NovelToon NovelToon
My Brother

My Brother

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Romansa-Teen school / TimeTravel / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:116.1k
Nilai: 5
Nama Author: Norma Indah Susanti

Berdua, saudara kandung!!!

Indah, gadis mandiri dengan disiplin yang tinggi membuatnya lebih sering sendiri, dingin dan tak banyak bicara. Pecinta warna biru. Wanita terlalu cengeng dan lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika dalam memutuskan dan berbuat sesuatu. Untuk itu dia lebih suka bermain dengan laki - laki daripada teman perempuannya, kecuali cewek yang sepemikiran dengannya.

Ibnu, Pria tampan yang tak mau menyakiti perasaan wanita karena tak ingin adik perempuannya tersakiti.

Indah dan Ibnu terpisah sejak Indah dilahirkan ke dunia.

Konflik batin terjadi saat Indah mengetahui tentang jati dirinya dan berakhir saat ia sadar bahwa dirinya membutuhkan saudara laki - laki dan Indah memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma Indah Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Baru, Sahabat Baru

Nurika, Henny, Nurmala dan banyak lagi teman – teman Indah masuk ke sekolah yang sama dengannya. Sama seperti sekolah lain, dan sesuai rencana kegiatan tahunan setiap siswa baru melewati masa orientasi. Namun tak ada yang berkesan bagi Indah sehingga author tak berkeinginan menceritakan Masa Orientasi Siswa Baru yang dilalui oleh Indah. Sebagian besar ada Siswa baru tertarik pada Ketua OSIS yang memang seorang remaja yang ganteng, pandai dan mempunyai postur tubuh ideal untuk laki – laki seusianya terutama para siswi baru.

Ya, hanya sebagian besar tapi tidak semuanya, tidak juga dengan Indah. Indah yang dingin sedingin es batu sama sekali tidak peduli dengan ketampanan yang dimiliki Azmi sang ketua OSIS.

Tiga hari berlalu, inilah hari yang sangat ditunggu Indah. Pembagian Siswa ke beberapa kelas. Indah ingin segera mengetahui siapa saja yang akan menjadi teman barunya. Indah juga ingin segera belajar di tempat yang baru dimana tidak ada anak guru yang selalu mendapat ranking kelas.

“Kita akan adu kepandaian dan aku akan buktikan bahwa aku bisa mengalahkan kalian yang hanya mengandalkan orang tua kalian sebagai guru untuk meraih juara kelas selama di SD R-1” Gumam Indah setelah mengetahui dimana kelas yang akan ditempati dan siapa saja yang akan menjadi teman sekelasnya.

“Hai, ayo ke kantin! Ini sudah jam istirahat!” Nurika teman sekelas di SD dan satu becak dengannya dulu, kini kembali menjadi teman sekelasnya di SMP.

Indah mengikuti langkah Nurika ke kantin. Di jalan menuju kantin, mereka berpapasan dengan Faisal salah satu teman SD. Indah menyenggol Faisal dengan kasar.

“Faisal, di sini kita akan buktikan siapa yang lebih pandai. Aku atau kamu meskipun kita beda kelas?” Indah menantang teman SD yang selama enam tahun selalu masuk tiga besar. Indah yakin bahwa peringkat yang diperoleh Faisal selama ini bukan murni karena kepandaiannya melainkan karena ia adalah anak salah seorang guru di sekolah R-1. Faisal hanya diam tak menanggapi ucapan Indah dan berlalu pergi menuju kelas.

Banyak teman baru yang dimiliki Indah, Anik adalah salah satunya. Di kelas Tujuh A Indah memulai sekolah lanjutan. Indah memulai persahabatan barunya dengan Anik dan Nurika. Kemana – mana mereka selalu bertiga, namun tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk berteman dengan yang lain.

Hari minggu Nurika menelepon Indah untuk mengajaknya bermain ke rumah Anik. Indah menyetujui ajakan Nurika. Mereka berangkat ke rumah Anik dengan sepeda masing – masing. Tiba di rumah Anik, Anik mengajak mereka untuk jalan – jalan ke sekitar Goa Lebar karena rumah Anik juga tidak jauh dari sana. Sebelum tiba di mulut Goa, Indah teringat akan sahabatnya yaitu Ika. Indah dan Nurika sepakat mampir ke rumah Ika untuk mengajaknya bergabung meski mereka telah berbeda sekolah.

