“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
“Silahkan nikmati pestanya,” suara Cassian mengembalikan fokus Elowen.
Cassian sedang menyapa Adrian dan Dylan saat Elowen berpelukan dengan Cleona. Melihat istrinya terlihat tertekan, entah karena apa. Cassian memilih menariknya lebih dekat.
“Kami akan menyapa tamu yang lain,” ucapnya sopan sebelum berbalik.
Namun, detik berikutnya cukup mengejutkan. Karena Cleona tiba-tiba berdiri di depan Cassian dan Elowen.
“Maaf, Your Highness…” katanya, dengan senyum yang dibuat begitu anggun. Tak lupa Cleona menundukkan kepala untuk memperlihatkan sopan santunnya.
Mau tidak mau Cassian menghentikan jalannya.
“Bolehkah saya ikut menyapa?”
Cassian tidak bereaksi yang terlalu kentara, tapi dalam dirinya sedang membaca sesuatu. “Bolehkah saya bertanya?” tukasnya sedikit menegaskan wibawanya. “Untuk apa Anda harus ikut menyapa tamu pesta saya dan istri saya?”
Entah kenapa pertanyaan Duke terasa dingin dan kejam meski wajahnya terlihat tersenyum.
Ya, Cassian memberikan senyuman untuk semua saudara Elowen. Tidak mungkin dia bersikap sinis dengan mertuanya bukan?
“I-itu… karena saya…” Cleona kehabisan alasan. Tidak mungkin menyatakan secara terbuka kalau dia seharusnya yang menjadi Duchess pada Duke langsung.
Beruntung karena Dylan langsung menolongnya.
“Maksud kakak saya, Miss Cleona ingin menemani Duchess menyapa tamu-tamu. Mereka kakak adik yang sudah lama tidak bertemu. Tolong Duke bisa memakluminya.” Dylan menunduk singkat sebagai tanda meminta maaf.
Bukan Cassian namanya kalau dia tidak bisa menebak apa niat seseorang.
“Miss Cleona? Bukankah dia sudah menikah, seharusnya Anda mengenalkan dia sebagai Lady dan bukan Miss, Tuan Dylan Whitmore.”
Oh Tuhan! Langit seperti runtuh mengenai Cleona. Duke sudah tahu kalau dia sudah menikah dengan seseorang. Ini pasti karena Elowen mengatakannya.
Wanita bisu itu ternyata licik juga, umpat Cleona dalam hatinya.
Dia membuat Cleona jadi lelucon di depan Duke Cassian. Sekarang bagaimana mengembalikan reputasinya tentang pernikahan gagal itu. Tentang pria brengsek itu.
Padahal kenyataan yang sebenarnya Elowen sama sekali tidak pernah menceritakan apapun tentang Cleona pada Cassian. Duke mengetahuinya sendiri karena Harry selalu mengoceh dan melaporkan segala hal yang berhubungan tentang Elowen. Ajudan Pribadinya itu selalu bekerja terlalu keras untuk urusan tidak penting.
Ekor mata Cleona melirik tajam pada Elowen.
Itu adalah tatapan penuh kebencian. Elowen sampai melangkah mundur dan tak sengaja menginjak gaunnya, dia hampir terjatuh. Untung saja Cassian menahannya dengan cepat.
“Hati-hati, kau hampir terjatuh.” Cassian begitu lembut memperlakukan Elowen. “Peganglah erat lenganku, sayang.”
Mata Elowen bergetar, spontan dia mendongak ke arah Cassian. Apa dia tidak salah dengar? Cassian baru saja memanggilnya ‘sayang’, benarkah?
Elowen mengerjapkan matanya berusaha berdiri tegak di samping Cassian. Pria itu serius tentang menyuruhnya berpegangan erat di lengannya.
Tangan Elowen bisa merasakan otot-otot Cassian. Suaminya banyak berlatih menembak dan berkuda akhir-akhir ini. Apa itu berefek pada otot-otot keras pada lengannya itu? Entahlah...
Melihat adegan romantis di depan matanya langsung membuat Cleona semakin merah padam. Sialan memang Elowen, dia sengaja pura-pura jatuh untuk mengambil perhatian Cassian.
Dasar wanita bisu yang licik. Pikir Cleona yang sekarang mengepalkan tangannya sampai telapaknya memucat.
Adrian melihat ekspresi Cleona dan bagaimana adiknya itu menatap Elowen penuh kebencian.
Sebagai seorang laki-laki, dan kepala keluarga. Adrian harus bersikap tegas pada Cleona.
Adrian langsung menghampiri Cleona. Sebelum membawanya pergi, Adrian meminta izin dulu pada Duke dan Duchess.
Lalu menyeret kasar tangan Cleona ke taman belakang yang lebih sepi.
“Apa-apaan kau Adrian?” pekik Cleona kesal. Tangannya memerah karena genggaman Adrian yang terlalu kencang.
