pasukan selamat mereka sendiri, lalu bergegas melangkah menuju ke arah titik koordinat markas yang sudah ditentukan untuk memulai era revolusi militer baru di bawah kiblat absolut Shadow Aethelgard!

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!