Ika ikut bergabung dengan Indah dan kawan – kawan. Mereka menuju samping mulut Goa dan duduk diatas hamparan rumput hijau dan bertukar cerita mulai mereka masuk sekolah, Masa Orientasi hingga para guru baru mereka. Tak terasa, tiba – tiba adzan Dhuhur berkumandang. Mereka mengakhiri percakapan mereka dan pulang ke rumah masing – masing.

Sebelum pulang, Indah membuat janji dengan Ika agar bisa bertemu lagi minggu depan.

Mentari mulai terbit.

Ucapkan selamat pagi

Burung – burung bernyanyi riang

Terbang di angkasa raya

Indah terbiasa bangun pagi untuk mandi dan Shalat shubuh. Sedikit membantu ibu menyapu rumah dan halaman, kemudian sarapan pagi dilanjutkan dengan berangkat ke sekolah saat jarum jam menunjukkan pukul enam lebih tiga puluh menit. Indah selalu pulang tepat waktu saat seluruh pelajaran usai. Tak ada lagi Pak Ahmad yang selalu menjemputnya karena Indah berangkat sekolah dengan sepeda Phoenix miliknya.

Seragam sekolah Indah adalah seragam buatan Ibunya sendiri. Ibu Sri sangat paham dengan karakter anaknya sehingga hasil jahitannya sesuai dengan apa yang Indah inginkan.

Sesekali Pak Yusuf memperhatikan gadis kecilnya yang tumbuh menjadi remaja. Namun sikapnya tidak berubah, Dia adalah gadis kecilnya yang tetap ceria meski tak banyak bicara.

Pak Yusuf mengingat kata – kata Bu Murni guru SD Indah. “Begini Pak Yusuf. Sebenarnya Indah adalah anak yang pandai, namun selama ini percaya dirinya kurang sehingga anak anda kurang aktif dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan guru saat pelajaran berlangsung!”. Pak Yusuf berpikir keras agar Indah memiliki rasa percaya diri yang tinggi agar bisa meraih prestasinya.

Rutinitas sehari – hari tetap dilaksanakannya seperti biasa, namun Indah sudah tak lagi mengaji di Musholla karena ia telah menghatamkan bacaan Al Qurannya sebanyak tiga kali. Pak Yusuf dan Bu Sri juga telah mengadakan tasyakuran sebelum akhirnya Indah berhenti mengaji di Musholla. Setelah Shalat maghrib, Indah memilih mengaji di kamarnya. Indah lebih cepat hatam Al – Quran daripada Winda karena Indah lebih rajin mengaji jika dibandingkan dengan anak- anak Pak Dayat

Flashback on ~~~

Indah berangkat ke Musholla untuk mengaji, Dia berangkat sendiri karena tadi sore Winda tidak membuat janji berangkat bersamanya. Winda memiliki adik kecil yang baru berusia satu tahun. Pak Dayat berkunjung ke rumah Pak Yusuf untuk sekedar membawa Sofyan adik Winda bermain.

“Hai...!” Sapa Bu Sri pada Sofyan.

Pak Dayat duduk di teras bersama ibu sambil mengawasi langkah Sofyan yang baru bisa berjalan.

“Indah mana?” Tanya Pak Dayat pada Ibu.

“Indah berangkat mengaji!” ibu menjawab dengan santai.

“Kata anak – anakku, Pak ustad ada acara sehingga tidak bisa mengajar malam ini!” Pak Dayat heran dan merasa dibohongi oleh kedua anaknya.

“Kalau Pak Ustad sedang berhalangan hadir ke Musholla, pastilah Indah sudah pulang ke rumah selepas shalat Maghrib. Tapi sampai sekarang, Indah belum pulang juga!. Jawab ibu.

Tanpa pamit pada ibu, Pak Dayat bergegas pulang dan memarahi Winda dan Habib yang telah berbohong padanya.

melihat anaknya telah selesai shalat isya’, Pak Yusuf memanggil Indah. Indah duduk di samping ayahnya dengan memegang sebuah buku tulis di tangan kirinya dan sebuah pensil di tangan kanannya.

