NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Hati

Reinkarnasi Hati

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Setelah bertahun-tahun menanti buah hati, badai besar menghancurkan rumah tangga Lani.
Ia diceraikan oleh suaminya, Alex, yang berselingkuh dengan sahabat karib Lani sendiri.
Di tengah usaha menyembuhkan luka hati dan bangkit dari keterpurukan, takdir mempertemukan Lani dengan Afrain—pria berjiwa bebas yang merupakan mantan suami dari kakak Alex.
Sama-sama membawa trauma masa lalu, pertemuan tak sengaja itu perlahan berubah menjadi ikatan emosional yang dalam.
Afrain menjadi tempat bersandar yang memahami kepedihan Lani, dan benih-benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka. Namun, hubungan baru ini berada di lingkaran keluarga yang rumit dan penuh kecanggungan.
Di hadapan restu yang dipertanyakan dan bayang-bayang masa lalu yang saling berkaitan, akankah Lani berhasil melepaskan diri dari jerat trauma dan menemukan kebahagiaan sejatinya bersama Afrain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Alex kembali ke rumah kontrakannya dengan rasa frustrasi yang memuncak setelah dipecat oleh Pak Firman dan diusir secara memalukan oleh Mbok Mar.

Langkah kakinya terasa begitu berat saat memasuki ruang tamu yang sempit itu.

Begitu pintu ditutup, sambutan yang ia terima bukanlah ketenangan, melainkan rentetan makian baru dari Mira.

Hubungannya dengan Mira hancur total karena mereka saling menyalahkan atas kemiskinan yang tiba-tiba melanda kehidupan mereka.

Mira terus-menerus meratapi nasibnya yang kehilangan pekerjaan, sementara Alex tak henti-hentinya mengutuk Mira sebagai pembawa sial.

Rumah tangga siri yang dulunya diawali dengan perselingkuhan panas itu kini berubah menjadi neraka dunia yang penuh dengan caci maki.

Di tengah kekacauan itu, Sisil datang berkunjung. Bukannya meredakan ketegangan, Sisil yang tidak terima harga diri keluarganya diinjak-injak justru menuangkan bensin ke dalam api yang sedang berkobar.

Dengan mata yang menyala penuh kebencian, Sisil menghasut Alex untuk melakukan tindakan nekat.

"Kamu mau diam saja jadi pecundang, Lex?!" cecor Sisil sambil menyodorkan layar ponselnya ke depan wajah Alex.

"Lihat ini!"

Sisil ternyata menemukan informasi dari media sosial dan beberapa rekan kerja lama Lani.

Di sana, tersebar foto-foto samar serta rumor hangat bahwa Afrain dan Lani saat ini sedang berada di Jepang, menikmati bulan madu mewah yang bertabur fasilitas bintang lima.

Kontras yang teramat jauh dengan kondisi Alex yang kini menjadi pengangguran luntang-lantung.

Melihat kemewahan mantan istrinya, dada Alex terasa terbakar hebat.

Di bawah tekanan mental karena status pengangguran baru dan rasa iri yang membakar seluruh akal sehatnya, benteng pertahanan moral Alex runtuh total.

Ia benar-benar terprovokasi oleh kata-kata tajam Sisil yang terus memanasi egonya.

Di dalam kamar kontrakan yang remang-remang itu, Alex dan Sisil mulai menyusun sebuah rencana nekat.

Mereka sepakat untuk tidak melepaskan Lani begitu saja.

"Kita tidak boleh membiarkan mereka hidup tenang setelah menghancurkan hidup kita, Mbak," bisik Alex dengan suara parau dan pandangan mata yang menggelap.

Rencana jahat pun mulai digodok. Mereka berniat menghancurkan kebahagiaan Lani dengan cara menerornya atau mencari celah sekecil apa pun untuk memeras pasangan kaya raya tersebut begitu mereka menginjakkan kaki kembali ke Indonesia.

Di kepala Alex, Lani harus membayar mahal atas setiap penderitaan dan kemiskinan yang kini harus ia tanggung.

Sementara badai emosi terjadi di Jakarta, Afrain membawa Lani berpindah dari hiruk-pikuk Tokyo menuju ketenangan kota tua Kyoto.

Mereka menginap di sebuah ryokan privat yang memiliki pemandian air panas alami atau onsen di dalam areanya.

Penginapan tradisional itu menawarkan atmosfer yang sangat damai, jauh dari kebisingan kota, dengan suara gemericik air melodi alam yang menenangkan jiwa.

Keesokan harinya, di bawah rimbunnya pohon bambu Arashiyama yang menjulang tinggi, angin berembus lembut menggoyahkan batang-batang bambu, menciptakan suasana magis yang begitu syahdu.

Di tempat inilah, Afrain menunjukkan sisi dirinya yang sangat protektif dan penuh kasih sayang.

Ia menggandeng erat tangan Lani, sesekali merapikan helai rambut istrinya yang tertiup angin dengan kelembutan yang tak pernah ia tunjukkan pada orang lain.

Berada di tempat yang begitu tenang dan didampingi oleh pria yang begitu tulus mencintainya, pertahanan di hati Lani perlahan melunak.