“Kau yang apa-apaan. Kenapa denganmu Cleona? Kau terlihat jelas menggoda Duke di depan Duchess. Itu tidak pantas untuk seorang bangsawan!” tegur Adrian dengan suara tertahan, takut kalau ada yang mendengar mereka.
“Lalu apa pantas Elowen merebut calon suamiku?” balas Cleona.
“Apa maksudmu dengan merebut calon suami, Cleona?”
“Elowen jelas menggantikan aku untuk menikah di pasar perjodohan! Kalau kau bilang yang akan dijodohkan itu Duke, aku tidak akan kabur Adrian! Ini semua salahmu,” cetus Cleona dengan suara keras.
Adrian sampai menyeretnya lagi menekannya ke tempat yang lebih sepi. “Perhatikan bicaramu!” tukasnya.
“Tidak ada yang menjodohkan Elowen dengan Duke. Dia sendiri yang memilih Elowen—”
“Bohong!” potong Cleona.
Napas wanita itu sudah memburu, dadanya naik turun dengan wajah yang merah padam seolah menyimpan lahar panas dalam tubuhnya dan siap meletus kapan saja.
Adrian menggeleng frustasi. Bagaimana menjelaskan pada Cleona kalau Duke Clyvedon memilih istrinya sendiri saat berkunjung di kerajaan Arvendale waktu itu.
“Aku sudah mengatakan padamu. Aku juga sudah menjelaskan padamu sejak awal. Kalau aku tidak pernah menjodohkan Elowen dengan Duke Clyvedon. Percayalah, pria itu memilih Elowen sendiri sebagai istrinya.”
Cleona mendengus.
“Pria bangsawan mana yang menikahi wanita bisu,” Cleona menirukan gaya bicara Adrian saat mereka membahas soal perjodohan waktu itu. “Kau sendiri yang mengatakannya pada kita, Adrian.”
“Kau bilang tidak mungkin ada pria bangsawan yang mau menikah dengan wanita bisu seperti Elowen. Lalu sekarang apa? Seorang Duke, Cassian. Dia bahkan lebih dari seorang bangsawan. Duke yang langsung bertanggung jawab di bawah kerajaan. Dan dia seorang Clyvedon!”
Adrian kehabisan kata-kata, dia tidak bisa menjawab. Karena dia juga tidak tahu kenapa seorang pria sempurna seperti itu memilih adiknya yang bisu.
“Terserah kau mau percaya atau tidak. Ini akan kukatakan padamu untuk terakhir kalinya. Satu-satunya alasan yang kudengar saat Duke Clyvedon memilih Elowen adalah karena Elowen patuh dan lemah. Hanya itu yang aku tahu, sebuah alasan konyol yang kupikir hanya dibuat-buat agar—”
Tangan Cleona terangkat menyuruh Adrian berhenti bicara.
“Apa kau bilang? Patuh dan lemah?”
Adrian mengerutkan wajahnya. Heran.
Karena sekarang senyum menyeringai muncul di wajah Cleona. “Patuh dan lemah, ya?” ulangnya, seolah wanita itu mendapatkan sebuah alasan untuk bisa merebut kembali sesuatu yang hilang darinya.
“Aku tahu sekarang… Duke Clyvedon tidak pernah mencintai Elowen.” Cleona bertepuk tangan sambil tertawa. “Dia hanya memanfaatkannya agar menjauh dari para putri yang dijodohkan orang tuanya. Adrian, aku ingat sekarang, aku ingat dia sangat mencintai Putri Lyorine dari Ravenhearst tapi Dowager Duchess menentangnya karena Putri Lyorine keturunan Ravenhearst.”
Cleona melompat kesenangan, dia merasa memiliki kesempatan untuk menggoda Sang Duke.
“Aku masih punya kesempatan merebut Duke Clyvedon, karena kekasihnya yang asli sudah pergi ke negeri yang jauh.”
Adrian menggelengkan kepala tak percaya dengan pemikiran kejam Cleona. Kenapa dia tidak pernah melihat sisi ini sebelumnya? Cleona sungguh mengerikan.
Tanpa Adrian dan Cleona tahu. Di balik tembok kastil yang mereka gunakan untuk berdebat. Elowen mendengar semua percakapan mereka.
Awalnya dia ingin meminta maaf pada Cleona. Elowen pikir kakaknya itu marah kepadanya karena dia tidak pernah membalas surat-surat yang Cleona kirim.
Ternyata bukan itu…
Dan, kenyataan tentang Cassian, lalu Lyorine yang ternyata bukan cuma adik Marquess Lucien membuat Elowen seolah disadarkan oleh sesuatu.
***
Semangat ya thooor.... terimakasih sdh up dan sllu kutunggu up mu banyak2😍
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?
auto lsg tanta mbh gogle
you're amazing writer