“Sayang!” Ayah membuka pembicaraan

“Ya, ayah!” Sambil membuka buku tulisnya, Indah mendengarkan penuturan ayah dan sesekali menjawab jika diperlukan. Bukan bermaksud tidak sopan, tapi itulah kebiasaan Indah yang juga tidak dilarang oleh ayahnya.

“Apakah kamu masih ingat dengan apa yang dikatakan Bu Murni wali kelasmu saat kita datang ke rumahnya?” Ayah mulai mengingatkan Indah pada pemikiran wali kelasnya di SD.

“Iya, ayah. Aku ingat!” Pak Yusuf tak menyangka bahwa Indah masih mengingatnya.

“Lalu, apa yang akan kamu lakukan untuk meningkatkan rasa percaya dirimu?” Ayah melanjutkan pertanyaannya.

“Aku akan berusaha menjadi yang terbaik, ayah!”. “Aku akan rajin belajar sehingga aku mampu menajawab setiap pertanyaan yang diajukan guru baik secara lisan maupun tulisan, atau untuk menjawab pertanyaan yang tertulis di papan sekalipun!” Indah menjawab pertanyaan ayah dengan menatap tajam ke depan.

“Baiklah,nak! “Ayah tunggu janjimu!” Ayah mengusap lembut kepala Indah.

Di sekolah :

Saat jam istirahat usai antri dari kantin sekolah, Indah duduk di bangku di depan kelas bersama beberapa teman. Di situ juga ada Linda teman sekelasnya yang mendominasi pembicaraan mereka. Indah memperhatikan tingkah laku dan cara bicara Linda. “Apa aku bisa seperti Linda?” Gumam Indah

Indah ingin merubah dirinya yang pasif menjadi lebih aktif dan percaya diri sesuai keinginan ayahnya. Indah terinspirasi oleh sikap Linda yang tidak hanya aktif namun juga pintar.

1
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir lagi di karya keren ini 👍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus favorit ❤️
Norma Indah Susanti
Nasi goreng, Nasi goreng
Norma Indah Susanti
Ada apakah gerangan Pak Ahmad datang?
Norma Indah Susanti
Lanjut, Kak!
Norma Indah Susanti
Lanjut Mak Othor
Norma Indah Susanti
Hadir
Radiah Ayarin
ceritanya bagus Thor, byk pelajaran dan begitu nyata yang sederhana dr kehidupan sehari-hari
Radiah Ayarin
ya, AQ jg sama sprt ana menginginkan memiliki kk atau ABG. tapi kenyataannya AQ anak pertama yang harus bijak dalam keluarga.
Nm@: Sulit, Kak!
Kecuali memang keadaannya seperti Indah. Apalagi Ibnu punya prinsip "Aku tidak akan menyakiti hati pasanganku, karena aku tak ingin adik perempuanku tersakiti oleh pasangannya!"
total 3 replies
Radiah Ayarin
iya, perkataan Ibnu ada benarnya juga sih
Nm@: Tul kak
total 1 replies
Radiah Ayarin
hahahaha... indah doyan makan juga ya
Nm@: Sebenarnya bukan doyan kak, tapi mubazir klo ga d makan.😁
total 1 replies
Radiah Ayarin
Ibnu khawatir dengan indah, teman atau dengan perasaannya sendiri sih
Nm@: Khawatir kak Radiah meninggalkan Indah🤭
total 1 replies
Radiah Ayarin
berarti sangat kontras sekali kemiripan mereka.
Nm@: Yups! Betul sekali kak
total 1 replies
Radiah Ayarin
sangat bijak dan akan membuat pembaca jadi lebih bijaksana.
Nm@: Terima kasih sudah bijak juga dalam membaca🙏🙏🙏
total 1 replies
Radiah Ayarin
kenapa tak berterus terang saja sih, kasihan kalau sudah jauh melangkah nanti jadi melukai hatinya teramat dalam
Radiah Ayarin
ih agak gimana ya bacanya ya, lebay mereka
Radiah Ayarin
banyak yang suka sama indah ya
Radiah Ayarin
knp sih c indah itu menolak c ibnuh, pdhl dia baper jug nya
Radiah Ayarin
kepribadian indah sangat baik
Radiah Ayarin
Duh, ada yg baper sama ibnuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!