Sambil berjalan pelan menyusuri jalan setapak, Lani mulai membuka diri sepenuhnya tentang trauma masa lalunya bersama Alex.

Dengan suara yang sesekali bergetar, ia menceritakan betapa hancurnya ia dulu saat dikhianati, dicampakkan, dan direndahkan hingga merasa tidak berharga.

Afrain menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap langsung ke dalam manik mata Lani yang berkaca-kaca.

Pria itu mendengarkannya dengan penuh empati, tanpa sedikit pun memotong atau menghakimi.

Kedua tangan kokoh Afrain bergerak menangkup pipi Lani, menghapus setitik air mata yang sempat lolos di sudut mata sang istri.

"Masa lalu itu tidak akan pernah bisa menyentuhmu lagi, Lani," ucap Afrain dengan nada suara yang berat, penuh penekanan dan kesungguhan.

"Aku berjanji, demi nyawaku sendiri, aku akan selalu melindungi dan membahagiakanmu. Kamu adalah tanggung jawabku sekarang."

Kata-kata Afrain menjadi penawar paling ampuh bagi luka batin yang selama ini dipendam oleh Lani. Rasa aman yang luar biasa menjalar di seluruh hatinya.

Malam harinya, di dalam kamar ryokan yang hangat dan beraroma kayu pinus yang khas, adegan romantis yang manis dan emosional pun tercipta.

Di atas hamparan tatami yang empuk di bawah temaram lampu lampion Jepang, keduanya duduk saling berhadapan.

Afrain menggenggam kedua tangan Lani dengan erat, menatap sang istri dengan binar cinta yang begitu pekat.

Di malam yang sunyi itu, mereka saling meneguhkan kembali janji suci pernikahan mereka.

Bukan lagi sekadar status di atas kertas, melainkan sebuah komitmen batin untuk saling memiliki, mendukung, dan menjaga dalam suka maupun duka.

Saat Afrain perlahan mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibir mereka dalam sebuah kecupan yang dalam namun penuh rasa hormat, Lani membalasnya dengan seluruh rasa cinta yang ia miliki.

Di atas hamparan tatami itu, ikatan batin mereka sebagai suami istri sejati terpatri kian erat, tak tergoyahkan oleh ancaman apa pun yang tengah menanti mereka di tanah air.

Saat Lani sudah tertidur pulas di pelukan Afrain, suasana kamar ryokan yang sunyi hanya diisi oleh suara napas teratur sang istri. Namun ketenangan itu terusik ketika ponsel Afrain kembali bergetar di tengah malam, memecah keheningan di atas meja kayu kecil dekat tempat tidur mereka.

Dengan gerakan perlahan agar tidak membangunkan Lani yang bersandar nyaman di dada bidangnya, Afrain meraih ponsel tersebut.

Sebuah pesan rahasia dari tim keamanan tepercaya Afrain di Jakarta masuk ke layar:

“Tuan Afrain, Alex baru saja terlihat mengintai di sekitar aset perusahaan dan mencari tahu jadwal kepulangan Non Lani. Tampaknya dia sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya bersama kakaknya.”

Membaca laporan itu, rahang Afrain seketika mengeras.

Amarah yang dingin mulai menjalar di dalam aliran darahnya.

Afrain menatap wajah tidur Lani yang begitu tenang dan damai dalam dekapannya—wajah wanita yang baru saja menyerahkan seluruh rasa percaya dan sisa hatinya untuk ia jaga.

Perlahan, tatapan mata sang CEO berubah menjadi sangat dingin dan tajam bak elang yang siap mencengkeram mangsanya.

Kelembutan yang beberapa saat lalu terpancar, kini menguap digantikan oleh aura kepemimpinan yang kejam dan tak kenal ampun.

Afrain mendekatkan bibirnya ke kening Lani, mengecupnya dengan sangat pelan, lalu berbisik lirih dengan suara yang amat rendah namun sarat akan ancaman mutlak.

"Tidurlah yang nyenyak, Sayang. Jangan takut," bisik Afrain, matanya berkilat tajam menatap kegelapan malam di luar jendela.

"Siapa pun yang berani menyentuh atau mengusik kebahagiaan istriku, akan aku hancurkan mereka sampai ke akar-akarnya. Aku tidak akan memberi mereka kesempatan kedua."

Sambil memeluk Lani lebih erat, Afrain mengetik satu pesan balasan singkat namun mematikan kepada tim keamanannya di Jakarta:

"Perketat pengawasan. Biarkan dia bergerak sedikit lagi, kumpulkan semua bukti pidananya, lalu hancurkan dia tanpa sisa saat aku kembali.”

1
merry yuliana
makasih ceritanya kak 💪💪💪😍🙏
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
yulia nisma
masih nyimak thor kayaknya ceritanya bagus 👍😍
Ame Joh
aku mampir thor, sepertinya seru.
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
falea sezi
cwek nya menye oon😒
falea sezi
🤣🤣 mampuss buang istri baik dpet istri boross bodoh
Dew666
😍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Dew666
🪭🪭🪭🪭
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹🌹
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!