NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:169
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.gerbang ibu kota

Kereta hitam tanpa panji yang membawa Ren dan Lyra akhirnya tiba di pinggiran **Elisia**, ibu kota Kekaisaran Suci yang megah. Berbeda total dengan Odelia yang penuh baja dan uap mekanis, Elisia adalah kota yang didominasi oleh menara-menara marmer putih bertingkat, kubah emas yang menjulang tinggi, dan pancaran *Holy Mana* yang menyelimuti atmosfer kota bagai tirai cahaya abadi.

Bagi warga biasa, tempat ini adalah perwujudan surga. Namun bagi Ren, pancaran cahaya suci yang terlalu pekat ini terasa hambar—sebuah fasad berkilau yang menyembunyikan kebusukan tatanan politik faksi bangsawan di dalamnya.

*Sreet.*

Kereta mereka mendadak berhenti di gerbang pemeriksaan utama. Belasan Ksatria Suci dari Ordo Perak berzirah lengkap langsung mengepung kereta dengan tombak terhunus.

"Turun dari kereta! Atas perintah Dewan Tertinggi, seluruh delegasi dari perbatasan wajib melewati gerbang pemurnian *Lumina* sebelum memasuki kota!" teriak sang komandan penjaga, suaranya lantang penuh keangkuhan khas bangsawan ibu kota.

Ren melangkah turun dengan santai. Jubah hitam beratnya berkibar ringan, sangat kontras dengan lingkungan sekitar yang serba putih. Di pinggangnya, sebilah pedang hitam *Crimson Edge* tiruan tergantung dengan tenang, menyembunyikan seluruh garis merah energinya berkat teknik *Blood Circulation* yang diaktifkan Ren ke kapasitas kompresi tertinggi.

Di belakangnya, Lyra turun dengan tudung linen yang menutupi sebagian wajahnya, menyunggingkan sebuah senyuman sinis yang sarat akan ejekan tersembunyi.

"Silakan berjalan melewati pilar ini, Juru Pedang Ren," komandan itu mendengus meremehkan, menunjuk ke arah dua pilar marmer raksasa yang memancarkan cahaya suci penekan sihir hitam. "Jika kau membawa kutukan atau metode sihir tidak sah dari perbatasan, pilar ini akan menghancurkan aliran energimu seketika."

Para ksatria suci menonton dengan tangan berada di gagang pedang, berharap melihat pemuda dari perbatasan ini mengerang kesakitan atau setidaknya menunjukkan kepanikan.

Namun, Ren hanya berjalan maju tanpa keraguan sedikit pun. Otak cerdasnya telah menganalisis frekuensi pilar tersebut dalam hitungan detik—itu hanyalah struktur sihir kuno yang mendeteksi anomali Mana elemen eksternal. Sifat biologis dari darah vampir kuno miliknya berada di luar spektrum deteksi alat tersebut.

*WUUUSH...*

Begitu Ren melangkah tepat di tengah-tengah pilar, cahaya suci itu mendadak bergetar hebat. Namun, bukannya menekan Ren, cahaya itu justru meredup perlahan, seolah-olah energinya diserap secara pasif oleh sirkulasi darah Ren yang terlampau padat. Ren melewatinya seolah pilar itu hanyalah lampu pajangan biasa.

Ren berhenti di ujung gerbang, membalikkan badannya lambat ke arah komandan penjaga yang kini terbelalak tak percaya dengan wajah pucat.

Rambut perak abu-abunya yang berantakan tertiup angin kota. Sesungging *smug* dingin nan meremehkan terukir jelas di wajah tampannya.

"Pilar kalian... agak kurang bertenaga hari ini," ucap Ren halus, nadanya begitu tenang namun menekan mental sang komandan hingga ia refleks mundur satu langkah.

Di balik bayangan poni rambutnya, satu mata merah Ren berkilat intens seutuhnya. Guratan energi streaks merah yang sangat tajam memotong pandangan sang komandan, menyuntikkan teror mental instan yang membuat ksatria itu tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.

"Ayo, Lyra. Jangan biarkan para tetua di Istana Putih menunggu terlalu lama," bisik Ren, kembali berjalan memasuki ibu kota dengan langkah elegan seorang pemangsa.

Sidang penghakiman yang disiapkan Kekaisaran akan segera dimulai, dan sang **Blood Sword Master** siap mengubah altar suci mereka menjadi panggung pembantaian yang tak terlupakan.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!